Naoto Raiden, seorang tentara yang tewas dalam konspirasi militer, bereinkarnasi ke masa perang klan di dunia Naruto sebagai bagian dari keluarga Senju. Namun, identitas aslinya jauh lebih agung: ia membawa darah murni Otsutsuki beserta mata Tenseigan yang legendaris.
Memilih untuk hidup santai namun tetap melindungi keluarga angkatnya, Raiden tumbuh sebagai kakak dari Hashirama dan Tobirama. Setelah melewati hibernasi panjang demi berevolusi di planet asing dan mengalahkan Momoshiki, ia kembali ke era Naruto dengan kekuatan yang melampaui dewa. Kini, dengan identitas sebagai suami Tsunade dan mentor rahasia bagi Naruto, Raiden bergerak di balik bayang-bayang untuk membersihkan Konoha dari kegelapan dan menghadapi ancaman klan Otsutsuki yang mulai mengintai bumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orpheus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menjadi musuh
Hari demi hari berjalan seperti biasa. Raiden, Hashirama, dan Madara melakukan latih tanding bersama setiap siang hari. Namun, ada kalanya Raiden tidak bergabung karena ia harus mendalami Fuinjutsu bersama Ashina Uzumaki.
Terkadang, mereka bertiga tidak hanya berlatih, tetapi juga berdiskusi tentang masa depan dan perkembangan dunia shinobi. Di tengah kebersamaan itu, ada saat-saat jenaka; seperti ketika Hashirama ingin memamerkan jurus barunya, ia justru diejek oleh Madara dan berakhir mendapat jitakan sayang dari Raiden.
Satu bulan telah berlalu. Raiden menyadari bahwa esok adalah hari di mana pergolakan besar akan terjadi di antara kedua sahabat itu. Namun, ia mencoba bersikap biasa saja agar tidak membuat Hashirama dan Madara curiga.
Melihat Hashirama dan Madara yang sedang beradu mulut dengan tingkah konyol mereka, Raiden tersenyum. Sebenarnya, ia ingin kebersamaan ini terus ada hingga mereka tua nanti. Namun, ia telah bertekad untuk tidak terlalu banyak mencampuri atau mengubah jalan cerita dunia ini, kecuali jika memang diperlukan.
Raiden sempat terhanyut dalam lamunannya hingga tidak mendengar panggilan kedua adiknya itu. Madara mendekat dan menepuk pundak Raiden.
"Raiden-san? Apa kau mendengarkan?"
Raiden tersentak kembali ke dunia nyata. "Ah... maaf. Ada apa?"
Madara menghela napas, lalu menjelaskan perihal lomba lari menuju puncak bukit. "Jadi bagaimana? Apakah kau ikut?"
Belum sempat Raiden menjawab, Hashirama sudah melesat berlari lebih dulu sambil mengejek Madara. Madara pun kesal. Dengan wajah konyolnya, ia memarahi Hashirama dan bergegas menyusul.
Di Atas Bukit Batu
Hashirama dan Madara duduk dengan napas tersengal-sengal karena kelelahan.
"Hah... hah... hah... Aku menang!" seru Hashirama bangga. "Jelas saja, kau mencuri start duluan!" protes Madara.
Namun, tiba-tiba terdengar suara tawa dari arah belakang mereka. Sontak keduanya menoleh.
"Hahahaha! Lemah, kalian berdua masih lemah. Akulah pemenangnya," ucap Raiden santai.
Mereka berdua terkejut melihat Raiden yang sudah berbaring malas sembari menikmati minuman yang dibawanya.
"Kakak?! / Raiden-san?! Sejak kapan kau sampai di sini?!" seru Hashirama dan Madara hampir bersamaan. Raiden hanya tertawa dan mengejek mereka kembali. Bukannya marah, mereka justru mencibir Raiden, yang berakhir dengan munculnya benjolan baru di kepala mereka berdua akibat "kasih sayang" Raiden.
Setelah itu, mereka bertiga bersantai menikmati semilir angin. Di saat itulah, Madara dan Hashirama sepakat untuk membangun sebuah pemukiman impian di bawah bukit batu tersebut. Raiden yang mendengar hal itu mengelus kepala mereka berdua dan berjanji akan membantu mewujudkannya.
Esok Hari: Pecahnya Persahabatan
Raiden kembali berlatih Fuinjutsu bersama Ashina. Sementara itu, Hashirama pergi menemui Madara di pinggir sungai seperti biasa. Namun, yang tidak ia ketahui adalah setiap kali ia bertemu Madara, Tobirama selalu mengikutinya secara diam-diam.
Saat Hashirama berjalan pulang, Tobirama menghadangnya dan memberitahu bahwa Butsuma telah memanggilnya. Sesampainya di rumah, Hashirama diperintahkan untuk membunuh Madara. Hashirama menolak keras, namun Butsuma menjelaskan bahwa Madara adalah anggota klan Uchiha—klan yang bertanggung jawab atas kematian banyak anggota klan Senju.
Hashirama bimbang. Jika ia tidak melaksanakan perintah itu, ia akan dianggap sebagai pengkhianat klan. Mau tidak mau, ia harus menuruti perintah ayahnya. Sejak saat itulah, Madara dan Hashirama resmi menjadi musuh di medan perang.
Raiden sendiri memilih untuk tidak mencampuri urusan ini. Ia berencana baru akan melakukan perubahan besar saat era Naruto tiba. Dengan gen Otsutsuki murni dan varian Mokuton miliknya, ia tahu ia akan memiliki umur yang sangat panjang untuk menunggu saat itu.
Empat Tahun Kemudian
Peperangan antara Senju dan Uchiha terus berlanjut. Raiden terkadang ikut andil, namun ia lebih sering menjalankan misi memburu sisa-sisa klan Hagoromo yang saat itu beraliansi dengan Uchiha.
Saat ini, terjadi pertempuran sengit. Madara melawan Hashirama, sementara Tobirama berhadapan dengan Izuna. Raiden sendiri belum kembali dari tugasnya memburu sisa klan Hagoromo.
Di sisi Tobirama, ia maju menyerang Izuna dengan katananya. Namun, saat mendekat, Izuna tiba-tiba mengaktifkan Sharingan-nya dan melayangkan pukulan telak ke kepala Tobirama. Melihat Tobirama terkapar, Izuna tidak membuang waktu.
"Katon: Gokakyu no Jutsu!"
Sebelum bola api itu mengenainya, Tobirama yang baru saja bangkit segera merapal segel tangan.
"Suiton: Suiryuudan no Jutsu!"
Naga air dan bola api bertabrakan hebat, menciptakan kabut asap yang tebal. Di tengah kepulan asap itu, Tobirama melemparkan beberapa kunai yang telah dilengkapi segel Hiraishin.
Berkat Sharingan, Izuna berhasil menghindari semua kunai itu dengan mudah. Namun...
"Hiraishin!"
Tobirama berpindah tempat seketika ke salah satu kunainya dan menebas perut Izuna dengan serangan telak. Madara yang melihat adiknya terluka parah segera mendorong Hashirama menjauh dan bergegas memapah Izuna.
"Izuna!" teriak Madara cemas.
Hashirama mengarahkan katananya ke arah Madara dengan tatapan penuh harap. "Madara, kau tidak bisa mengalahkanku. Mengapa kita tidak sudahi saja semua ini? Jika dua klan terkuat bersatu, tidak akan ada lagi yang bisa mengalahkan kita!"
Hashirama mengulurkan tangannya. Madara sempat ragu dan ingin menerimanya, namun Izuna segera menghalangi. Merasa terdesak, Madara melemparkan bom asap dan menghilang dari pandangan Hashirama membawa adiknya.
Melihat pemimpin mereka pergi dan menderita kekalahan, sisa klan Uchiha di medan tempur tersebut akhirnya menyerah dan memutuskan untuk bergabung di bawah kepemimpinan Hashirama.