Sofia Angelista, gadis sederhana, periang dan cantik yang merupakan primadona di sekolahnya dulu, memiliki seorang sahabat kaya raya namun sering dibully karena fisiknya yang gemuk dan dijuluki "kutu buku" bernama Vernon Bramaputra.
Bagaimana jadinya bila sahabat yang sering dibully berubah menjadi tampan?
Penasaran kisah selengkapnya seperti apa? yuk simak kisahnya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP7 Dilema
Setelah Sofia keluar dari ruangan Vernon karena kaget, Vernon menemukan dompet Sofia yang ketinggalan di ruangannya. Dia berniat ingin mengembalikan dompet Sofia, namun dompet itu tidak sengaja terbuka dan dilihatnya foto mereka berdua yang masih terpajang manis di dompet Sofia.
Seketika hati Vernon sakit melihatnya, ia tidak mengerti kenapa foto itu masih ada disitu. Karena yang dia tau Sofia hanya memanfaatkannya selama ini.
Sofia pulang dengan perasaan kaget karena kejadian itu, saat dia akan membayar taksinya dia baru sadar kalau dompetnya hilang. Tiba-tiba Rey muncul entah darimana dan membayar ongkos taksi nya. "Berapa pak? nanti saya yang bayar ongkos gadis ini" jawab Rey.
Sofia kaget karena Rey tiba-tiba muncul dihadapannya. "Makasih ya Rey maaf ngerepotin. Nanti aku ganti uang kamu ya, dompet ku hilang soalnya" jawab Sofia tak enak hati.
Mendengar hal itu Rey tersenyum "Hmm.. kalau begitu nanti aku tunggu traktirannya ya" ucap Rey. Sofia pun mengiyakan, bagaimana pun Rey telah membantunya tadi.
"Kamu ngapain ada disekitar sini? kan rumah dan kantor kamu nggak lewat sini?" tanya Sofia dengan bingung.
"Lagi kangen kamu aja jadi lewat sini" jawab Rey dengan tersenyum manis. Tampan? itu sudah pasti, bahkan Sofia pun terpesona dengan ketampanannya. Tetapi dia menyadarkan dirinya sekali lagi bahwa pria di depannya ini selalu usil padanya. Dia merasa tidak boleh jatuh cinta kepada Rey.
"Maaf ya nggak bisa ajak kamu mampir dulu ke rumah, soalnya nggak baik juga kan berduaan". Sofia merasa tidak enak jika Rey mampir ke rumahnya, karena memang rumah itu rumah dari keluarga nya dan hanya dia seorang diri yang menempati rumah tersebut.
Rey pun mengerti akan hal itu dan segera pamit "Aku pamit ya, assalamualaikum jodoh". Itulah kata-kata yang diucapkan Rey. Sungguh aneh menurut Sofia. Setelah Sofia menjawab salam Rey, ia pun masuk kedalam rumahnya.
Sofia hendak melaporkan ke polisi karena telah kehilangan dompetnya, tetapi muncul satu pesan dari PLUTO. Ya itu lah nama yang diberikan Sofia kepada Vernon di hp nya. Segera ia membuka pesan Vernon
Dompet kamu ketinggalan, besok siang ambil di ruangan saya. Jangan lupa hukuman kamu masih 49 ribu kalimat!
Begitulah pesan yang dibaca Sofia. Dia tidak percaya bahwa Vernon menghitung seluruh kalimat yang ditulisnya. Dasar pluto, psyco, killer, valak arghhhh maki Sofia. Entah berapa kali dia telah memakai sumpah serapahnya untuk dosennya yang satu ini.
Saking kesalnya Sofia memutuskan menghubungi Angel untuk menemaninya keluar jalan-jalan untuk menghilangkan stres.
Mereka pun setuju untuk bertemu di taman kota.
Berjalan di malam hari memang sangat menenangkan batin Sofia. Ia tersenyum melihat banyak orang berlalu lalang. Akhirnya dia pun bertemu Angel yang sedari tadi menunggunya dengan wajah cemberut.
"Halo Angel sayang, kok mukanya ditekuk sih maaf ya gue telat dikit hehe soalnya di jalan macet" Angel tau yang dikatakan Sofia itu hanya alasan saja. Dia sudah menunggu Sofia selama 1 jam dan itu membuatnya sangat kesal.
"Udah dong jangan cemberut terus nanti cepat tua loh. Kuy lah kita jalan, tapi lo dulu yang traktir ya karena dompet gue hilang. Tadi bayar taksi cuma dapat uang yang terselip di tas doang" kata Sofia dengan wajah sedih.
"Hah hilang? dimana? kok bisa?" tanya Angel bertubi-tubi.
"Iya tadi ketinggalan di ruangan dosen killer itu" jawab Sofia dengan malas. "Duh kok kayak di FTV banget sih pake ketinggalan segala, kalo gue happy banget pasti" ucap Angel sambil senyum-senyum.
"Yaelah, udah lah yuk kita jalan-jalan aja" Sofia menarik lengan Angel agar Angel tidak menghayal terlalu jauh.
Setelah lelah berjalan-jalan, akhirnya mereka singgah di restoran siap saji untuk makan. Saat mereka masuk, tidak sengaja mereka berpapasan dengan Joshua yang baru selesai makan.
"Kak Joshua?" tanya Sofia.
"Eh Sofia, kamu Sofia kan? teman Vernon?" Joshua tidak menyangka akan bertemu teman masa kecil adiknya disini.
"Iya kak, bagaimana kabar kakak dan keluarga? beberapa hari lalu aku juga baru ketemu sama bunda" jawab Sofia sambil tersenyum.
"Alhamdulillah baik. Iya bunda udah cerita juga. Kamu mulai kapan di Jakarta? udah ketemu Vernon belum?" tanya Joshua.
"Udah 2 tahun kak, semenjak kuliah aku udah tinggal disini sendiri, mama nggak bisa ikut karena kerja di Bandung. Dan aku belum ketemu sama dia" ucap Sofia sambil tersenyum samar.
"Ohiya nanti kapan-kapan main ke rumah ya. Eh itu di belakang kamu siapa? kok kayak sembunyi-sembunyi gitu?" Joshua penasaran karena sejak tadi ia berbicara dengan Sofia, wanita itu terus menyembunyikan wajahnya di belakang Sofia.
Sofia kaget melihat sahabatnya Angel yang dari tadi mencoba menutupi wajahnya di belakang Sofia. "Eh iya kak, kenalin ini temanku, namanya Angel. Angel kok kamu di belakang sih. Sini kenalin kakaknya temanku". Sofia menarik lengan Angel dengan pelan agar bisa berkenalan dengan Joshua.
Saat tatapan Joshua dan Angel bertemu, Joshua sadar ternyata sahabat dari Sofia adalah orang yang mengaku telah hamil anaknya kemarin.
Flashback on
Joshua yang baru selesai meeting memutuskan untuk pulang ke rumah. Ia lelah dengan pekerjaan yang begitu banyak di kantor.
Ia memutuskan singgah membeli es krim sebelum pulang ke rumah, karena merasa stres dengan pekerjaan di kantornya.
Selesai membeli, seorang gadis muda berjalan dengan menatap hp dan tidak melihat Joshua yang berjalan di hadapannya. Mereka pun bertabrakan dan es krim yang dipegang Joshua mengenai baju gadis tersebut, sehingga gadis itu begitu marah. Ya gadis itu bernama Angelia Putri.
"Eh kalau jalan hati-hati dong, ini baju saya jadi kotor semua gara-gara es krim kamu" geram Angel.
"Kamu yang harusnya liat-liat, kalo jalan tuh mata dipake jangan cuma jadi pajangan doang" kesal Joshua dengan bersungut-sungut. Rencana awal ingin menghilangkan stres ternyata membuat dia menjadi tambah stres.
Angel yang kesal melihat Joshua memarahinya di depan umum akhirnya memulai dramanya "Kok kamu jahat banget sih, kok kamu marah-marah ke aku? aku kan lagi hamil anak kamu. Nggak seharusnya kamu marah gini sayang" ucap Angel sambil berakting menangis.
Mendengar itu, tentu saja membuat Joshua kaget. Dia tidak percaya bahwa gadis di depannya berani berbicara aneh seperti itu. "Kamu gila ya? kenapa bicara nggak jelas sih?" Joshua panik, karena Angel semakin menangis histeris sehingga menarik perhatian orang.
"kasian ya cewek itu, padahal masih muda tapi udah dihamilin aja. Emang laki-laki nggak bertanggung jawab" begitulah kata-kata yang didengar Joshua. Karena sudah tidak tahan mendengar orang-orang bergosip tentangnya akhirnya ia menarik tangan Angel dan membawanya ke mobilnya.
Joshua mengendarai mobilnya dengan kencang, membuat Angel takut. "Kamu mau bawa aku ke mana? kamu nggak culik aku kan?" tanya Angel ketakutan.
"Cih setelah kamu berteriak seperti itu kamu masih berani bertanya kalau aku mau culik kamu?" ucap Joshua dengan kesal.
Ia akhirnya memberhentikan mobilnya di sebuah taman. "Kenapa kamu teriak seperti tadi?" tanya Joshua.
"Aku nggak sengaja, soalnya kamu bentak aku di depan umum kan aku malu jadi aku akting kayak gitu. Sorry ya" jawab Angel dengan wajah memelas.
Mendengar itu, Joshua pun memaafkan Angel dan mengantarnya pulang. Ya memang Joshua orang yang sangat tidak sampai hati untuk marah terlebih lagi pada perempuan, beda dengan adiknya Vernon yang tidak segan-segan marah dan menghukum siapa pun sekalipun itu perempuan.
Flashback off
mampir yaa
" Hessel Steven"
ternyata mama cantik Ira Wibowo dan satu lagi yang pernah jadi mamanya Steven William di sinetron apa gitu lupa....udah lama gak nonton sinetron tv Indonesia...FTV di SCTV sudah lama gak nonton padahal durasinya sebentar 2 jam selesai.