NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

song ong dan do blang marah

Song Yan yang sudah hancur lebur, baik raga maupun harga dirinya, sadar bahwa ia tidak bisa lagi menghadapi Chen Song sendirian—apalagi melawan kekuatan "Dewa" yang tertidur di dalam tubuh Luna Zhang. Dengan tangan gemetar, ia mengeluarkan sebuah Suling Giok Darah, artefak komunikasi darurat yang hanya boleh digunakan saat Pulau Rahasia dalam ancaman kehancuran.

Ia meniup suling itu dengan sisa napasnya. Suaranya tidak nyaring, melainkan sebuah frekuensi rendah yang menggetarkan dimensi.

Hanya dalam hitungan menit, langit di atas Hutan Napas Tercekat terbelah oleh portal berwarna perak. Turunlah Dua Belas Ksatria Bayangan, pasukan elit pribadi keluarga inti klan Song. Mereka turun tanpa suara, mengenakan topeng porselen putih yang menangis.

Pemimpin Bayangan (Berlutut di depan Song Yan)

"Tuan Muda... apa yang terjadi? Siapa yang berani membuat pewaris utama Pulau Rahasia menjadi seonggok daging tak berguna seperti ini?"

Song Yan (Suaranya tercekat darah)

"Jangan banyak tanya... Bawa aku pulang... Bawa aku menemui Ayah dan Ibu. Hanya mereka yang bisa mengobati luka dari Segel Kehampaan ini. Cepat! Sebelum Chen Song menyadari aku masih bernapas!"

Saat Song Yan dibaringkan di atas ranjang penyembuhan di dalam kapal terbang siluman, ia terus meracau. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia kalah dari "anak pungut" dan "wanita buangan".

Song Yan

"Ayah harus tahu... Chen Song sudah mendapatkan Bara Song. Dan wanita itu... Luna Zhang... dia adalah ancaman bagi seluruh dunia rahasia. Ibu harus menyiapkan Formasi Pemusnah Dewa."

Pemimpin Bayangan

"Tenanglah, Tuan Muda. Tuan Besar (Ayah Song ong) dan Nyonya Besar (Ibu do blang) sudah menunggu di Aula Keabadian. Mereka telah merasakan jatuhnya aura Anda sejak di Ghudik."

Dari lereng Puncak Nafas Terakhir, Chen Song melihat portal perak itu tertutup di kejauhan. Ia merasakan kehadiran energi yang sangat tua dan kuat menjauh dari Chika Sarenteng.

Chen Song

"Dia melarikan diri... Song Yan pulang ke sarangnya."

Oe Lu Tung

(Sambil membersihkan kapaknya dari adonan cilok Mas Gatot)

"Pulang ke rumah? Wah, pasti mau mengadu ke emaknya ya? 'Mak, aku dipukuli anak yatim piatu dan istrinya!', hahaha!"

Oe Asu

"Tapi Bos, kalau dia mengadu ke orang tuanya, berarti kita akan menghadapi 'Bos Besar' sesungguhnya. Kalau anaknya saja gila begitu, bayangkan bapaknya. Pasti bibirnya lebih tebal dari Mas Gatot!"

Oe Shan Tung

(Sambil mengunyah bekal) "Atau ibunya yang lebih ngeri. Biasanya di dunia kultivator, emak-emak itu kalau marah bisa bikin satu galaksi kena darah tinggi."

Luna Zhang menyandarkan kepalanya di bahu Chen Song. Tanda teratai di dahinya sudah menghilang, namun tangannya masih terasa sangat dingin.

Luna Zhang

"Biarkan dia pulang, Song. Dengan begitu, kita tahu di mana semua musuh kita berkumpul. Tapi sekarang, fokuslah pada leluhurmu di puncak ini. Aku merasakan Angin Song mulai berbisik... dia menuntut bukti bahwa kau layak."

Meskipun Song Yan sudah pergi, masalah di Chika Sarenteng belum selesai. Di belakang mereka, suara teriakan yang tertahan adonan sagu masih terdengar. Mas Gatot ternyata belum menyerah! Ia mengejar dengan cara melompat-lompat karena elang mekaniknya macet terkena cilok.

Mas Gatot: (Dari kejauhan, suaranya teredam adonan) "MMMPH! MMMPH! (Kalian tidak boleh masuk ke makam!)"

Oe Lu Tung "Waduh, si Jenderal Cilok datang lagi! Song, kau urus makam, biar kami bertiga yang 'bermain' lagi dengan Mas Gatot. Aku punya ide jurus baru bernama 'Kapak Penyet'!"

Berita kekalahan memalukan Song Yan dan hancurnya armada Pulau Rahasia menyebar seperti api di antara petinggi klan. Di Istana Giok Hitam, kemarahan meledak dari dua sosok penguasa yang selama ini mendalangi penindasan terhadap garis keturunan Chen Song.

Song Ong (Ayah Song Yan) adalah pria bertubuh tegap dengan tatapan mata yang mampu meretakkan batu. Di sampingnya, Do Blang (Ibu Song Yan), seorang wanita dengan kecantikan yang dingin dan kuku-kuku panjang berwarna perak, menghancurkan meja batu hanya dengan sekali tekan.

Do Blang

"Beraninya anak pungut itu menyentuh putraku! Lihatlah lengan Yan-er! Itu luka dari Segel Kehampaan! Kenapa kau biarkan wanita klan Zhang itu hidup sampai sekarang, Song Ong?!"

Song Ong

"Tenang, Do Blang. Aku tidak akan membiarkan Chen Song melihat matahari esok hari. Aku akan mengirimkan Unit Pencabut Nyawa Tanpa Wajah. Mereka tidak akan berhenti sampai kepala Chen Song berada di depan kakimu!"

Di sudut lain Pulau Rahasia, Lylia Song, yang selama ini diam-diam mendukung Chen Song, merasa inilah saatnya bertindak. Ia tidak bisa lagi melihat ketidakadilan ini. Dengan membawa bukti berupa rekaman transmisi energi yang menunjukkan bahwa Song Yan-lah yang pertama kali menyerang untuk membunuh (melanggar hukum klan), ia pergi ke Puncak Tertinggi.

Lylia berlutut di depan pintu kayu tua yang tidak pernah terbuka selama seratus tahun. Di baliknya, bersemayam Ketua Klan Tertinggi Song, leluhur yang usianya sudah melampaui logika manusia.

Lylia Song:

"Tetua Agung! Saya datang membawa kebenaran! Song Yan telah melanggar sumpah darah klan dengan mencoba membunuh saudaranya sendiri, Chen Song, hanya karena haus kekuasaan! Jika Anda diam, klan Song akan hancur oleh kebusukan dari dalam!"

Tiba-tiba, getaran hebat melanda seluruh gunung. Pintu kayu itu terbuka sedikit, mengeluarkan cahaya putih yang mematikan.

Ketua Klan Tertinggi

(Suaranya seperti guntur yang jauh)

"Song Ong telah menutup matanya demi kasih sayang yang salah pada anaknya... Lylia, aku telah mendengar tangis jiwa Bara Song yang bangkit di tangan Chen Song. Jika Chen Song bisa mencapai makam ke-10, panggil dia pulang. Aku sendiri yang akan menjadi hakimnya."

Sementara politik di Pulau Rahasia memanas, Chen Song kini berada di depan gerbang makam Leluhur Angin. Namun, Mas Gatot masih saja menyeruduk dengan sisa-sisa tenaga dan bibirnya yang kini sudah bengkak dua kali lipat karena reaksi alergi terhadap tepung sagu.

Mas Gatot

"MMMPH! (Kalian tidak boleh lewat!)" (Mas Gatot mencoba menanduk Chen Song dengan kepalanya).

Oe Lu Tung

"Waduh, si Mas ini gigih sekali! Song, cepat masuk! Biar kami yang urus banteng bibir tebal ini. Shan Tung, pakai jurus 'Pelukan Kasih Sayang'!

"

Oe Shan Tung langsung memeluk Mas Gatot dari belakang dengan sangat erat sampai Mas Gatot tidak bisa bernapas, sementara Oe Asu sibuk menggelitik ketiak sang Panglima agar dia lemas.

Chen Song

(Menatap pintu makam)

"Lylia sudah bergerak... aku merasakannya. Aku harus segera menguasai elemen Angin ini sebelum pasukan 'Tanpa Wajah' kiriman Song Ong tiba."

Chen Song dan Luna Zhang melangkah masuk ke dalam pusaran angin yang berputar vertikal. Di tengah pusaran itu, terlihat sosok wanita anggun yang duduk melayang sambil memegang kipas bulu merak. Itulah Leluhur Angin Song.

Leluhur Angin

"Oh? Jadi kau yang membuat keributan di bawah sana? Dan siapa pria-pria aneh yang kau bawa itu? Kenapa mereka berbau lemak babi dan sagu?"

Chen Song

"Maafkan ketidaksopanan mereka, Leluhur. Kami sedang terburu-buru."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!