NovelToon NovelToon
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Adrian Arkadia, seorang CEO jenius dan penguasa bisnis yang dingin, menyamar sebagai pria miskin demi memenuhi wasiat kakeknya untuk mencari cinta sejati.

Ia kemudian menikahi Arumi, gadis sederhana berhati emas yang dijadikan "pelayan" dan pemuas ambisi oleh ibu serta adiknya yang materialistis.

Di tengah hinaan keluarga mertua dan ancaman rentenir, Adrian menjalani kehidupan ganda yaitu menjadi kuli panggul yang direndahkan di malam hari, namun tetap menjadi raja bisnis yang menghancurkan musuh-musuhnya secara rahasia di siang hari.

Perlahan tapi pasti, Adrian menggunakan kekuasaannya untuk membalas setiap tetes air mata Arumi dan mengangkat derajat istrinya hingga para penindasnya berlutut memohon ampun.

Bagaimana kelanjutannya???
Jangan lupa mampir baca yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSB BAB 19_Pertemuan di Negeri Singa

Saat melewati loket check-in, petugas menatap monitor mereka cukup lama.

Adrian memberikan kode tipis dengan matanya. Petugas itu langsung tersenyum ramah.

"Selamat siang, Bapak Ian dan Ibu Arumi karena penerbangan kami penuh di kelas ekonomi, Bapak dan Ibu mendapatkan upgrade gratis ke Kelas Bisnis. Silakan menuju lounge premium kami."

Arumi hampir menjatuhkan tas jinjingnya. "Lagi? Mas, keberuntunganmu hari ini benar-benar tidak masuk akal!"

Adrian hanya terkekeh. "Mungkin langit sedang tersenyum padamu, Arumi."

Di dalam pesawat, Arumi tak henti-hentinya mengagumi kursi yang bisa direbahkan menjadi tempat tidur dan pelayanan makanan yang sangat mewah.

Sementara itu, Adrian duduk di sampingnya, menyesap sampanye (yang ia minta diganti dengan jus apel agar tidak terlihat terlalu mencolok sebagai orang kaya) sambil terus memantau laporan bisnisnya melalui tablet yang ia sembunyikan di balik majalah penerbangan.

Ia melihat laporan bahwa saham Arkadia Group naik dua persen pagi ini.

Namun, matanya tertuju pada sebuah berita kecil di kolom bisnis yaitu "Seorang Pengusaha Muda Singapura mencoba menjegal proyek Arkadia di Marina Bay."

Adrian menyipitkan mata, ia mengenal pria itu adalah Chen Wei, saingan lamanya yang licik.

Adrian tahu, kunjungannya ke Singapura kali ini tidak akan hanya soal menemani Arumi presentasi.

Ia juga harus membereskan "lalat" yang mencoba mengganggu kerajaannya di sana.

"Mas Ian, lihat! Singapura sudah terlihat!" seru Arumi sambil menunjuk ke luar jendela saat pesawat mulai merendah.

Adrian menatap daratan Singapura di bawah sana, sebuah kota yang modern, dingin, dan penuh intrik.

Di sini, ia memiliki banyak properti dan relasi, tantangannya adalah bagaimana ia bisa tetap menjadi "Ian" yang polos saat berjalan di jalanan yang mungkin penuh dengan orang yang mengenal wajahnya sebagai Adrian Arkadia.

"Ya, Sayang. Kota yang indah," jawab Adrian.

"Tapi bagiku, pemandangan di sampingku ini jauh lebih indah."

Arumi tersipu, menyandarkan kepalanya di bahu Adrian, ia merasa sangat bahagia, tanpa menyadari bahwa di Singapura nanti, ia akan hampir bertemu dengan identitas asli suaminya melalui sebuah pertemuan yang tidak sengaja di lobi hotel.

Roda takdir terus berputar, dan di Singapura, rahasia besar Adrian akan diuji lebih keras dari sebelumnya.

Bandara Changi menyambut mereka dengan kemegahan yang dingin namun mempesona.

Arumi melangkah keluar dari garbarata dengan mata yang tak henti-hentinya menjelajahi arsitektur langit-langit bandara yang ikonik.

Baginya, setiap sudut Singapura adalah referensi desain yang hidup, ia menggenggam tali tasnya dengan erat, sementara tangan lainnya ditarik lembut oleh Adrian yang berjalan dengan gaya santai namun waspada.

"Mas, lihat air terjun itu!" Arumi menunjuk ke arah Jewel Changi yang terlihat dari kejauhan.

"Bagaimana bisa mereka memikirkan desain seberani itu di tengah bandara?"

Adrian tersenyum tipis dan berkata "Itulah gunanya bermimpi besar, Arumi. Dan besok, kau akan menunjukkan mimpimu juga pada mereka."

Saat mereka melewati jalur imigrasi, Adrian merasakan adrenalin yang berbeda.

Di Jakarta, ia bisa bersembunyi di balik kumal dan debu gudang, di sini di Singapura, wajahnya tercatat di ribuan basis data eksklusif.

Setiap kamera pengintai di bandara ini kemungkinan besar sudah mengenali profil biometriknya sebagai salah satu dari sepuluh pengusaha paling berpengaruh di Asia Tenggara.

Benar saja, begitu mereka sampai di area penjemputan, Adrian melihat sosok yang ia kenal.

Benjamin Teo, seorang broker properti kelas atas Singapura yang pernah bekerja sama dengan Adrian dalam akuisisi lahan di Orchard Road, sedang berdiri menunggu kliennya.

Adrian segera menarik tudung jaket murah yang ia kenakan dan sedikit menundukkan kepalanya.

Ia sengaja berjalan di sisi Arumi yang berlawanan dengan posisi Benjamin. Namun, nasib berkata lain.

"Adrian? Is that you, mate?" sebuah suara berat dengan aksen Singapura yang kental memecah kebisingan lobi.

Adrian membeku sejenak, Arumi berhenti berjalan dan menoleh ke arah sumber suara.

Benjamin Teo melangkah mendekat dengan wajah ceria dan setelan jas Armani yang berkilau.

"Adrian Arkadia! Wah, apa yang kau lakukan di sini tanpa memberitahuku? Aku dengar kau sedang cuti panjang, tapi tidak kusangka kau di Singapura!" Benjamin mengulurkan tangan dengan antusias.

Arumi menatap pria asing itu, lalu menatap suaminya dengan bingung. "Mas Ian? Pria ini memanggilmu... Adrian?"

Detak jantung Adrian berpacu, namun wajahnya tetap datar seperti permukaan danau yang membeku.

Ia menatap Benjamin dengan tatapan kosong yang dirancang untuk membuat lawan bicaranya bingung.

"Maaf, Tuan. Anda bicara dengan saya?" tanya Adrian dalam bahasa Inggris dengan aksen yang sengaja dibuat agak kaku dan "ndeso".

Benjamin Teo tertegun, ia memicingkan mata, menatap wajah pria di depannya yang tertutup tudung jaket.

"Jangan bercanda, Adrian. Aku tahu suaramu, aku tahu rahangmu. Siapa wanita cantik di sampingmu ini? Apakah ini rahasia barumu?"

Arumi merasa tidak nyaman, ia menarik lengan baju Adrian. "Mas, dia kenal Mas?"

Adrian segera merangkul bahu Arumi, menariknya sedikit menjauh sambil menatap Benjamin dengan tatapan memelas.

"Maaf, Tuan. Saya rasa Anda salah orang. Nama saya Ian. Saya dari Indonesia hanya untuk menemani istri saya lomba. Wajah saya mungkin mirip dengan bos Anda, tapi saya hanya orang biasa."

Benjamin Teo terdiam seribu bahasa, ia memperhatikan pakaian Adrian jaket yang warnanya sudah pudar, celana jins murah, dan sepatu kets yang solnya hampir lepas.

Sang Elang Arkadia yang ia kenal biasanya memakai jam tangan seharga apartemen dan dikawal lima pengawal. Pria di depannya ini terlihat... miskin.

"Benar-benar mirip," gumam Benjamin, suaranya kini penuh keraguan.

"Maafkan saya. Wajah Anda benar-benar identik dengan rekan bisnis saya yang sangat berkuasa. Namanya Adrian Arkadia. Dia... ya, dia sedikit lebih tinggi auranya daripada Anda. Maafkan saya, sir."

Adrian mengangguk sopan. "Tidak apa-apa, Tuan. Banyak orang bilang saya punya wajah pasaran."

Setelah Benjamin menjauh dengan wajah bingung, Adrian segera menuntun Arumi menuju antrean taksi.

Arumi masih menatap punggung Benjamin dengan dahi berkerut.

"Mas Ian, pria tadi benar-benar yakin kalau Mas itu temannya yang kaya itu. Adrian Arkadia... bukankah itu nama perusahaan yang ada di gedung-gedung besar di Jakarta?" tanya Arumi penasaran.

"Dunia ini luas, Sayang. Pasti banyak orang dengan nama dan wajah yang mirip. Mungkin pria tadi sedang stres karena urusan bisnisnya," jawab Adrian santai, meski di dalam hati ia bersumpah akan mengirimkan pesan pada Hendra untuk memberikan "peringatan" pada Benjamin Teo agar tidak sembarang menyapa orang di tempat umum.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

JANGAN LUPA FAVORIT KAN CERITANYA, ULASAN DAN BINTANGNYA, VOTE, LIKE DAN HADIAHNYA YAAAAA,, DITUNGGU MAWARNYA BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA

KOMEN GIMANA YA SAMA CERITANYA

1
🏡s⃝ᴿ . Incha
lagi donk kak klu bisa double
erviana erastus
baru jadi resepsionis udah sombong 🤣 begitu lihat kartu nama langsung ciut 😏
erviana erastus
aku suka gaya mu kek 😍😍😍
Rahma Inayah
td songong tu resepsionits pas kasih liat kartu nm nyali nya ciut .semoga ni awal kesuksesan arumi
Asyatun 1
lanjut
Supryatin 123
keren si kakek haris❤️❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
erviana erastus
siska, romi sekarang tambah dion hadeh kalian bkn lawanx
Wulan Sari
Yaaa memang dasar oenjahat Romi,Siska dan Dion banyak akalnya tapi semoga semuanya kena getahnya, gimana nt kalau kakek nya datang ya🤦🏼‍♀️ wah bakal jd terdakwa lg tu si mbak Rumi heeee 🤦🏼‍♀️🤭
Rahma Inayah
horang kaya maa bebasan klu mau kmn2 pakai hely pribadi ..tu kan kakek aja TDK percaya dgn kirim suara tu Krn apa kakek haris SDH melihat dan tau sifat Arumi walau br pertma bertemu JD GK mkn Langs percaya pada kirimn suara tu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Rini
puas Lo rum nyiksa suami 😡😡
kpn kau sadar, heran seneng amat lihat suami tersiksa, jd sebel Ama Rumi jdnya sok yes 😡😡
Rini: kasihan teh 🤭
total 4 replies
erviana erastus
bnyk kali musuhx ian
Rahma Inayah
insting Adrian TDK pernh slah semoga dia BS mengatasi masalh yg di sabotase dan BS membuat kepercayaan KPD pak haji
Rahma Inayah
untung pak haji TDK termin omongan Dion bnr klu pke orang Dion akn pakai material baru semua
Asyatun 1
lanjut
juwita
yg membuat rumit diri km sendiri arumi. coba klo g nyuruh Adrian ngelepas smuanya g akn ky gini
Sri Siyamsih
untung pk haji orgnya bijak. semangat Arumi, Ian
🏡s⃝ᴿ . Incha
hadeh arumi coba dirimu menerima adrian yg ceo tdk jd susah dirimu
Rahma Inayah
siska km jgn terlalu terobsesi dgn urusan Adrian dana Arumi PD akhirnya km sndri yg akn masuk lubang buaya yg kamu galih sendri .tnp km tau Arumi SDH tau klu Adrian org kaya dan kakek nya juga tau klu slm 3 bulan syarat yg di beri Arumi utk Adrian buat buktikan cntnya PD Arumi mmg tulus
Lala_Syalala
jangan lupa terus dukung cerita aku yaaa🙏😊😊😍
Sri Siyamsih: tentu k, semangat y 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!