Suaminya berkhianat dan selalu mengabaikan nya, Calista malah tak sengaja bermalam dengan seorang Office Boy hotel tempat dia dijebak.
"Kamu masih perjaka?" tanya Calista pada lelaki tampan yang tidur dengan nya.
"Ya, Nona."
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab! Kita akan jadi kekasih!" tutur Calista dengan serius, dia adalah orang yang selalu bertanggung jawab pada hal yang telah ia lakukan.
"Tapi saya hanya seorang Office Boy miskin."
"Aku nggak perduli latar belakang mu, aku hanya harus bertanggung jawab telah mengambil keperjakaan mu! Aku orang yang berpikiran sangat kuno, dimana keperawanaan atau keperjakaan sangat penting!"
Siapa sangka, ternyata lelaki itu bukan lah seorang OB biasa... akan tetapi seorang Bos besar misterius yang menyembunyikan identitas aslinya dari Calista dan pria itu mencintai Calista dengan ugal-ugalan!
Bagaimana rasanya dikhianati dan diabaikan suami lalu diceraikan, namun malah dicintai secara ugal-ugalan oleh kekasih misterius?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter - 33.
Setelah melihat Ravindra dipeluk oleh wanita lain, perasaan Calista begitu dipenuhi kecemburuan. Dengan wajah sempurna dan penampilan keren Indra saja banyak wanita yang jelalatan, apalagi sekarang dengan indentitas sebagai Ravindra begitu terasa aura kekuasaan dan wangi uang.
"Cih! Dia pamer wajah dan penampilan! Kenapa juga buka topeng, harusnya aku pakein topeng full wajah aja... biar nggak ada yang lirik wajahnya dan aku bilang ke semua orang kalau wajah Ravindra rusak dan sangat jelek! Apa masih ada yang mau sama dia?!"
"Huh! Pasti ada yang mau sih, kan pada ngincer uangnya!"
Calista terus menggerutu, dia bertanya sendiri dan menjawab sendiri. Tanpa sadar dia sudah berada di hadapan Adele yang sedang bicara dengan teman-teman nya.
Bruk!
"Awww!" jerit Adele.
Wanita hamil tapi masih belum terlihat kehamilannya karena Adele pintar menutupi perutnya itu menoleh ke arah Calista yang menubruk tubuhnya.
"Hei! Ngapain kamu disini?! Aku nggak pernah merasa undang kamu ke pesta pernikahan ku! Apa Andrean yang undang kamu atau kamu sengaja datang tanpa diundang karena ingin berbuat keonaran!"
Teman-teman Adele dari kalangan orang-orang kaya alias para sosialita, menatap Calista dari ujung rambut hingga ujung kaki dan mereka sedikit mengagumi penampilan Calista yang serba mewah.
"Bukannya dia ini artis baru yang katamu sudah mencuri peran utama milik kamu itu! Yang katamu mengandalkan tubuh untuk menggoda Bos Grup Pratama untuk berinvestasi ratusan miliar padanya!" Ujar teman Adele.
"Benar, dia si wanita murahaan! Logika aja, untuk apa seorang Bos besar mengucurkan dana pada artis baru yang belum tentu bisa terkenal! Tapi Tuan Ravindra ini... sepertinya membayar mahal setelah menikmati tubuhnya!" Adele tersenyum mengejek, dia sangat berani menghina langsung Calista mumpung ada teman-teman sosialitanya mendukung nya merundung Calista.
Adele pikir jika terjadi sesuatu pada Calista, tinggal menghapus rekam jejak Cctv karena itu adalah acaranya.
"Tak tahu malu! Bisa-bisanya dia datang ke pernikahan mu setelah merebut peranmu dengan cara curang! Cih!" tambah teman sosialita Adele yang lain.
"Panggil saja security! Aku ingin muntah satu ruangan dengan wanita jalaaang seperti dia!" Ujar satu lagi teman Adele.
Calista tidak terpengaruh, bahkan dia masih menunggu umpatan semua teman Adele padanya agar saat dia membalas kata-kata Adele mereka semua akan malu telah menuduhnya.
Tak lama Andrean yang melihat kehadiran Calista dan mendengar kata-kata hinaan Adele juga mengerenyit keningnya, dia merasa tak memberi kartu undangan pada mantan istrinya itu.
"Calista, kamu datang dapat undangan dari siapa?" tanya Andrean tak ingin Adele salah paham padanya karena istrinya itu sudah melarang dia memberikan undangan.
"Jadi bukan kamu yang kasih dia kartu nya?" tanya Adele.
"Kamu melarangku kasih ke dia, jadi aku nggak kasih lah... sayang." Andrean merangkuul pinggang Adele, dia tau istrinya sedang kesal karena Calista datang. Dia sudah cukup mengerti perangai buruk Adele, jadi sebelum istrinya itu marah padanya dia harus menjelaskan dan berperilaku baik.
"Jadi, dia benar-benar datang tanpa diundang! Kenapa? Ingin pansos di acara mewah tempat para elite berkumpul ini! Apa setelah dipakai Bos Grup Pratama kau dibuang dan tak diinginkan lagi... jadi kau ingin menaikkan status mu lagi di pesta ini dengan menggaet pria kaya!" kembali teman Adele meledek.
Calista akhirnya melangkah maju mendekat, dia mendekati Adele yang berada dalam pelukan Andrean.
"Kamu mau apa, Cal?" Andrean was-was, sebenarnya saat akan bercerai dia baru tau jika Calista tidak mudah ditindas. Sekarang, teman-teman Adele menghina mantan istrinya itu, dia takut Calista berbuat keonaran.
"Heh! Emangnya, kau pikir aku mau apa? Apa selama ini aku pernah berbuat keonaran dan pernah membalas kalian berdua yang menyakitiku?! Tapi apa ini...? Selama ini aku sengaja menutupi keborokan kalian berdua, tapi istri barumu ini malah menghinaku habis-habisan!" Calista menatap dingin ke arah Andrean.
Lalu dia menatap tajam ke arah Adele, "Kau tadi bilang apa tentang aku? Apa kau juga yang menyebarkan aku seorang wanita yang menjual tubuh demi sebuah peran pada teman-temanmu ini? Lalu... aku merebut peranmu dengan cara curang!"
Adele memundurkan tubuhnya saat Calista semakin memajukan langkahnya, bahkan Andrean telah melepaskan pelukannya dari istrinya. Sepertinya, kali ini Calista benar-benar marah.
Calista masih menatap Adele dengan tatapan tajam nan dingin, "Siapa disini yang merebut? Bukankah kau yang merebut Andrean dariku saat dia masih sah menjadi suamiku...!"
"APA..??!!" teman-teman Adele serentak terkejut.
"Bohong! Dia hanya bicara omong kosong karena dia tak ingin mengakui kalau dia ini jalaaang yang sudah menjual tubuh demi peran! Jangan percaya ucapannya!!" teriak Adele membela diri.
"Oho! Mau bukti kalau Andrean dan aku pernah menikah dan harus bercerai karena dia berselingkuh dengan mu! Kau lah jalaaang sebenarnya disini, wanita murahaan...! Kau wanita yang menggoda laki-laki beristri saat kalian sama-sama berperan di satu sinetron! Kau bahkan sudah hamil duluan dan saat kau hamil... aku bahkan masih sah istri Andrean!"
"DIAAM!!! TUTUP MULUTMU SIALAAN...!!" da da Adele naik turun karena emosi.
Teman-teman Adele menatap temannya itu dengan ekspresi jijiikkk, mereka menatap ke arah perut Adele dan melihat tonjolan kecil jika diperhatikan lebih jeli lagi.
"Astaga! Kau benar-benar hamil besar! Kau baru menikah secara negara 2 minggu ini, tidak mungkin jika baru hamil... akan sebesar ini!" ujar teman sosialita Adele.
"Apa benar kau merebut Andrean dari Calista saat mereka masih menikah dan berstatus suami istri! Omaygat...!!!" timpal yang lain.
Wajah Adele semakin memerah, amarahnya sudah memuncak di ubun-ubun. Dia menoleh ke arah Andrean. "Kenapa kau diam saja saat istrimu di fitnah, Andrean! Bilang kalau ucapan wanita murahaan ini nggak bener! Aku nggak pernah rebut kamu darinya! Kita saling mencintai dan akhirnya memutuskan bersama! Cepat katakan...!!!"
Calista juga menoleh ke arah Andrean dengan sebelah alis terangkat menunggu jawaban Andrean, jika pria itu berani berbohong maka dia akan mengeluarkan semua bukti.
"Andrean, sebelum kau bicara... sebaiknya kau pikirkan lebih bijak lagi! Aku mempunyai banyak bukti tentang kebersamaan kita selama tiga tahun ini. Dari kita pacaran selama 2 tahun... lalu menikah selama satu tahun ini sebelum akhirnya kau berselingkuh dan kau meminta bercerai karena Adele sebagai wanita selingkuhan mu sudah hamil!" Begitu ucapan Calista kembali keluar dari mulutnya, kini teman-teman sosialita Adele semakin yakin jika ucapan Calista adalah benar.
"Benar! Kau adalah mantan istri Andrean! Jadi kenapa memangnya? Kau datang ingin merusak pesta pernikahan kami karena belum bisa move on dari suamiku...! Iya...!!" Adele maju merapatkan tubuhnya dengan Calista menantangnya.
Wajah Adele tiba-tiba saja berubah pucat, dia mengalami tekanan karena bertengkar dengan Calista. Tubuh wanita jahat itu seketika limbung dan dia berpegangan pada Calista tapi Calista menepis pegangan Adele darinya. Lalu tubuh Adele luruh ke lantai tanpa sempat ditahan oleh Andrean dan darah mengalir dari belahan kedua kakinya.
Adegan itu terlihat seperti Calista mendoroong tubuh Adele sampai terjatuh ke lantai.
___
Hari ini triple up 🙌 satu bab lagi otewe...