NovelToon NovelToon
Aku Pergi Membawa Benih Yang Kau Benci

Aku Pergi Membawa Benih Yang Kau Benci

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Obsesi / Menikah dengan Kerabat Mantan / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Dalam diamnya luka, Alina memilih pergi.

Saat menikah satu tahun lalu, ia dicintai atau ia pikir begitu. Namun cinta Rama berubah dingin saat sebuah dua garis merah muncul di test pack-nya. Alih-alih bahagia, pria yang dulu mengucap janji setia malah memintanya menggugurkan bayi itu.

"Gugurkan! Aku belum siap jadi Ayah." Tatapan Rama dipenuhi kebencian saat melihat dua garis merah di test pack.

Hancur, Alina pun pergi membawa benih yang dibenci suaminya. Tanpa jejak, tanpa pamit. Ia melahirkan seorang anak lelaki di kota asing, membesarkannya dengan air mata dan harapan agar suatu hari anak itu tahu jika ia lahir dari cinta, bukan dari kebencian.

Namun takdir tak pernah benar-benar membiarkan masa lalu terkubur. Lima tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan.

Saat mata Rama bertemu dengan mata kecil yang begitu mirip dengan nya, akhirnya Rama meyakini jika anak itu adalah anaknya. Rahasia masa lalu pun mulai terungkap...

Tapi, akankah Alina mampu memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - Enam.

Pagi itu...

Di rumah kontrakannya yang sederhana, Alina larut dalam lamunannya. Jika dipikir-pikir, ada sesuatu yang terasa ganjil dari sikap Davin meski ia sendiri tak tahu pasti apa itu. Namun jelas satu hal yang pasti, ia ingin menjauh dari Davin. Bukan karena benci, melainkan karena tak ingin Davin terseret dalam urusan rumit bersama Rama jika suatu hari mimpi buruknya menjadi kenyataan.

Belum selesai pikirannya menyusun alasan agar tak bertemu Davin lagi, tiba-tiba sosok pria itu sudah berdiri di hadapannya. Sejenak, Alina mengira dirinya sedang berhalusinasi. Matanya membelalak, ia tak sempat berkedip karena terlalu terkejut melihat pria itu benar-benar ada di sana.

Dan ternyata...

“Bunda dari tadi melamun, jadi Daffa yang bukain pintu pas ada orang yang ngetuk…”

Suara kecil itu menyadarkan nya dari lamunan, Alina menoleh dan barulah ia benar-benar sadar. Davin bukan ilusi, pria yang sedang ia pikirkan sungguh ada di sana. Berdiri di ruang tamunya dan Daffa, putranya lah yang telah membukakan pintu untuk pria itu.

“D-Davin?“ Alina mengucek matanya.

“Selamat pagi… maaf aku datang tanpa kabar lebih dulu. Sebenarnya aku hendak ke kantor, tapi tiba-tiba aku teringat pesanmu kemarin. Katamu, aku boleh datang kapan saja ke rumahmu…”

Hegh!

Alina tersentak, cegukan tanpa sadar. Dia ingin menjauhi Davin, namun yang terjadi justru sebaliknya. Davin malah semakin mendekat, muncul di rumahnya tanpa peringatan. Seandainya ini terjadi sebelum mimpi buruk yang membangunkannya tadi malam, mungkin ia masih bisa menanggapinya dengan tenang. Tapi sekarang, semuanya terasa terlalu mendadak… terlalu membingungkan.

Alina menarik napas panjang, ia berdiri dari kursi yang biasa ia pakai untuk menyuapi Daffa sarapan. Tatapannya masih tertegun pada sosok pria yang berdiri tegak di ruang tamunya, pria dengan setelan kasual tapi tetap tampak seperti seseorang yang berasal dari dunia yang jauh lebih berbeda dari miliknya. Diam-diam Alina memperhatikan gerak-gerik Davin, ia bisa menebak meski Davin selalu berpenampilan sederhana namun laki-laki itu bukan lah orang biasa.

"Aku tidak pernah memberitahukan alamat rumah ku...“

“Itu mudah dicari." Davin mengangkat bahu.

“Kamu mengikuti ku?“

Davin tak menjawab, tapi Alina menebak jika ucapannya benar.

Pria itu melihat sekeliling ruangan yang begitu mungil. “Rumahmu... hangat, banyak cahaya masuk. Tapi terlalu banyak jendela yang terbuka, sepertinya siapa pun bisa masuk kapan saja.”

Alina menyipitkan mata, menimbang apakah kalimat itu sekadar komentar soal rumah... atau peringatan terselubung tentang keamanan.

“Jadi... Sebenarnya kamu cuma lewat dan iseng mampir?” tanya Alina berusaha bersikap santai, padahal jantungnya masih berdentum akibat mimpi buruk yang belum sepenuhnya pergi.

“Tidak sepenuhnya iseng.”

Davin memasukkan tangan ke saku celananya, lalu melirik ke arah Daffa yang kini sedang menggambar di lantai. “Aku hanya ingin tahu kabar Daffa, dan... kabarmu.”

“Davin, dengar... aku pikir kamu memang orang baik dan aku menghargai perhatianmu meski kita baru bertemu beberapa kali. Tapi aku punya masa lalu yang terlalu rumit, aku tidak mau kamu terlibat dalam urusan masa laluku.“

“Jangan bicara padaku soal kerumitan, kamu lupa aku seorang insinyur yang menyukai matematika. Aku... tidak takut dibuat pusing oleh kerumitan. Aku hanya takut kehilangan kesempatan untuk menjaga seseorang yang layak dijaga.”

Alina tercekat. Kalimat itu tidak dibisikkan dengan nada puitis atau romantis, tapi terdengar begitu jujur, begitu Davin... yang kaku tapi apa adanya.

“Tapi kamu bisa dalam bahaya kalau mantan suamiku menemukan ku suatu hari nanti... dia adalah laki-laki yang terlalu kompleks.“

Davin menaikkan satu alisnya, ekspresinya tenang tapi mata tajamnya memantulkan keangkuhan yang elegan.

“Lelaki yang melepaskan wanita sepertimu, tak pantas diberi kekuasaan atas hidupmu. Apalagi... mengendalikan mu dengan rasa takut. Jika suatu hari dia benar-benar mendatangi mu, aku tak akan membiarkan dia menyakitimu.“

Alina terpaku.

Lalu Daffa berlari ke arah mereka sambil membawa gambar yang baru ia coret-coret.

“Om Davin! Ini gambar Daffa, Bunda dan juga Om!” serunya dengan bangga.

Alina menahan napas, matanya berkaca-kaca. Namun bukan karena terharu, tapi takut. Takut jika ia mulai membuka hatinya untuk seseorang lagi, ia takut Daffa akan menganggap Davin adalah pengganti Ayah anak itu. Takut dunia yang sudah ia jaga dengan susah payah... kembali porak poranda.

Davin jongkok, menatap gambar itu. Senyumnya kaku, tapi matanya begitu hangat.

“Om suka ini! Tapi... dalam gambar ini, rambut Om kelihatan seperti mi instan.”

Daffa terkikik geli. “Soalnya Om kaku kayak robot!”

Davin ikut tertawa, dan Alina... ikut tersenyum juga.

“Hari ini gak sekolah?“ tanya Davin sambil mengacak-acak rambut bocah itu.

“Sekolah dong Om, oh iya... mana Dino pesanan Daffa?“

“Ada di mobil, sekalian Om antar ke TK ya.“

Daffa menoleh ke arah ibunya, “Boleh Bunda?“

“Aku akan mengantar kalian, sekalian ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. Setelah mengantar Daffa, kita bisa bicara sambil ngopi di kafe biasa.“ Davin terlihat serius kali ini.

Alina sempat ingin menolak, namun melihat keteguhan di wajah Davin akhirnya ia mengangguk.

Ketiganya pun keluar rumah menuju mobil Davin, saat membuka pintu mobil Daffa langsung berteriak senang saat melihat ada mainan Dinosaurus di dalam mobil.

Sepanjang jalan, tak henti-hentinya Daffa memuji Davin.

Dan, pada akhirnya...

“Om! Jadi Ayah Daffa aja!" celetuk anak itu.

Alina tertegun lalu tersenyum canggung, sementara Davin tersenyum tipis.

“Nunggu Bunda kamu buka hatinya buat Om, Daffa bantu Om ya..."

“Davin!“

Davin hanya terkekeh kecil melihat rona merah di pipi Alina meski ia dipelototi wanita itu.

Disaat ketiganya masih saling bercanda, di belakang mereka sebuah mobil mengikuti. Sudut mata Davin melirik ke spion samping, ia tahu ada yang membuntuti namun pria itu tetap bersikap tenang.

1
ANI MATTORI
Luar biasa
muth yasin
mungkin juga Erika
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
seru
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐧𝐠𝐠𝐢𝐭𝐚 𝐤𝐢 𝐞𝐦𝐚𝐤𝐞 𝐝𝐚𝐣𝐣𝐚𝐥 𝐦𝐤𝐧𝐞 𝐚𝐧𝐤𝐞 𝐝𝐚𝐝𝐢 𝐢𝐛𝐥𝐢𝐬 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐥𝐨 𝐛𝐚𝐠𝐮𝐬 𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐢𝐤𝐮𝐭𝐢𝐧 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡, 𝐦𝐧𝐫𝐭𝐪𝐮 𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐠 𝐛𝐥𝐦 𝐝𝐢𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐢𝐧 𝐚𝐝𝐞𝐤 𝐃𝐚𝐯𝐢𝐧 𝐲𝐠 𝐦𝐬𝐡 𝐤𝐮𝐥𝐢𝐚𝐡 𝐲𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫 😊😊
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐪 𝐣𝐠 𝐬𝐢𝐧𝐠𝐥𝐞 𝐩𝐚𝐫𝐞𝐧𝐭 𝐚𝐧𝐤 𝟏 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐦𝐚𝐫 𝐛𝐮𝐣𝐚𝐧𝐠 🤣🤣🤣 𝟏𝟓𝐭𝐡 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐬𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐤𝐪𝐮 𝐮𝐝𝐡 𝟑 𝐲𝐠 𝐬𝐦 𝐛𝐮𝐣𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐧𝐢 𝟐
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐦𝐢𝐢𝐧 𝐲𝐚 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚 𝐫𝐨𝐛𝐛𝐚𝐥 𝐚𝐥𝐚𝐦𝐢𝐧, 𝐦𝐤𝐬𝐡 𝐝𝐨𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫, 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐣𝐠 𝐥𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫 𝐫𝐞𝐣𝐞𝐤𝐢𝐧𝐲𝐚


𝐢𝐭𝐮 𝐝𝐥𝐮 𝐤𝐚𝐤, 𝐬𝐞𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐁𝐮𝐦𝐞𝐫 𝐮𝐝𝐡 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐮𝐝𝐡 𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐚𝐪 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐚𝐧𝐤𝟐 𝐪𝐮 𝐣𝐠 😘😘😘

𝐤𝐫𝐧 𝐜𝐮𝟐 𝐧𝐲𝐚 𝐜𝐦 𝐝𝐫𝐪𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐪𝐮, 𝐚𝐝𝐞𝐤 𝐢𝐩𝐚𝐫𝐪𝐮 𝐮𝐝𝐡 𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡 𝐭𝐩 𝐠𝐤 𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐧𝐤
total 4 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐨𝐡 𝐝𝐚𝐯𝐢𝐧 𝐬𝐦 𝐑𝐚𝐦𝐚 𝟏𝐚𝐲𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐝𝐚 𝐢𝐛𝐮, 𝐩𝐧𝐭𝐬 𝐦𝐢𝐫𝐢𝐩 🥺🥺😭😭
Lily Miu
ya bagus buka lembaran baru tutup yg lama
Lily Miu
dasar bodoh
Netty Netty
kira2 ratna dapat karma gk ya,,,
Netty Netty
semoga gendis sm rama
Netty Netty
lanjooot
Dian
baguss
Yunita Sophi
ya ampun Gendis seberang itu kamu di depan banyak orang... pake ngaku ngaku klo anak itu anak nya Rama... ternyata ada yah orang nya kalm tp nekat 🤭😂😂
Yunita Sophi
kan drama bikin seru thor... dunia jg kan penuh drama 😂
Yunita Sophi
dasar ulet nangka penyebar fitnah... tunggu aja pasti ada balasan nya
Yunita Sophi
jangan mau kembali Gendis... Galang bekas di pake perempuan murahan... yg ada jijik kali..
Yunita Sophi
wah ini sib lebih parah lg ada perempuan iblis satu rumah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!