Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang .
Sebagian cukup hanya dengan meninggalkan jejak pedang nya.
Nama Prabu Munding Jayananta mencuat melebihi puncak gunung.
Di jaman para raja berkuasa,nama itu membuat darah bergejolak.
Para raja datang ke hadapan nya , ada yang menantang banyak pula yang memohon perlindungan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang penaklukkan dengan sedikit perang, bagaimana kekuatan di tangan orang yang tepat membawa keberkahan.
Kekuatan yang menjadi legenda tanpa diminta. sebab Legenda itu adalah keyakinan...
Jejak sang raja juga seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gunung Emas eps.2
Pertemuan tahunan para raja sedang digelar di istana Majayan.
Gunung gora, terlepas apakah itu ada emas atau pusaka yang akan muncul, sebenarnya melintasi lima negri,ke lima lima nya adalah anggota aliansi majayan.
Akan tetapi, kampung Wates , tempat diperkirakan ada sumber emas nya lebih dekat ke Dolopo
Empat negri secara sepakat menyerah kan kampung Wates pada Dolopo.
" aih...kangmas .. Tidak usah khawatir, itu milik kalian... kami siap membantu saja jika memang diperlukan..
" Terima kasih dulur sekalian..."
" oh iya . kami tidak berminat dengan emas nya...kami berminat dengan pusaka nya... boleh kan jika ikut mencari keberuntungan??
" Hahaha ... silahkan... silahkan..."
" Baiklah...para kerabat sekalian, saya mewakili pihak Dolopo menghaturkan terimakasih sebesar besarnya terutama pada raja Banjaran,Temasik, Galungan dan Sokaraja atas pengertian nya tidak berebut dengan Dolopo.
Sekarang sisa persoalan Gumarang kita harus bagaimana? Tanya prabu damar saka yang ditunjuk sebagai ketua sidang.
" Kirim pasukan...kibarkan panji Majayan, peringatkan mereka , jika tidak mau...kita siap perang ...!!"
"Iya... betul... Gumarang harus diberi peringatan, jika membangkang...kita sikat.."
" Baik ..jika begitu, keputusannya sudah bulat."
" ohhh tunggu.. tunggu sebentar uwak prabu damar ..aku ada yang terlupakan...".
" ohh.. Rai Prabu munding... silahkan bicara.."
" Terimakasih uwak Prabu...dulur sadayana, saya hanya ingin menyampaikan,
Barusan saya mendapat laporan, sekarang Nawang berdiam di sebuah kampung bernama Kaliabu, letak nya dekat dengan kampung Wates dan gunung gora..
Tadi saya sudah meminta Nawang ke kampung Wates membantu di sana
..dia sebelumnya sama sekali tidak tau soal gunung emas itu.. secara kebetulan saja dia sedang ada di dekat sana..
Saya mohon paman prabu Dolopo tidak salah memahami...
" aishh...Rai prabu munding bicara apa sih bagaimana mungkin paman salah paham..malah senang..jika putri Nawang sudah ada disana.."
"terimakasih paman prabu..."
" aiss seperti sama siapa saja Rai prabu ini...sama sama Rai prabu..."
Urusan Dolopo ,gunung gora dan negri Gumarang selanjutnya diserahkan pada panglima wanareksa , kekuatan aliansi militer majayan ada di genggaman tangan nya,
Dengan mandat dari dewan tertinggi aliansi panglima wanareksa segera saja mengatur strategi,mengirim kekuatan militer ke kampung Wates.
****
Negri Gumarang
Tidak jauh berbeda dengan majayan, negri ini juga ada di dataran tinggi,di kelilingi perbukitan dan gunung gunung
Raja nya bernama prabu Jaya Buwana, seorang pria termasuk muda yang gagah perkasa berusia 35 tahun.
Prabu jaya buwana juga seorang pendekar, sakti mandraguna dengan ilmu ilmu Kanuragan tingkat tinggi khas negri wilayah timur, salah satunya adalah ilmu bernama "gelap ngampar".
Raja Gumarang juga seorang raja adil bijaksana, yang di cintai oleh rakyat nya
Hari ini di istana Gumarang sedang di adakan pertemuan, pokok pembahasan nya adalah soal kampung Wates dan gunung gora.
Mata mata Gumarang telah melaporkan situasi terakhir kampung Wates yang ternyata di lindungi aliansi majayan.
Berita ini tentu saja mengagetkan, awalnya pihak Gumarang mengira mereka hanya berhadapan dengan negri Dolopo saja, siapa yang tahu ternyata negri itu Anggota aliansi majayan...
Rencana terpaksa harus di tinjau ulang, jika perlu dibatalkan saja..!
"Ampun Gusti prabu.... menurut paman , kita lupakan saja masalah gunung gora...kita tidak boleh menyinggung aliansi majayan khususnya prabu munding Jayananta..."
" aihhh ... sebegitu menakutkan kah aliansi itu paman Patih?"
" Sejujurnya iya Gusti prabu... angkatan perang kita tidak sebanding dengan mereka."
panglima perang bisa menerangkan lebih jelas soal perbedaan nya Gusti prabu..."
" ahhh... sudah aku percaya dengan penilaian kalian...jika kalian bilang kalah...ya itu pasti benar'...tidak apa apa.."
" terima kasih Gusti prabu..."
" Soal prabu munding, seberapa kuat nya orang ini paman Patih?"
" Saya kurang paham, hanya pernah mendengar ceritanya saja, diantara nya, prabu munding mengalahkan raja gantaka, raja yang pernah jadi momok di selatan.
Selain itu kabarnya dia juga bersaudara dengan prabu Angling darma.
Satu raja titisan dewa yang satu raja pilihan dewa... entahlah...
(" yang benar saja..belum bertemu tapi sudah bilang begitu..berlebihan sekali...jangan jangan paman patih sudah di bohongi ..!) bisik hati prabu jaya buwana.
Salah satu sifat seorang pendekar ya seperti ini, mendengar adanya tokoh sakti bukan nya gentar, yang ada malah dorongan ingin menjajal.
" ehhh paman Patih... , apakah di antara kalian kalian ini tidak ada yang mampu menandingi prabu munding..?"
" Maaf Gusti prabu...hamba sangat yakin, diantara kami ,walau kami semua maju, tidak mungkin mampu mengalahkan dia " Seorang tua,bernama Ki Martani berkata.
Ki Martani adalah penasehat raja, seorang Waskita,, dari dia juga berita gunung gora mengandung emas berasal.
" hamba pernah menyaksikan sendiri, kehebatan prabu munding saat pembukaan acara turnamen beladiri di sana..."
" waduh....jika ki Martani berkata demikian.. pastilah benar begitu adanya Gusti prabu..!!"
" Ya...ya ..aku mengerti...biar aku pikirkan perlahan... sekarang kalian boleh bubar.."
****
Ketika malam tiba, prabu jaya buwana keluar dari istana,dia melompat naik ke atas kubah istana, berdiri diam memandang langit.
Tidak lama Ki Martani dan Patih Wijaya menyusul, berdiri di belakang sang raja.
Tiga pilar kerajaan Gumarang memang sudah satu hati, tidak perlu berbicara mereka sudah paham akan isi kepala masing masing.
Ki Martani membuka suara, dia membungkuk hormat sebelum bicara,
" maafkan kami nakmas prabu, kami tidak bermaksud mengecilkan nakmas prabu.."
"Saya paham Ki..akan tetapi mundur begitu saja bukankah agak memalukan??"
" hmppp apakah nakmas prabu mau..??"
" Benar paman Patih, saya ingin menantang prabu munding..."
" aiss....susah susah...kalian berdua memang tidak terpaut jauh selisih umur nya..paman maklum...entah dengan Ki Martani.."
" maaf paman tadi paman bilang kami se umuran?? Masih muda prabu munding itu??, saya kira sudah tua ..!!"
Kalau begitu...makin bulat tekad ku ..besok aku sendiri yang akan ke Majayan .. menyamar menjadi utusan...aku akan membuat surat tantangan...!!"
" bagaimana menurut mu Ki? "
" Hmppp....bisa...bisa dan boleh boleh saja...memang itu jalan terbaik nya...hanya saja nakmas....yang terpenting sekarang batal kan dulu pengiriman pasukan ke kampung Wates, hindari perang...jangan sampai menimbulkan kerugian yang tidak perlu.
Jika hitung hitungan sudah pasti kalah ya jangan di teruskan...
Lagipula, itu bisa menjadi semacam taktik sebelum perang..."
" Iya Ki ..besok saya akan keluarkan titah pembatalan...oh..iya...soal ini...paman Patih saja yang mengurus nya ya...!"
Besok aku mau langsung berangkat ke Majayan...
Darah pendekar prabu jaya buwana bergejolak, bukan untuk mencari musuh apalagi untuk membunuh,
Ini adalah jalan pendekar , darah pendekar !
Sangat jarang para ahli kelas atas bertemu lawan tanding, makanya begitu mendengar ada lawan tanding, bukannya menyerah atau takut, mereka mereka malah akan seperti orang mabok..sakau ..ingin bertanding.
Gejolak darah ini seperti orang kecanduan rokok, kepala pusing jika belum merokok.
" eh... eh tidak bisa....kami juga harus ikut... lagipula mau menyamar jadi utusan, mana ada yang berjalan sendirian...!! "
Patih Wijaya dan Ki Martani serempak membantah, siapa yang mau melewatkan kesempatan jalan jalan , apalagi ke Majayan,negri yang paling tersohor saat ini.
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....