NovelToon NovelToon
Will You Marry Me, Dewi ?

Will You Marry Me, Dewi ?

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:567.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi Ws

I Bagus Manuaba, seorang duda yang memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Ia juga salah satu seorang pembisnis terkenal di Bali.

Bagus seorang Papa yang sangat menyayangi kedua anak nya.

Suatu hari ia ingin membeli ponsel di Counter milik temannya, disana ia bertemu dengan gadis cantik yang bernama Dewi. Ya, Dewi ialah pegawai di Counter itu.

Sikap polos dan rasa tanggung jawab Dewi, membuat Bagus jatuh cinta, dan perlahan cinta itu tumbuh semakin besar. Ia pun bertekad untuk bisa menikahinya meski usia mereka terpaut jauh.

Berbagai cara ia lakukan sampai akhirnya Dewi berhasil ia nikahi.

Rasa trauma atas kegagalan nya di masa lalu, membuat Bagus bersikap sangat posesif dan pencemburu berat. Ia bahkan membatasi pertemanan Dewi, dan ia juga melarang Dewi pergi kemanapun.


Apakah Dewi bisa bertahan dengan sikap Bagus yang over posesif? penasaran bagaimana kisah mereka? Yuk langsung simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Ws, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan berbohong

Beberapa menit sebelumnya.

Tring..

Suara ponsel Dewi berdering tanda adanya pesan masuk, ia pun segera membuka dan membacanya.

Saya sudah di depan. ~ Bagus.

Ok, tunggu sebentar Bli. ~ Dewi.

Setelah membalas pesan dari Bagus, ia berjalan menghampiri mbak Sri yang tengah berada di ruang depan.

"Mbak Sri, aku keluar sebentar ya, ada yang mau aku beli," pamit Dewi.

"Iya, ajaklah Ivan Wi, takut kamu kesasar nanti!"

"Tidak mungkin kesasar mbak, sudah setahun juga disini, tapi memang aku pergi bersama Ivan kok." ucap Dewi tertawa, setelah pamit ia hendak berjalan ke kamar Ivan, sebelum ia melangkah ternyata Ivan sudah berada di dekatnya.

"Ayoo, mana sini kunci motormu!" ajak Ivan.

"Tidak usah bawa motor, di depan sudah ada yang menunggu, ayo cepat!"

Ivan mengeryitkan dahi nya.

"Sudah jangan terlalu banyak mikir, cepatlah Van nanti juga kau tau." Ucap Dewi sebelum Ivan mengeluarkan pertanyaan nya lagi, ia segera menarik tangan Ivan, ia berjalan dengan cepat.

Sampailah mereka di depan, Dewi segera berjalan menghampiri mobil milik Bagus dengan di ikuti Ivan dibelakang nya.

"Maaf sedikit lama Bli." tutur Dewi merasa gugup, sementara Ivan ia tersenyum menyapa Bagus.

"Bli Gus janjian dengan Dewi?" tanya Ivan yang langsung di angguki oleh Bagus.

"Tidak apa-apa ... ayo masuk lah!"

Mereka pun masuk ke dalam mobil Bagus, Ivan duduk di depan, sementara Dewi duduk di belakang. Bagus segera melajukan mobilnya, selama dalam perjalanan hanya Bagus dan Ivan saja yang mengobrol, Dewi yang merasa gugup ia memilih untuk diam saja. 15 menit kemudian mereka telah sampai di pantai Sanur, mereka pun segera turun dari mobil.

"Ramai juga ya pantai nya, padahal ini masih pagi," tutur Ivan.

Memang benar kata Ivan, terlihat banyak orang sedang ber olah raga disini, ada yang lari-lari , ada juga yang menaiki sepeda kayuh.

"Van, tolong kau beli minum disana ya, sekalian beli snack juga!" tutur Bagus meminta tolong, ia menyerahkan 2 lembar uang seratus ribuan ke tangan Ivan.

Ivan mengangguk, ketika Ivan hendak berjalan.

"Tunggu, Van." Panggil Bagus, ia menghampiri Ivan, dan ia membisikkan sesuatu ditelinga Ivan. Ivan mengangguk tanda ia mengerti, ia segera berjalan meninggalkan Bagus dan juga Dewi.

"Apa yang di bilang Bli Gus tadi ya, kenapa harus berbisik segala." Gumam Dewi sedikit curiga. Tiba-tiba Bagus menarik tangan Dewi, mereka berjalan kearah mobil.

"Tunggu dulu, ini kenapa kembali ke mobil Bli?" tanya Dewi menatap curiga. Tanpa menjawab Bagus langsung membuka pintu dan mengajak Dewi masuk. Dewi semakin merasa gugup apalagi hanya berdua saja di dalam mobil.

Bagus tersenyum ia duduk berhadapan dengan Dewi, ia memegang tangan Dewi. "Kenapa dia gugup begini, lihatlah ini tangan nya dingin sekali." Gumam Bagus.

"Tanganmu dingin sekali Wi ?"

"Emm itu..."

"Ac mobilnya terlalu dingin." tutur Dewi mengelak, ia berusaha melepaskan tangan nya yang di genggam oleh Bagus, namun Bagus semakin mengeratkan genggamannya.

"Benarkah? jadi kau kedinginan, mau saya peluk?" goda Bagus sembari menatap Dewi.

"Tidak."

"Matikan saja Ac nya!" tutur Dewi semakin gugup. "kenapa jadi seperti ini sih, kemana si Ivan ini, kenapa ia belum juga kembali." Gumam Dewi. Bagus menuruti perkataan Dewi, ia segera mematikan Ac nya.

Hening...

"Ivan kenapa lama ya Bli, sebentar saya telpon Ivan dulu." ucap Dewi memecah keheningan.

"Biarkan saja, nanti juga pasti kembali, tidak usah menelpon nya!"

"Aku memang sengaja meminta Ivan diam disana dulu." Gumam Bagus tersenyum.

"Wi, I Love You." Ia mengatakan sembari mencium tangan Dewi.

Dewi tersentak kaget ia segera melepaskan genggaman tangan nya.

"Jangan seperti ini, Bli!" ia memalingkan wajahnya ke samping. Tanpa berlama lama Bagus memegang dagu Dewi ia mengarahkan pandangan Dewi agar mau menatap dirinya. Lalu cup.. Ia mengecup bibir mungil Dewi. Bibirnya menyusup dan menyapu perlahan bibir Dewi.

Dewi yang baru tersadar dari lamunannya ia mendorong bahu Bagus sehingga ciuman nya terlepas, nafasnya tersengal.

"Kenapa anda melakukan ini, bukankah anda sudah memiliki istri, kenapa anda mencium saya, apa anda menganggap saya wanita yang mau diajak berselingkuh dengan suami orang?" bentak Dewi matanya berkaca kaca, sementara Bagus melihat Dewi yang ingin menangis, ia merasa bersalah karena telah menciumnya tadi.

"Jangan bicara seperti itu, Wi."

"Kau wanita baik, maafkan saya karena menciumu tadi, saya juga tidak tau kenapa tiba-tiba ingin menciumu."

"Dengar ini saya tidak mau mengajakmu berselingkuh, saya berani mengejarmu seperti ini karena saya sudah tidak mempunyai istri, kami sudah berpisah 4 tahun lalu. Saya benar-benar mencintaimu." jawab Bagus tegas. Dewi yang mendengarnya menjadi kaget, namun hatinya merasa sedikit senang.

"Jangan berbohong seperti ini, kenapa para pria selalu tidak mau mengakui pasangannya ketika di depan wanita lain?" jawab Dewi yang masih belum mau percaya.

"Saya tidak berbohong, percayalah!" tutur Bagus yang masih berusaha meyakinkan Dewi.

"Saya tetap tidak bisa percaya, sudahlah jangan seperti ini!" bentak Dewi ia hendak membuka pintu mobil namun Bagus terlebih dulu menguncinya. Bagus mengambil ponselnya kemudian ia menelpon seseorang ia menghidupkan pengeras suara nya.

"Hallo, Bu. Sedang berada dimana?"

"Hallo, Ibu dirumah, ada apa?"

"Bu, apakah istriku berada di rumah juga?"

"Kau ini mengigau apa kenapa sih Gus, kau lupa jika sudah tidak punya istri?"

"Ahh iya Bu, Bagus lupa."

"Bagaimana kau ini, sudah 4 tahun menduda kenapa hari ini tiba-tiba lupa ?" tanya Ibu heran.

"Namanya juga lupa Bu, ya sudah Bu, Bagus matikan dulu telponnya, Bagus masih banyak pekerjaan."

"Iya, jangan kerja terus Gus, carilah pasangan sana, agar punya istri lagi!" goda sang Ibu. kemudian ia mengakhiri panggilannya.

Bagus menatap Dewi.. "Apa kau percaya sekarang?" ucap Bagus.

Dewi menganggukkan kepalanya.

"Jadi, apa kau menerima cintaku?" tanya Bagus membuat Dewi malu.

"Bukankah usia kita terpaut jauh, Bli? saya bahkan belum genap 18 tahun, apa Bli Gus tidak salah menyukai saya?"

"Apa kau juga mencintaiku Wi?" tanya Bagus tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan Dewi.

"Saya tidak tau." ucap Dewi merasa malu, ia menundukkan pandangannya.

"Jangan menunduk, pandang saya Wi, kalau kau juga mencintai saya, katakan terus terang, tidak perlu memikirkan usia."

sementara Dewi hanya terdiam.

"Baiklah jangan dijawab sekarang, bolehkah aku memelukmu?" pinta Bagus yang langsung mendapat persetujuan Dewi.

Bagus segera menarik Dewi kedalam pelukan nya, ia memeluk sangat erat sekali hingga Dewi sulit bernapas, Dewi memukul pelan punggung Bagus, mereka melepas pelukan nya.

"Bli Gus mau membunuh saya ya,?" tutur Dewi dengan muka memerah setengah malu.

sementara Bagus hanya tersenyum kemudian ia mengecup puncak kepala Dewi.

"Maaf, sekarang kau telpon Ivan suruh dia kesini ya sayang.." Tutur Bagus, Dewi pun mengangguk, ia segera mengambil ponselnya lalu menekan nomor Ivan.

"Hallo, kenapa lama sekali, aku sampai jamuran disini!" seru Ivan sebal.

"Kau sendiri yang lama, kenapa menyalahkanku, cepat kesini!" ucap Dewi, ia juga merasa kesal dengan Ivan.

Ia mengakhiri panggilannya, tak lama Ivan pun datang ia langsung masuk ke dalam mobil, kali ini Ivan yang duduk di belakang.

Bagus menghidupkan mesin mobilnya , ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

"Kau kemana saja?" tanya Dewi heran.

"Aku jalan-jalan tadi, menunggu kau menelponku." jawab Ivan santai.

"Kenapa menunggu aku menelponmu, bukankah tadi kau disuruh beli minum sama Bli Gus?" tanya Dewi penuh selidik.

"Kita mencari makan dulu ya!" sela Bagus mengalihkan pembicaraan. Ivan dan Dewi mengangguk tanda setuju.

**Bersambung.....

Jangan lupa tinggalkan jejak ya ,, hehehe

Terimakasih**.

1
Maura
visualnya thor penasaran
Maura
visual thor biar tambah semangat bacanya
SyaSyi
mampir aku thor
mampir juga di karyaku
kisah Aluna
my Kids My Hero
Mogu
ivan emes bgt
Dhina ♑
What?? Begitu ya, hubungan mereka?
Kox pada ngawur 🤦🤦
OcTa Via CaMosir
suka deh punya bos kaya ko David👍👍
OcTa Via CaMosir
lanjut
OcTa Via CaMosir
nama anaknya bli bagus kaya anakku Aska😍😍
🎶🎶💞🎶🎶
ok
ѕєιηdαн sєηjα
oke
Emy Zaf
riko keren bingitz thoor
Tina Chu
like
Kanjeng Netizzen
Gw jg pernah ngalamin begitu
Kanjeng Netizzen
Gw jg pernah krj ditoko apa yg dimakan bos kmi para kariawan jg ikut makan terkdg bos mlh tanya pgn mkn apa?sebenernya gw udh betah ditoko cm perkara keirian tmn krj sm gw ,gw keluar permasalahan cm krn cwo pdhal cm kesalahpahaman
Olivia
like
Tina Chu
:)
Leni Ani
ya apun tu si yenny perek udah di masuki tiga orang pria.cewek apaan tu hiii jijik🤮🤮🤮🤮
Leni Ani
ini ada apa lg .apa bafus selingkuh ya..
Leni Ani
mami papi hahhah😆😆😆😁
Azifah Elha
lanjut season 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!