NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia

Pengagum Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Dokter / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Sejak kuliah, Kanaya sudah mengagumi seorang Narendra Atmaja, namun ia sadar akan statusnya dan mencoba membuang jauh-jauh perasaannya. Hingga suatu hari sahabatnya mendaftarkan Kanaya ke sebuah aplikasi kencan dan ia harus bertemu dengan pria yang menjadi teman kencannya, akhirnya Kanaya menemui pria tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui jika pria yang menjadi teman kencannya adalah pria yang ia kagumi sejak kuliah.

Bagaimana kelanjutannya? Apa yang akan terjadi pada Kanaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Memangnya?

Kanaya semakin merasa tidak nyaman, duduk di depan Narendra selama hampir satu jam adalah ujian ketahanan mental terberat yang pernah ia alami dalam lima tahun terakhir, keheningan di antara mereka terasa sangat berat dan dipenuhi dengan tanya yang tak terucap.

​"Uhm, Narendra... sepertinya aku harus pulang sekarang, masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan," ucap Kanaya sambil membereskan tas tangannya dengan gerakan terburu-buru.

​Narendra meletakkan gelasnya, tatapannya tidak lepas dari wajah Kanaya. "Memang sudah hampir malam," ucap Narendra.

​Narendra berdiri terlebih dahulu dan membuat Kanaya refleks ikut berdiri, Kanaya berjalan menuju kasir dengan niat membayar pesanannya sendiri agar tidak merasa berutang budi. Namun, saat ia hendak membuka dompetnya, sebuah kartu hitam sudah disodorkan ke arah petugas kasir.

​"Eh, biar aku saja, Narendra. Tadi kan aku yang pesan," ucap Kanaya cepat.

Narendra tidak menoleh, ia tetap tenang menyelesaikan transaksi tersebut. "Tidak perlu, aku ini cowok. Masa kencan kita, kamu yang bayar," ucap Narendra.

'Kencan? Emangnya tadi itu aku sama Narendra kencan?' batin Kayla dengan bertanya-tanya bahkan pipinya mulai memanas.

​Setelah urusan kasir selesai, Kanaya bergegas menuju pintu keluar. Kanaya berniat mencari ojek pangkalan atau memesan taksi online, meskipun ia tahu di daerah pinggiran seperti ini akan sulit.

​"Kanaya," panggil Narendra saat mereka sudah berada di trotoar depan kafe.

​Kanaya menoleh, "Iya?" tanya Kayla gugup.

​"Mobilku di sebelah sana, aku antar kamu pulang," ucap Narendra.

​"Oh, tidak perlu. Aku... aku bisa naik ojek atau bus. Kamu gak usah repot-repot, rumahku agak jauh masuk ke dalam pinggiran," tolak Kanaya halus.

Hati Kanaya berteriak bahwa berada di dalam ruang tertutup mobil bersama Narendra adalah ide yang buruk bagi kesehatan jantungnya.

Narendra berjalan mendekat, memperkecil jarak di antara mereka hingga Kanaya bisa mencium aroma sandalwood yang sama seperti lima tahun lalu. "Jam segini bus pasti sudah penuh dan Arin tidak akan menjemputmu, jadi aku harus mengantarmu pulang dan memastikan kamu aman," ucap Narendra.

​"Narendra, aku benar-benar bisa sendiri...," belum sempat Kanaya menyelesaikan perkataannya, Narendra sudah bersuara.

​"Masuk ke mobil Kanaya atau aku akan terus berdiri di sini sampai kamu menyerah," potong Narendra dengan otoritas yang tidak bisa dibantah.

​Kanaya menghela napas pasrah, ia tahu sifat keras kepala Narendra tidak berubah sedikit pun. Dengan langkah gontai, Kanaya mengikuti Narendra menuju sedan mewah berwarna hitam yang terparkir tak jauh dari sana.

​Begitu pintu mobil tertutup, suasana mendadak menjadi sangat privat. Aroma parfum Narendra memenuhi kabin, membangkitkan semua memori yang selama ini Kanaya coba kubur.

​"Berikan alamatmu," ucap Narendra sambil menghidupkan mesin mobil.

​Kanaya menyebutkan alamat kosnya dengan suara pelan dan sepanjang perjalanan, Kanaya hanya menatap keluar jendela. Sementara Narendra fokus mengemudi, hingga akhirnya mobil itu memasuki jalan sempit menuju area pinggiran yang mulai gelap.

"Udah disini aja," ucap Kanaya.

"Kenapa?" tanya Narendra.

"Kosku masuk gang depan itu dan cuma bisa pakai motor atau jalan kaki dan mobil gak bisa masuk," ucap Kanaya.

Saat Kanaya akan membuka pintu mobil, tiba-tiba Narendra menahan tangannya. "A-ada apa?" tanya Kanaya gugup dan melepaskan tangannya dari tangan Narendra.

"Masukkan nomormu," ucap Narendra.

Narendra menyodorkan ponsel mahalnya yang tampak elegan ke arah Kanaya, layarnya sudah menampilkan kolom kontak baru yang masih kosong dan menanti untuk diisi.

​"Masukkan nomormu," ucap Narendra lagi, dengan nada yang tidak ingin dibantah.

​Kanaya menelan ludah, jantungnya berdegup kencang hingga ia takut Narendra bisa mendengarnya di dalam kabin mobil yang sunyi ini. Dengan jari-jari yang masih sedikit gemetar, Kanaya menerima ponsel itu. Permukaan ponselnya terasa dingin, sangat kontras dengan telapak tangan Kanaya yang mulai berkeringat.

Kanaya mengetikkan deretan angka nomor ponselnya dengan cepat, seolah-olah semakin cepat ia selesai, semakin cepat ia bisa lari dari situasi yang menyesakkan ini. Setelah itu, Kanaya mengembalikan ponsel itu tanpa berani menatap mata Narendra.

​"Sudah," ucap Kanaya pelan.

"Hari Sabtu kemana?" tanya Narendra.

"Sabtu?" tanya Kanaya dan diangguki Narendra.

"Kenapa memangnya?" tanya Kanaya.

"Aku tanya kamu, kok kamu malah tanya balik. Jangan dibiasakan, kamu jawab dulu pertanyaanku, baru kamu tanya ke aku," ucap Narendra.

Kanaya tertegun mendengar teguran khas Narendra yang tidak berubah sedikit pun, tetap logis, dominan dan sedikit menyebalkan.

"Sabtu... aku biasanya di kos saja atau kadang aku ke sekolah untuk merapikan administrasi mingguan," jawab Kanaya pelan dan berusaha mengikuti aturan main pria itu.

​Narendra mengangguk pelan, jemarinya mengetuk kemudi mobil dengan ritme yang tenang. "Kalau gitu, hari Sabtu jam sepuluh pagi, aku jemput kamu di sini," ucap Narendra.

​Mata Kanaya membelalak mendengar perkataan Narendra, "Tunggu! Mau ke mana? Aku belum bilang iya," tanya Kayla.

​"Aku ingin mengajak kamu pergi dan karena kamu tidak punya agenda lain, berarti tidak ada alasan untuk kamu menolaknya," jawab Narendra dengan logika sepihak yang membuat Kanaya ingin menarik napas panjang demi kesabaran.

Kanaya hendak melayangkan protes, namun Narendra sudah lebih dulu mematikan mesin mobil dan keluar, Kanaya terpaku sejenak melihat sosok pria itu berjalan memutari kap mobil dan membukakan pintu untuknya.

​"Aku bisa sendiri," ucap Kanaya saat ia turun, namun Narendra mengabaikannya dan justru mengunci mobil dan berdiri tegap di samping Kanaya.

​"Jalannya gelap, aku tidak akan membiarkanmu jalan sendirian di gang seperti ini," ucap Narendra.

"Tapi, aku udah biasa kok," ucap Kanaya.

"Sekarang jangan dibiasakan," ucap Narendra.

Mau tidak mau, Kanaya berjalan mendahului dan memimpin masuk ke dalam gang sempit yang hanya diterangi lampu teras rumah warga yang remang-remang. Suasana menjadi sangat kontras, seorang Narendra Atmaja dengan pakaian mahalnya, berjalan di gang sempit pinggiran kota yang jalanan yang sedikit becek karena sisa hujan.

​Sepanjang jalan, keheningan menyelimuti mereka, Kanaya merasa sangat sadar diri dengan jarak mereka yang begitu dekat hingga lengan mereka sesekali bersentuhan.

​Saat sampai di depan pintu dengan cat yang mulai pudar itu, Kanaya berbalik. "Sudah sampai, terima kasih sudah mengantar," ucap Kanaya dan berharap Narendra segera pergi sebelum jantungnya meledak.

​Narendra tidak langsung berbalik, ia memperhatikan sekeliling area kos yang sangat sederhana, jauh dari standar hidup yang biasa ia lihat, matanya kemudian kembali tertuju pada Kanaya.

"Apa ini kos khusus cewek?" tanya Narendra.

"Dulu ini kos khusus cewek, tapi sekarang ini kos umum," ucap Kanaya.

"Ada cowoknya?" tanya Narendra.

"Iya," jawab Kanaya.

"Kenapa gak cari kos khusus cewek aja?" tanya Narendra.

"Aku udah nyaman disini," ucap Kanaya.

'Karena disini biayanya murah,' batin Kanaya.

.

.

.

Bersambung.....

1
dika edsel
setelah ini giliran ke rumahnya naya...,minta restu ke emak bapaknya naya juga jgn lupa itu?? semoga lancar sampe hari H😊
Aidil Kenzie Zie
Narendra mau memperkenalkan Kanaya sebagai calon istrinya 👍👍
Naufal Affiq
semoga calon mertua tidak bermuka dua
Pcy
semoga mama dan papanya narendra benar2 menerima kanaya
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah diterima dengan baik
leahlaurance
semoga bakal ibu bapa mertua tulus,ya jangan hanya pura pura depan anaknya.
partini
wow di luar perdeksi BMKG,apa berkelanjutan atau cuma awal
Ana
mudah2an kanaya ditrimah
Indriani Kartini
apakah Kanaya akan di tolak atau Mlah sebaliknya ya, mudah2an keluarga Narendra menerima kanaya
Naufal Affiq
lanjut kak,gak bisa komen,naren nya gercep banget mau mengenal nara sama keluarganya,
Isma Nayla
semoga naren dpt melindungi naya seumpama naya di pandang rendah oleh keluarganya naren.
dika edsel
ya ampun....anak siapa sih ini,maen dirumah org gk kenal waktu...?? udah ditolak masih gk pulang dasar tebal muka...,gktau diri.. katanya anak orang kaya tp makan masih numpang..,sarapan numpang, makan siang numpang eh masih nungguin makan mlm juga...😌
leahlaurance: semoga naya enga di permalukan.
total 1 replies
partini
sat set sekali si Naren,OMG semoga ada something setelah melihat Kanaya like someone in the past
dyah EkaPratiwi
semoga orang tua Narendra bisa terima
Kusii Yaati
kayaknya bau" perjodohan mulai tercium 😌
Naufal Affiq
beneran naren,kamu ajak nikah naya,jangan buat di sakit hati
Naufal Affiq
aku pada mu naren
partini
ngajak nikah apa ngajak masuk neraka ren
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
minat
dika edsel
ini masih konflik di area gang sempit blm ke konflik keluarga naren, pastinya lbh berat lagi..!?! klo cinta bilang..jgn menggantung hati anak orang,lindungi naya apapun yg terjadi..,aku yakin kau mampu naren.
dika edsel: diliat dr modelan bapaknya naren yg nyebelin pasti menentang keras pilihan anaknya, udah pasti ituh..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!