NovelToon NovelToon
Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Selingkuh / Romansa / Cintapertama
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

empat belas

"Makasih ya udah mau temenin gue jalan-jalan walaupun cuma keliling komplek doang." Ujar Kayla ketika turun dari motor milik Bastian.

"Cuma keliling komplek doang kata lo? Yang Lo makan berbungkus-bungkus itu apa?" Ujar Bastian tak terima.

Kayla terkekeh "Iya terima kasih juga udah mau jajanin gue."

"Hem ,inget ya ini gak gratis, tau gak si? Waktu santai gue terbuang buat nemenin Lo doang."

Kayla memutar bola matanya, ia tau Bastian tidak sungguh-sungguh mengatakan itu tapi tetap saja ia merasa sedikit kesal.

"Bodo amat, udah ah gue mau masuk."

"Eh bocah, udah dianterin bukannya ngajak mampir dulu gitu atau apa."

Kayla kembali memutar tubuhnya "Oh, Lo mau mampir dulu, bilang dong."

"Gak jadi, udah gak mood gue liat wajah jelek Lo."

"Lah? apa hubungannya?"

"Gak tau."

Kayla menggaruk kepalanya yang tak gatal, terkadang berbicara dengan laki-laki ini membuatnya bingung.

"Gak jelas, mau mampir gak ni?"

"Engga, lain kali aja gue mampir. Salam buat mamah lo ya, jangan lupa ya waktu gue yang terbuang hari ini jadi hutang, nanti gue akan tagih itu."

"Iya iya."

Bastian mengangguk kemudian laki-laki itu melajukan motornya.

Kayla membuka gerbang rumahnya, ia terkejut melihat keberadaan Arga yang tengah duduk sendirian di teras rumahnya. Sudah hampir malam dan laki-laki itu belum pulang?

Arga tak berbicara apapun, laki-laki itu hanya menatapnya dengan sorot mata yang tajam, sepertinya laki-laki itu tengah marah.

"Bagus jam segini baru pulang, adiknya lagi sakit bukannya dirawat malah kelayapan sama cowo lain."

Arga berdiri dan berjalan ke arahnya, laki-laki berhenti tepat di depannya sambil menatap tajam ke arahnya. Ia kesal dan juga takut secara bersamaan melihat Arga sekarang.

Ia kesal karena Arga tiba-tiba berbicara seperti itu padanya, padahal ia pergi bukan karena tidak mau merawat Kanaya, ia pergi untuk menenangkan diri, apakah itu salah?

Ia juga takut melihat Arga sekarang, selama mengenal Arga laki-laki itu jarang sekali memperlihatkan sikapnya yang seperti ini.

"Kenapa si?aku pergi juga bukan sama orang lain," ujar Kayla berusaha memberanikan diri menjawab.

"Kay, Bastian memang sahabat kamu tapi dia juga tetap orang lain. Aneh ya kamu, di saat adiknya sakit bukannya di rawat malah pergi gitu aja."

Kayla tertawa. "Kamu yang aneh, lebih khawatir sama perempuan lain dibandingkan aku. Selama ini, kalau aku sakit kamu gak pernah sekhawatir ini Arga, bahkan kamu lebih milih kumpul sama teman-teman kamu itu."

Arga terdiam, sepertinya laki-laki itu menyadari sikap khawatir nya yang berlebihan pada Kanaya.

"Bukannya aku gak khawatir saat itu, kamu tahu kan saat itu aku lagi bahas soal pertandingan basket sama teman-teman aku, lagi pula ada Kanaya dan mamah kamu yang bisa rawat kamu. Saat itu aku juga udah titip buah untuk kamu."

"Iya aku tau kamu sedang bahas pertandingan mu itu, aku juga paham kamu sibuk saat itu. Tapi yang aku permasalahkan adalah rasa khawatir kamu Arga, kalau saat itu kamu berpikir bisa tenang berkumpul dengan temanmu karena ketika aku sakit ada Kanaya dan mamahku yang merawat ku, terus kenapa kamu harus segitu khawatirnya pada Kanaya? Padahal kamu tau masih ada mamah yang bisa merawat dia. Kamu juga rela beli buah dan menjenguk dia secara langsung, kamu rela belum pulang sampai saat ini dan marah sama aku hanya karena aku keluar untuk menenangkan diri."

Kayla menarik napasnya, walaupun nada bicaranya tenang tapi sungguh dalam dirinya emosi sudah meluap-luap.

Arga kembali terdiam, laki-laki itu tak lagi berbicara apapun. Sedangkan Kayla ia hanya menatap Arga, ia pikir beberapa hari kemarin usahanya lebih dekat dengan Arga akan berhasil, tapi ternyata tidak.

"Terkadang aku berpikir kamu itu benar-benar sayang aku atau gak, karena sikap kamu yang selalu berubah itu buat aku bingung Arga. Terkadang kamu jadi sosok yang manis, tapi di terkadang kamu jadi sosok yang acuh. Bahkan kamu sendiri gak sadar kan kalau kita jarang berkomunikasi jika tidak saling bertemu."

Kayla meremas ujung bajunya, berusaha menguatkan diri agar tidak menangis di hadapan Arga. Ia mencintai Arga, tapi ia tak ingin menunjukkan sisi lemahnya pada laki-laki itu.

Ia lihat sorot mata Arga berubah melunak, laki-laki itu lebih mendekat ke arahnya.

Kayla memundurkan langkahnya ketika tau laki-laki itu akan merengkuh tubuhnya. "Aku capek, kalau kamu masih mau jenguk Kanaya silahkan."

Setelah mengucapkan itu Kayla pergi meninggalkan Arga sendiri, untuk kali ini saja ia ingin egois membiarkan dirinya menunjukkan rasa cemburu dan marahnya.

Setelah mendengar perkataan Bastian ia jadi sadar, jika selama ini ia terlalu di bodohi oleh cinta. Ia terus menerima apapun yang di lakukan Arga walaupun itu menyakiti hatinya, ia tak pernah marah dan selalu memaklumi jika laki-laki itu berbuat salah. Bahkan ia berpura-pura tidak tau jika kekasihnya berselingkuh.

Kayla menutup pintu kamar dan menguncinya, saat ini ia tak ingin di ganggu siapapun. Tubuhnya mulai bergetar, menumpahkan seluruh emosi yang ia tahan tadi, begitu deras air mata yang keluar.

Di tengah tangisannya, ia merasa ponselnya bergetar. Ketika melihat nama Arga di layar ponselnya, ia langsung melempar ponselnya ke ranjang.

Di saat seperti ini ia jadi berpikir haruskah ia mengakhiri hubungan antara dirinya dengan Arga? Karena jujur ia cukup lelah menghadapi semua ini, tapi ia masih begitu mencintai laki-laki itu. Ia juga takut ketika hubungan nya berakhir, Arga akan terang-terangan berhubungan dengan Kanaya. Tidak, ia tak mau itu terjadi.

Kayla mengusap air matanya, tak ada gunanya menangis. Ia bertekad untuk membuat Arga hanya menjadi miliknya, sekarang ia akan menuruti ego nya, ia tak mau terus menerus memaklumi sikap Arga.

Kayla meraih ponselnya di lihatnya beberapa pesan masuk yang belum terbaca dan panggilan tak terjawab dan semua itu dari Arga.

Arga

Kayla maaf

Sayang keluar ya kita bicara lagi

Kayla?

Kayla kalau kamu gak mau ketemu aku tolong angkat telepon nya

Sayang,maaf

Kalau kamu gak mau terima telepon ku,tolong baca pesan ini ya.

Aku minta maaf karena selama ini tanpa sadar aku nyakitin perasaan kamu.

Maaf aku belum bisa jadi Laki-laki yang baik buat kamu

Tadi itu adalah pertama kalinya aku liat kamu marah dan aku baru sadar kamu adalah wanita paling sabar yang pernah aku temui.

Maaf kalau aku terkesan lebih khawatir pada orang lain daripada kamu,tapi jujur aku mencintai kamu

Aku sayang kamu Kay

Jangan marah lagi ya

Kayla?

Yasudah kalau kamu masih marah,mungkin kamu butuh waktu sendiri.Besok aku jemput seperti biasa ya.

Love you❤️

Kayla menutup aplikasi pesan tanpa membalasnya, biarlah sesekali ia mengabaikan pesan laki-laki itu.

Arga sekarang giliran ku untuk egois

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!