Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.
Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sihir carren dan monica
Terpojok dan kehilangan segalanya, Carren Zhang dan Monica tidak lantas menyerah. Dengan sisa-sisa harta yang mereka sembunyikan, mereka pergi ke pinggiran kota yang berkabut, menuju sebuah kuil tua yang tersembunyi di balik hutan bambu hitam.
Di sana, tinggal seorang praktisi ilmu hitam dan ahli Feng Shui terlarang yang dikenal sebagai Master Guik.
Master Guik duduk di atas permadani kulit ular, matanya yang buta sebelah tampak bersinar kehijauan di balik asap dupa yang menyengat.
Carren "Guru, tolong kami! Seorang menantu sampah di keluarga kami tiba-tiba memiliki kekuatan aneh. Dia menghancurkan reputasiku dan membuat istriku menggila di depan publik!"
Monica "Dia bukan manusia biasa, Guru. Tatapannya membuatku merasa telanjang dan tak berdaya. Aku ingin dia mati dengan cara yang paling menyakitkan!"
Master Guik mengeluarkan satu set koin kuno yang berkarat dan melemparkannya ke atas nampan tembaga. Seketika, koin-koin itu berdiri tegak dan bergetar hebat.
Master Gui"Cih! Kalian sedang berhadapan dengan seseorang yang memiliki keberuntungan Naga Surgawi. Tapi tenanglah... setiap cahaya memiliki bayangan. Mansion Gou Tun tempat kalian tinggal memiliki titik nadi 'Macan Lapar'. Aku akan memberimu Tujuh Paku Kematian."
Master Gui memberikan tujuh paku yang telah direndam dalam darah hewan kerbau hutan. Carren diperintahkan untuk menanam paku-paku itu di tujuh sudut Mansion Gou Tun untuk mengubah Feng Shui rumah tersebut menjadi "Formasi Pemakan Jiwa".
Siapa pun yang memiliki energi kuat (seperti Chen Song) akan terjerat oleh hawa kematian, sementara wanita di dalam rumah (Luna dan Minghua) akan perlahan-lahan kehilangan kesadaran dan menjadi liar atau sakit-sakitan.
Sementara itu, di Mansion Gou Tun, Chen Song sedang duduk bermeditasi dengan Cawan Penelan Langit. Tiba-tiba, permukaan cairan di dalam cawan itu bergejolak hebat dan berubah menjadi hitam pekat.
Mata Dewa Chen Song berkilat. Ia melihat menembus dinding mansion dan mendapati bayangan hitam mulai merayap dari bawah tanah.
Chen Song (Tersenyum dingin) "Jadi mereka memanggil bantuan dukun kelas teri? Bagus... aku sudah bosan bermain dengan manusia biasa. Mari kita lihat apakah sihir mereka bisa menahan api murni milikku."
Monica, di bawah instruksi Master Guik, menggunakan sisa kecantikannya untuk berpura-pura datang ke mansion dengan dalih "meminta maaf secara tulus" kepada Luna dan Minghua. Padahal, di dalam tasnya, ia membawa paku terakhir yang harus ditanam di bawah tempat tidur utama.
Situasi di Mansion saat Monica datang:
Karena tubuhnya sudah mengandung energi Qi dari Chen Song, Minghua langsung merasa mual dan pusing saat Monica masuk, menyadari ada sesuatu yang "busuk" dibawa oleh wanita itu.
Chen Song membiarkan Monica masuk dan menanam paku tersebut, hanya untuk membalikkan kutukannya sehingga paku itu justru menghisap energi kehidupan Monica sendiri.
Chen Song sudah menunggu di balik bayangan saat Monica mengendap-endap masuk ke kamar utama. Menggunakan Mata Dewa, Chen Song melihat energi hitam yang keluar dari tas Monica—paku kutukan dari Master Guik.
Saat Monica hendak menanam paku terakhir di bawah ranjang, Chen Song muncul dalam sekejap di belakangnya. Ia menekan titik meridian di tengkuk Monica, membuatnya kehilangan seluruh tenaga dan jatuh lunglai ke atas kasur.
"Kau pikir sihir murahan ini bisa menyentuhku?" bisik Chen Song dengan suara yang berat dan menekan.
Chen Song tidak langsung membunuh Monica. Ia menggunakan Cawan Penelan Langit untuk menyerap energi hitam dari paku tersebut dan mengubahnya menjadi energi afrodisiak yang sangat kuat. Ia mengalirkan energi itu ke tubuh Monica melalui sentuhannya.
Di bawah pengaruh energi tersebut dan dominasi Qi milik Chen Song, pertahanan mental Monica hancur total. Ia yang tadinya datang sebagai musuh, kini justru memohon ampunan dan "perhatian" dari Chen Song. Malam itu, di bawah kendali penuh Chen Song, Monica tidak hanya dilumpuhkan secara fisik, tetapi juga secara batin. Ia kini menjadi milik Chen Song, sama seperti Minghua.
Pagi harinya, Monica terbangun dengan tatapan mata yang kosong namun penuh kepatuhan. Chen Song telah menanamkan "Segel Kepatuhan" di dalam jiwanya.
"Kembalilah pada Carren," perintah Chen Song sambil memberikan paku-paku yang sudah ia balikkan kutukannya. "Berikan ini padanya sebagai 'hadiah' dari Guru Guik. Katakan padanya rencana kita berhasil."
Monica kembali ke persembunyian Carren dengan akting yang sempurna. Carren, yang merasa menang, menyambutnya dengan gembira.
Carren "Bagaimana, Monica? Apa si sampah itu sudah mulai sakit-sakitan?"
Monica "Sangat berhasil, Sayang. Bahkan dia hampir tidak bisa bangun dari kursinya. Guru Guik berpesan agar kau memakai jimat ini di lehermu agar energi keberuntungannya berpindah padamu."
Monica mengalungkan sebuah jimat yang sebenarnya berisi paku kutukan yang sudah dimodifikasi oleh Chen Song. Begitu jimat itu menyentuh kulit Carren, Carren merasakan sesak napas dan penglihatannya mulai kabur.
Di saat Carren sedang sekarat karena kutukannya sendiri, Monica membisikkan kenyataan yang pahit di telinganya.
"Kau tahu, Carren? Chen Song jauh lebih 'pria' daripadamu. Mulai sekarang, aku tidak lagi membutuhkan suami pecundang sepertimu. Semua aset rahasia yang kau simpan... sudah aku pindahkan ke rekening Luna atas perintahnya."
Carren Zhang terjerembap ke lantai, dadanya sesak seolah dihimpit batu raksasa. Jimat yang dikalungkan Monica di lehernya terasa membara, membakar kulitnya hingga menghitam. Namun, itu barulah permulaan dari penderitaannya.
Di bawah pengaruh Mata Dewa Chen Song yang bekerja dari jarak jauh, energi hitam dari Tujuh Paku Kematian yang seharusnya menyerang Chen Song, kini mencari inang baru pada darah Carren.
Dalam hitungan detik, kulit tangan dan leher Carren mulai melepuh. Benjolan-benjolan sebesar telur puyuh tumbuh dengan cepat di sekujur tubuhnya.
Benjolan itu pecah dan mengeluarkan cairan kental berwarna hijau kehitaman yang baunya sangat busuk—seperti bangkai yang sudah membusuk selama berbulan-bulan.
Carren (Merintih kesakitan) "Monica... apa yang kau lakukan?! Panggil Guru Gui! Cepat! Tubuhku... dagingku seperti sedang dimakan ulat!"
Monica berdiri di atas suaminya, menatap Carren dengan tatapan dingin dan jijik. Alih-alih membantu, ia justru menginjak tangan Carren yang penuh benjolan busuk itu dengan sepatu hak tingginya.
Monica "Guru Gui tidak bisa menyelamatkanmu, Carren. Dia hanyalah seekor semut di depan Tuan Chen Song. Kau ingin tahu apa ini,Ini adalah wujud asli dari busuknya hatimu yang keluar ke permukaan kulitmu."
Carren merangkak menuju cermin di sudut ruangan. Begitu melihat pantulan dirinya, ia menjerit histeris. Wajahnya yang dulu sombong kini dipenuhi bintil-bintil bernanah. Setiap kali ia bergerak, benjolan itu pecah, mengeluarkan bau yang membuat siapa pun akan muntah.
Di saat itulah, ponsel di atas meja berdering. Sebuah panggilan video masuk. Monica mengangkatnya dan mengarahkan layar ke arah Carren yang sekarat. Di layar, tampak Chen Song sedang duduk santai di ruang kerjanya, menyesap teh yang dituangkan oleh Minghua.
Chen Song "Bagaimana rasanya menjadi sampah yang sesungguhnya, Paman? Benjolan itu adalah hasil dari energi 'Macan Lapar' yang kau siapkan untukku. Karena kau yang mengundangnya, mereka sekarang sedang memakan nutrisi dari sumsum tulangmu."
Carren mencoba bicara, tapi lidahnya sudah membengkak dan penuh luka busuk. Ia hanya bisa mengeluarkan suara erangan yang tidak jelas.
Chen Song "Monica, biarkan dia hidup dalam kondisi seperti itu selama beberapa hari. Aku ingin dia merasakan bagaimana setiap inci tubuhnya membusuk secara perlahan sebelum dia benar-benar lenyap. Dan jangan lupa... kirimkan foto-foto tubuhnya ke Tibet Zhang sebagai peringatan."
Situasi di Mansion Gou Tun
Setelah panggilan berakhir, Chen Song mematikan ponselnya. Ia menoleh ke arah Minghua yang berdiri di sampingnya dengan wajah pucat namun penuh kekaguman yang gelap.
Master Guik menginjakkan kakinya di rumah Carren dengan perasaan was-was. Bau busuk yang menyengat—perpaduan antara daging busuk dan energi kematian—menusuk hidungnya bahkan sebelum ia membuka pintu. Sebagai seorang ahli sihir hitam, ia tahu ini bukan sekadar kegagalan ritual, ini adalah Rebound Energi (pembalikan serangan) yang sempurna.
Begitu masuk, Master Guik menemukan Carren Zhang tergeletak di lantai, tubuhnya sudah tidak menyerupai manusia. Benjolan-benjolan itu terus berdenyut dan pecah, mengeluarkan uap hitam yang sangat beracun.
Master Guik "Sialan! Siapa yang berani membalikkan 'Formasi Pemakan Jiwa' milikku?! Ini mustahil bagi manusia biasa!"
Saat ia hendak mengeluarkan botol berisi cairan penawar, ia menyadari bahwa Monica berdiri di sudut ruangan dengan ekspresi yang sangat tenang—terlalu tenang untuk seorang istri yang melihat suaminya membusuk.
Monica menoleh ke arah Master Guik, matanya berkilat dengan rona ungu tipis, tanda bahwa jiwanya telah ditandai oleh Chen Song.
Monica "Guru... Tuan Chen Song sudah menunggumu. Dia bilang, jimat yang kau berikan pada Carren sangat 'lezat'. Dia ingin kau merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi korban dari senimu sendiri."
Master Guik mencoba merapal mantra perlindungan, namun ia menyadari bahwa seluruh rumah ini telah dipasang Formasi Segel Langit oleh Chen Song melalui koneksi video tadi. Setiap inci udara di rumah Carren sekarang terasa seberat timah.
Tiba-tiba, suara Chen Song menggema di ruangan itu, meski sosoknya tidak ada di sana. Suaranya terdengar seolah-olah berasal dari dalam tulang belulang Master Guik sendiri.
Suara Chen Song "Master Gui... kau telah memperdagangkan umur manusia demi kekuatan sihir sampah. Hari ini, aku akan mengambil kembali semua 'pinjaman' umur yang kau curi."
Master Guik yang panik mengeluarkan Tengkorak Hitam dari jubahnya, mencoba meledakkan energi negatif untuk kabur. Namun, benjolan di tubuh Carren tiba-tiba meledak secara serentak, menyemburkan cairan busuk yang berubah menjadi rantai-rantai energi hitam yang mengikat kaki dan tangan Master Guik.
Master Guik berteriak saat ia merasakan energi Qi-nya dihisap paksa. Ia melihat Monica mendekatinya dengan sebuah pisau kecil yang telah diberkati oleh Chen Song.
master guik..lari dan menyelamatkan diri dari kejaran monica yang membawa belati".
tapi kutukan itu langsung bekerja aktif di tubuh master guik". master guik menghilang di kegelapan malam.