Season 1
Sara Anjani Salim anak tunggal dari keluarga terpandang, namun nasibnya berubah ketika orang tuanya kecelakaan dan harus membuatnya "MENGHARGAI" dirinya untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang koma.
Diawal perjuangannya ayahnya meninggal dunia, membuat Sara begitu sakit harus ditinggalkan ayahnya itu, tapi dia tidak bisa berhenti karena dia masih memiliki mamah yang harus dia perjuangan.
Setelah beberapa bulan mamahnya sadar dari Komanya, namun semua itu bukanlah apa-apa, bagaimana dia harus menutupi pekerjaannya agar mamahnya tidak mengetahui.
Namun serapat-rapatnya dia menyimpan itu semua, ada yang mengatakan pada mamahnya hingga membuat dia ketakutan.
Tiba-tiba seorang laki-laki yang memiliki "KELAINAN" menawari dia sebagai istrinya.
Season 2.
Gara-gara sering mengejar muridnya yang nakal. Rizal pun harus berakhir dipelaminan dengan Siswi nakalnya.
Sebuah kesalah paham mengharuskan Rizal menikahi Siswi yang terbilang sangat nakal.
Bagaimana jadinya rumah tangga mereka setelah menikah, langsung baca saja ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon henti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bule gila
Mau kemana mah?"Tanya Sara disela-sela sarapannya itu.
"Mau kepengajian, Ibu-ibu disini ngajakin mamah" Tegasnya.
"Mau Sara anterin?"
"Ngak usah, deket ini." Tolaknya. Sara senang melihat kesehatan ibunya yang semakin membaik, apalagi ibunya itu dekat dengan tetangga-tetangga tempatnya ini.
Selesai Sarapan Sara pun merapihkan keperluan kuliahnya, Pagi ini dia ada kuis. setelah dirasa tidak ada yang tertinggal Sara pun mulai melajukan motor bebeknya itu.
Dari kejauhan dia melihat junior yang sedang dibully seniornya itu, bukan hal yang baru yang terjadi disini. Namun karna sikap cueknya dia tak perduli dan meninggalkan itu.
Dia adalah orang yang hangat, namun dulu. sebelum semuanya begini, bahkan dia harus kehilangan sahabatnya karna keegoisannya itu. . . Jika ada kehidupan lagi iya ingin hidup lebih baik lagi..
Dia pun memasuki kelasnya. Dia melihat Amel yang sedang tertawa dengan teman kelas yang lainnya. Ada sedikit ngilu dihatinya melihat interaksi itu, dengan sekuat tenaga Sara mengabaikannya.
"Lo marahan sama si Sara" Tanya teman Amel.
Amel hanya menatap Sara sekilas lalu kembali memutar kepalanya kedepan.
"Ngak," Bohongnya. Padahal mereka sudah tidak saling sapa dari satu semester lalu. Amel yang enggan memulai duluan dan Sara dengan egonya.
Selesai kuis lumayan masih siang, Sara pun ke caferia dekat kampus untuk makan siang.Dia langsung menyantap makanannya setelah pelayan mengantarkannya.
Dari luar cafe, Sara juga mendengar segerombolan orang memasuki cafe ini. Mungkin mereka juga mau makan siang, Namun kegiatannya itu terhenti saat dia mendengar tawa Amel itu. Sara mendongkak, dan ternyata itu memang Amel.
"Kita deket tapi berasa jauh" Gumamnya lirih, bahkan dia langsung memanggil pelayan.
"Bayar sama meja itu ya mbak" Ujarnya sambil menyodorkan Atmnya.
Setelah itu Sara pun meninggalkan tempat itu.
"Mbak" Panggil Amel pada pelayan cafe.
"Iya mbak"
"Jadi berapa?" Tanyanya sambil merogoh sakunya.
"Sudah dibayar mbak" Ujar pelayan itu. Amel pun langsung mendongkak.
"Kapan? Saya belom bayar!!
"Sama yang tadi duduk dimeja nomor 9 mbak" Tukas pelayan cafe itu.
Amel hanya diam saja saat mendengar itu, kalau gak salah ingat tadi Sara deh yang duduk disana. Tapi masa iya sih.
"Ngelamun apa sih, udah yu" Ujar teman Amel menyadarkan dia dari lamunannya Mereka pun pergi meninggalkan cafe itu.
Sara yang baru sampai gang rumahnya pun merasa aneh, karna ada mobil yang terparkir didepan rumahnya itu. Tapi pintu rumahnya masih tertutup rapat.
Apa orang ikut parkir ya' Pikirnya. Namun saat Sara menstandarkan motornya, pemilik mobil itu pun keluar.
"Ngapain bule gila ini disini" Batinnya, saat tau kalau orang yang punya mobil itu adalah Bule yang sudah satu minggu ini menggangunya.
"Saya tidak menyangka, PSK kelas 1 ini. tinggal dirumah seperti ini" Bisiknya pada Sara. Sara yang risih pun langsung Mendorong Leon.
"Ngapain kamu kesini?" Tanyanya ketus.
"Aku mau ngasih kamu kerjaan" Tuturnya santai.
"Aku bilang gak mau, udahlah pergi saja sana" Tutur Sara sambil melangkahkan kakinya untuk masuk.
"Ayohlah, bantu aku" Mohonnya mencegah Sara untuk masuk.
Mamah Sara yang mendengar suara anaknya pun langsung menghampiri, Sara pun langsung menyalami Mamahnya itu.
"Udah pulang ko gak salam, ini tamunya bukannya disuruh masuk" Titah mamahnya Sara.
"Biarin ajalah mah, gak kenal aku juga. Nanti dia nyuri lagi" Tuturnya cuek.
Leon yang paham apa yang dimaksud Sara pun langsung berucap.
"Halo tante saya pacarnya Sara" Ujarnya memperkenalkan diri. Sara langsung melotot mendengar penuturan bule ini.
Mamah Sara pun menatap anaknya itu minta penjelasan, karna Sara tak pernah mengenalkan teman prianya itu.
"Itu loh mah" Ujarnya gugup sambil menggaruk pelipisnya itu.
Sara pun langsung mendorong Leon untuk pergi, sebelum mamahnya itu bertanya lain-lain.
"Temui gue nanti malam jam 10" Bisiknya pada Leon sambil mendorongnya ke mobil.
"Oke"
Sialan bule tengik itu, sudah menggangunya sekarang malah mengaku pacarnya.
"Kamu belom jelasin ke mamah lo ya" Cercah Rianti pada anaknya itu.
"Nanti ya mah, Sara cape" Ucapnya sambil kabur kekamarnya.
"Sialan, bule gila" Umpatnya.