⚠️Jangan ada yang plagiat, ada baca alur yang sama, chat me, atau report karyanya⚠️
Harap bijak membaca, novel ini hanya karya fiksi belaka.
Ini adalah kisah Beeve, wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang, karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hasil hubungan terlarang dengan kekasih yang berbeda keyakinan dengannya.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cinta, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada Andri sepupunya, yang saat itu telah sukses, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Pernikahan itu awalnya berjalan dengan normal, tapi semua berubah, ketika Andri mengetahui Beeve sudah tak suci lagi.
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau justru kandas di tengah jalan?
Mana yang akan terjadi? Ikuti terus alur cerita Beeve di Novel Jangan Salahkan Takdir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 (Perjodohan)
Sesampainya Beeve ke dapur, ia dengan buru-buru mengambil sepiring nasi dan lauk, tak lupa ia memenuhi botol minum berukuran 1 liter untuk ia bawa ke kamarnya.
Saat ia akan beranjak kembali ke kamar, tanpa sengaja ia berpapasan dengan sang ibu yang baru saja datang ke dapur.
“Hah!” Beeve syok, ia pun menundukkan kepalanya karena takut.
“Mau kau bawa kemana makanan itu?” tanya sang ibu.
“Ke kamar bu,” jawabnya dengan suara lirih.
“Kamar bukan untuk tempat makan, makanlah disini,” ujar sang ibu.
Beeve yang merasa malu dan takut pun menuruti perkataan ibunya, untuk makan di meja makan.
Dan dengan cepat ia melahap yang tersaji di atas piringnya, sebenarnya ia masih sangat lapar, berhubung sekarang ia tengah berbadan dua, nafsu makannya pun bertambah tinggi.
Tapi karena ia sungkan, Beeve menyudahi keinginannya.
“Apa sudah kenyang?” tanya sang ibu.
“Su-sudah bu.” jawabnya tanpa melihat wajah ibunya.
“Bee, ibu ingin bicara pada mu,” ucap Jane, yang membuat perasaan Beeve menjadi tak enak.
Ia takut bila ibunya akan mengusirnya dari dalam rumah.
“Mau bicara apa bu?”
“Ayah dan ibu telah berunding tentang mu, jadi kami memutuskan, untuk menikahkan mu, dengan sepupu mu,”
Mendengar perkataan ibunya, sontak Beeve mendongak.
“Sepupu yang mana bu?”
“Andri,” ucap sang ibu.
Terlihat jelas raut wajah tak suka Beeve mendengar nama itu.
Andri andalah anak dari adik kandung Erdogan yang bernama tante Rahma.
“Tapi bu, Andri kan....,”
“Ya, kenapa dengannya, dia kan seumuran dengan abang mu, hanya lebih tua 8 tahun dari mu, ibu minta kamu tak menolak perjodohan ini Bee,” ujar sang ibu.
“Tapi bu, Beeve enggak cinta Andri, bagaimana bisa Beeve menikah dengannya?”
“Bee, memangnya kamu ada pilihan lain? Buktinya yang kamu cintai malah tidak mau bertanggung jawab, tolong kau berpikir dengan waras, jangan egois, lihat keluarga ini akibat perbuatan mu, jangan tunggu sampai perut mu membesar, baru mau kocar-kacir, kalau kau berperilaku baik, pasti hidup mu enak, bebas memilih dengan siapa kau menikah!” pekik Jane, yang geram akan sang anak.
“Jangan Andri bu, Beeve enggak suka dia, hiks....,”
“Disini kami yang memutuskan, ini juga untuk kebaikan mu, suka atau tidak, terima saja nak, kau tak lihat bagaimana ayah mu menangis karena mu, jangan tambah lagi beban di hatinya, selama ini dia sangat menyayangi mu, mempercayai mu, tapi kau malah mengkhianati kepercayaannya, kali ini ikuti nasehat orang tua nak,” ucap Jane.
Beeve yang tak punya pilihan lain pun hanya bisa pasrah.
Sebelum Jane kembali ke kamar, ia berkata pada Beeve.
“Makanlah yang banyak, agar kau dan bayi mu sehat,”
Beeve menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia tak menyangka, semua menjadi kacau dan di luar dugaan.
Karena ia masih berharap pada Cristian, ia pun memutuskan untuk pergi diam-diam ke rumah pria yang ia cintai itu.
________________________________________________
Beeve berangkat dengan menaiki motor, setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, ia pun tiba di rumah sang kekasih.
Tok tok tok!
“Permisi!”
Cetek!
Kriett...
Ketika pintu terbuka, Beeve dan Celine saling memandang satu sama lain.
“Tante,” ucap Beeve seraya mencium tangan Celine.
“Nak, kau kembali? Ada apa?” tanya Celine.
“Bu, apa Cristian sudah kembali?”
Celine yang tak enak hati pun tak tahu harus berkata apa.
“Tan, kenapa? Dia akan pulangkan tan?” ucap Beeve.
“Ayo masuk dulu nak, kita bicara di dalam,” Celine menggiring Beeve duduk di sofa.
Keduanya pun duduk bersebelahan di sofa yang sama.
“Orang tua ku akan menjodohkan ku dengan orang lain, kalau Cristian tidak mau menikahi ku tante, tolong aku tan, bagaimana pun juga, ini adalah anak Crist cucu tante,” ucap Beeve.
Celine sangat kasihan dan iba pada gadis cantik yang ada di hadapannya.
“Nak, Cristian tetap tak mau pulang, ia juga berkata belum mau menikah, jadi maafkan ibu nak,”
Beeve seolah baru saja menelan pil pahit ketika mendengar pengakuan Celine, hatinya juga serasa di sayat sembilu, perih, tapi tak berdarah.
“Enggak bisa gitu dong tan! Ini anaknya, dia sudah berjanji akan menikahi ku kalau aku hamil, gimana bisa dia berbuat begitu pada ku! Hiks!!!” Beeve histeris menerima kenyataan yang menimpanya.
“Nak, tenang dulu, jangan teriak begitu, malu di dengar tetangga,”
“Bagaimana aku bisa tenang? Masa depan ku hancur tan! Aku tahu kami sama-sama mau, tapi bukan berarti karena aku perempuan, semua menjadi kesalahan ku dan harus aku yang menanggung sendiri, telepon dia sekarang juga, aku akan bicara padanya tan!” emosi Beeve menjadi meluap, ia yang lemah lembut, kini berubah seperti singa yang lapar karena tak terima di permainkan.
“Baik, tapi kau tenang ya nak, sebab ayahnya Crist sedang tidur di kamar, dia demam memikirkan perbuatan anaknya,”
“Aku akan tenang, kalau Crist sudah menikahi ku tan, aku enggak mau menikah dengan orang lain, hiks....,” Beeve menangis sejadi-jadinya.
Karena tak ada pilihan lain, akhirnya Celine mendial nomor anaknya.
📲 “Halo bu?” Cristian
📲 “Nak, Beeve mau bicara dengan mu,” Celine.
📲 “Mau apa lagi sih dia,” Cristian
Kemudian, Celine memberi handphonenya pada Beeve.
📲 “Halo Crist, kapan kau pulang?” Beeve.
📲 “Aku enggak mungkin pulang sekarang Bee, kau pikir America Indonesia itu, Ancol Bekasi? Aku baru sampai beberapa hari, tolong kau mengerti,” Cristian.
📲 “Kau juga harus mengerti posisi ku, aku enggak mungkin menanggung ini sendiri, ku mohon, pulang Crist, jangan begini!” Beeve.
📲 “Bee, jujur saja ya, aku belum ada keinginan untuk menikah, apa lagi punya anak, masa depan ku masih cerah dan panjang, jangan kau persulit segalanya, buang saja anak itu, kalau kehadirannya menyusahkan mu, maaf Bee, aku memang salah, tapi...., aku enggak ingin kalau muda ku habis dengan mengurus anak, dan mencari menafkahi sedini ini,” Cristian.
📲 “Tapi kau tahu Crist, kalau kau tidak menikahi ku, ayah dan ibu akan menjodohkan ku dengan orang lain? Aku enggak mau itu sampai terjadi Crist, tolong Crist kembalilah!” Beeve.
📲 “Baguslah, jangan kau tolak perjodohan itu, aku ikhlas melepaskan mu Bee, kau pun harus begitu, dari awal jalan kita memang berbeda,” Cristian.
“Akhhh!!!” Beeve yang sudah tak bisa menahan amarahnya menjadi gila, ia melempar handphone Celine ke lantai.
“Kalau kau tak pulang sekarang juga, maka aku akan akhiri hidup ku sekarang!”
Celine yang mendengar ancaman dari Beeve menjadi panik.
“Ayah! Ayah!” Celine berteriak memanggil suaminya.
Cristian yang belum mematikan sambungan telepon itu mendengar segalanya.
Beeve yang putus asa mengambil sebilah pisau cutter dari dalam tasnya. Ternyata ia datang bukan tanpa persiapan.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
aku dah baca novel ini 3x ganti hp 3x tetep aja nangis aku pangling suka cerita ini
jangan salah kan takdir