NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Pengakuan di Balik Luka

Penyesalan yang Terlambat

Gus Azkar kini benar-benar merasa menjadi orang paling bodoh di dunia. Ia terlalu sibuk dengan rasa bersalahnya sampai ia buta bahwa Rina—gadis yang ia paksa masuk ke dunianya—ternyata telah memberikan hatinya. Rina melawan maut, melawan tarikan cahaya putih, dan melawan keinginannya untuk istirahat selamanya, hanya demi kembali kepada pria yang kini justru menawarkan kata "cerai".

"Rin..." Azkar berbisik, suaranya kini benar-benar pecah menjadi isak tangis. "Mas minta maaf... Mas benar-benar laki-laki bodoh. Mas kira dengan melepaskanmu, itu bukti sayang Mas. Mas nggak tahu kalau kamu berjuang sejauh itu buat kembali ke sisi Mas."

Azkar meraih tangan Rina, menempelkannya ke keningnya, dan menangis sejadi-jadinya di sana. Ia tidak peduli lagi dengan citranya sebagai seorang Gus yang harus kuat. Di hadapan Rina, ia hanyalah seorang pria yang baru menyadari bahwa ia telah mematahkan hati yang paling tulus mencintainya lewat "jalur langit".

Rina tidak menarik tangannya, tapi ia juga tidak membalas genggaman itu. Ia tetap diam, membiarkan suaminya tenggelam dalam penyesalan yang ia ciptakan sendiri.

____________________________________________________

Rina telah mengungkapkan kebenaran yang paling menyakitkan: bahwa ia mencintai Azkar, namun ia kecewa karena Azkar tidak peka terhadap pengorbanannya.

____________________________________________________

Gus Azkar masih tertunduk, bahunya berguncang hebat karena tangis penyesalan yang membuncah. Ia merasa tidak pantas lagi mendongak menatap wajah istrinya. Namun tiba-tiba, ia merasakan sentuhan lembut yang sangat akrab di puncak kepalanya.

Rina, dengan sisa tenaga yang masih sangat minim, menggerakkan tangannya yang terpasang infus untuk mengusap rambut suaminya. Gerakannya pelan, hampir tidak terasa, namun sukses membuat napas Azkar tertahan sejenak.

Usapan yang Menyakitkan

Harapan sempat muncul di hati Azkar. Ia mengira usapan itu adalah tanda maaf, tanda bahwa Rina akan kembali luluh padanya. Namun, kalimat yang kemudian meluncur dari bibir Rina justru menjadi belati terakhir yang meruntuhkan sisa-sisa kekuatannya.

"Tak usah menangis," ucap Rina datar, suaranya sangat tenang seolah ia sedang membicarakan cuaca. "Terima kasih telah menalak saya barusan, walaupun kesannya saya yang mengajak kita berakhir."

Kalimat itu terasa begitu dingin dan final. Rina kemudian menarik kembali tangannya dari kepala Azkar dengan perlahan, meletakkannya kembali di atas kasur. Ia memejamkan mata, memutus kontak batin yang sempat tercipta. Setelah itu, ia benar-benar membisu—kali ini dengan kebisuan yang jauh lebih gelap dan dalam.

Kehancuran Sang Gus

Azkar mendongak dengan mata yang sembap dan merah. Ia menatap Rina yang kini tampak sangat jauh, meski raga mereka hanya berjarak beberapa senti. Kalimat "terima kasih telah menalak saya" itu terus terngiang di kepalanya, menghakiminya atas tawaran bodoh yang ia berikan tadi.

Ia baru sadar, bagi wanita yang sudah mempertaruhkan nyawa untuk kembali ke sisi suaminya, kata "cerai" bukan lagi sebuah solusi, melainkan sebuah penghinaan atas pengorbanan cintanya.

"Rin... bukan itu maksud Mas..." Azkar mencoba meraih tangan Rina lagi, namun Rina justru menyembunyikan tangannya di balik selimut tanpa membuka mata.

Azkar terdiam di tempatnya. Ia menyadari satu hal yang menyakitkan: ia telah mendapatkan kembali tubuh Rina dari maut, namun ia baru saja kehilangan jiwa Rina karena lisannya sendiri. Sekarang, bukan lagi ajal yang memisahkan mereka, melainkan kekecewaan yang telah membeku di hati Rina.

Di luar ruangan, dokter dan perawat hanya bisa menatap melalui kaca, sementara Ibu Rina sudah tak sanggup lagi melihat penderitaan batin yang dialami kedua insan yang saling mencintai namun tak saling memahami itu.

Suasana menjadi sangat dingin karena Rina menganggap tawaran Azkar sebagai talak yang menyakitkan.

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!