NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

"Hei, aku tanya sekali lagi, kamu bisa bahasa Indonesia, kan? Aku pun dari sana juga, lho! Wah, nggak nyangka ya di sudut kafe sepi begini bisa ketemu sesama orang Indo. Kamu kuliah di sini? Atau lagi liburan? Kamu kok diam saja?"

Alvin memejamkan mata rapat-rapat. Suara melengking gadis di depannya ini benar-benar merusak suasana galau yang sedang ia bangun dengan susah payah.

"Ya, kalau aku dari sana kenapa? Berisik sekali!" ketus Alvin tanpa menoleh.

Gadis itu langsung mengerucutkan bibirnya, tampak tersinggung tapi tidak berniat pergi.

"Ih, ketus banget sih. Kan aku hanya bertanya, siapa tahu kita bisa berteman. Aku minta maaf ya soal yang tadi? Sini, biar aku bersihkan lagi."

Gadis itu meraih tisu dan mencoba menggosok noda kopi di kemeja putih Alvin. Bukannya bersih, noda itu justru melebar ke mana-mana karena gosokan yang terlalu bersemangat.

"Kubilang diam saja! Jangan sentuh aku!" bentak Alvin sambil menepis tangan gadis itu.

"Maaf... aku nggak sengaja, sungguh," cicit gadis itu dengan wajah memelas.

"Berhenti minta maaf!" Alvin beranjak dari duduknya dengan kasar. Ia sudah tidak tahan lagi. Pikirannya tentang Cahaya sudah cukup membuatnya gila, ditambah lagi dengan gangguan gadis ceroboh ini.

Alvin melangkah lebar meninggalkan kafe, namun gadis itu justru mengikutinya terus tanpa mau berhenti. Langkahnya kecil-kecil tapi cepat, persis seperti anak ayam mengikuti induknya.

Saat Alvin tiba-tiba berhenti mendadak karena kesal, gadis itu menabrak punggung tegapnya dengan keras.

"Aduh! Maaf..."

"Cukup!" Alvin berbalik, menatap tajam gadis itu dengan pandangan yang seolah ingin menelan orang hidup-hidup.

"Menjauh dariku! Yang jauh! Jangan ikuti aku lagi!"

"Tapi... aku baru pertama kali kemari. Aku nggak tahu jalan," ucap gadis itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Alvin mengernyit. "Pertama kali ke Milan sendirian?"

Gadis itu mengangguk pelan. "Aku mencari seseorang. Dia terus menolak bertemu denganku, dia bahkan tidak membalas pesanku sama sekali. Jadi aku berinisiatif mendatanginya langsung ke kantor atau rumahnya, tapi aku malah tersesat di sini."

Alvin mendengus sinis. "Cih! Baru kali ini ada gadis nekat sepertimu. Zaman sekarang masih ada ya orang seniat itu mengejar pria yang jelas-jelas menolakmu?"

Meski mulutnya pedas, Alvin sebenarnya merasa tidak tega. Melihat gadis ini terlihat sedih dan bingung, ia mendadak teringat pada Cahaya.

Cahaya juga cerewet, Cahaya juga kadang menyebalkan, tapi Cahaya itu kuat dan mandiri, tidak seperti gadis ceroboh di depannya ini.

"Baiklah. Ayo ikut aku. Aku antar ke tempat yang aman," ajak Alvin akhirnya sambil menghela napas pasrah.

"Benarkah? Kamu mau menolongku?" ucap gadis itu dengan mata berbinar-binar, kesedihannya hilang dalam sekejap.

Alvin tidak menjawab. Ia menuju mobilnya dengan langkah cepat sementara gadis itu membuntutinya dengan riang. Ia tidak menyadari bahwa gadis itu diam-diam menyunggingkan senyum penuh arti di belakang punggungnya.

"Yes! Akhirnya ketemu juga," gumam gadis itu dalam hati dengan penuh kemenangan.

*

*

"Jadi kita akan ke Indonesia, Dad? Beneran?" tanya Elio dengan nada sangat antusias, matanya berbinar menatap Jeremy dan Cahaya bergantian.

"Ya, Sayang. Bulan depan kita akan berkunjung ke sana," jawab Cahaya sambil mengusap rambut Elio lembut.

"Apa Kak Aya mau ikut juga? Nanti Lio kenalkan pada Kakek! Kakek pasti kaget lihat Lio bawa calon Mommy yang cantik!" seru Elio lagi, membuat Cahaya tersenyum canggung.

Jeremy hanya menatap dingin keduanya bergantian. Ia menyesap kopinya dengan elegan, namun pikirannya sedang berputar cepat.

Ucapan ayah mertuanya di Jogja benar-benar membuatnya tersudut.

"Tentu saja dia ikut, Elio. Dia tidak akan pergi ke mana pun tanpa izinku," sahut Jeremy.

Cahaya melirik Jeremy dengan tajam. "Om, kita perlu bicara soal ini secara pribadi."

"Nanti, Cahaya. Aku harus ke kantor sebentar," potong Jeremy. Ia melirik jam tangan Rolex-nya. "Dan setelah itu, bersiaplah. Kita akan ke toko perhiasan untuk membelikan mu cincin. Aku tidak mau ayah mertuaku curiga saat kita pulang nanti."

"Cincin lagi? Kan kemarin sudah dibilang—"

"Dan kita akan mampir ke biro jasa untuk mengurus dokumen pernikahan kontrak kita. Semuanya harus terlihat legal di atas kertas, meskipun aslinya tidak," lanjut Jeremy tanpa ekspresi.

Cahaya terdiam. Ia merasa terjebak dalam jaring-jaring yang ia buat sendiri. Di satu sisi ia ingin menyelamatkan Elio, di sisi lain, sandiwara ini semakin jauh dan melibatkan banyak kebohongan besar.

"Kenapa diam saja? Bukankah ini yang kau inginkan demi Elio?" tanya Jeremy sambil berbisik, takut Elio mendengarnya.

"Iya, iya! Saya mengerti," jawab Cahaya

Jeremy menatap Cahaya sesaat, ada kilatan aneh di matanya yang dingin sebelum ia berlalu pergi. Baginya, cincin dan dokumen itu bukan sekadar formalitas untuk menipu mertuanya, melainkan cara paling ampuh untuk memastikan bahwa Cahaya tidak akan bisa lari kembali ke pelukan Alvin dalam waktu dekat.

1
Inonk_ordinary
tp kasian alvin🥲
Dika Pm
thooorrr AQ bilang Kya gak sanggup baca ya cerita Jeremy buat patah hati. tp apalah data q rasa penasaranku lbih kuat dri PD patah hati sedihku 🤣🤣🤣🤣
Senja: hehehe😁
total 1 replies
Ani Basiati
kok tamat thor
falea sezi
bner ya cwek skg milih yg mapan kaya hmm matre
falea sezi
baru paham ini yg Stella anak darah biru itu kah oalah baru mudeng saya
Wulan Sari
mbokan mau di kasih tambahan masih mau Thor semangat 💪❤️ salam
Wulan Sari
Trimakasih Thor ceritanya sudah tamat dan akhirnya hidup bahagia..
semangat 💪 untuk cerita yg lain Thor 👍 salam sukses selalu ya ❤️🙂 trimakasih 🙏
+62 boker
❤️❤️❤️❤️❤️
EembuL
astaagaaaa 😲😲😲 lgsg the end doong ?!!!
Senja: wkwk🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
Dew666
💃💃💃💃💃
Mita Paramita
singkat bgt tamatnya🫡 berharap masih panjang episode ny.
Kinara Widya
yaaa selesai aja...Bonchap kak
Senja: hheeee🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
udah selese aja Thorr...kan Cahaya blm melahirkan, apakah anaknya pr seperti keinginan Elio punya adik pr....ada bonchap nya kah 💖💖💖😘😘😘
Senja: heheh🤭🤭
total 1 replies
Lucy
wah dah tamat aja ya Thor,👍👍👍
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja.....happy ending ya
Senja: Iya kakak🙏
total 1 replies
Nice1808
wah tamat padahal elio blom lihat adiknya😃😃
Nice1808: 🤣🤣🤣👍👍
total 2 replies
Keysha Aurelie
demi apa udah selesai aja😭😭😭
aku masih berharap 🤭
pantas kemarin aku merasakan detik detik ending dan ternyata memang selesai
terimakasih kak sudah membuat cerita ini dengan sangat baik ,sudah menghibur pembaca sepertiku🙏
Senja: Oalah yg komenan sama si Al kayaknya itu. salah satu pembaca.. udah kuhapus padahal🤭
total 6 replies
Tiara Bella
so sweet nya Jeremy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!