NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 30.. mantan istri Bos buat ulah.

Tiga bulan kemudian pembangunan rumah milik Amelia sudah memasuki finishing. Kedua adiknya Anita dan  Andita sudah resmi pindah sekolah.

Anita yang menduduki kelas 11 sementara Andita kels 8. Tidak henti-hentinya Amelia bersyukur pada Allah subhanahu wa ta'ala yang memudahkan segala urusan.

Amelia tidak hanya membangun rumah untuk keluarga, tetapi ia juga merenovasi rumah Bude Gendis.

"Alhamdulillah akhirnya rumah ku sampai di titik finishing. Aku tidak menyangka bisa membuat rumah di pinggiran ibukota. Dan bisa bersama ibu dan bapak tinggal satu atap." Aisyah pun ikut terharu melihat keberhasilan Putrinya membangun rumah untuk keluarga kecil mereka.

" Pak Reza saya minggu depan izin pulang cepat. Hari Sabtu ada tasyakuran rumah. Jika Bapak ada waktu hadir ya pak." Ucap Amelia ia sengaja mengundang bosnya hanya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Karena Reza telah bersedia membayar naskah yang ia tulis.

Tidak lupa Astina sahabatnya sebagai peran utama kesuksesannya wajib hadir di acara tasyakuran rumah baru.

"Kamu akan memperkenalkan ku sebagai apa pada orang tuamu?" Tanya Reza, laki-laki tampan rupawan itu menatap Amelia lekat.

"Sebagai CEO akulah. Memangnya sebagai apa?"pertanyaan Reza membingungkan Amelia. Ia menjawab apa adanya sesuai dengan fakta yang ada.

"Hanya sebagai CEO?"tanya Reza mengulangi. Amelia menggangguk.

"Kalau begitu saya tidak perlu hadir di acara tasyakuran rumahmu? " Amelia memicingkan matanya menatap bosnya yang aneh.

"Bapak mau  saya kenalkan sebagai apa? Faktanya Bapak memang CEO saya. Masa saya kenalkan Bapak sebagai partner bisnis? Tidak masuk akal." Reza menggelengkan kepala ia kesal dengan jawaban Amelia.

"Udah jangan dibahas Saya males dengarnya."jawab Reza Ketus.

"Bapak mah aneh.!! Selain aneh ambekan." Ucap Amelia lirih. Janda kampung itu meneruskan pekerjaannya, ia fokus Menatap layar komputer sesekali ia mencocokkan data yang di komputer dengan data yang sedang Ia input.

Selain menjadi asisten pribadi Reza. Amelia juga menginput data keuangan  sekaligus audit data  yang masuk dari departemen keuangan.

Saking sibuknya Amelia tidak menyadari jika Reza sudah meninggalkanruangan  CEO.

"Selamat sore.! Saya mau bertemu dengan Reza?"Amelia terperanjat melihat seorang wanita sudah berdiri di depan pintu. Wanita tersebut membuka pintu sendiri, Amelia heran bercampur bingung Kenapa bisa security membiarkan tamu masuk tanpa memberitahunya.

"Ibu intan.! Kok Ibu bisa masuk ke ruangan ini tanpa izin Tuan Reza?" Tanya Lia panik.

Ia pun baru sadar Reza tidak ada di ruangan itu. Amelia benar-benar sendiri.

"Saya sudah minta izin security, dan mereka mengijinkannya ada yang salah?"tanya intan dengan nada lembut.

Ia tidak lagi marah-marah seperti pertama ia berkunjung ke kantor Reza dan bertemu dengan  Lia.

"Oh seperti itu.. Tuan Reza sedang keluar ruangan Bu. Ibu bisa tunggu di ruang tunggu saya akan panggilkan." Amelia pun menjawabnya dengan nada lembut dan sopan.

"Saya tunggu di sini saja.! Kamu tidak perlu khawatir Saya tidak akan melakukan apa-apa, dulu ruangan ini milik saya. Dan saya bebas keluar masuk ruangan ini." Jawab intan, kini suaranya sedikit Ketus.

Amelia menarik nafas panjang dan menatap wanita cantik rambut mocca itu. Dengan tatapan heran dan bingung.

"Tadi bahasanya lembut dan sangat sopan. Satu detik kemudian berubah menjadi Ketus, sepertinya Mantan istrinya Pak Reza berubah-ubah."gumamnya dalam hati.

"Kenapa kamu bengong..! Cepat panggilkan Reza dan saya tunggu di ruangan ini."Amelia ragu ia Ingat pesan Yudi ia tidak boleh meninggalkan tamu sendiri di ruangan  CEO apapun kondisinya. Dan siapapun tamunya.

"Maaf Ibu intan..! Saya tidak bisa meninggalkan ibu sendiri di ruangan ini. Mohon kerjasamanya, silakan ibu menunggu di ruang tunggu."ucap Amelia dengan sangat sopan sekali.

Bahasa Amelia sangat halus dan mendayu-dayu. Berharap intan mengerti dan menunggu di ruang tunggu.

"Kalau saya tidak mau kamu mau apa? Anak kemarin sore, berani mengatur saya."intan semakin menjadi-jadi sikapnya terhadap  Lia.

"Baiklah kalau seperti itu maunya ibu. Saya pun tidak akan memanggilkan Pak Reza, biarkan beliau datang dengan sendirinya ke ruangan ini."Lia kembali menatap komputernya, ia menenangkan hati dan pikiran serta emosi. Intan benar-benar menguji kesabarannya.

" Braakkk...! " Intan menggebrak meja yang dipakai oleh Amelia kerja.

Amelia terperanjat kaget, matanya mendadak melotot menatap intan..

"Apa-apaan ini?"tiba-tiba Reza datang dengan tampan angkernya.

"Kenapa kamu menggebrak meja sekretarisku? Dan kenapa kamu bisa lolos masuk ke ruangan lu tanpa seizin lu? Teriak Reza. Intan mundur satu langkah nyalanya ciut melihat Reza marah.

"Aku bisa masuk ke ruanganmu,atas izin security. Dan sekretarismu yang dongok ini.. tidak mengizinkan aku untuk bertemu denganmu. Kedatangan aku ke sini hanya ingin memberitahu bahwa  Laiba sedang sakit.Ia demam dan ingin bertemu dengan papanya. Aku sudah menelponmu berkali-kali tapi kamu abai. Akhirnya aku terpaksa menemui, aku sudah menjelaskan pada sekretarismu. Jika Laiba sedang sakit dan sangat membutuhkan Papahnya. Tetapi sekretarismu menolak untuk menyampaikan pesan ini padamu." Mata Amelia terbelalak ia menggelengkan kepala menatap Reza. Yang menatapnya sangat tajam.

"Ibu intan tidak mengatakan demikian Pak..! Ia tiba-tiba datang menanyakan bapak, saya baru sadar Jika Bapak meninggalkan ruangan, Saya tidak tahu Bapak berada di mana.. Ibu insan meminta saya untuk memanggil bapak, beliau ingin menunggu di ruangan bapak. Saya menolak saya meminta dengan baik-baik Ibu intan menunggu di ruang tunggu. Tapi menolak dan marah-marah, lalu menggebrak meja. Ibu intan tidak menyampaikan jika  putri bapak sedang sakit." Jawab Amelia dengan tegas dan lugas.ia monolak difitnah oleh intan.

"Reza kita tidak ada waktu untuk berdebat. Laiba sudah menunggumu di rumah sakit. Anak kita menginginkan kita berdua mendampinginya di rumah sakit." Reza sangat  gusar mendengar Putri kesayangannya sakit.

"Sakit apa laiba? Baru dua hari ia tinggal bersamamu Kenapa langsung sakit? Selama ini anak itu tidak pernah sakit. Kamu tidak becus mengasuh anak." Reza menghardik intan dengan suara keras.ia tidak percaya begitu saja apa yang disampaikan intan tentang putrinya.

"Amelia kemas-kemas kamu boleh pulang.. kamu sudah melakukan hal yang benar, tidak membiarkan orang lain berdiam lama-lama di ruangan ini."  Reza memberikan perintah pada Amelia untuk berkemas-kemas pulang. ia pun tidak menyalahkan Lia atas tindakannya pada intan.

Reza membenarkan sikap Amelia yang tegas terhadap tamu.

" Yud.. Tolong dicek security yang jaga hari ini siapa? Pecat mereka semua. Bisa-bisanya kamu lolos masuk tanpa seizin sekretarisku. Bahkan mereka membiarkan kamu tersebut masuk ke dalam ruanganku tanpa pemeriksaan." Yudi meminta Abdullah sekretarisnya untuk mengecek security yang jaga.

Rudi menggelengkan kepala melihat kerjaan security yang sibuk dengan ponselmu..

" Security tersebut direkrut  dari mana? Bisa-bisanya security seperti itu lolos dan keterima bekerja di kantor ini." Yudi sebagai orang kepercayaan sekaligus sepupunya itu. Ikut geram menyaksikan security yang asik bermain handphone.

"Benar sekali Pak.! Security security itu, baru bekerja satu minggu yang lalu."jawab Abdul.

"Kamu urus semuanya, Saya tidak mau melihat security itu masih bekerja di sini."urusan security  telah Yudi serahkan pada Abdul.

Ia kembali ke ruangan CEO di mana Reza dan intan sedang berdebat sengit.

Intan marah besar pada Reza karena menolak ikut dengannya ke rumah sakit. Untuk menjenguk anak mereka.

"Laiba itu anak kita Reza..! Ia sedang sakit dan butuh kamu ada di sampingnya." Teriak intan .

"Saya tahu anakku sedang sakit.. Laiba dalam keadaan baik-baik saja.. saya akan ke rumah sakit tapi tidak berbarengan denganmu." Intan kesal sekali dengan Reza. Yang menolak untuk pergi bersama ke rumah sakit.

Reza tidak memperdulikan teriakan  intan lagi.Ia meninggalkan ruangannya dan masuk ke dalam lift khusus CEO.

" Lia pulang bareng.! Kamu temenin aku ke rumah sakit sebentar melihat kondisi Laiba. Aku sangat yakin sekali jika Laiba bertemu dengan tante baik.Ia akan cepet sehat." Amelia tidak berani menolak. Jika sudah menyangkut Laiba..Ia mengekor di belakang Reza.

"Apa-apaan sih kamu Reza..! Kenapa kamu mengajak wanita udik ini, untuk bertemu dengan anak kita. Laiba itu membutuhkan kita berdua. Bukan asisten pribadimu paham.! "Intan menolak untuk pulang sendiri ia mengikuti ke mana Reza pergi.Ia tidak terima hati nuraninya diabaikan oleh Reza.. intan pun meradang karena Reza mengajak sekretarisnya untuk pergi ke rumah sakit.

" Stop..! Tidak perlu ke rumah sakit..Laibaa baru saja dibawa pulang oleh mamaku. Yang boleh melihatnya di rumahku yang berhubungan darah dengan Laiba. Yang tidak ada hubungan darah tidak diizinkan untuk datang menjenguk  Laiba." Ucap intan dengan tegas. Sambil melirik sinis Amelia.

Amelia tidak menghiraukan lirikan  sinis Intan. Ia terus berjalan di belakang  Reza.

"Saya tahu Laiba dalam keadaan baik-baik saja.. putriku tidak sakit ia sehat walafiat. Ibunya yang tega mendoakan anaknya sakit. Kamu memang wanita aneh, seluruh ibu di dunia ini mendoakan anaknya selalu sehat. Hanya Kamu yang mendoakan anakmu sakit.." jawab Reza. Lia menatap intan dengan tatapan mencemooh.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!