setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyamar
Asap tipis dari puing-puing Mecha-Sentinel masih mengepul perlahan di jalanan Sektor 13. Setiap butiran partikelnya tampak jelas di bawah cahaya neon yang hampir padam, berwarna abu-abu kecoklatan dengan sedikit kilau logam. Udara masih terasa panas dari bekas ledakan, bercampur dengan aroma asam dari oli yang terbakar dan debu tanah liat yang terangkat oleh angin. Jalanan yang rusak menunjukkan jejak tapak Mecha-Sentinel yang dalam, dengan aspal yang mencair dan membeku kembali menjadi bentuk tak beraturan. Namun jauh di atas deru mesin pemadam kebakaran dan suara penduduk yang sedang membersihkan reruntuhan, suasana di dalam Menara Sembilan Langit Terbuang sungguh tenang dan damai. Udara di dalamnya sejuk dan bersih, dengan aroma kayu bakar lembut dari tungku energi spiritual yang menyala tenang di sudut ruangan.
Tang Yan sedang duduk santai di atas kursi yang dibuat dari logam murni yang baru saja ia bentuk. Logam itu masih sedikit hangat saat disentuh, permukaannya begitu halus hingga bisa mencerminkan bayangan wajahnya yang muda.
Tang Yan menatap chip inti dari The Titan-Borg dengan mata terfokus, pupilnya menyempit seolah sedang membaca sesuatu yang tak terlihat oleh mata biasa. Bagaimana mungkin teknologi yang begitu canggih bisa terkalahkan dengan mudah oleh energi spiritual? pikirnya sambil memutar chip itu perlahan di antara jari-jari yang ramping. Mungkin mereka sudah melupakan dasar dari semua hal, bahwa teknologi tidak akan pernah bisa mengalahkan hukum alam yang sesungguhnya. Chip yang dulunya bersinar dengan cahaya biru kini benar-benar tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, permukaannya seperti batu alam yang telah ada selama ribuan tahun.
"Luna, pakaianmu terlalu kotor untuk pergi ke Sektor Atas," celetuk Tang Yan tanpa mengalihkan pandangannya, ucapannya lembut namun jelas terdengar di ruangan yang sunyi. Ia bisa merasakan kehadiran Luna di belakangnya, merasakan getaran energi yang sedikit tidak stabil akibat kekuatan baru yang belum terkontrol dengan sempurna. Dia bekerja terlalu keras saat pertempuran tadi, pikirnya sebentar sebelum kembali fokus pada chip. "Kita tidak bisa datang ke daerah mewah mereka dan meminta donasi bahan alkimia dengan penampilan pemulung yang baru saja bergulat sama pipa bocor kan?"
Luna baru saja membuka mata setelah meditasi, matanya yang lelah masih sedikit berkaca-kaca setelah baru saja memenangkan napasnya, tapi segera menjadi jelas saat melihat kondisi dirinya. Ia melihat tangannya yang penuh dengan noda minyak hitam, merasakan tekstur jubah yang kasar dan penuh dengan serpihan logam di kulitnya.
"Mhm" pikirnya dengan sedikit malu, menyadari betapa tidak sopan penampilannya jika harus berada di tempat yang penuh dengan orang berpakaian mewah. Ia mengusap lengan jubahnya yang sobek, merasakan angin kecil masuk melalui celahnya. "Donasi? Tuan, kita baru saja menghancurkan sebagian besar pasukan mereka!" Suaranya sedikit meninggi, penuh dengan kekhawatiran yang nyata. Ia bisa membayangkan betapa ketatnya keamanan di Sektor Atas, bayangan wajah Tang Yan yang muncul di setiap papan iklan hologram seperti gambar yang sudah terbakar di benaknya. "Empat unit Mecha-Sentinel tingkat tinggi yang mereka bangun dengan biaya milyaran kredit! Cyber-Core pasti sudah memasang wajahmu di setiap papan iklan hologram sebagai musuh nomor satu kota! Pergi ke sana sama saja dengan masuk ke dalam oven yang sudah dipanaskan. Bahkan mungkin mereka sudah menyiapkan perangkap khusus untuk kita!"
Tang Yan terkekeh riang, suaranya ceria dan penuh dengan semangat, membuat suasana yang tadinya tegang sedikit mereda. Wajahnya yang imut dengan pipi kemerahan terlihat sangat tidak berdosa, namun mata nya yang terang menyimpan kecerdasan dan keberanian yang luar biasa.
Gadis ini masih terlalu banyak berpikir! Pikirnya dengan getir.
Mungkin karena beratnya hukuman di dunia ini bagi para pelanggar hukum membuatnya selalu berpikir takut dan pesimis. Akhirnya Tang Yan mengarahkan kembali pandangan ke arah Luna. "Itulah yang membuatnya seru! Denganku disini, sistem keamanan mereka hanya akan mencari sosok yang kuat dan mengerikan. Bukan bocah lucu yang hanya ingin cari makanan enak di Sektor Atas." dia bisa membayangkan ekspresi terkejut orang-orang di sana saat melihatnya, mereka pasti tidak akan menyangka bahwa sosok yang mereka cari adalah seorang pemuda yang tampak segar dan penuh semangat.
Tang Yan kemudian bangkit berdiri dengan lincah, tubuhnya bergerak dengan kelancaran yang seolah ia sedang menari dengan udara. Ia menjentikkan jarinya ke udara, gerakan itu tepat dan penuh dengan kekuatan tersembunyi. Segera, cahaya keemasan mulai muncul dari tubuhnya, membentuk lingkaran-lingkaran kecil yang berputar perlahan di sekitarnya. Udara di sekitar menjadi sedikit hangat, dengan aroma manis seperti madu yang menyebar perlahan. "Lihat ini yang aku punya! Seni Kamuflase Kabut Surgawi: Refraksi Cahaya!"
Sebuah kabut emas tipis dan indah menyebar perlahan, setiap butiran uapnya memantulkan cahaya dengan warna-warni seperti pelangi, menyelimuti mereka satu per satu. Udara terasa sedikit lembap saat kabut menyentuh kulit, dengan sensasi yang menyenangkan seperti disentuh kapas lembut. Saat kabut itu perlahan memudar, cahaya yang menyala perlahan mereda, menampilkan penampilan baru mereka yang sempurna:
Tang Yan kini tampak seperti putra bangsawan muda dengan setelan sutra sibernetik berwarna perak mengkilap lembut di bawah cahaya, dengan pola Rune halus yang hanya terlihat jika dilihat dari sudut tertentu. Bahan sutra itu terasa sangat lembut saat menyentuh kulitnya, dan ia bisa merasakan energi kecil yang mengalir melalui pola Rune tersebut. Cukup elegan tapi tidak terlalu mencolok, pikirnya dengan puas, saat melihat bayangannya di permukaan logam yang mengkilap.
Luna bertransformasi menjadi pengawal pribadi yang elegan dengan zirah kulit hitam yang modis menutupi tubuhnya dengan pas, tidak terlalu ketat namun tetap memberikan perlindungan yang cukup. Bahan zirah itu terasa ringan namun kokoh, dengan aksen logam perak di bagian siku dan lutut yang terlihat sangat berkelas tanpa terlalu mencolok. Rambutnya yang tadinya kusut kini rapi terikat, dengan aroma parfum ringan yang menyebar dari rambutnya. Ia menyentuh permukaan zirah dengan tangan yang sudah bersih. Merasakan kepercayaan diri yang muncul dari penampilan baru ini.
Sementara Chu Ziyi... aura dinginnya yang khas tetap sama, namun kini diperkuat dengan kesan kemewahan dari gaun malam hitam panjang yang dikenakannya. Bahan gaun itu mengalir seperti air saat ia bergerak, dengan renda yang lembut dan transparan di bagian lengan yang membuatnya terlihat anggun. Udara di sekitarnya terasa sedikit lebih dingin, dan cahaya yang menyinari gaun itu membuatnya tampak seperti sosok dari dongeng kuno. Ia melihat diri sendiri sebentar di cermin kecil yang ia temukan, bibirnya sedikit bergerak mengeluarkan suara merdu, "Tidak buruk untuk sesuatu yang dibuat dengan sihir," Chu Ziyi berkata dengan rasa kagum yang tersembunyi. Meskipun dia telah melihat berbagai jenis tekhnik penyamaran, tapi semua itu hanya berlaku untuk penggunaannya. Sangat berbeda dengan tekhnik magis Tang Yan ini yang bahkan bisa menyamarkan beberapa orang sekaligus.
"Dan kau, Xiao Bai..." Tang Yan menoleh ke arah Kilin sucinya yang berdiri gagah di tengah ruangan. Sisik Xiao Bai berkilau dengan warna emas dan perak yang memantulkan cahaya, setiap napasnya mengeluarkan uap hangat yang menyala dengan cahaya kecil. Badan yang besar membuatnya tampak seperti ukiran patung yang megah, dengan aura yang menunjukkan bahwa ia adalah makhluk suci yang patut dihormati.