NovelToon NovelToon
Bertahan Sakit Berpisah Sulit

Bertahan Sakit Berpisah Sulit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Romansa
Popularitas:60.9k
Nilai: 5
Nama Author: megatron

Mengapa harus Likta yang mengandung calon penerus keluarganya?

Seumur hidup, Tiarnan tidak pernah terlena oleh sentuhan wanita. Akan tetapi, sejak pertemuan pertama dengan Likta, benteng pertahanannya goyah. Hancur lebur oleh tutur laku wanita yang menyebabkan adik perempuan Tiarnan mengakhiri nyawa. Alih-alih membalaskan dendam, Tiarnan dan Likta malah tidur seranjang.


Akankah rumah tangga Tiarnan dan Likta bahagia setelah buah hatinya lahir ke dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon megatron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 007: Kamu Percaya Sihir?

Ketika mendengar getaran ponsel di meja, Tiarnan malas-malas menjulurkan tangan dan membuka mata. Lengan kanannya terasa kebas, dia pun menoleh hingga melihat seberkas rambut hitam mengilap tertimpa cahaya surya.

Sekonyong-konyong mata Tiarnan memelotot, debaran jantung meningkat ketika mengingat kejadian semalam. Perlahan-lahan, dia menggeser kepala Likta, akibat gerakannya, wanita itu berbalik badan dengan mata terpejam. Dirinya kini merasakan bibir sendiri mengulas senyum, lalu alis mengerut dalam tatkala wajah Tanya melintas muram. “Apa yang sudah kulakukan, harusnya tidak seperti ini.”

Ponsel di meja kembali bergetar, Tiarnan segera mengambilnya, menyentuh logo hijau bergambar telepon. “Ya, halo,” bisiknya takut Likta terbangun. Dia menurunkan kaki dari tempat tidur, menjepit ponsel di antara telinga dan pundak. Lantas, menyambar celana yang teronggok di lantai. “Apa?! Kamu sudah siapkan penerbangan ke Swedia, kenapa tidak tanya aku dulu?”

Tiarnan menoleh, kemudian menarik selimut Likta sampai sebatas dagu. “Oke, sekarang kamu siapkan tiket kereta jurusan Surabaya.”

Dengan hati-hati, Tiarnan membuka tas jinjing Likta, mengambil dan memfoto tanda pengenal lalu mengirimkan ke peneleponnya. “Buka pesan dariku dan kirimkan tiketnya ke alamat yang aku kirim. Dan, jangan katakan apa pun kepada resepsionis hotel.”

Untuk terakhir kali, Tiarnan mengamati paras menawan Likta, dan ketegangan menjalar dari ujung kaki sampai ke hati. Kemarahan menghimpit hingga terasa nyeri. Bisa-bisanya tidak berpikir jernih sebelum melakukan semua ini.

Tiarnan berjalan memutar tepat di sebelah Likta, berjongkok di samping tempat tidur. Menatap lama-lama wanita pertama yang berhasil meluluhlantakkan pertahanan dirinya. Dia sisir rambut berulang kali hingga berantakan, sebab frustrasi. “Kurasa ini balasan sepadan untukmu yang telah tega merebut kekasih Tanya.”

Sebelum urusan menjadi lebih rumit dan panjang, Tiarnan segera keluar dari kamar serta kekacauan yang terjadi. Mengurus segala administrasinya terlebih dahulu, memberi uang lebih dengan tujuan agar data dirinya dirahasiakan. Apa pun yang terjadi di kemudian hari, para petugas hotel diharamkan membocorkan identitas kepada siapa pun.

Perjalanan dari Bekasi menuju Halim Perdanakusuma memakan waktu sekitar empat puluh lima menit, di sana Tiarnan sudah disambut oleh asisten dan pilot yang akan menerbangkan pesawat pribadinya ke Doha, Qatar. Karena untuk sampai ke Swedia minimal melakukan transit sekali, dan tergantung dengan kondisi cuaca.

“Gimana bisa sampai terjadi kebakaran?” tanya Tiarnan setelah duduk nyaman di lambung pesawat. “Sudah tau pemicunya apa?”

“Terjadi korsleting pada salah satu mesin pemotongan amplas,” terang Juana, gugup sambil menuangkan kopi.

“Jangan bilang mesin di gudang utama.” Tiarnan membolak-balikan map berisi berita acara mengenai kebakaran.

“Untungnya bukan,” ucap Juana spontan.

“Untung? Kita rugi Juana, astaga yang benar saja. Apa sudah mengajukan masalah ini kepada pihak asuransi?” Dengan kesal, Tiarnan menyerahkan berkas itu ke tangan Juana.

“Mereka berjanji akan menindaklanjuti hal ini, karena itu Pak Nathan ingin bertemu denganmu.” Sembari memasukkan kembali ke dalam tas kulit hitam, Juana bertanya, “Tiga hari ini kamu ke mana saja? Aku mencarimu ke rumah Pak Frits. Beliau mencemaskan dirimu karena pergi buru-buru begitu pemakaman Tanya selesai.”

“Bukan urusanmu.” Tiarnan menyandarkan punggung dan kepala dengan nyaman, kelopak matanya terpejam. “Apa supir pribadi Papa mengatakan sesuatu?”

“Tidak—mungkin, iya—tapi.” Ada keragu dalam kata-kata Juana.

“Ada tapinya? Ceritakan kepadaku.”

“Kamu memintanya pergi dengan taksi dan tidak memberikan penjelasan apa pun, tetapi dia sempat mendengar kalau kamu membayar orang untuk mencari seorang wanita—eem, apa ada hubungannya dengan identitas yang kamu kirimkan kepadaku? Pagi ini kamu menyuruhku mengirim tiket ke hotel? Kamu menyewa jasa wanita penghibur?”

“Kamu melewati batas, Juana,” dengus Tiarnan tanpa membuka mata, terlalu sulit mengabaikan kenangan akan Likta dalam hati dan pikirannya.

“Karena apa yang terjadi belakang ini—tidak, kurasa setelah kepergian Tanya—kata pak supir nada bicaramu kasar—kamu seperti menahan emosi, seperti bukan dirimu, Tiarnan. Ada hubungan apa kamu dengannya? Dan, satu lagi, saat aku ke rumah Pak Frits melihat suami-istri dan wanita cantik, sebenarnya tidak bermaksud menguping—hanya saja kebetulan dengar, kalian akan dijodohkan.”

Seketika Tiarnan merasakan guncang begitu hebat, padahal pesawat tidak menabrak gumpalan awan. Dia menegakkan punggung, menoleh cepat ke arah Juana berada. “Kamu yakin?”

“Entahlah, kenapa tidak kamu tanyakan sendiri kepada Pak Frits.”

“Yeah, kamu benar, ingatkan aku begitu mendarat. Yang kubutuhkan saat ini adalah istirahat total.” Tiarnan terlelap setelah mengucapkan kalimat terakhir.

Penerbangan dari Indonesia sampai Hamad Internasional Airports, Doha, Qatar sekitar delapan jam, dan selama itu Tiarnan jatuh tertidur. Sesuai perintah, Juana tidak mengganggu bosnya itu. Sampai pesawat mereka mendarat perlahan di landasan pacu hingga pilot memberitahukan situasi melalui pengeras suara.

“Tiarnan, bangun, kita sudah sampai.” Juana menepuk pundak pria itu pelan.

“Heemm, ya, turunlah dulu, aku nyusul belakangan,” perintah Tiarnan.

“Oke.”

Ada yang hilang dalam diri Tiarnan, menciptakan lubang besar di hati. Dia merasa gundah gulana, tetapi anehnya menjadi lebih hidup tatkala senyum Likta sepintas lewat dalam benak. “Sialan!”

Untuk menghilangkan bayangan wanita itu, Tiarnan pergi ke toilet, berharap pikiran bebas dari gangguan. Kesegaran air kala mengguyur kepala merasuk sampai ke sukma, dia bergegas turun dari pesawat.

Mengeluarkan ponsel dari saku celana, dengan sabar menunggu tersambung. Akan tetapi, tidak kunjungan mendapatkan tanggapan.

“Tiarnan, apa kamu mau mati beku?” Jaket tebal tersampir di lengan Juana, meski menggunakan sepatu berhak tinggi tidak mengurangi kelincahan gerakan. “Pakai ini, oke.”

“Terima kasih,” ucap Tiarnan, jalan bersisian dengan wanita tinggi semampai itu.

“Kamu sudah telepon Pak Frits?”

“Ya, tapi belum diangkat.”

Juana melihat jam di pergelangan tangan. “Jelas saja, beliau pasti masih tidur. Teleponlah dua jam lagi.”

Kalau dilihat dari kacamata umum, Tiarnan dan Juana tampak serasi seperti sepasang kekasih. Bukan bos dan asisten, karena dulu keduanya menempuh pendidikan di tempat yang sama. Pisah satu tahun lebih begitu lulus, hingga Juana menelepon untuk meminta pekerjaan kepada Tiarnan.

Sepatutnya membalas budi, Juana melayani segala keperluan Tiarnan dengan sepenuh hati. Seperti sekarang, mulai dari baju sampai makanan. Jadwal kegiatan sehari-hari tak luput dari pantauan wanita cantik itu.

Mereka menunggu sekitar dua jam untuk penerbangan berikutnya, bersantap santai sambil sesekali membahas bisnis. Namun, kalimat Juana seakan-akan masuk kuping kanan keluar kuping kiri Tiarnan.

“Bengong lagi,” gerutu Juana. “Jet lag?” Sebuah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan tidur sementara setelah melakukan perjalanan jauh, sehingga sulit berkonsentrasi dan kebingungan. Dia tidak pernah menduga bahwa Tiarnan mengalami hal semacam ini, karena selama berpergian jauh selalu baik-baik saja.

“Kamu percaya ilmu sihir?”

Juana tertawa mendengar pertanyaan Tiarnan. “Sebetulnya tidak, tetapi, yah, tidak jarang beberapa orang memercayai itu. Emang kenapa?”

“Bukan apa-apa, lupakan.”

Dalam perjalanan menuju Swedia, Tiarnan merenungi kesalahan yang telah diperbuat bersama Likta, mestinya dia bertanggungjawab, tetapi tidak. Ini merupakan balasan sepadan untuk orang yang telah mengakibatkan Tanya—adiknya meninggal.

Dia wanita gampangan, padahal sudah punya tunangan, mau-mau saja pergi dengan pria lain sampai naik ke ranjang, batin Tiarnan, perih.

Akan tetapi, suara lain bergaung di telinga. Kalau memang Likta wanita gampangan harusnya sudah tidak suci lagi, lamun pada kenyataannya kamu yang telah menodainya dan lebih parah lagi pergi tanpa pamit bagai pencuri ulung.

“Diam brengsek!!” bentak Tiarnan.

Juana terperanjat, tidak jadi mengantuk. “Ya, ampuun, Tiarnan. Kamu kenapa, sih? Orang dari tadi aku diam.”

“Sorry, aku—” Bukannya melanjutkan, Tiarnan justru melenggang ke toilet.

Tujuh jam berlalu tanpa ada insiden aneh-aneh lagi, baik Tiarnan maupun Juana enggan memulai obrolan. Dan, kini telah tiba di Arlanda Airports, Stockholm. Jam menunjukkan pukul tujuh pagi waktu setempat.

1
Iza
/Facepalm/
Miu Nuha.
waahh.. perkembangan ceritanya sampe dari tahun ke tahun,, pasti hebat banget perjuangannya 🤗🤗 ,, semangat authorr...

ramainya moga nular juga di karya aku. bantu dukung ya di 'aku akan mencintaimu suamiku'
Mega: untuk mengumpulkan kata perkatanya lumayan sulit, Kak.
total 1 replies
Lia Mulyanti
kapan up date Author? ceritanya bagus ini...
Mega: Terima kasih sudah support tulisan recehku, Kak.
total 1 replies
Leonora
🐱
Leonora
menguras emosi
Leonora
amit-amit jngn smpe
Leonora
seddiiiihhh
Leonora
kecewa sedih
Leonora
setuju bri
Leonora
Nah lo
Leonora
Nah bnerkan
Leonora
Lucky adik Tiarnan?
Leonora
Fixs Seysan bukan suruhan Viola
Leonora
Tiarnan gak jelas gitu gak usah dipertahankan
Leonora
Diihhh
Leonora
Gk hbs fkri sama bapaknya
Mega
😁
litaacchikocchi
Komen judul: tpi ini novel /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Grin//Grin//Grin/
Mega: Yah begitulah, Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Leonora
wajib baca wajib baca
Lia Mulyanti
kapan up lagi Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!