NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar Rawat

Kayla kembali ke rawat inap sang adik, karena adiknya langsung mendapatkan kamar untuk rawat lanjutan, Kayla sangat memperhatikan tadi yang dia bawah sesuai pesan dari suster Maya dan teman dari suster Maya membantunya selama disini.

"Bagaimana keadaan adikmu nak?? Tanya suster Aisyah sahabat Maya saat memeriksa Keisha kecil.

"Demamnya agak mendingan tante". Kayla menatap Suster dengan penasaran.

"Memang seperti itu nak jika demam berdarah, panas nya naik turun, kamu tetap kompres kepala adikmu yah, ini tante sedang mengecek trambosit adik kamu ini".

"Iya suster, terima kasih".

"Kamu sudah makan malam?? Tanya Aisyah kembali menatap ubah sang gadis kecil ini.

"Sudah tante tadi saat dirumah sebelum kesini". Ucap Kayla dengan sopan.

" Kamu Istirahat saja dulu ini sudah mau pagi, kamu pasti lelah, jangan khawatir, kamu bisa mencari tante didepan karena kebetulan tante bertugas dibagian unit ini".

"Iya tante terima kasih". Ucapnya dengan tatapan sendu.

Dia sangat bersyukur dibalik musibahnya banyak orang yang membantunya, dia hanya tengah kepikiran kedua adiknya yang masih kecil-kecil dirumah pak kepala desa. Hingga tak terasa pagi sudah menjelang dan dia tertidur disamping ranjang pasien sang adik.

"Kayla, bangun nak, ini sudah pagi". Ucap Aisyah dengan lembut.

Dia menatap ibah anak kecil yang mandiri dan hebat ini, dia mendengar banyak cerita dari sahabatnya tentang keempatnya karena mereka tinggal dekat dari rumah sahabatnya itu.

"Oh astaga aku ketiduran, maaf tante saya ketiduran". Ucapnya tidak enak kepada suster yang baik hati dihadapannya ini.

"Pergilah bersih-bersih nak, dan tante bawah kan sarapan untukmu, kamu makan yah, nanti makanan adikmu akan diantarkan sebentar lagi". Ucapnya mengelus kepala Kayla.

"Terima kasih tante, aku merepotkan tante jadinya". Ucapnya menunduk tidak enak.

"Iya nak sama-sama, kelak jika kamu dewasa, jadilah orang yang baik dan menolong orang lain, oke".

"Iya Tante terima kasih nasehatnya, akan kuingat ketika aku dewasa, aku tidak akan melupakan jasa orang-orang yang menolongku nantinya".

"Iya nak, yang penting kamu harus giat belajar dan berusaha, tante yakin kamu anak yang pintar dan akan meraih kesuksesan bersama adik-adik mu, tante mendoakannya".

"Terima kasih tante, semoga Tuhan membalas kebaikan ta te kepadaku dan adikku selama disini".

"Amin nak, ya sudah kamu bersih-bersih gih, sudah itu langsung sarapan mumpung adikmu belum bangun".

"Iya tante". Kayla bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Semua orang yang ada disana memperhatikan interaksi suster dan anak kecil itu. Aisyah mengedarkan pandangannya dan melihat mereka semua menatapnya. Dia berjalan kemudian bergantian memeriksa pasien yang ada di ruangan itu.

"Tolong bantu anak-anak ini yah, kasihan mereka". Ucapnya ramah kepada mereka semua.

"Maaf suster, kemana keluarga anak-anak ini, sejak semalam saat dipindahkan, kami tidak melihat ada orang dewasa yang datang menjenguk atau menemani mereka?? ". Tanya salah sorang ibu-ibu yang menemani sang anak karena demam.

"Mereka yatim piatu Bu, ibu mereka baru meninggal beberapa hari yang lalu belum seminggu kayaknya". Ucap Aisyah dengan sendu.

"Yatim piatu suster?? Tanya mereka semua dengan kompak.

"Iya ibu, yang masuk tadi anak sulung, dan yang sakit ini katanya si bungsu dan dia juga anak istimewa karena keterbatasan dan kedua adiknya lagi berada dirumah kepala desa tempat mereka tinggal, sahabat saya meminta saya menjaganya selama disini karena mereka tak memiliki keluarga yang bisa menemani, mereka memang punya tante tapi tantenya masuk penjara karena berusaha menjual seluruh peninggalan orangtuanya termasuk rumah yang mereka tempati sekarang ini, beruntung karena pihak kepala desa sana sangat baik dan adil pada warganya". Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Dia tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya dirinya lah yang berada diposisi anak-anak itu,

"Ya ampun suster, kasihan sekali mereka, pantas saja suster sejak semalam sangat memperhatikan mereka". Ucap Ibu-ibu itu dengan sedih.

"Benar Bu, saya kasihan pada mereka, mereka masih kecil tapi memiliki banyak beban, terutama si sulung itu, dia harus bekerja di kantin dan rumah makan bersama adik keduanya sepulang sekolah dan baru mereka bisa dapat upah dan makan malam, beruntung ibu kantin itu juga sangat baik".

"Syukurlah suster, kasihan mereka, mereka pasti sangat kesusahan". Mereka semua menunduk dan menatap ibah anak yang terbaring lemah di brangkar itu.

"Iya ibu-ibu, anak-anak kalian beruntung masih memiliki kalian untuk menjaga dan merawat mereka sedangkan mereka berdua jangankan memiliki ibu, keluarga saja mereka sangat jahat".

"Iya suster, kami akan berusaha membantu mereka, kasihan mereka masih kecil tapi banyak mendapatkan musibah".

"Iya bu, terima kasih, maaf yah, jika kesannya saya seperti sangat pilih kasih". Ucapnya Aisyah dengan wajah tidak enak.

"Tidak apa-apa suster, kami tahu alasan suster seperti itu kami mengerti dan maklum, mereka membutuhkan suster dan perawat untuk mereka karena mereka tidak punya orangtua sedangkan anak-anak kami ada kami dan keluarga yang mengurus mereka". Ucap Ibu-ibu disamping ranjang keisha itu.

"Terima kasih pengertiannya semuanya, saya akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik untuk semuanya, ".

"Iya suster". kompak mereka.

Aisyah menghentikan perbincangan mereka saat dirinya selesai memeriksa mereka semua secara bergantian, kemudian duduk disebelah ranjang Keisha menunggu Kayla keluar dari kamar mandi akrena seperti nya anak itu sedang mandi. karena dia agak lama.

"Loh tante suster belum kembali bertugas?? ". Ucap Kayla dengan sopan.

Dia heran karena suster Aisyah masih ada dan menemani sang adik saat ini. Apalagi tadi dia sedang mandi makanya lama.

"Iya nak, tante tunggu kamu selesai sambil memeriksa pasien lainnya". Ucapnya dengan senyuman.

"Terima kasih tante, maaf merepotkan tante". Ucapnya tidak enak.

"Tidak apa-apa nak, toh tabte juga sedang memeriksa pasien lainnya jadi tante tidak menunggu kamu lama".

"Iya tante, terima kasih bantuannya". Ucapnya menunduk dengan sopan.

"Kalau begitu saya permisi semuanya, silahkan cari saya jika kalian buruh sesuatu, saya akan ke kamar lainnya dulu". Ucap Aisyah dengan senyuman ramah.

Setelah kepergian suster Aisyah, Kayla mengambil nasi bungkus yang telah diberikan tadi oleh Suster Aisyah kemudian melahapnya dengan senang, dia tidak menyadari jika sedari tadi para keluarga pasien memperhatikan dirinya.

"Nak, ini ada buah makanlah, kamu juga berikan kepada adikmu nanti jika dia sudah makan nasi". Ucap Ibu-ibu yang berada disamping ranjang Keisha.

Ruangan ini memang hanya memiliki 4 ranjang dan masing-masing mereka ditemani keluarga mereka sedangkan Keisha hanya ditemani sang kakak".

"Iya nak, ini kami ada sedikit cemilan untukmu dengan adikmu". Ucap bapak-bapak yang ada di hadapan ranjang Keisha.

"Terima kasih Bu, bapak, saya terima". Ucap Kayla dengan sopan dan mengambil pemberian mereka dengan senyuman tulus dan sendu.

Dia berharap kedepannya dia bisa merawat sang adik seperti keluarga yang dia lihat

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!