NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:185.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meninggalkan Astera

"Have fun ya di sana," ucap Aurelia sambil memeluk Elina dengan erat.

Hari ini, Elina akan berangkat ke Tiongkok untuk menenangkan diri dari semua masalah yang menimpanya. Jauh dari perusahaan, jauh dari kenangan pahit yang masih terasa menyesakkan.

Albert ikut mendekat, lalu merangkul kedua perempuan yang paling ia cintai. "Kamu fokus saja pada liburanmu, Nak. Biarkan Ayah di sini yang menangani semuanya," ucap Albert.

Elina mengangguk pelan. "Maaf, Ayah. Elina sudah merepotkan Ayah."

Albert langsung menggeleng tegas. "Tidak ada kata merepotkan untuk putri Ayah."

Elina melepaskan pelukan itu, lalu menatap kedua orang tuanya bergantian. "Terima kasih... kalian selalu ada untuk Elina, meskipun dulu aku pernah mengecewakan kalian," ucapnya dengan nada bersalah. Ia masih ingat betul bagaimana ia dulu menentang mereka demi menikah dengan Ares, dan kini, ia harus menerima semua konsekuensinya.

"Sayang," Aurelia tersenyum lembut sambil mengelus punggung putrinya, "Bunda dan Ayah sudah memaafkan kamu. Sekarang kamu tidak perlu merasa bersalah lagi. Jadikan semua ini pelajaran hidup.”

“Tenangkan hatimu, lupakan pekerjaan sejenak, dan kembali ke Astera dengan hati yang bersih,” sambung Albert.

Elina mengangguk mantap. “Siap, Bunda, Ayah,” ucapnya, lalu memberi hormat kecil yang membuat keduanya terkekeh.

“Oh iya,” kata Albert mengingat sesuatu, “sepupu kamu juga ada di Cina. Kalau kamu bosan, kamu bisa jalan-jalan dengannya.”

“Rio maksud Ayah?” tanya Elina.

“Iya, Sayang. Rio sedang ada tugas di sana,” jawab Albert.

“Baik, Ayah.”

Tak lama kemudian, pengumuman keberangkatan pesawat mulai terdengar di seluruh area bandara. Waktu Elina sudah hampir habis.

“Ayah, Bunda, Elina pergi dulu ya,” pamit Elina.

“Iya, Sayang. Nanti saat kamu pulang, jet pribadi akan menjemputmu. Tidak usah naik pesawat komersial lagi,” ucap Albert.

“Manfaatkan fasilitas dari Ayah,” tambah Aurelia sambil tersenyum.

Elina tersenyum kecil. “Baik, Bunda, Ayah. Elina hanya ingin mencoba sekali ini naik pesawat komersial.”

Setelah berpamitan, Elina melangkah menuju gate keberangkatan. Ia mengikuti arahan petugas, menyerahkan boarding pass, lalu masuk ke dalam lorong panjang yang menghubungkan bandara dengan pesawat.

Begitu memasuki kabin, Elina sempat terdiam. Barisan kursi berjajar rapi, suara penumpang bercampur dengan pengumuman pramugari. Ia menemukan nomor kursinya, duduk, lalu memasang sabuk pengaman seperti yang dicontohkan pramugari di depan.

Tak lama, pintu pesawat ditutup. Mesin mulai menyala perlahan, suaranya semakin keras hingga membuat dada Elina bergetar halus.

Pesawat mulai bergerak di landasan, melaju semakin cepat.

Elina menggenggam sandaran kursi, napasnya tertahan.

Lalu perlahan, pesawat terangkat ke udara. Kota Astera yang selama ini penuh luka kini tampak mengecil dari balik jendela. Elina memejamkan mata sejenak.

Ini awal baru, batinnya.

"Ayah, apa Ayah hanya akan diam saja setelah Ares dan keluarganya membuat putri kita sakit hati?" tanya Aurelia sambil melangkah meninggalkan bandara.

“Bunda kira Ayah akan diam?” Albert menggeleng pelan, sorot matanya mengeras. “Tidak, Bunda. Ayah akan menghancurkan siapa pun yang membuat putri kita hancur,” ucap Albert dengan tegas.

Aurelia tersenyum puas. “Bagus. Itu yang Bunda inginkan.”

♡♡

Di kediaman Ares, ia baru saja menerima sebuah surat yang diantarkan oleh kurir.

“Surat apa itu, Mas?” tanya Maya sambil menghampiri Ares.

“Mas juga nggak tahu, Sayang. Aku buka dulu ya,” jawab Ares.

Maya mengangguk sebagai jawaban.

Ares terdiam.

Alisnya langsung berkerut, sorot matanya berubah tajam saat membaca baris demi baris isi surat itu. Tangannya yang memegang kertas sedikit bergetar.

Maya menyadari perubahan itu. “Mas… kenapa?” tanyanya.

Ares menelan ludah. Rahangnya mengeras.

“Ini… dari pengadilan,” ucapnya akhirnya, suaranya berat.

 “Pengadilan?”

Ares tertawa pendek, tawa kering tanpa humor. “Surat putusan penceraian," katanya dingin. “Resmi.”

Wajah Maya langsung pucat. “Apa maksudnya resmi?”

Ares mengangkat surat itu sedikit, matanya masih terpaku pada stempel dan tanda tangan di bawahnya.

“Elina sudah mengurus semuanya. Gugatan dikabulkan,” ucapnya pelan tapi menusuk. “Mulai hari ini… aku bukan suaminya lagi.”

Maya tersenyum puas. “Bagus dong, Mas. Kamu sudah nggak perlu repot-repot mengurus apa pun lagi. Sekarang kamu bebas,” ucap Maya antusias, lalu memeluk Ares erat.

“Mas, kamu nggak lupakan janji kamu, kan? Kamu bilang ingin menikahi aku?”

Ares mengangguk pelan. “Iya, Sayang. Aku akan menikahi kamu. Aku nggak mau anak kita punya orang tua yang nggak lengkap,” jawab Ares dengan suara tegas.

Maya tersenyum semakin puas. “Oh ya, Mas. Terus soal pekerjaan kamu bagaimana? Nggak mungkin kan kita cuma berharap dari tabungan kamu?”

Ares terkekeh tipis. “Kamu tenang saja, Sayang. Sebenarnya aku punya perusahaan yang aku bangun sendiri. Nanti kita kelola bersama, ya. Dan kita akan balas dendam pada Elina yang sudah membuat kita seperti ini.”

Maya menatap Ares lekat, seolah memastikan. “Mas serius punya perusahaan?”

“Iya, Sayang,” jawab Ares sambil mengepalkan tangannya. “Aku akan membalas semua penghinaan Elina yang sudah menjatuhkan kita sekarang.”

1
Lies Atikah
mang enak ternyata bukan anak loh
Lies Atikah
si jala nk maya aman 2 saja masih tetatp bahagia ada yang ngelindungi lagi kebohongan mu hamil anak si ares aman menang banyak kamu maya
Lies Atikah
kebayang perasaan si Ares pastahu kalau anak yang di kandung si jala nk Maya adalah anak dari lelaki lain cian deh loh
Lies Atikah
semoga berjodoh yah oma
Lies Atikah
kayanya yang mandul teriak mandul 😄😄😄😄 semoga begitu
Lies Atikah
semoga yang di kandung bukan anak s Ares biar si ares jatuh dlm penyesalan yang patal
Lies Atikah
kirain lengah suka thor yang satset ginni sedikit lebih kejam bolehlah biarkan hancur merangkak dan punah.. puas👍
Lies Atikah
skalian putarkan juga perselingkuhan dan kebusukan si Arres dan si maya biar orang2 tahu
Lies Atikah
kelamaan makin lengket dan bahagia aja Si ares sama si amel bebas melakukan niu niu nya di man saja termasuk di kamar pribadi menang banyak Amel😄
Lies Atikah
nah gitu donk thor adakan saingan cowok janga menyedih kan kesan jadi lebih cantik si maya laku sampai si Ares kelepek2 jadi kasihan lina gakada pengagum yang bikin si ares cemburu
Lies Atikah
jangan lemah Lin jangan karna bucin sama si Ares berengsek kamu jadi bodoh sadar diri kamu sudah di campakan gitu harga dirimu mana ngenes banget
Lies Atikah
jangan ragu 2 untuk bertindak bener2 harus di hancur kan
Hasanah
🤣🤣 keluarga gila iri kok sama harta dan hidup orang lain mereka berada di titik itu kan Krena kerja keras lah Klian klau mau Kya gitu ya kerja jngan jdi benalu aj krjax
Hasanah
Klian ngak bersyukur udah di ksih berlian ee milih batu got 🤣🤣 ya udah nikmati aj
Dewi Dama
cerita nya bagus..susunan setiap episode juga bagus....👍...yg pintar dan adalah Autor...sy salut....👍👍
Nona Jmn: Terima kasih kakak🥰🫡
total 1 replies
Endah Lestary
ada novel alur ceritanya 99%sama dgn novel ini
niktut ugis
setor nyawa kan
niktut ugis
selamat Ares & ortu serta jalang nya kembali ke habitat awal
niktut ugis
pembalasan² yg santai tapi jleb
niktut ugis
yeee batu kerikil si pelakor halu tinggi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!