NovelToon NovelToon
Cinta Yudha

Cinta Yudha

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: andrea82

Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.

Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?

Penasaran ?, ikuti terus kisah nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 06. Pulang

Hai Readers, setelah sedikit tegang di episode sebelumnya, episode kali ini agak slow, semoga memuaskan

Selamat Membaca

Hari kepulangan pasukan khusus dimana Yudha dan rekan rekannya bernaung, mereka akan kembali ke markas militer di kota S. Kepulangan mereka dilepas dengan penuh penghormatan dan perasaan haru baik dari kalangan militer maupun masyarakat sipil.

Setelah menempuh kurang lebih dua jam perjalanan mereka sampai di bandara kota S, karena mereka pulang pada hari Sabtu, maka hari Minggu mereka di beri jam pesiar atau hari istirahat selama satu hari.

Para prajurit yang masih lajang tak menyia-nyiakan kesempatan ini, termasuk Yudha dan Raka yang masih singel. Bagi prajurit yang sudah menikah mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan anak dan istrinya. Kali Yudha menggunakan waktunya untuk pergi berkunjung ke rumahnya di kabupaten K, hanya empat puluh menit dari kota S

Motor yang dikendarai Yudha memasuki sebuah halaman rumah yang cukup luas, rumah besar bergaya minimalis.

"Tok-tok, Assalamuslaikum," Yudha mengetuk pintu rumahnya

Tak lama kemudian pintu di buka oleh, Bik Tini art keluarga Dewantara

"Waalaikumsalam, " jawab bik Tini sambil membuka pintu.

"Eh, Den Yudha, tumben, Aden pulang?" tanya bik Tini.

"Iya Bik, dapat baru dapat libur, Bik, papa dan mama di rumah nggak, Bik?" tanya Yudha.

"Ada Den, bapak sama ibu ada di taman belakang," jawab bik Tini.

Mendengar jawaban art nya Yudha bergegas menuju taman belakang. Di sana dia melihat mamanya sedang merawat bunga bunga kesayangannya sedangkan papanya duduk sambil memainkan ponselnya.

"Assalamualaikum, Pa," ucap Yudha memberi salam.

"Waalaikumsalam," jawab papa Yudha sambil menengok asal suara.

Papa dan Mama Yudha terkejut setelah tau si pemilik suara yang barusan mengucap salam, mama Yudha pun segera meletakan selang airnya dan mematikan kran lalu berjalan sambil tersenyum menghampiri sang putra.

"Eh kejutan nih, Anak Mama yang paling ganteng pulang, ingat rumah juga!" ucap mama Yudha lalu memeluk anak lelakinya dengan penuh kehangatan. Sedangkan papa Yudha hanya melihat anaknya sambil tersenyum.

"Akhirnya pulang juga kamu, Nak, kesini lah Papa kangen sama kamu !" ucap papa Yudha sambil menepuk kursi di sebelahnya, tanda menyuruh Yudha duduk di sebelahnya. Yudha pun mengurai pelukan mamanya kemudian berjalan menghampiri sang papa lalu duduk di sebelahnya. Mama Yudha pun ikut bergabung dengan dua pria yang sangat dicintainya.

"Bagaimana kabarmu jagoan?, katanya kamu habis ikut operasi militer di provinsi P?" tanya pak Dewantara sambil menatap lekat pada putranya. Mama Yudha terkejut mendengar putranya habis di kirim untuk menjalankan misi di Provinsi P.

"Benarkah itu, Nak?, kamu habis dikirim ke sana ?", kenapa tidak memberitahu Mama?" tanya Mama Yudha khawatir.

"Ma, kalau tanya satu satu dong, bingung aku jawabnya. Lagian ini bukan pertama kali aku di kirim untuk operasi militer di daerah rawan konflik. Mama nggak usah berlebihan begitu, lihat aku baik-baik saja kan ?" jawab Yudha sambil berusaha menenangkan Sang Mama.

Dengan nafas berat mama Yudha berkata , " bukannya berlebihan, Nak, tetapi biasanya kamu kasih kabar kalau mau menjalankan misi penting. Mama kan jadi kaget tiba-tiba dengar kamu habis dari Operasi Militer di Provinsi P".

"Mama ini kan juga istri seorang tentara, jadi pasti biasa mendengar misi misi militer seperti ini," jawab Yudha.

"Maksud Mama, kalau kamu kenapa-napa di sana gimana?, kamu 'kan belum tahu rasanya menikah dan belum beri kami cucu. Jadi jangan mati dulu," ucap mama Yudha sambil tersenyum.

"Hah, jadi Mama mengkhawatirkan aku hanya karena masalah itu?" ucap Yudha kesal.

Mama Yudha yang mendengar ucapan anaknya hanya tersenyum sambil mengangguk.

Melihat interaksi anak dan istrinya, mulai angkat bicara setelah menyesap kopinya.

"Apa yang di katakan Mamamu ada benarnya, usiamu terus bertambah, kapan kamu memikirkan pernikahanmu, usia kami sudah tidak muda lagi. Tak lama lagi kami akan segera menghadap Sang Kuasa, kami juga ingin menimang cucu dari putra kebanggaan keluarga Dewantara," ucap papa Yudha menepuk pundak sang putra penuh harap.

Mendengar penuturan sang ayah, perasaan Yudha tiba-tiba terasa sesak. Bukannya dia tak menginginkan sebuah pernikahan, tetapi saat ini belum ada wanita yang membuat hatinya berdebar karena cinta. "Kemarin mau dapat yang cocok aja malah hilang, mana nggak sempat kenalan lagi, apes banget deh," batin Yudha.

"Papa dan Mama memang gak mau maksa kamu tentang pernikahan karena yang menjalani rumah tangga adalah kamu sendiri, tapi bukan berarti kamu seenaknya sendiri". Nasehat Papa Yudha. Pria paruh baya itu benar-benar mengkhawatirkan jodoh putra kesayangannya itu.

"Pa, Ma, Yudha minta maaf kalau selama ini Yudha belum bisa membahagiakan Papa dan Mama. Yudha juga laki-laki normal yang juga ingin berumah tangga seperti teman-teman yang lain tapi bagaimana lagi sampai sekarang belum nemu yang pas di hati. Yudha tidak ingin menikah dengan sembarang wanita. Mama juga tahu 'kan segala hal tentang seorang istri tentara, yang jelas Yudha tidak hanya Yudha yang bahagia. Namun aku ingin semua keluarga Yudha juga bahagia dengan pernikahan Yudha nantinya," ucap Yudha panjang lebar menjawab ke khawatiran papanya.

"Oke, Boy, kami percaya padamu, tapi jangan salahkan kami kalau kami sudah tidak sabar terpaksa kami mencarikan jodoh untukmu," ucap Mama Yudha tersenyum licik.

Yudha yang mendengar ucapan mamanya hanya mendengus kesal.

****

Di tempat lain seorang gadis terlihat sedang melamun di sebuah kursi dekat kampus, ya dia adalah Yasmin. Dia sedang sedih memikirkan keadaan bundanya yang kesehatannya semakin menurun. Setelah serangkaian tes medis bundannya harus segera melakukan kemoterapi karena penyakit kanker payudara nya kambuh kembali.

Sebuah tepukan di pundak membuyarkan lamunannya.

"Hei, lagi melamun apa sih?, ntar kesambet baru tahu rasa," ucap Dinda yang tiba tiba muncul di sebelah Yasmin.

"Eh kamu, Din, ngagetin aja," jawab Yasmin.

"Lha, salah sendiri jam segini para mahasiswa sudah pada pulang malah duduk sendirian, dibawah pohon besar lagi, hii," ucap Dinda. bergidik ngeri.

"Enak aja kamu bilang kesambet, memang kamu tahu kalau disini ada penunggunya ?" ucap Yasmin kesal.

"Yak elah, Non, aku cuma bercanda. Lagian mikir apa sih kamu sampai segitunya?, apa jangan- jangan mikir pak tentara pengemar misterius mu itu ?" ucap Dinda menebak.

"Jangan bicara ngawur kamu !", aku tuh mikirin bundaku. Kemaren hasil lab observasi kankernya sudah keluar, dan dokter menyarankan agar bunda menjalankan kemoterapi lanjutan."

"Ya Allah, maaf aku nggak tau, Yas!. Aku turut prihatin mendengarnya, semoga bunda mu cepat sembuh, kapan - kapan aku boleh nggak main ke rumahmu, aku mau ketemu bunda mu, perasaan aku dah lama nggak ketemu ayah dan bunda mu," ucap Dinda prihatin terhadap masalah sahabatnya itu.

"Tentu saja boleh, Din. Ayah dan bunda pasti senang kalau kamu datang ke rumah," jawab Yasmin senang.

" Oke, ntar aku wa kamu kalau aku mau ke sana, takutnya kamu atau ortumu nggak di rumah," ucap Dinda.

"Baiklah aku tunggu kesayanganmu dan sekarang yuk pulang dah sore juga nih," ajak Yasmin.

Dua sahabat itu pun melangkah pergi meninggalkan taman kampus menuju parkiran untuk segera pulang.

Mohon dukungannya ya kak untuk karyaku yang pertama

Terima kasih

Bersambung ....

1
Ros_10
tim baca ulang😄
kusni ati
Terharu
kusni ati
detik² om yudha sedih
kusni ati
haha
kusni ati
detik² kesedihan melanda om yudha
linda
bagus👍
Moh Rifti
semangat...
Oma Umi
aku kasih kado bunga buat axka dan bunda
Oma Umi
horreeeee..... segerakan....
Oma Umi
ya berbunga- bunga dak tak kirim
Ayu Syalwa
Kecewa
Ayu Syalwa
Buruk
Oma Umi
aku aja ingat.. masa' pak tentara nggak..
Enung Samsiah
doa apakah dihati dr fahmi??? jdi pinisirin,,
Enung Samsiah
waah bahagia nyaaa,,, bikin satu dapat 3,,,,
Enung Samsiah
dinda kalau nggk jujur ntar pas raka pulang dah lahiran, terus raka bisa salah faham,,
Enung Samsiah
ampunnn,,, bikin surser,,panas dinginnnn,,, mana suami mana suamiiiiiii???????
Nabila Petta
Luar biasa
Sarita
lebay ama di ewe sampe ga bisa bangun
Enung Samsiah
jlebbbb,,,,, rasain nyesekkaannn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!