Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Detik-Detik Kelahiran Sang Pewaris
Beberapa Bulan Berlalu..
Kastil Alistair dipenuhi dengan kesibukan yang luar biasa. Adrian tidak membiarkan Queen pergi ke rumah sakit umum, ia membawa peralatan medis terbaik dan tim dokter spesialis ke dalam sayap medis pribadi di Mansion mereka.
Queen terbaring dengan peluh membasahi keningnya, mencengkeram tangan Adrian hingga buku-buku jarinya memutih. Di luar ruangan, Ayah Queen dan Helena Alistair duduk berdampingan dalam doa, sementara Ibu Queen terus mondar-mandir dengan gelisah.
"Kau bisa, Elara. Kau adalah wanita terkuat yang pernah aku kenal," bisik Adrian, mengecup dahi Queen berkali-kali. Suaranya yang biasanya dingin dan otoriter kini bergetar karena rasa cemas dan haru.
Tepat saat lonceng gereja di kejauhan berdentang menandakan waktu Natal, tangisan pertama pecah membelah kesunyian.
"Laki-laki!" seru dokter dengan senyum lebar.
Hanya berselang tiga menit, tangisan kedua yang lebih melengking menyusul. "Dan seorang perempuan!"
Adrian merasa lututnya lemas. Ia menangis saat melihat dua bayi kecil diletakkan di pelukan Queen. Istrinya, meski tampak lelah dan pucat, tetap memancarkan kecantikan yang belum pernah dilihat Adrian sebelumnya, kecantikan seorang Ibu.
"Selamat datang, Nathan Alistair dan Natalie Alistair," bisik Queen dengan suara serak, mencium kening kedua bayinya secara bergantian.
Pintu kamar terbuka perlahan. Tuan Alexandra masuk dengan langkah gemetar, diikuti oleh Helena dan Ibu Maura. Pemandangan di dalam ruangan itu begitu suci. Nathan, Bayi Laki-laki itu memiliki guratan wajah yang tegas mirip Adrian, sementara Natalie memiliki mata yang jernih dan bibir mungil persis seperti Queen.
"Cucu-cucuku..." Ayah Queen mengelus pipi Nathan kecil. "Kau akan menjadi pria yang hebat, Nak."
Helena mendekat dan meletakkan sebuah kalung salib kecil di samping tempat tidur bayi sebagai lambang perlindungan. "Mereka lahir di hari yang penuh berkat. Kegelapan masa lalu keluarga kita benar-benar telah terkubur oleh cahaya mereka."
Malam harinya, setelah semua keluarga kembali ke kamar masing-masing dan kedua bayi tertidur pulas di boks bayi yang mewah, Adrian duduk di tepi ranjang Queen.
Adrian membantu Queen meminum air hangat, lalu menariknya dengan lembut ke dalam pelukannya. "Terima kasih, Elara. Kau memberiku segalanya yang pernah aku impikan."
Rasa rindu yang sempat tertahan selama masa kehamilan akhir meledak dalam keheningan malam. Meskipun Queen masih dalam masa pemulihan, Adrian mencumbunya dengan penuh pemujaan—ciuman yang sangat, lembut, dan penuh dengan rasa syukur. Tangan Adrian mengelus pipi Queen, menatapnya seolah ia adalah satu-satunya oksigen di dunia ini.
Gairah yang mereka rasakan malam itu bukan lagi tentang ambisi atau kekuasaan, melainkan tentang ikatan batin yang telah tersegel oleh kehadiran Nathan dan Natalie. Adrian memeluk Queen dengan posesif namun hati-hati, memberikan kehangatan di tengah dinginnya malam. Mereka saling berbagi bisikan cinta dan janji untuk membesarkan kedua pewaris itu dengan cara yang berbeda dari orang tua mereka dulu.
Keesokan paginya, Adrian berdiri di balkon sambil menggendong Nathan, sementara Queen berdiri di sampingnya mendekap Natalie. Di bawah sana, media massa sudah menunggu untuk pengumuman resmi.
Adrian menatap putra dan putrinya bergantian. "Dunia ini milik kalian sekarang. Nathan, kau akan menjadi pelindung. Natalie, kau akan menjadi penguasa."
Queen tersenyum, menyandarkan kepalanya di bahu Adrian. "Dan kita akan menjadi orang tua yang selalu ada untuk mereka."
Lantai bursa mungkin akan kembali bergejolak besok, dan kompetitor baru mungkin akan muncul. Namun bagi Queen Elara Alexandra dan Adrian Alistair, kemenangan sejati bukanlah pada angka-angka saham, melainkan pada dua nyawa kecil yang telah lahir itu, membawa nama belakang mereka menuju keabadian.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih telah menemani perjalanan Queen dan Adrian dari masa kuliah hingga memiliki buah hati.
Happy Reading 😍