Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dijadikan Kambing Hitam
“Apa sebenarnya yang telah terjadi? Tidak mungkin tempat itu terbakar begitu saja! Aku yakin pasti ada yang sengaja membakarnya!” teriak Shen Ruyue.
Sret!!
Shen Ruyue menatap tajam salah satu pelayannya. “Kau, segera kirim orang untuk menyelidiki apa yang sebenarnya telah terjadi!” perintahnya.
“Baik, Nyonya!~”
Pelayan yang sudah melayani Shen Ruyue sejak kecil segera pergi melakukan apa yang perlu ia lakukan.
“Siapa, siapa sebenarnya yang telah melakukan semua ini padaku?!”
Saat seperti ini, tiba-tiba pikiran Shen Ruyue mengarahkannya pada sosok Xuan Hao, tapi ia tidak tau bagaimana cara menjatuhkan tuduhan padanya.
Tak ada bukti, juga tak ada saksi. Sebenarnya bisa saja ia menyiapkan kesaksian palsu, tapi tanpa adanya bukti, semua itu akan cepat terungkap, dan begitu kebohongan terungkap, nama baiknya akan ternoda.
“Tunggu saja! Begitu bukti itu ditemukan, semua tuduhan akan aku tujukan padanya!” gumamnya.
****
Di ruang kerja pribadi Pangeran Xuan Lie.
“Sudah kamu selidiki siapa yang membakar tempat itu?” Pangeran Xuan Lie menatap Jin Quan.
“Tuan, sama sekali belum ditemukan bukti tentang pelaku, seolah api itu tiba-tiba muncul dan membakar segalanya,” ucap Jin Quan.
Pangeran Xuan Lie mengernyit. “Bagaimana mungkin tiba-tiba muncul api jika tidak ada penyebabnya?” ujarnya, “sihir sudah lama hilang di dunia ini, jadi tidak mungkin semua itu dilakukan oleh penyihir!”'
“Tuan, dari kesaksian pelayan, api tiba-tiba muncul di lantai tiga rumah makan, membakar segalanya yang ada di tempat itu, bahkan meluka Pangeran Xuan Mingyu dan Pangeran Xuan Zifeng. Api berasal dari ruangan pribadi kosong, dan sama sekali tidak tanda-tanda kalau ada orang yang memasuki tempat itu sampai akhirnya terjadi kebakaran,” ucap Jin Quan.
‘Apa ini perbuatanmu?!’ batin Pengeran Xuan Lie yang seketika teringat sosok Xuan Hao.
“Terus selidiki, dan jika menemukan petunjuk apapun, segera tunjukkan padaku!” ucap Pangeran Xuan Lie.
“Baik, Tuan,” balas Jin Quan yang hanya memanggil Yang Mulia pada Pangeran Xuan Lie jika dihadapan banyak orang.
Jika hanya berdua, dia hanya akan memanggil Tuan pada sang Pangeran.
Setelah kepergian Jin Quan. Pangeran Xuan Lie mengarahkan pandangan ke arah Paviliun Qingfeng, meski tempat itu tidak terlihat dari tempatnya berada.
“Kalau benar itu kamu, apapun akan aku lakukan untuk melindungimu!” gumamnya, dan setelah menghela napas panjang, ia kembali menyibukkan diri dengan banyaknya pekerjaan yang menumpuk di atas meja tempatnya bekerja.
Sementara itu di Paviliun Qingfeng. Mei Yun dan Lan Xi datang menemui Xuan Hao begitu mendapatkan informasi terbaru tentang situasi di luar sana.
“Pangeran, saat ini Nyonya Shen Ruyue sedang mengerahkan banyak orang untuk mengumpulkan bukti-bukti penyebab kebakaran,” ucap Lan Xi.
“Pangeran, dari pembicaraan pelayan yang melayani Nyonya Shen Ruyue, sepertinya Pangeran akan dijadikan kambing hitam atas kebakaran yang menimpa rumah makan milik Nyonya Shen Ruyue,” ungkap Mei Yun.
“Hm, kita lihat saja apa yang akan dia lakukan,” ucap Xuan Hao tenang.
Kedua pelayan yang mendengar itu menganggukkan kepala, dan setelahnya mereka kembali melakukan tugas sebagai pelayan.
[Ding!]
[Tuan tenang saja, wanita itu tidak akan menemukan barang bukti apapun yang bisa dikaitkan dengan Tuan!]
“Aku justru curiga dia akan mengirim seseorang datang ke tempat ini dengan tujuan mencuri barang milikku, lalu dia akan menggunakan barang itu untuk melakukan tuduhan palsu padaku, meski sebenarnya memang aku yang melakukan pembakaran rumah makan miliknya!” ungkap Xuan Hao.
[Kecurigaan Tuan sangat masuk akal. Apa Tuan ingin aku memasang perangkap untuk siapapun yang mencoba menerobos masuk ke tempat ini?]
“Kalau bisa tolong lakukan seperti itu!”
[Itu sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan, dan aku sendiri yang akan memastikan seluruh penyusup bakalan tertangkap!]
“Terimakasih Sistem, kamu memang bisa diandalkan!”
[Itu sudah tugasku, dimana aku memang ditugaskan untuk membantu, menjaga, serta melindungi Tuan!]
Xuan Hao mengangguk mengerti, dan karena hari sudah berganti malam, ia memutuskan pergi meditasi di halaman belakang yang tenang.
Meditasi di malam hari membuat hidup Xuan Hao terasa jauh lebih tenang, dan ia bisa berlama-lama melakukan meditasi, termasuk meditasi sambil tertidur di tempatnya saat ini.
Beberapa waktu kemudian saat suasana Paviliun Qingfeng benar-benar sepi. Beberapa sosok mencoba menerobos masuk ke dalam Paviliun.
Sebelum masuk, mereka lebih dulu memastikan semua penghuni Paviliun Qingfeng tengah beristirahat, menyisakan seorang penjaga yang setiap enam jam sekali akan bergantian berjaga bersama dengan rekannya.
Memastikan penjagaan Paviliun Qingfeng sangat longgar, mereka merasa tenang memasuki Paviliun, tapi baru juga mereka menginjakkan kaki di tanah setelah melompat turun dari pohon yang berdiri kokoh di luar Paviliun Qingfeng, tiba-tiba tubuh mereka menjadi lemas, dan perlahan pandangan mereka menjadi kabur sebelum semuanya menjadi gelap gulita.
Mereka tidak tau apa sebenarnya yang sudah terjadi, tapi Xuan Hao yang sedang melakukan meditasi, ia tau apa yang menimpa para penyusup, dan semua itu membuatnya tersenyum senang sekaligus puas.
[Ding!]
[Tuan, orang-orang itu ditangkap oleh penjaga yang dikirim Pangeran Xuan Lie, dan kemungkinan mereka akan dibawa ke hadapan sang Pangeran.]
“Oh, bukannya itu kabar baik, apalagi jika dia mengenali orang-orang itu sebagai bawahan wanita yang begitu dicintainya?!” ujar Xuan Hao.
[Itu akan menjadi kabar baik bagi Tuan, tapi bagi wanita itu, tertangkapnya orang-orang suruhannya jelas akan menjadi sebuah kabar buruk baginya!]
Xuan Hao menganggukkan kepalanya. “Kabar buruk baginya adalah kabar baik untukku!” ucapnya sebelum kembali fokus pada meditasi yang sedang dijalani.
Di tempat berbeda~
Bruk!!
“Tuan, mereka orang-orang yang tertangkap saat mencoba menyusup ke dalam Paviliun Qingfeng,” ucap Jin Quan.
“Cepat buka penutup wajah mereka!” perintah Pangeran Xuan Lie.
Jin Quan langsung membuka penutup wajah mereka, dan alangkah terkejutnya dia begitu melihat wajah-wajah yang sangat dikenalinya, dimana dulu orang-orang itu menjadi bagian dari pasukan di sisi Pangeran Xuan Lie sebelum bertugas sebagai pengawal di Paviliun tempat tinggal Shen Ruyue.
“Tuanku, mereka ini~” Jin Quan kesulitan melanjutkan ucapannya.
“Hm, mereka orang-orang yang bekerja menjaga dia, dan sepertinya dia berencana menjadikan Xuan Hao sebagai kambing hitam atas kebakaran yang menimpa rumah makan miliknya,” ucap Pangeran Xuan Lie.
Jin Quan yang mendengar itu, bukannya senang karena rencana jahat sang Nyonya ketahuan, yang ada ia justru kecewa karena rencana itu gagal membuat celaka Xuan Hao.
‘Sepertinya aku yang harus turun tangan sendiri mencarikan bukti palsu untuk diberikan pada Nyonya!’ batinnya, dan nantinya setelah mengusir penjaga yang bertugas di Paviliun Qingfeng, ia akan memulai aksinya.
Ia yakin aksinya akan berjalan lancar, dan esok hari ia akan menjadi orang yang sangat bahagia saat menyaksikan kehancuran Xuan Hao, sosok Pangeran yang dianggapnya hanya mencemarkan nama baik Tuannya.