NovelToon NovelToon
Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 3 LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Sharmila, seorang wanita cantik, sedang bersiap untuk hari pernikahannya dengan Devan, bos perusahaan entertainment yang telah dipacarinya selama tiga tahun.

Namun, tiba-tiba Sharmila menerima serangkaian pesan foto dari Vivian, adik sepupunya. Foto kebersamaan Vivian dengan Devan. Hati Sharmila hancur menyadari pengkhianatan itu.

Di tengah kekalutan itu, Devan menghubungi Sharmila, meminta pernikahan diundur keesokan harinya.

Dengan tegas meskipun hatinya hancur, Sharmila membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka.

Tak ingin Vivian merasa menang, dan untuk menjaga kesehatan kakeknya, Sharmila mencari seorang pria untuk menjadi pengantin pengganti.

Lantas, bagaimana perjalanan pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan karena kesepakatan itu akan berakhir bahagia? Ataukah justru sebaliknya?

Ikuti kisah selengkapnya dalam

KETIKA MUSUH MENJADI PENGANTIN PENGGANTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Dada apa beton. #Sarapan bersama

.

Sharmila benar-benar terkejut ketika dia baru saja membalikkan badan, tubuhnya berbenturan dengan Zayden. Tubuh Sharmila terhuyung dan nyaris jatuh jika Zayden tidak menangkap pinggangnya dengan cepat.

Mata Sharmila membulat sempurna. Tepat di hadapannya tersuguh pemandangan di mana Zayden tampil dengan tubuh setengah basah. Bertelanjang dada dan hanya tertutup handuk sebatas bawah pusar.

"Apa yang kamu lakukan di kamarku?" tanya Zayden tanpa melepas tangannya yang melingkar di pinggang Sharmila, suaranya berat dan menusuk.

"Itu... aku…” Sharmila menelan ludahnya dengan susah payah. “Aku pinjam charger. Aku sudah ketuk pintu tadi," jawabnya terbata-bata, merasakan jantungnya berdegup kencang.

“Oh, ya? Kenapa aku nggak dengar?" Zayden menarik pinggang Sharmila semakin merapat, tatapannya intens.

Sharmila tak mampu berkata-kata. Tiba-tiba otaknya terasa kosong. Matanya bahkan enggan berkedip, seolah menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang tersaji di depannya. Kedua tangannya masih bertengger pada dada polos Zayden.

“Nyonya Pratama, apa kamu sedang terpesona?" Zayden dengan jahil merapatkan tubuhnya dan berbisik di telinga Sharmila, membuat bulu kuduknya meremang.

Sharmila menggelengkan kepala dengan cepat. Pertanyaan Zayden menyadarkannya akan posisi mereka saat ini. Secepat kilat ia melepaskan tangan Zayden yang masih melingkar di pinggangnya.

Mundur beberapa langkah, membuat matanya semakin jelas melihat tubuh Zayden. Lagi-lagi, wanita itu susah payah menelan ludahnya. Perut kotak-kotak milik aktor drama yang selama ini sering ia perbincangkan dengan Dewi, kini ada di depan matanya.

Cetak!

“Auww… “ Sharmila meringis kala tiba-tiba keningnya disentil dengan keras. “Arya! Apa-apaan sih kamu?!" pekiknya seraya memegangi keningnya yang memerah.

“Dasar cewek mesum," ejek Zayden. "Kamu pasti sedang membayangkan yang iya-iya, kan?” Pria itu berkacak pinggang sambil tersenyum tengil. Melihat wajah Sharmila yang merah padam sangat menyenangkan baginya.

Berusaha menguasai kegugupannya, Sharmila berkata, "Hahhh…” Wanita itu membuang napas lelah. Apa dia harus kalah debat dari Zayden? Oh, no!! ”Apanya yang terpesona? Bentuk tubuhmu biasa saja,” ucapnya sambil mencebikkan bibirnya.

Zayden tertawa tergelak. Inilah Sharmila yang dia kenal. Selalu gengsi untuk dikalahkan. Zayden mendekat dan kembali menarik pinggang Sharmila hingga tubuh mereka merapat.

“Kamu baru lihat sebagian, mana bisa mengatakan biasa? Bagaimana jika aku perlihatkan semuanya, biar kamu lebih tepat dalam menilai?” bisiknya menggoda.

Sharmila kembali menelan ludah, lalu tertawa garing. "Ah, tidak perlu. Aku tidak tertarik. Luarnya biasa, pasti dalamnya juga biasa,” ucapnya lalu mendorong kuat tubuh Zayden. Buru-buru kabur begitu tangan Zayden terlepas dari pinggangnya.

Zayden tertawa terbahak-bahak melihat tingkah menggemaskan Sharmila. “Lucunya dia."

.

Sesampai di kamarnya, Sharmila menghempaskan bokongnya di atas ranjang. Matanya terpejam erat. “Duhhh… apa sih itu tadi? Bisa-bisanya kejadian seperti itu,” gumamnya sambil merutuki dirinya sendiri.

Menggelengkan kepala berkali-kali. Namun, bayangan tubuh Zayden dengan dada bidang dan perut kotak-kotaknya yang begitu sempurna, tak mampu ia usir dari ingatan. “Itu tadi dada apa beton?" pikirnya dengan wajah memerah.

*

Malam harinya di meja makan, suasana begitu canggung bagi Sharmila. Sedang Zayden, pria itu cuek seolah tak terjadi apapun.

"Arya…" panggil Sharmila ragu, memecah keheningan.

“Hemm?” Zayden menanggapinya dengan acuh, tanpa menatapnya.

"Aku… " Sharmila menggenggam erat sendok dan garpu di tangannya. Kepalanya tertunduk oleh rasa malu yang masih mendera.

“Aku… aku minta maaf masuk kamarmu tadi. Tapi aku benar-benar sudah mengetuk pintu sebelumnya," akhirnya kalimat itu bisa lolos juga dari mulutnya.

"Hahhh… " Zayden menghela napas lelah. “Menurutmu aku harus bagaimana?" tanyanya seraya menatap wajah Sharmila, mencari kejujuran di matanya. “Aku ini seorang perjaka suci. Bisa-bisanya terlihat olehmu dalam keadaan telanjang."

Kening Sharmila yang semula terkerut penuh dengan rasa bersalah terbelalak seketika. “Telanjang apanya?" pekik Sharmila tak terima.

"Jelas-jelas kamu tadi masih memakai handuk!” Seketika itu juga bayangan Zayden yang memperlihatkan dada bidang dan perut six pack kembali terlintas di depan matanya, membuat wajah Sharmila merona merah.

Zayden tertawa tengil, matanya menatap dengan tatapan menggoda. “O, begitu? Jadi kamu menyesal tidak melihatku benar-benar dalam keadaan telanjang?"

Sharmila melengos dengan kepala tertunduk mendengar ucapan Zayden yang begitu frontal.

“Sharmila," panggil Zayden masih dengan tatapannya yang menggoda. “Ternyata kamu ini benar-benar mesum ya? Sebenarnya kamu sedang cari kesempatan, kan?"

"Aku tidak seperti itu!" bantah Sharmila. "Sudah aku bilang, aku masuk ke kamarmu untuk meminjam charger. Mana ada aku niat seperti itu!"

"Benarkah? Apa benar itu alasan kamu masuk kamarku?" tanya Zayden dengan nada pura-pura tak percaya.

"Aku sudah teriak-teriak berulang kali sebelum masuk. Kenapa kamu tak percaya?"

Zayden mengangkat kedua bahunya sambil berkata, "Rupanya peredam suara di kamarku benar-benar bagus. Bukan salahku, kan, kalau aku nggak dengar?"

"Ya sudah, anggap saja aku yang salah. Aku minta maaf," Sharmila melipat kedua tangannya di depan dada, bersedekap, lalu melengos enggan menatap ke arah Zayden yang begitu menyebalkan.

"Hanya minta maaf saja? Tidak ada kompensasi untukku? Kamu nggak ingat, kamu nggak cuma lihat badanku saja loh, kamu juga pegang aku." Kata-kata bagaikan wanita yang baru saja dilecehkan.

Sharmila mendengus kasar. Padahal dia memegang dada Zayden juga bukan sengaja, tapi pria itu yang menariknya. Kenapa jadi dia yang salah?

"Ya sudah. Anggap saja aku salah, lalu kamu mau apa?" tanya Sharmila dengan nada pasrah sekaligus kesal.

Zayden pura-pura berpikir. "Mulai besok pagi kamu harus menyiapkan sarapan untukku," ucapnya lalu berdiri dan melenggang pergi.

Sharmila mengepalkan tangannya erat. Tanpa sengaja sendok dalam genggamannya ia gunakan untuk memukul meja. "Dasar tukang bully!" gerutunya kesal. "Kompensasi apaan? Padahal aku tidak sengaja. Arya, kamu belum puas ya mem-bully-ku sejak dulu."

*

Keesokan harinya di meja makan. Zayden baru saja turun dari lantai atas di mana kamarnya berada. Dia melihat Sharmila yang sudah sibuk di meja makan.

"Cepat makanlah, hari sudah siang. Nanti kita terlambat ke perusahaan," ucap Sharmila tanpa menoleh.

"Kamu benar-benar masak untukku? Ini bukan buatan chef kan? Jangan sampai aku tahu kamu bermain curang ya," tanya Zayden berpura-pura tak percaya. Namun, pria itu segera menarik kursi lalu duduk.

Sharmila mendelik kesal, tapi dia enggan berdebat. Ia segera mengambil tempat duduk berhadapan dengan Zayden. Membuka piring Zayden, mengambilkan secentong nasi, sepotong ayam goreng, dan juga sesendok capjay sayur.

“Ini! Sambalnya kamu ambil sendiri. Aku tidak tahu apa kamu suka pedas atau tidak.” Sharmila mendorong mangkok sambal ke hadapan Zayden, lalu mereka pun mulai makan bersama.

“Kenapa pakai nasi? Apa tidak ada roti?" Zayden mulai protes, padahal mulutnya mengunyah tanpa henti.

“Arya, memangnya kamu orang Belanda,” omel Sharmila kesal. "Sarapan harus ada karbohidrat, tubuhmu butuh kalori!"

Sambil mengunyah, Zayden menghela nafas kesal. "Menikah memang merepotkan.” Tetapi tangannya terulur untuk menambahkan nasi ke dalam piringnya.

Empat orang pelayan yang berdiri di belakang mereka, saling senggol dan tersenyum melihat pertengkaran romantis itu.

“Arya, apa nanti aku akan berangkat bersamamu lagi?" tanya Sharmila setelah mereka selesai sarapan.

"Apa kamu berharap Devan yang akan menjemputmu?” Zayden terlihat kesal.

1
Ari Sawitri
gimana sih sdh menikah kok tinggal dirumah masing-masing ya?? walaupun menikah krn kesepakatan harusnya ya tetap 1 rumah ya .. 🤔
Ari Sawitri
harusnya David jg didepak dr keluarga Natakusuma..toh bibinya Sarmila sdh meninggal. apalagi Vivian yg hanya orang luar. 😒😤
v_cupid
wahhh
Zakaria Nasution
kebanyakan masalalu
v_cupid
mulai deh
v_cupid
sip cerita nya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih kak
total 1 replies
Marina Tarigan
kedua veo oni bodoh soal perasaan pintar dlm minpin perusahaan mknya keterbukaan perlu dlm pernikahan
Marina Tarigan
katanya impoten sarmila juga pernah menhangka begitu
Marina Tarigan
hantam saja Karina semoga kamu bisa kalau kau berhasil terima kasih hancurpun lenya dari muka bumi ini emang kami pikori kami tdk makan dari perusahaan itu mampus pun kamu semua ke naraka sana apa urusan kami
Marina Tarigan
jgn binatang yg serakah itu menang thour sdh cukup korban ayahnya Aria yg korban dan mati sdh cukup aria yg susah payah membesarkan perusahannya itu berkembang buat Karina dan Tristan sepeperti Devan yg salah yg hancur bukan yg kerja keras
Marina Tarigan
hancurkan Tristan biadap sm kek ibunya serakah kurang ajar biadap mau merebut punys orang yg sdh kamu plototi uang ayahnya Rian sampai dipenjara dan meninggal ulah Karina biadap itu tak selamanya kamu bisa moroti orang niadap
v_cupid
waahh musuh baru muncul
v_cupid
lucu
Marina Tarigan
semoga otong Devan tifur selamanya karena niatnya mau meniduri Sarmila gak jadi deh
Marina Tarigan
hancur bagi orang yg menganggap sepele pd hal yg sangat pentimg masa pernikahan yg tgl beberapa memit lagi ditunda besok dimana letak otaknya sdh salah berulah terus nilmati daja nak
Marina Tarigan
terima ksh penyelamat semoga Devan tgl nama saja ya upah orang gila
Marina Tarigan
dlm situasi imi sedikit aku rasa Sarmila kurang peka pd hal sdh ber kali2 Devan selalu mengusiknya aturannya kantor itu kantor besar kgm lawan dgn kata2 membangkitkan kemarahan tpi dhn kelembutan supaya bisa terhinfar dr orang yg sdh lepas kendali tapi karena imo verita halu boleh2 saja harus pake taktik bukan marah2
Marina Tarigan
good Devan baru Devan namanys bagus sekali tdk bisa secara baik kekerasan ya semoga berhasil dan akibatnya Sarmila akan makin benci padamu dan keselamatanmu mkn terancam beserta perusahaanmu bodat
Marina Tarigan
orang gila mau merampas istri orang aneh
Marina Tarigan
tak ada itu seberaninya menilai orang presiden istrinya saja tak berani bertindak begitu ini artis ya 1 triliun honornya sekali manggung ya. ada2 saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!