NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 - Barak

Yayasan.

Pagi-pagi niatnya mau langsung menemui Shakira eh malah mendapatkan kejutan tidak terduga.

"Siapa laki-laki itu? Aku yakin ini ulah dia, siapa lagi coba, Raka? Gak mungkin. Raka bukan tipe orang iseng, Raka terlalu serius orangnya. Terus cowok tadi siapa? Ada hubungan apa diantara mereka bertiga?" Saat langkah menuju kamar mandi yang ada di yayasan, pikirannya terus berkeliaran memikirkan semua situasi yang terjadi.

"Hahaha kamu kenapa, Pak? Kecebur got? kamu persis banget seperti kucing kecebur," ujar salah satu guru juga yang kebetulan mau ke kamar mandi.

"Nyesel banget pulang jika pada akhirnya ditertawakan. Bukannya berempati malah menikmati."

"Aneh lah pak, masa pulang dalam keadaan basah begitu? Basah seluruhnya tidak tapi basah seperti kucing kecebur iya. Mana bau lagi, bau got." Pria itu menutup hidungnya terkekeh.

"Kalau cuman mau menghina saya pergi sana! Gak bantuin juga kan?" usir Fauzi penuh emosi.

"Sabar dong Pak, saya cuman merasa aneh saja. Ya sudah atuh, silahkan mandi yang bersih biar wangi gak bau comberan." Pria itu langsung ngacir takut kena tonjok.

"Sialan, guru juga eh malah menertawakan, apes, apes." Omelnya penuh kesal seraya masuk kedalam kamar mandi khusus para guru.

*************

Tempat lain.

Raka dan Shakira sudah sampai ke tempat baru Shakira tinggal. Keduanya sudah turun dari mobil online alias grab mobil, berhenti di sebuah rumah sederhana namun terlihat nyaman dan asri dengan tanaman-tanaman hiasnya.

"Ini tempat baru kamu, untuk sementara gak usah menemui Fauzi dulu. Bukan gue melarang tapi gue gak mau luka lo makin besar karenanya. Jangan merasa bersalah juga sebab sudah menjauh, ini murni karena keadaan yang menyebabkan elo harus menjauh dulu demi ketenangan batin dan pikiran lo." Raka menarik koper Shakira membawanya masuk ke dalam rumah.

Mata Shakira memperhatikannya, masih belum masuk dan masih melihat sekitarnya. Di depan rumah baru yang dia tempati ada rumah besar bertingkat dua, minimalis seperti orang kaya pada umumnya.

"Maaf sudah merepotkan masnya lagi, dan sekali lagi makasih sudah mau bantu aku." Baru Shakira masuk mengikuti Raka.

"Gue senang bisa bantu elo, gue gak bisa lihat lo sengsaranya rasanya hati gue sakit melihat itu." Tiba-tiba Raka berdiri di depan Shakira menatapnya dengan tatapan berbeda.

Mata Shakira membalasnya, tiba-tiba dia tertegun. ''Kenapa rasanya berbeda? Ada apa denganku?"

"Kalau lo mau pergi ke tempat kerja gak jauh dari sini, cukup 15 menit pakai motor sampai di toko sepatu. Dan kalau lo butuh sesuatu bisa datang ke rumah yang ada di depan sana, itu rumah orangtua gue." Tunjuk Raka ke rumah yang tadi Shakira lihat.

"Hah, itu rumah mas Raka?"

"Bukan, tapi rumah orangtua gue. Ini rumah gue, yang elo tempati."

Shakira baru tahu Raka orang sana, ia pikir Raka itu tinggal di kota J sebab kenal sama Fauzi. Dia dan Raka baru 3 kali bertemu dan sebelumnya tidak dekat.

"Oh, ok, sekali lagi makasih Mas."

"Hmmm, kalau gitu gue pergi dulu, untuk sementara waktu jangan dulu bekerja sampai luka lo sembuh, gue gak mau karyawan di toko gue jadi bahan perbincangan orang-orang. Kok karyawan baru itu babak belur ya? Bisa viral nanti toko gue."

Lagi-lagi Shakira di buat terkejut, jadi toko sepatu tempatnya bekerja milik Raka, pantas saja orang-orang ramah pada Raka, ternyata bosnya.

"Kenapa kamu baik sama aku, Mas?" tanya Shakira bingung, matanya berkaca-kaca sebab baru kali ini ada orang gak terlalu dekat sebegitu baiknya sama dia.

Raka menghela nafas kasar, dia sendiri tidak tahu tapi hatinya tergerak ingin melindungi Shakira. "Intinya gue sayang sama elo sebagai adik, udah gitu aja, gak ada kata lebihnya, gue udah anggap elo adik gue."

Tangan kanannya mengusap rambut Shakira lembut, dia tersenyum tulus. Hatinya berkata, "gue harus memastikan sesuatu tentang elo Sha, gue harap pencarian kali ini tidak gagal. Jika benar elo saudara kembar gue yang hilang, papa pasti bahagia banget bisa bertemu dan gue berharap banget papa bisa sembuh."

Harapan Raka terhadap Shakira begitu besar, dia menyimpulkan segala perasaan anehnya adalah sebuah perasaan sayang terhadap saudaranya. Terlebih banyak orang yang bilang dia dan Shakira mirip, itu menjadi salah satu semangat untuk memastikan bahwa Shakira adiknya, adik kembarnya yang telah lama hilang.

Perkataan Raka membuat Shakira meneteskan air mata.

"Kok nangis? Gue gak nyakitin elo ya Sha."

Shakira menggelengkan kepalanya tersenyum lembut. "Aku cuman terharu ada orang baik padaku, terasa mimpi."

"Ah jangan mellow, gue jadi sedih nih, udah lah, gue pergi aja, gue harus ngajar." Barulah Raka pergi dari sana dengan tenang, tujuan saat ini mengajar dulu kemudian memastikan sesuatu ke rumah sakit.

Tapi sebelumnya Raka mampir ke rumahnya yang ada di depan rumah Shakira yang baru.

"Assalamualaikum." Raka masuk ke dalam rumah.

"Kamu ingat pulang, Barak?" celetuk seorang wanita, dia mamanya Raka.

"CK, ayolah Mak, jangan panggil aku Barak, gak enak atuh di dengarnya." Raka paling kesal sama panggilan emaknya, masa nama anaknya dipanggil Barak? Di kira barak militer kali.

Raka mendekati.

"Terserah emak lah, kan mulut mulut emak bukan mulut lu," balas Emak sambil menyiapkan makanan.

Raka memutar malas bola matanya. "Gini nih, balik ke rumah seperti bukan rumah, masa punya emak suka sesukanya manggil anaknya? Berasa jadi anak tiri, Raka, Mak."

"Gampang, tinggal pergi aja sono dari rumah, emak mah tinggal bikin anak lagi."

"Dih, udah tua bikin anak, mendingan nunggu cucu."

"Kan elu belun nikah, Barak, cucu dari mana? Dari kucing mau lahiran?"

"Raka gak mau debat, ya, Raka pulang cuman mau minta rambut bapak aja."

Pergerakan tangan emak terhenti menoleh serius pada anaknya. "Buat?"

"Di jual ke tukang loak sekalian sama emak," balas Raka melengos dari sana.

Emak menggeram kesal, "BARAAAKKK! ELU YA, NYEBELIN JADI ANAK, EMAK PECAT LU JADI ANAK."

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!