Pantanganya hanya satu, TIDAK BOLEH MENIKAH. Jika melanggar MATI MEMBUSUK
Putus asa dan hancur, Bianca Wolfe (25) memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat dari apartement Le Manoir d'Argent yang mewahnya di pusat kota Paris, Perancis. Namun, maut menolaknya.
Bianca terbangun di ranjang mewahnya, dua tahun sebelum kematian menjemputnya. Di sebelahnya cermin, sesosok kuasa gelap bernama Lora menagih janji: Keajaiban tidaklah gratis.
Bianca kembali dengan satu tujuan. Ia bukan lagi gadis malang yang mengemis cinta. Dengan bimbingan Lora, ia menjelma menjadi wanita paling diinginkan, binal, dan materialistis. Ia akan menguras harta Hernan de Valoisme (40) yang mematahkan hatinya, dan sebelum pria itu sempat membuangnya, Bianca-lah yang membuangnya lebih dulu.
Kontrak dengan Lora memiliki syarat: Bianca harus terus menjalin gairah dengan pria-pria lainnya untuk menjaga api hidupnya tetap menyala dan TIDAK BOLEH MENIKAH.
Jika melanggar, MATI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanilla Ice Creamm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Sihir Mulai Bekerja
Dua hari di Skotlandia, Hernan de Valois yang kini berusia 38 tahun didera kegelisahan yang ganjil. Meski berstatus lajang, ia yang biasanya merindukan Bianca Wolfe di Paris, kini biasa saja. Hernan mengabaikan gadis 23 tahun itu yang telah menyerahkan kesuciannya. Sejauh ini hingga dua tahun menyimpan Bianca; baginya, Bianca hanyalah rahasia yang disimpan rapat.
Namun, di tengah kesunyian dataran tinggi itu, memori tentang Aurèlie Moreau tiba-tiba datang. Aurèlie, aktris Perancis berusia 30 tahun yang kini bersinar di kancah global, adalah satu-satunya wanita yang pernah benar-benar memilikinya sebelum perempuan itu memilih pergi. Mencampakkan Hernan demi seorang pria tua kaya raya di Monaco demi memuluskan jalan karier melalui koneksi politik yang tak tertandingi.
Bayangan wajah Aurèlie kini menghantui Hernan, memicu keresahan yang tak mampu ia redam.
Di tengah malam Hernan De Volois terlelap dalam tidur yang seharusnya pulas. Namun, Lora telah mengaktifkan sihirnya. Dari dimensi cermin di Paris, Lora memancarkan energi keunguan yang menembus jarak dan kenyataan, masuk dalam alam bawah sadar Hernan.
Dalam mimpinya, Hernan melihat dirinya kembali ke Paris, di sebuah kafe favorit mereka. Aurèlie Moreau duduk di sana, secantik dulu, bahkan lebih memikat.
"Kau merindukanku, bukan, Hernan?" bisik Aurèlie dalam mimpi itu, suaranya merdu. Ia mengulurkan tangan, jemarinya yang lentik menyentuh pipi Hernan.
Sentuhan itu terasa begitu nyata, memicu gelombang kerinduan yang mendalam sekaligus rasa sakit atas pengkhianatan masa lalu.
Lora tidak hanya memunculkan bayangan Aurèlie, ia juga menyuntikkan emosi. Hernan merasakan gelombang penyesalan yang membakar, mengapa ia membiarkan wanita seindah itu pergi? Ia juga merasakan kemarahan yang membara atas pria tua yang merebutnya, dan kerinduan yang tak terhingga akan masa lalu yang indah.
Lora memperkuat semua perasaan itu, mengaduk-aduknya menjadi sebuah racun emosional yang siap meledak di dada Hernan saat ia bangun nanti.
Di hamparan lautan Pasifik yang tenang, Aurèlie Moreau terlelap dalam kemewahan vila tepi pantai di Hawaii. Sang sugar daddy tengah mendengkur pelan di sampingnya.
Namun, Lora tidak pilih kasih. Energi keunguan yang sama yang menyentuh Hernan kini merayap ke alam mimpi Aurèlie.
Aurèlie mendapati dirinya kembali ke Paris, di sebuah galeri seni yang remang. Hernan berdiri di sana, menatapnya dengan tatapan penuh damba yang dulu sangat ia kenali. Bukan Hernan yang ia tinggalkan; ini Hernan yang lebih matang, lebih karismatik, dan entah mengapa, terasa lebih menggoda.
"Kau selalu mencari berlian yang lebih besar, Aurèlie," bisik Hernan dalam mimpinya, suaranya mengandung melodi yang memabukkan. "Tapi kau lupa, berlian sejati ada di genggamanmu, bukan di etalase orang lain."
Lora menanamkan benih keraguan. Aurèlie mulai mempertanyakan pilihannya, kenikmatan finansial yang ia dapatkan dari sugar daddy-nya terasa hambar dibandingkan gairah masa muda yang tiba-tiba kembali mengusik. Ia melihat wajah Hernan yang menyalahkanya, namun juga memohon, seolah ia adalah satu-satunya wanita yang bisa menyelamatkan Hernan dari kehancuran. Kerinduan yang sudah lama terkubur kini bergejolak, dicampur dengan rasa bersalah dan keinginan untuk kembali merasakan spark yang dulu pernah ada.
...****************...
Hernan terbangun dengan napas memburu di tengah dinginnya Skotlandia. Ia menyangkal perasaan itu, menyebutnya sekadar nostalgia kosong. Namun, kejujuran yang pahit menghantamnya: ia merindukan Aurèlie dengan gila. Meski begitu, kebimbangan menyergap. Bianca adalah pelabuhan yang tenang; cantik, patuh, dan tak pernah membantah. Berbeda jauh dengan Aurèlie yang ambisius, liar, dan mustahil dikendalikan. Hernan terjebak antara kenyamanan yang patuh atau gairah yang menghancurkan.
Di Hawaii, Aurèlie menatap laut dengan tatapan kosong. Bayangan Hernan yang berusia 38 tahun merusak ketenangannya. Secara stamina, Hernan yang matang menang telak dibandingkan sugar daddy-nya yang sudah berkepala enam dan mulai rapuh. Namun, pria Monaco itu adalah pemenang dalam hal uang dan kekuasaan absolut yang menopang kariernya. Aurèlie bimbang; apakah ia siap menukar kemewahan tak terbatas demi gairah yang nyata?
...****************...
"Bonjour (selamat pagi), Bianca. Sedang apa?" Suara baritpn Hernan menyapa dari seberang telepon.
"Oh, Hernan. Aku sedang menikmati hariku dengan menonton Netflix dan memasak. Ada apa?" jawab Bianca lembut, suaranya terdengar begitu tenang dan patuh.
"Aku di sini dua hari lagi, pekerjaanku belum selesai."
"Oh, baiklah, tidak apa-apa. Semoga semua lancar. Ngomong-ngomong, Hernan, bolehkah aku meminta apartemen modern minimalis atas namaku? Apartemenmu yang sekarang terasa terlalu luas untukku."
Hernan terdiam sejenak, dahi pria itu berkerut. Permintaan Bianca yang tiba-tiba terasa janggal, namun ia sedang tidak ingin berdebat.
"Apartemen baru? Tiba-tiba sekali. Baiklah, akan kupikirkan setelah aku kembali ke Paris. Jika itu bisa membuatmu tetap tenang di rumah dan tidak merepotkanku, akan kupertimbangkan."
"Baiklah, Hernan. Tenang saja, aku akan memilih apartemen yang simpel dan modern; lebih cocok untuk usiaku yang bahkan belum genap 25 tahun. Oh, ya, aku juga sudah membeli kalung dan gelang baru menggunakan kartumu."
Hernan mendesah pendek, meski rahangnya sedikit mengeras mendengar laporan pengeluaran itu.
"Gunakan saja sesukamu, Bianca. Asal kau tetap berada di sana dan tidak membuat masalah selama aku tidak ada. Aku akan menutup teleponnya sekarang, ada urusan yang harus kuselesaikan."
Telpon telah mati, Bianca meletakan ponselnya di meja rias. "Lora, setidaknya sebelum Hernan memutuskanku, apartemen itu harus sudah kudapatkan. Satu lagi, buat dia menyerahkan Lykan Hypersport itu secara sukarela." Bianca berucap tegas sembari mematut diri di depan cermin.
Di hadapannya, Lora dalam wujud Bianca tersenyum licik.
"Sangat mudah, sayangku. Akan kubuat dia merasa bahwa memberimu harta adalah cara termurah untuk menebus rasa bersalahnya. Fokuslah pada mangsa Zurich-mu hari ini; biarkan aku yang mengurus sisa kemewahan itu untukmu."
"Lykan Hypersport, memang kau tahu itu apa? Lora."
Lora tertawa. Ia memiringkan kepala, menatap Bianca dengan tatapan sinis.
"Kau meremehkanku, Bianca? Aku memang kuno, tapi aku tidak buta. Itu adalah monster logam dengan berlian di lampu depannya. Kendaraan yang hanya ada tujuh di dunia, simbol keserakahan yang dibungkus kecepatan. Di mata pria seperti Hernan, itu adalah kebanggaan. Di mataku? Itu hanya alat tukar untuk nafsu yang akan kau berikan padanya malam terakhir nanti."
"Hahaa... Aku hanya bertanya, jangan diambil hati." ucap Bianca enteng.
Lora mendekat, wajahnya yang berada di balik kaca tampak begitu nyata.
"Akan kubuat dia merasa mobil itu tidak lebih berharga daripada debu dibandingkan rasa bersalahnya padamu. Kau akan mendapatkan kuncinya, Bianca. Sekarang, pergilah. Pria Zurich itu tidak suka menunggu, dan staminanya jauh lebih menjanjikan daripada mobil manapun."
gmn laki mau menghargai
Lora lo abis di sakitin siapa weh? jdiin Bianca like u gt?