NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Duches

Mendadak Jadi Duches

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:289.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Bianca Kingston, sosok perempuan yang nyaris sempurna, cantik, kaya, memiliki pengaruh yang besar, baik di dunia bisnis maupun di dunia bawah. Ahli senjata dan juga beladiri.

Perempuan sesempurna itu harus merenggang nyawa di tangan rival bisnis nya, satu-satunya orang yang berani mengancam kelemahan nya, menggunakan anak-anak asuhnya.

Kematian nya, meninggalkan duka mendalam di hati kelurga Kingston dan semua orang terdekat nya, tapi takdir berkata lain, jiwa Bianca terlempar ke dunia yang sangat jauh berbeda dengan dunia nya.

Bianca terbangun di tubuh Putri Jasmine Harper, Putri terasing, yang hidup dalam kesendirian. Namun kejutan belum berakhir.

"Dua Minggu lagi, pernikahan Anda dengan Duke Lucas akan digelar!"

Bagaimana seorang Bianca Kingston yang biasa memimpin sebuah organisasi, harus menjalani hidup baru nya yang sangat jauh berbeda dari kehidupan nya dulu?

Dan siapa Duke Lucas, calon suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NYONYA ALISTAIR

Setelah sambutan hangat dari keluarga Alistair, dan pasangan Duke Lucas serta Putri Jasmine telah selesai melakukan janji pernikahan, Raja Reifan maju perlahan, wajahnya yang tegar kini terlihat rapuh, dipenuhi cinta yang mendalam dan kesedihan, karena harus melepaskan putri satu-satunya.

Dia berhenti di antara Jasmine dan Duke Lucas.

"Putriku, Mine," bisik Raja Reifan, suaranya tercekat.

Raja Reifan mengusap pipi Jasmine lembut, menatap putri nya itu penuh dengan cinta.

Jasmine menatap Ayahnya, dia tahu, di balik wajah Raja yang agung, ada seorang ayah yang takut dan sedih, Air mata yang baru saja dia hapus kini kembali mengalir deras.

"Ayah..."

Hanya kata itu yang bisa keluar dari bibir Jasmine.

Raja Reifan tersenyum kecil, lalu mengambil tangan mungil Jasmine, dan beralih menatap lurus ke mata Duke Lucas.

Mata Raja Reifan, yang biasanya memancarkan kekuasaan, kini memancarkan permohonan yang tulus.

"Duke Lucas," ucap Raja Reifan, suaranya berat, penuh emosi.

"Aku menyerahkan Putriku, satu-satunya cahaya hidupku, padamu hari ini, aku menyerahkannya ke dalam perlindunganmu," lanjut Raja Reifan, berusaha tegar.

Semua orang di aula menahan napas, ikut merasakan ketulusan Raja Reifan, bahkan Pangeran Mahkota Lucius terlihat menunduk, mengusap sudut matanya, dia sama sedih nya seperti Ayahnya, tapi ini semua demi kebaikan adik nya.

"Jasmine adalah anugerah terindah yang pernah diberikan Tuhan padaku dan mendiang Florence, dia adalah semangatnya, keberaniannya, dan juga kehangatan yang tersisa di istana yang dingin ini," ucap Raja Reifan meremas tangan Jasmine sesaat.

"Aku tahu kamu adalah Jenderal yang dingin, Duke, kamu kejam di medan perang, tapi aku mohon, jangan pernah bersikap dingin padanya, jangan pernah membuat air mata Putriku tumpah karena kesedihan, jika dia marah, hadapi dia, jika dia menuntut, bimbing dia, dia Putri ku yang paling berharga Duke, aku mohon jaga dia!" ucap Raja Reifan, nadanya kini tegas namun bergetar.

"Aku menyerahkan putriku padamu, bukan hanya untuk aliansi politik, tapi aku menyerahkannya, karena aku percaya pada hati nurani seorang prajurit sejati, bahwa kau akan menjaganya dengan nyawamu!" lanjut Raja Reifan, membuat semua orang terharu.

Raja Reifan membawa tangan Jasmine dan meletakkannya di tangan Duke Lucas.

Duke Lucas menerima tangan Jasmine, telapak tangan Jasmine basah oleh air mata, namun genggamannya masih kuat dan berani.

Selama pidato Raja Reifan yang penuh emosi itu, Duke Lucas tidak menunjukkan reaksi apa pun, bahkan raut wajahnya tetap datar sempurna, sedingin patung, tanpa ada air mata atau senyum yang lolos, tapi genggamannya pada tangan Jasmine menjadi sangat erat, sebuah janji tersirat yang hanya bisa dirasakan oleh Jasmine.

"Yang Mulia Raja Reifan," ucap Duke Lucas menatap Raja Reifan, mata gelapnya lurus, tidak menghindar.

"Saya tidak terbiasa mengucapkan janji manis, Saya adalah seorang Duke, dan seorang Jenderal! Saya hanya berjanji pada hal yang bisa Saya penuhi, dan saya akan memenuhinya," jawab Duke Lucas, suaranya rendah dan serak, namun penuh kepastian.

"Saya menerima Putri Jasmine sebagai istri saya, dan sebagai Nyonya Alistair! Dan Saya berjanji, selama saya hidup, tidak ada kekuatan apa pun, baik dari dalam maupun luar Kerajaan Harper, yang akan menyentuh sehelai rambut pun dari Putri Jasmine! Keselamatannya, akan saya jaga dengan nyawa saya sendiri!" lanjut Duke Lucas, membuat semua orang tertegun.

Raja Reifan mengangguk, hatinya sedikit lebih tenang, mencium kening Jasmine untuk terakhir kalinya.

Janji Duke Lucas, lebih manis dari pada pengakuan cinta manis.

Respon Duke Lucas memang tidak emosional, tetapi kata-katanya penuh bobot, tulus, dan menenangkan, menunjukkan tanggung jawab seorang prajurit sejati.

"Ayah menyayangimu, Mine. Berbahagialah," bisik, Raja Reifan sebelum turun dari altar.

Dengan langkah berat, Raja Reifan mundur, kembali ke Singgasananya

Jasmine menoleh ke Duke Lucas, air matanya telah berhenti mengalir, digantikan oleh sorot mata yang penuh tekad dan penghargaan, Jasmine tahu, Duke Lucas tidak berbohong, janji itu, meskipun dingin, adalah janji yang pasti akan ditepati.

"Baiklah, Duke Lucas, mari kita lihat, apakah kau bisa mempertahankan wajah datar mu itu selamanya," batin Jasmine, tersenyum miring.

Skip....

Sore hari tiba, setelah pesta pernikahan yang megah dan resepsi singkat di Istana Harper, Putri Jasmine kini resmi menjadi Nyonya Alistair, mereka berdua baru saja tiba di Kediaman Alistair yang luas.

"SALAM YANG MULIA DUKE!"

"SALAM YANG MULIA DUCHES!"

Ucap para prajurit, menundukkan kepalanya sopan, saat melihat kedatangan Tuan dan Nyonya mereka.

"Hem"

Duke Lucas dan Jasmine, sama-sama hanya mengangguk kan kepala nya, singkat dan berjalan masuk ke dalam kediaman Alistair.

Saat mereka memasuki ruang utama, Nyonya Kimberly sudah menunggu dengan senyum lebar, sementara Tuan Steven memberikan anggukan ramah, mereka berdua menyambut pasangan baru itu dengan hangat.

"Selamat datang di rumah, Sayangku!" seru Nyonya Kimberly, langsung memeluk Jasmine.

"Kamu pasti lelah, bukan? Sekarang kamu adalah Putri ku, menantu satu-satunya keluarga Alistair, jangan sungkan, ya!"ucap Nyonya Kimberly, penuh perhitungan.

"Terima kasih banyak, Nyonya Kimberly, kediaman ini sangat indah," jawab Jasmine membalas pelukan itu tulus.

"Panggil aku Ibu, Sayang," ucap Nyonya Kimberly, tersenyum lembut.

"Baik Ibu," jawab Jasmine, tersenyum.

Entah bagaimana cara Jasmine mengungkapkan kebahagiaannya, karena bisa di terima dengan baik oleh keluarga suaminya, mendapat kan mertua yang sangat baik dan sayang kepada nya.

"Kami akan beristirahat, Ibu," ucap Duke Lucas, datar.

"Tunggu dulu!" cegah Nyonya Kimberly menahan mereka.

"Kamu tidak bisa langsung pergi, Lucas! Ada upacara Four Hands Tea sekarang! Ini tradisi untuk menantu baru, kamu harus menemaninya!" perintah Nyonya Kimberly, tegas.

"Ibu, tradisi itu hanya perlu diikuti oleh menantu perempuan," jawab Duke Lucas mengerutkan keningnya sedikit, nyaris tak terlihat.

"Tidak ada bantahan, Lucas!" ucap Nyonya Kimberly, menatap Putranya tajam.

"Ini adalah momen keluarga, kalian harus minum teh bersama! Kalian baru menikah, harus saling mengenal, kamu tahu?" lanjut Nyonya Kimberly, melotot kan matanya ke arah Duke Lucas.

Hah....

Duke Lucas menghela napas panjang, mengalah, dia tahu, berdebat dengan ibunya tidak akan pernah menang.

"Ayo sayang, ini akan menjadi minum teh pertama kita," ucap Nyonya Kimberly, menggandeng tangan Jasmine.

Mereka pun menuju ruang tamu keluarga yang lebih santai, untuk melakukan tradisi minum teh untuk menantu baru, di sana meja sudah disiapkan dengan teh herbal hangat dan beberapa kue kering.

"Ayo Sayang kamu duduk di sini, dan kamu Lucas, cepat duduk di samping istri mu," ucap Nyonya Kimberly, melirik Putra dingin nya.

"Hem"

Jasmine duduk berhadapan dengan Nyonya Kimberly, sementara Duke Lucas duduk di samping Jasmine.

"Baiklah, Sayang, mari kita minum teh ini. Ini adalah teh yang disukai Florence dulu," ucap Nyonya Kimberly, matanya berkaca-kaca mengenang sahabatnya.

1
KaylaKesya
terbaek thor🥰💪
ALIAH COOL
partner yang serasi🤣
>AY<
aw 🤌
ALIAH COOL
jantung aman ?🤣
ALIAH COOL
serasi🤣
Giant Emon
good
ALIAH COOL
come on duke
ALIAH COOL
jasminee😭😭😭bukab jess
ALIAH COOL
ayok masak
ALIAH COOL
aku rasa..luna pengkhianat
Ari Peny
mkch ceritanya luar biasa 😍😍😍
Ari Peny
p lucius kok gk heran dg makanannya bknnya rasanya baru y
Erlina Ibrik
kok Jessica sich..🤣
Jasmine gitu loh... 🤣
Erlina Ibrik
Jasmine*
Warni
Itu Luna
Warni
🤣
Warni
🤭👍👍👍👍👍👍
Warni
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Warni
🤣
Warni
😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!