Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 (Rencana Perjodohan)
Ira hampir kewalahan hari ini karena banyaknya jadwal pertemuan dengan para kolega bisnis atasannya, sampai pada akhirnya dengan lunglai merebahkan tubuhnya di kursi kerjanya saat jam istirahat siang
"Ampun deh, ini hari, padet banget jadwal bos, Sampek puyeng kepalaku" ucap lirih Ira sambil memijit kepalanya
Terdengar suara panggilan masuk dari handphone Ira, dan segera di buka
"Assalamualaikum, sayang" suara Lina sang mama
"Waalaikumsalam ma, gimana, ada apa, kok tumben nelpon jam segini?"
"Gini sayang, mama mau minta tolong, ada acara penting banget nih, ada keluarga yang mau ngelamar kamu sayang, kita sudah nentukan pertemuannya tanggal 10 bulan depan, gimana kamu bisa nggak?"
"Hem, iya, iya, perkenalan doang lo ya, semua keputusan apa kata Ira nanti, mama sama papa gak boleh maksa-maksa lagi"
"Iya sayang, ya sudah, jangan lupa ijin cuti barang 2 atau 3 hari"
"Siap Ma"
"Assalamualaikum, hati-hati kalau kerja"
"Oke Ma, Waalaikumsalam"
Setelah merasa capeknya berkurang, Ira segera keluar mencari makanan untuk bungkus dan di bawa ke ruangannya, mengingat waktu sudah tidak cukup untuk dibuat santai makan siang di luar kantor
Sudah menjadi kebiasaan yang tanpa mereka sadari, Ira dan Satria selalu saling kontak setiap ada waktu luang terutama di jam istirahat siang
"Halo, apa sat?" Suara Ira
"Ih, habis makan siang pakek cabe satu kilo nih neng, pedes banget jawabnya"
jawab Satria
"Bukan lagi, satu ton malah, aku dah makan ini, gak usah tanya-tanya lagi, kamu pasti mau tanya itu kan, apal nih aku ma kebiasaan kamu"
"Hahaha, pede banget, makan apa enggak itu kan urusan kamu, aku tanya gitu cuma antisipasi biar magh kamu gak kambuh, entar gue lagi yang kamu susahin" jawab Satria
"Oh, dasar semprul, dah ah, aku tutup, bikin aku gak ***** makan saja kamu nih"
"Eleh, sok gaya gak *****, itu tinggal dikit kan nasi kamu?"
"Enak aja, dah habis malah, hahaha" jawab Ira ngakak
"Dasar cewek jadi-jadian, ngakak keras banget, sakit nih kupingku" teriak Satria kesal
"Ish, gitu aja sewot, nanti malam minggu aku ikut ngumpul di apartemen kamu ya, sepi di rumah sendirian"
"Iya, nanti ada duo gesrek yang ikut nimbrung di apartemen"
"Hah, kok tumben malam Minggu mereka adem ayem, gak ngerjain ceweknya masing-masing?"
"Mereka pada ditinggal pergi, semua pasangannya ada acara malam mingguan ma keluarganya"
"Oh, pantes mereka membawa penderitaan nya ke Apartemen kamu"
"Ha ha ha" keduanya tertawa bareng dan segera mengakhiri sambungan di handphone
*
Malam Minggu Ira segera mempersiapkan diri pergi ke Apartemen Satria, tidak butuh waktu lama, hanya sekitar 15 menit sudah sampai di bangunan yang di tuju
Ira mengucap salam dan segera masuk ke ruang tengah, berkumpul bersama dengan yang lainya, empat orang di Apartemen Satria, tentu saja sudah sangat ramai, karena memang ada saja ulah dan guyonan di lontarkan membuat semua tertawa saat bersama
"Jadi kamu nginep sini juga Ir?" Tanya Rio
"Boleh, kalau kalian juga nginep" jawab Ira
"Emang kenapa, nginep sini nunggu kita ikutan nginep" sahut Andre
"Yah, biar gak ada fitnah, kalau bareng kalian lebih enak, banyak saksinya ni, kalau kita emang gak ngapa-ngapain" jawan Ira
"Mau ngapa-ngapain juga gak apa, enak kok Ir satria itu, anget-anget gimana gitu" ucap Rio menggoda
BUK
Hantaman bantal yang ada di sofa, mendarat mulus di kepala Rio
"Aduh, sakit Sat, keras banget nglemparnya!" ucap Rio
"Itu masih bantal, belum ini meja yang gue lempar ke kepala loe, ngomong suka sembarangan, memangnya aku ini gig*olo kamu tawar-tawarin, Dasar!" ucap Satria
"Bukan, tapi loe pemuas ***** wanita" sahut Andre
"Anjir, gini-gini gue masih Ting Ting ya" jawab Satria
"Perawan maksud nya pak?" Sahut Rio
BUK BUK
Lemparan bantal yang keras dari Satria untuk kedua teman gilanya, tentu saja itu malah bikin ngakak keduanya
Sementara Ira sudah ketawa ketiwi melihat tingkah trio gesrek yang ada di depannya, suasana rame berakhir sampai jam 12 malam, Rio dan Andre sudah tertidur pulas di depan Tv, sedangkan Ira sama Satria masih asik ngobrol
"Oh iya sat, aku nanti mau cuti 3 harian, sekitar tanggal 10 bulan depan" ucap Ira
"Mau ngapain, ada acara penting?"
"Tau tu, mama nyuruh aku pulang, ada keluarga yang pengen nglamar aku buat nikah sama anaknya"
"Wih, udah laku lagi neng, hati-hati lo ya, entar kayak kemaren lagi"
"Heh, entahlah Sat, aku juga capek, mudah-mudahan pilihan orang tuaku kali ini tepat"
"Sabar Ir, nanti juga pasti ketemu jodoh kok"
"Eleh, ngomongnya kayak kamu udah ketemu aja"
"Hahaha, kalau aku gak ketemu-ketemu jodoh sih nyantai saja"
"Nyantai gimana, bisa di kawinin sama kuda nih kamu ma orang tua kamu"
"Ish, enak aja, kan masih ada kamu, kenapa kawin ma kuda, kurang kerjaan"
"Hah, aku, maksut kamu apa Sat, jangan sembarangan kalau ngomong ya"
Satria langsung tertawa melihat muka Ira yang lagi emosi dan kaget, lucunya kebangetan menurut Satria
"Eh malah ngetawain orang, aku sumpahin nasip kamu sama kayak aku, dijodohin ma orang tua kamu"
"Eh, pakek ngancam, sumpah kamu gak mujarab, aku masih sanggup cari calon istri sendiri, ngapain pakek di jodohkan segala"
Setelah lama berbincang dan ketawa bersama, Satria menyuruh Ira untuk segera tidur, karena sudah hampir jam 1 malam, Ira melangkah ke dapur untuk mengambil minum dan membereskan makanan yang berserakan akibat ulah Andre dan Rio, setelah itu melanjutkan masuk ke dalam salah satu kamar di Apartemen Satria
*
Kegiatan di awal bulan ini sangat padat, beruntung Satria di dampingi oleh dua temannya yang sama-sama hebat dalam menyelesaikan semua pekerjaan yang ada di kantor Satria, walaupun agak sableng Rio dan Andre adalah orang kepercayaan Perusahaan Satria yang tidak bisa dianggap remeh
Satria makan siang bersama dengan Rio dan Andre di sebuah Resto, ketika tengah asik menikmati makannya, tiba-tiba handphone Satria berdering dan segera diangkat
"Assalamualaikum, Sat?" suara Bagus Ayahnya
"Waalaikumsalam Pa?" tumben telpon hari gini, ada yang penting Pa?" tanya Satria
"Iya, ini penting banget, tanggal 10, papa akan melihat seorang wanita yang nantinya akan dilamar"
"Hah, Papa mau kawin lagi?" Sahut Satria kaget
Uhuk uhuk
Kedua teman Satria juga langsung tersedak makanan hampir bersamaan
"Ngaco kamu, bukan Papa, tapi kamu!"
"Apa, Papa mau jodohin Satria?"
Uhuk uhuk
Kedua teman Satria tersedak kembali
"Iya, kali ini gak boleh nolak, kamu harus sportif ma janji kamu dulu, kalau kamu di tahun ini belum nikah juga, Papa yang carikan kamu istri"
"Iya, iya Pa, gak usah nge gas gitu, Satria masih ingat kok, apa kata Papa deh, tanggal 10 aku bakalan di malang"
Tut Tut
Sambungan telepon terputus
"Ngapain kalian pada nglihatin gue, *****?" Ucap Satria ke Rio dan Andre
Kedua teman Satria menghentikan makannya dan langsung kepo, Satria di tanya macam-macam sama duo gesrek hingga mangap-mangap gak bisa berkata-kata lagi, Akhirnya satria cuma diam dan menatap jengah kedua temannya
"Kok aku merasa kena sumpah si Ira ya" batin Satria
Bersambung
(Salam sehat dan bahagia dari Author, ini karyaku yang ke 3 dan masih baru saja rilis, mohon maaf karena masih bisa Up sekali sehari, mohon kesabaran dan dukungannya)
Jangan lupa Dukungannya ya, Partisipasi pembaca sangat berarti buat semangat Author untuk mendapat inspirasi menulis dan melanjutkan karya ini
LIKE, KOMEN, FAVORIT, HADIAH, VOTE
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️