Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.
Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.
Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Fondasi dari Abu
Di dalam aula utama benteng kayu yang kini berbau kemenyan dan tanaman obat pahit, Xiao Chen duduk mempelajari gulungan-gulungan perkamen kasar yang dikumpulkan anak buahnya.
Matanya yang tajam menyisir informasi tentang wilayah di sekitar Gunung Canglan.
Dunia ini telah jauh berubah. Sekte-sekte besar seperti Sekte Pedang Langit dan Istana Cahaya Suci kini berdiri sebagai raksasa yang tak tersentuh. Namun, di kaki gunung ini, tersebar puluhan faksi kecil yang saling bertikai untuk memperebutkan ladang tanaman obat dan tambang kristal energi tingkat rendah.
"Tuan..." seorang bandit bertubuh kurus bernama Li Wei, yang kini diangkat menjadi pemberi informasi, membungkuk dalam.
"Di wilayah ini ada tiga faksi kecil yang mendominasi: Geng Serigala Besi, Sekte Daun Hijau, dan Klan Qing. Mereka memiliki sumber daya, tapi mereka selalu bertarung satu sama lain."
Xiao Chen meletakkan gulungan itu. Ia tahu benar kondisinya. Dendam sepuluh ribu tahun memang membakar jiwanya, namun ia bukan orang bodoh.
Menyerang sekte besar dengan basis Ranah Pembersihan Tubuh adalah bunuh diri. Ia butuh pasukan, ia butuh sumber daya, dan yang terpenting, ia butuh identitas baru.
"Kumpulkan semua orang." perintah Xiao Chen datar.
Beberapa saat kemudian, tiga puluh bandit Geng Tengkorak Hitam berdiri berbaris di aula. Mereka tampak ketakutan sekaligus penasaran melihat pemimpin baru mereka yang tampak begitu tenang namun mematikan.
Xiao Chen berdiri, auranya yang tipis namun pekat menyelimuti ruangan. "Kalian hanyalah sampah yang mencuri dari warga desa. Hidup kalian tidak memiliki tujuan selain menunggu hari di mana pendekar sekte datang dan memenggal kepala kalian untuk mendapatkan reputasi."
Para bandit tertunduk, kata-kata Xiao Chen menusuk kenyataan pahit mereka.
"Mulai hari ini, Geng Tengkorak Hitam tidak ada lagi," lanjut Xiao Chen. "Kita akan membangun sesuatu yang lebih besar. Kita akan menelan faksi-faksi kecil di sekitar gunung ini. Kita akan menjadi satu-satunya kekuatan yang mengatur hukum di wilayah Canglan."
"Tapi Tuan..." seorang bandit besar bernama Zhao Hu memberanikan diri bicara. "Sekte Daun Hijau memiliki pendekar di Ranah Pengumpulan Qi. Kita hanya petarung jalanan."
Xiao Chen menyeringai tipis, sebuah senyuman yang membuat bulu kuduk mereka berdiri. "Kekuatan tidak selalu datang dari Qi. Aku akan memberikan kalian sesuatu yang membuat pendekar Ranah Pengumpulan Qi berlutut memohon nyawa."
Xiao Chen mengeluarkan sebuah kuali kecil yang ia buat dari tanah liat yang diperkuat. Di dalamnya, ia telah meramu cairan berwarna ungu keruh dari jamur beracun dan darah hewan hutan.
"Ini adalah Cairan Penempa Tulang Beracun. Minum ini, dan kalian akan melewati Ranah Pembersihan Tubuh dalam tiga hari. Namun harganya adalah rasa sakit yang luar biasa. Siapa yang berani menjadi yang pertama?"
Keheningan menyelimuti aula. Li Wei, si bandit kurus, melangkah maju dengan gemetar. "Hamba lebih baik mati dalam rasa sakit daripada mati sebagai sampah, Tuan!"
Li Wei meminum cairan itu dan seketika menjerit histeris. Tubuhnya mengejang, asap hitam keluar dari pori-porinya. Namun, hanya dalam hitungan menit, otot-ototnya yang kurus mulai mengeras, dan kulitnya memancarkan cahaya abu-abu yang sehat. Kekuatannya melonjak drastis.
Melihat hal itu, bandit lainnya berebut untuk mendapatkan bagian mereka.
"Bagus," ucap Xiao Chen sambil menatap ke luar jendela menuju puncak gunung yang tertutup awan. "Tiga hari dari sekarang, target pertama kita adalah Sekte Daun Hijau. Kita tidak akan membunuh mereka semua. Kita akan membuat mereka tunduk dan bergabung dengan kita."
Xiao Chen mengambil sebuah kuas dan menuliskan dua karakter besar di atas panji hitam yang kosong: Sekte Maut Tersembunyi (Yin Wang Zong).
"Ingat nama ini. Ini adalah awal dari kembalinya penguasa yang sesungguhnya." bisik Xiao Chen. Di dalam nadinya, sisa esensi Bai dan Ling seolah berdenyut setuju, memberikan kekuatan kecil namun murni ke dalam aliran darahnya.
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi
MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.
👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.