Aku berasal dari keluarga miskin di London, kemudian menjadi tulang pungung untuk keenpat adik perempuanku dengan berjualan koran dan menyemir sepatu, ayahku pemabuk dan ibuku sering menangis karena letih dan kesal.
Dari kecil aku suka latihan tinju, sampai suatu saat bertemu dengan mister penjual koran yang ternyata adalah seorang petinju dunia yang tidak terkalahkan, dan perjalanku di mulai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romy rhamdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Petinju Yang Membangakan
Seluruh penonton terkejut, wartawan, pengamat tinju, dan para fans Mungli sangat shock, bagaimana bisa, padahal seharusnya Dampsey yang roboh karena dia sudah terdesak tapi yang terjadi malah di luar jangkauan dan pikiran mereka, ini terlalu fantastis.
Bandar judi kali ini menang besar, memang dia mereka hampir mengeluarkan kemenangan taruhan sekitar lima ratus juta pound, tapi mereka masih meraih keuntungan yang besar karena peredaran uang mencapai jumlah dua sepuluh milliar pound.
Lagi lagi mister bersiul kecil, pergi ke kantor bandar dan menerima cek senilai dua ratus juta pound, jumlah yang sangat besar dan fantastis, lalu dia pergi ke dalam ring dan memotong tali sarung tinju dan kemudian memberikan handuk kepada Dampsey sambil tersenyum bahagia.
Melihat mister bahagia Dampsey juga tersenyum senang sambil memeluk dan mengangkat mister,
" Bocah aku sudah tua nanti tulangku patah semua " katanya sambil tertawa terbahak bahak bahagia, Dampsey juga tertawa mendengar guyonan dari sang mister
Wasit kemudian memasangkan dua sabuk gelar dari dua komisi yang berbeda yaitu sabuk gelar kelas bantam lima puluh tujuh kilogram versi IBF dan WHO serta uang tunai sejumlah tiga belas juta pound. Sementara reporter meminta Dampsey untuk melakukan pemotretan dengan memakai sabuk keduanya, tapi untuk wawancara dia menyerahkan kepada mister, dia tidak mau melampui kewenangan mister.
Ketika turun dari atas ring pengemar Mungli memaki dan mencaci Dampsey, bahkan akan melempar dia dan mister dengan gelas minuman dan jenis barang lainnya, tapi melihat tatapan mata Dampsey yang dingin mereka tidak jadi melempar tapi hanya berani mencaci maki saja.
Mereka masuk ke ruang ganti dan kemudian bersorak tak tahu malu bagai bocah yang baru saja mendapat permen, " untung saja kita sudah mengolah tubuh kamu sehingga kebal dari pukulan pematah tulang " kata mister yang disambut dengan senyuman setuju dari Dampsey.
Dia sudah merasakan pukulan itu, pukulan yang mengerikan dan sangat kuat, betul kata mister untung saja kami sudah mengolah tubuh menjadi kebal bahkan kelemahan terkecil seperti dagu juga sudah di tutupi dengan baik.
Mister mengusulkan agar mereka membeli rumah di London yang lebih besar dan mengajak seluruh keluarga Dampsey pindah semua ke tempat baru.
Merenung sebentar Dampsey setuju, walau pada awalnya dia keberataan, dia takut nanti mister akan tersisih, padahal dia sudah mengangap mister sebagai penganti orangtuanya, tapi jika sudah ini keputusan mister maka tentu dia sudah memikirkan yang terbaik.
Mereka berdua kembali ke London tidak disangka sewaktu di bandara mereka disambut oleh warga London yang ada di bandara, rupanya petarungan itu disiarkan oleh televisi di Inggris, mereka sangat banga bahwa Dampsey berhasil mengalahkan Mungli yang tidak terkalahkan dengan rekor tiga puluh kali pertandingan tiga puluh kali menang KO, sedangkan Dampsey dengan kemenangan ini memiliki rekor delapan kali bertinju delapan kali menang KO dengan mengkanvaskan orang di ronde pertama.
Setelah beramah tamah mereka kembali ke rumah untuk ber istirahat, master kembali menghilang entah kemana, dia jika sudah di rumah pasti sangat sibuk sekali, sedangkan Dampsey bertugas membersihkan rumah yang sedikit berdebu.
Dengan tergesa gesa mister pulang dengan membawa kantong besar, kemudian pergi ke bagian belakang rumah, memasukan bahan ramuan ke tong kayu yang besar dan memasaknya dengan air. Selang setengah jam mister memangil Dampsey yang berkeringat dan menyuruhnya berendam di dalam tong yang berisi bahan ramuan.
Dia masuk dan berendam dengan perasaan nyaman, lagi lagi pikirannya melayang kepada mister, begitu tidak terhingga apa yang dilakukan mister untuk dirinya, ramuan herbal ini saja entah kemana dia mencarinya, tidak mudah mendapatkan ramuan herbal di London, habis berendam dia keluar dan memakai baju, mister memangil dirinya dan menyuruh membuka baju kembali, bengkak bengkak karena pukulan penghancur tulang di tubuhnya di baluri dengan rumput herbal, terasa dingin tapi nyaman.
Keahlian mister menyembuhkan rasa sakit memang patut dia ancungkan jempol, belum setengah jam bengakakan itu hilang, bahkan tandanya pun tidak terdapat di tubuh Dampsey, lalu mister menyuruhnya tidur dan istirahat.
Tubuh tidak boleh terlalu di porsir karena tubuh mempunyai daya tahan terbatas, istirahat adalah salah satu bentuk penyembuhan secara fisik, jiwa dan pikiran. Dampsey tidak pernah begadang untuk urusan yang tidak penting, dia sangat terjadwal sekali, dia tidur jam sebilan malam lalu bangun subuh dan kemudian lari selama empat jam.
Mister mengajak dirinya pergi ke perusahaan properti, mereka melihat lihat rumah dan vila yang ditawarkan oleh pihak developer. Akhirnya mister memilih rumah yang sangat besar dan mewah, dia juga meminta semuanya di isi dengan barang barang yang lengkap, jadi keluarga Dampsey pindah dengan membawa baju saja, harga vila besar itu dan dengan seluruh furniture adalah lima puluh juta pound, bocah ini tercengang ketika mister melakukan pembayaran penuh.
Menurut taksirannya sekaya kaya dirinya paling hanya memiliki uang dua belas juta pound paling banyak di dalam rekening, dia tidak menyangka mister memiliki uang sebanyak itu, entah bagaimana mister mendapatkannya, sesunguhnya Dampsey tidak pernah peduli dengan uang yang dia hasilkan, semuanya di serahkan kepada mister.
Setelah menerima kunci dan serifikat atas nama Dampsey, mereka pergi ke tempat penjualan alat latihan tinju, mister melalukan pembelian yang sangat banyak untuk kepentingan Dampsey, bocah itu hanya terdiam membisu pasrah dan hanya berulangkali berterima kasih kepada mister di dalam hatinya.
Mereka pindah hari itu juga ke Vila yang baru, tapi Dampsey meminta untuk kembali ke rumah lama sebentar, dia akan memindahkan tong kayu pemandian rempah rempah, patung kayu dan alat lainnya, dia tidak mau mister yang sibuk membawa ini semua, tidak baik karena mister sudah terlalu lelah.
Vila itu sangat indah dan mewah dengan sepuluh kamar di bawah dan lima kamar utama di atas, mister mengundang ahli renovasi rumah dan menginginkan ada ruang tanah yang besar untuk latihan yang tidak menggangu bagian vila.
Ruangan itu mempunyai akses keluar vila maupun ke dalam vila, pihak renovasi setuju dan kemudian menyebutkan sejumlah biaya yang sangat tinggi, karena mister ingin semuanya serba cangih dan moderen.
Dampsey yang sudah tidak tahan kemudian bertannya " darimana semua uang ini mister? uang kita tentu tidak sebanyak ini " katanya dengan pelan, mister hanya tersenyum dan berkata " bocah kamu nikmati saja tidak usah banyak tanya darimana uangnya berasal, latihan saja dengan baik dan selalu menang " katanya sambil mengacak acak rambut Dampsey dengan kasih sayang.
" Sekarang sisanya tingal kita memangil keluarga mu untuk pindah dan hidup dengan baik dan bahagia " katanya mengingatkan Dampsey.