[CH 01-145 END]
Apa yang akan kau lakukan jika kau terjebak di dalam tubuh Putri Mahkota yang sangat dibenci oleh Sang Pewaris Tahta?
****
"Dimana ini?" Pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan kebingungan sang gadis menatap sekelilingnya, tempat itu begitu asing dan bisa ia bilang sedikit kuno.
"Nona sudah sadar?"
Gadis itu mengernyit kebingungan saat di depannya ada orang dengan pakaian kuno.
"Apakah kita sedang syuting drama kolosal?"
Gadis itu kebingungan, pasalnya hal terakhir yang ia ingat adalah terjun ke danau karena menghindari ibunya. Ia kira ia sudah mati tetapi jika mati tidak mungkin ia masih bisa bernafas dan bertemu dengan manusia juga bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 7: RACUN
Dengan langkah pelan kaki itu menyambangi kediaman Haerin, Ibu suri sudah tidak punya akal lagi untuk merubah Hwan. Jika memang Hwan hanya menginginkan Nae Ri menjadi Ratu nya ia bisa apa. Ibu Suri juga sadar jika cinta memanglah tidak bisa dipaksakan.
Ibu Suri melihat Haerin tengah melukis di depan pavilum bunga, gadis itu dengan lihai menyapukan kuas di kamvasnya dengan sangat cantik.
"Lukisanmu sangat cantik Sejabin"
Ucapan itu tenyata mengenjutkan Haerin di tengah kegiatanya, ia berbalik lalu sebisa mungkin menutupi keterkejutanya, Haerin tersenyum lalu membungkukkan badanya sedikit.
"Salam Daebbi-Mama"
"Tidak usah seformal itu sudah ku bilang berapa kali untuk memanggilku nenek!"
Haerin hanya tersenyum, dalam benaknya bertanya tanya ada apa Ibu Suri repot repot mendatangi kediamanya, bukankah itu sangat membuat Haerin tidak enak.
Mereka beranjak lalu duduk di Gazebo dekat kolam koi.
"Ada yang ingin nenek bicarakan padamu"
Haerin mengangguk pelan, lalu ia menuangkan teh bunga yang dibawa pelayan.
"Nenek sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya merubah Hwan" tatapan itu berubah sendu.
Haerin bungkam bukanya ia tidak ingin menjawab tetapi ingin mendengarkan kalimat lebih dari bibir Ibu Suri.
"Maafkan Nenek"
"Daebbi-Mama tidak perlu minta maaf, saya tahu Cinta memang tidak bisa dipaksakan, dan kebaikan seseorang juga seperti itu" ucap Haerin dengan Senyuman.
"Apakah kau tidak apa apa, jika Hwan nanti memiliki Istri lain?"
"Lebih baik saya pergi Mama, tentunya Saya tidak ingin jika nantinya menjadi benalu kebahagiaan Seja" Ucapan itu masih di sertai senyuman.
⿴⃟۪۪⃕᎒⃟ꕤTHE PRINCE WOMAN⿴⃟᎒⃟ꕤ
Perbincangan antara keempat orang itu tetap berlanjut, untuk mencari titik temu. Pelayan menyuguhkan teh bunga dan kue kering kesukaan Raja. Raja mulai memakan kue kering tersebut yang tanpa ia sadari tercampur bibit racun bunga milkweeds, Bunga Milkweeds memiliki racun yang sangat mematikan. Racun tersebut tidak akan bereaksi 1 jam setelah seseorang memakanya tetapi setelah itu racun tersebut secara perlahan akan merusak organ dalam korban, sehingga tadi saat pelayan yang bertugas menguji keamanan makanan Raja tidak merasakan apa apa. Racun tanpa penawar yang tentunya sangatlah mematikan diperlukan banyak koin perak untuk mendapatkan sejumput racun tersebut.
"Saya menyarankan untuk perdana menteri shin dipindahkan untuk mengawasi pembangunan bendugan di gyeonggi-do, menurut saya ia cukup berpengalaman dan cakap dalam hal ini" ucap perdana menteri Song.
Dari dulu perdana menteri Song memang memiliki peran besar di Istana, selalu saja mengikuti rapat tertutup seperti ini. banyak juga fraksi yang ada di pihaknya, sebab itulah juga yang membuat Haerin terpilih menjadi Sejabin.
"Tetapi Istrinya baru saja melahirkan, itu akan membuat kerjanya tidak maksimal, bukan?" ucap Hwan datar.
"Kau benar Seja. tetapi, Pembangunan bendungan tersebut membutuhkan waktu yang lama, dan mungkin kerjanya tidak akan maksimal dalam beberapa bulan ini saja seterusnya akan berjalan baik" sahut perdana Menteri Song.
Raja mengangguk anggukan kepalanya, Ia memang selalu kagum dengan perdana menteri Song, apalagi Saat ia mampu memecahkan Solusi untuk masalah tahun lalu. Sedangkan Hwan hanya diam pertanda ia setuju dengan usulan Perdana menteri Song.
Pelayan menuangkan Teh bunga untuk empat orang lelaki tersebut lalu beranjak. Hwan yang pertama meneguk teh tersebut, tetapi setelah teh itu masuk ke lambungnya. ia merasakan ada aroma aneh yang sangat ia kenal. Racun? Ah tetapi ia masih tidak yakin karena aromanya sangat samar, Ia pun meminta pelayan menuangkan kembali Teh nya dan mencium dalam aroma teh tersebut, walaupun samar tetapi Hwan sangat hafal dengan aroma ini karena memang ia sudah mempelajari tentang racun sejak dahulu.
"Jangan diminum!" ucapnya tegas membuat Perdana menteri Song dan Jendral Jung menghentikan aktivitasnya.
"Ada apa Donggung?" tanya Raja.
"Ada racun milkweeds dalam teh ini Abba-Mama" ucap Seja pelan.
"Milkweeds? Tapi aku tidak menghirup aroma apapun dalam teh ini" timpal Raja.
"Jika di campurkan dalam jumlah sedikit, aromanya akan samar samar atau bahkan tidak tercium Jeonha" ujar jenderal jung.
Lalu tangan jendral jung mengambil Kue kering dan mencoba menghirupnya dan benar memang ada racun berarti dalam jamuan itu semua makanan mengandung racun, ia bersyukur dirimya belum mencicipi sama sekali hidangan tersebut. Tetapi tadi ia melihat Raja memakan beberapa kue kering dan Seja meneguk teh tersebut itu akan sangat fatal akibatnya bahkan bisa menimbulkan kematian.
"Disemua makanan ini ada racun" Ucap pengawal jung.
"Cepat panggil tabib" Ucap Perdana mentri somg kepada seorang pelayan.
Para Tabib datang dengan terpogoh pogoh mendatangi ruangan itu, dengan cepat mereka memeriksa keadaan Raja mereka dan mereka saling berpandangan, sepertinya Raja terlalu banyak menelan Racun tersebut.
⿴⃟۪۪⃕᎒⃟ꕤTHE PRINCE WOMAN⿴⃟᎒⃟ꕤ
Seja berbaring di kamarnya, ia merasakan seluruh organ dalam nya terbakar sangat sakit tetapi sedari tadi ia mencoba untuk menjaga kesadaranya. Sedangkan di sampingnya ada Tabib Han yaitu ayah dari Naeri yang sedang memberika beberapa titik aputuntur untuk Seja.
Milkweeds adalah bunga kecil cantik yang sangat langka karena tidak ada di tanah joseon. Bunga cantik yang ternyata sangat mematikan. Untuk mendapatkanya harganya sangat mahal karena diimpor dari negara barat dan bunga itu juga tidak di peredarkan begitu saja karena tentu sangatlah beracun sedikit saja terkena bisa sangat fatal.
Srekkk....
Pintu terbuka menapakan Naeri dengan air mata berlinangnya, ia sangat tekejut saat tadi ia dipanggil ke istana untuk membantu ayahnya ia memang sudah sering membantu mengobati pasien ayahnya tetapi setelah sampai di istana ia semakin terkejut karena Seja terkena Racun Milkweeds yang belum ada pewarnya sampai sekarang.
"Naeri tolong tumbuk ramuan ini, aku akan pergi ke kamar Jeonha"
Naeri mengangguk ia berajak bersimpuh di samoing Seja, di usapnya pelan wajah Seja yang amat pucat. Air matanya mengalir, begitu banyak pikiran negatif bagaimana jika nantinya Seja pergi, ia benar benar tidak siap. Usapan lembut itu membuat seja membuka matanya.
"Nae-ri" ucapnya lirih.
"Tidak ada penawar Hwan ah" ucap Naeri di sela sela tangisnya.
"Aku tau tapi aku hanya minum setenguk mungkin aku masih memiliki waktu hingga besok" ucap Hwan untuk menenangkan Naeri. Memang jika dilihat ia tidak separah Ayahnya. Ayahnya itu terlalu banyak menelan makanan tadi sedangkan ia hanya meminum seteguk teh.
Naeri beranjak mundur beberapa langkah ia tidak tahan untuk lebih lama lagi melihat Hwan seperti itu, hatinya sangat sakit bahkan hanya dengan melihat Hwan.
Hwan menyungingkan sedikit senyuman tipisnya, Nae ri sangatlah rapuh sedikit saja terkena badai ia akan hancur berkeping keping dan Hwan memang sudah mengetahui nya dari dulu. Dan itu menjadi hal yang paling tidak disukai oleh Hwan.
𖥨ํ∘̥⃟❍ིི۪۪⃕۫۫͜ TBC⸙۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪ࣤ ⃝༘⃕☬️