" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
di ujung tanduk
Makan malam akan di mulai . Zea sudah bersiap dengan gaun pilihannya . Gaun yang di belikan oleh Arron . Ya pilihan lelaki itu cukup bagus . Dan ternyata tidak seperti yang dipikirkan Zea . Biasanya pria akan menyukai pakaian yang terbuka .
" Lumayan " ucap Zea saat berkaca melihat dirinya pada pantulan cermin .
Kevin menghubungi Zea . Dan ketiga pria tampan itu telah menunggu Zea didepan kamar Zea .
Zea keluar kamar . Tatapan kagum dari ketiga pria itu tidak dapat di sembunyikan .
" Cantik " ucap ketiga pria tampan itu .
" Terima kasih " jawab Zea tersenyum manis .
" Ayo " ucap Arron .
Arron jalan terlebih dahulu . Dan Zea berjalan di belakang Arron bersama Kevin dan Gilang .
Niko sudah menunggu Arron . Di sana ternyata juga banyak pengusaha lainnya .
Niko lalu menghampiri Arron .
" Selamat malam Tuan Arron . Terima kasih anda bersedia untuk bergabung " ucap Niko .
Arron memang jarang memiliki banyak waktu hanya untuk berpesta . Ada waktu tersendiri bagi Arron . Tapi ada seseorang yang cukup mengganggu pikiran Arron . Bagaimana tidak . Pria tampan sukses dan juga kaya raya . Tapi ada seorang wanita yang dengan berani menolaknya .
" Anda sangat cantik nona Zea " ucap Niko dengan kagum
Arron menatap kesal Niko. Tatapan Niko bukan sekedar tatapan kagum .Namun lebih dari sekedar kagum . Saat pertama bertemu Niko . Niko selalu mencuri pandang Zea .
" Iya dia calon istriku " ucap Arron .
Zea menatap Arron tak percaya . Begitu kedua sahabat Arron . Yang juga merupakan asisten Arron .
" Oh ya ?" tanya Niko selidik .
Arron lalu merangkul Zea .
" Ya dia calon istriku . Iya kan sayang ?" ucap Arron kepada Zea .
" Iya dia calon ipar " ucap Gilang .
Kevin semakin di buat tak percaya dengan situasi saat ini . Padahal Zea jelas sudah memiliki suami . Bagaimana jika akan ada berita buruk pada Zea . Kalau Arron yang diberitakan buruk . Mereka tidak akan berani mengekspos .
" Kalian berdua memang terlihat serasi " ucap Niko tersenyum penuh arti .
Setelah makan malam selesai . Zea menghentikan Arron .
" Apa anda lupa kalau saya sudah berkeluarga " ucap Zea .
" Aku tidak lupa . Tapi aku hanya kasian kepada mu . Punya suami tapi selingkuh " ucap Arron .
Zea memicingkan matanya . Zea heran kenapa Arron bisa tahu .
" Jangan tanya kenapa aku bisa tahu " ucap Arron .
" Itu bukan urusan anda "ucap Zea lalu meninggalkan Arron .
" Itu menjadi urusan ku mulai saat ini " teriak Arron .
" Kamu sudah gila Arron " ucap kevin .
" Aku memang sudah gila . Dan dia yang sudah membuatku gila " ucap Arron .
" Biarkan dia " ucap Gilang kepada Kevin .
Pagi ini Zea sudah bersiap untuk pulang . Zea memilih untuk pulang lebih dahulu . Tak lupa Zea memberitahu Kevin .
Zea tidak ingin berurusan dengan bos gilanya itu .
" Hai Kikan " teriak Zea .
" Kita jalan sekarang ya " ucap Kikan .
Zea meminta Kikan untuk menjemputnya . Zea tidak lagi meminta Billy untuk menjemputnya . Bahkan saat Zea tidak di rumah Billy juga tidak pernah pulang . Hanya sebentar dan pergi lagi .
" kamu nggak minta Billy untuk menjemput mu ?" ucap Kikan seraya mengendarai mobilnya .
" Dia sedang sibuk " ucap Zea .
Kikan tidak menanyakan lagi tentang Billy . Kikan tahu jika Zea kurang nyaman .
Billy masih berada di kediaman Sarah . Sarah tidak mau di tinggal oleh Billy . Alasannya selalu anak yang ada dalam kandungan .
" Kali ini aku harus pulang Sarah . Nanti kalau Zea pulang dia tahu kalau aku tidak di rumah " ucap Billy .
" Bilang salang kalau kamu sedang ada kerjaan " ucap Sarah .
" Kali ini aku harus pulang " ucap Billy .
Billy beranjak dari duduknya . Mencari kunci mobilnya yang di sembunyikan oleh Sarah .
" Aku mohon Sarah . Di mana kunci mobilnya !" ucap Billy sedikit meninggikan suaranya .
" Kamu menggertak ku " ucap Sarah dengan nata berkaca-kaca .
" Baiklah jika kamu tidak mau memberikan kunci mobilku . Aku akan naik taksi . Dan jangan harap aku akan datang ke sini lagi " ucap Billy tegas .
Sarah lalu mengambil kunci mobil Billy . Dan melemparnya ke arah Billy . Hingga mengenai dada Billy .
Billy sudah berada di rumah . Namun Zea belum ada di rumah . Zea juga tidak memberitahu kepada Billy kapan dia pulang .
" Simbok , apa Zea menghubungi simbok ?" tanya Billy .
" Tidak den . Non Zea tidak pernah menelpon simbok " ucap Simbok .
Billy lalu kembali ke kamarnya .
Sedangkan Zea masih bersama Kikan menikmati semilir angin pantai . Zea memejamkan matanya . Merasakan hembusan angin menerpa wajahnya .
Kikan menatap wajah Zea . Wajah cantik Zea yang sedang menutupi kesedihannya .
" Kamu bisa menangis jika kamu mau " ucap Kikan .
Zea perlahan membuka matanya . Menatap ke arah Kikan . Lalu memeluk Kikan dengan erat .
" Kamu boleh menangis sepuasnya . Tapi ingat Zea setelah ini kamu harus bangkit . Kamu harus jadi Zea yang kuat " ucap Kikan membalas pelukan Zea .
Zea terisak di pelukan Kikan . Rasa sakit yang dia pendam selama ini bisa tumpah juga . Setidaknya dengan menangis bisa membuat hati Zea sedikit lega .
Cukup lama Zea bersama Kikan di temani laut dan gelapnya malam . Kikan mengajak Zea untuk pulang ke rumahnya . Kikan tidak tahu apa yang terjadi . Tapi bisa di pastikan Zea dan Billy sedang tidak baik-baik saja . Apalagi Zea tidak di restui oleh orang tuanya .Pasti sulit bagi Zea untuk bercerita .
" Kamu punya aku yang selalu bersedia menjadi teman ceritamu. Jangan kamu pendam sendiri . Meskipun tidak bisa membantu . Setidaknya kamu tidak merasa sendiri Zea " ucap Kikan .
" Terima kasih Kikan .Cuma kamu yang bisa aku ajak cerita . Dan juga Simbok " ucap Zea .
" Kamu belum cerita kepada ku " ucap Kikan protes .
" Besok saja . Aku mengantuk " ucap Zea .
" Oke baik . Aku akan menunggu besok " ucap Kikan .
Mereka lalu memilih untuk beristirahat .
Billy menanyakan kepada Kevin dimana Zea . Tapi Kevin menanyakan balik letak peran suami kepada Billy . Billy yang kesal tak membalas ucapan Kevin. Tak lupa Billy selalu memberikan pesan kepada Zea . Meskipun Zea tidak mengindahkannya.
" Billy " panggil ibu Billy .
Pagi sekali Billy di bangunkan dengan kedatangan ibunya . Billy yang semalaman tidak bisa tidur . Enggan untuk bangun . Apalagi ibunya hanya akan mengomel .
" Billy bangun . Ibu mau bicara " teriak Ibu Billy.
" Ada apa sih bu ?" tanya Billy dengan mata mengantuknya .
" Kamu ini sudah memiliki anak ?" tanya Ibu Billy .
" Darimana Ibu tahu ?" tanya Billy .
" Ibu sudah bertemu dengannya ?! " tanya Billy .
Tiba-tiba rasa kantuk Billy hilang begitu saja .
" Ya . Dan ibu menyukainya . Dia cantik dan juga mengandung anakmu . Kamu harus menikahinya Billy " ucap ibu Billy
" Ibu lupa kalau aku sudah memiliki keluarga " ucap Billy .
" istri mandul saja . Tidak bisa memberimu keturunan . Kamu bisa menceraikannya atau kamu nikahi saja Sarah " ucap Ibu Billy .
" Aku tidak mau ibu . Aku mencintai Zea " ucap Billy .
" Tapi aku mau "