NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 - Barak koleksi

Hari beranjak siang, merasa bosan, dia ingin ke toko saja semoga masih bisa kerja walaupun sudah jam 10 siang. Tidak peduli soal tampangnya saat ini, dia hanya ingin menyibukkan dirinya supaya pikirannya saat ini tidak terus memikirkan masalahnya.

Setelah mengunci pintu rumah barunya, Shakira berangkat menggunakan ojek yang ternyata tak jauh darinya ada tukang ojek di pangkalan pertigaan.

"Mang ojek."

"Iya, neng, hayu, mau kemana?" tanya seorang anak muda seumuran sama Raka. Dia memberikan helm pada Shakira.

"Toko sepatu BARAK KOLEKSI."

"Ok, siap. Mangga pakai helmnya dulu, tokonya dekat jalan raya dan dekat kantor polisi juga."

Shakira mengangguk. Untungnya dia punya simpanan uang dari mamanya, jadi bisa ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak butuh waktu lama hanya sekitar 15 menit saja Shakira sudah sampai ke pasar tempat dimana ia menjual berbagai macam koleksi sepatu, tas, mainan, alat tulis hingga baju.

Toko BARAK KOLEKSI.

Toko yang menjual berbagai koleksi seperti sepatu, sendal, baju, tas, bahkan ada juga mainan anak kecil itu milik Raka.

Raka sengaja menawarkan pekerjaan pada Shakira, tentunya agar wanita itu punya kegiatan lain selain memikirkan Fauzi. Gajinya pun sengaja Raka beri satu Minggu sekali seperti pekerja lainnya.

"Siang Teh," sapa penjaga toko lain

"Siang juga Siti, gimana hari ini? Ramai?"

"Alhamdulillah Teh, lumayan banyak pengunjung dan kebanyakan orang mencari sendal yang lagi ramai. Eh teh, itu wajahnya kenapa?" tanya Sari penasaran. Dia salah satu penjaga toko juga, sudah lama bekerja di Toko barak koleksi.

Shakira meraba wajahnya. "Oh ini, kemarin sempat kecelakaan, jadi gini."

"Aduh teh jangan dulu kerja atuh, gak apa-apa istirahat dulu, A Raka juga pasti ngerti, apalagi teteh ini adiknya A Raka, gak enak atuh harus kerja."

Shakira mengernyit bingung, kenapa dia di bilang adiknya Raka?

Memang Raka bilang sama yang lainnya Shakira itu adiknya, iseng ingin kerja karena gabut saja. Itulah sebabnya mereka ramah sama Shakira, emang pada dasarnya para penjaga toko ramah ditambah tahu ada saudara pemilik toko, pasti tambah ramah.

"Ya udah Ti, kita kerja lagi aja yuk, kayaknya banyak pembeli."

Shakira pun menyibukkan dirinya sendiri melayani setiap pembeli datang. Ada yang tunggu di kasir, ada yang keliling mencatat barang-barang habis, dan ada pula yang sedang ramah melayani pembeli, sedangkan Shakira menjadi pelayan untuk para pembeli.

******

Di jalan depan salah satu toko. Mario menggerutu kesal ketika Vaughan mengajaknya mampir ke toko sepatu.

"Lo ngapain sih ajak gue mampir ke toko? Udah tahu gue lagi kerja, entar kalau kagak bener gaji gue lo potong lagi."

"Gue ajak elo kesini karena gue mau beli beberapa keperluan anak-anak."

"Buat siapa? Jangan aneh-aneh." Mario melotot kesal.

"Otak lo perlu di riset kayaknya, suudzon mulu. Gue mau berbagi anak-anak kurang mampu di sekitar sini, syukuran kehamilan Aqeela, istri gue." Berhubung istrinya mau kesana dan ada proyek disana, Vaughan mau berbagi rezeki.

Mario mengangguk paham. "Oh buat mereka, kirain anak lain."

"Enggaklah, mana mungkin gue punya anak lain selain dari Aqeela, yang ada gue di pecat jadi adik ipar lo."

"Nah itu tahu, kalau lo macam-macam tentu gue yang akan jadi garda terdepan buat adek gue."

"Nah, berhubung elo kakak ipar baik dan penyayang kadang ngeselin, sekarang bantu carikan baju, sepatu, tas, pokoknya semua barang yang cocok buat anak kecil, gak lupa juga mainannya." Vaughan merangkul Mario.

"Kalau gitu lo ke bagian baju dan gue ke bagian sendal dan sepatu dul," kata Mario

Mereka berdua berpisah, keduanya sama-sama mencari barang yang sesuai dan sekiranya cocok serta bermanfaat buat orang-orang di yayasan.

"Silahkan Mas mau beli apa?" sapa seseorang di belakang Mario ketika Mario berdiri memperhatikan deretan sepatu.

"Saya ..." Mario menoleh.

Deg.

"Kamu!!" Mario tak percaya orang yang dari tadi dia pikirkan ternyata ada di sana.

"Kamu lagi!" kata Shakira memutar matanya jengah. Padahal salah satu niatnya menerima tawaran Raka pindah ya karena ingin menjauh dari Mario juga, eh tak tahunya mereka dipertemukan lagi.

"Ko, kamu di sini, Sha? Ngapain? Kerja di sini?" Mata Mario celingukan memperhatikan sekeliling tempat.

"Bukan urusan kamu. Mau ngapain dimari?"

"Sinis amat Sha, kamu gak lihat ini toko? Ya mau beli lah masa mau dangdutan, entar ya dangdutan mah di nikahan kita," balas Mario cengengesan.

"Gak jelas kamu, siapa juga yang mau nikah sama kamu? Orang waras gak akan mau."

"Ayo kita perjelas lagi tentang kita? " Tatapan Mario serius sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Dih, apaan sih? Dasar gila." Shakira mundur dua langkah.

Tapi Mario makin mendekat membuat Shakira takut, tatapannya pria itu beda.

"Kita bertemu kembali, tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?" tubuhnya sudah mentok di rak sepatu, tidak bisa pergi kemana-mana sebab kedua tangan Mario berada di kedua sisinya.

"Menghamili mu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!" hanya itu jawaban agar Mario mundur dari depan tubuhnya.

Deg.

Mario menyadari hal itu, mundur dari hadapannya Shakira menghela nafas kasar. "Ya nanti, kalau udah jadi istri, sekarang mah nunggu kamu jadi janda dulu."

"Dasar gak waras. Buruan mau beli apa? Tapi mending orang lain yang urus kamu deh, aku males lihat muka kamu yang nyebelin itu."

Shakira berbalik, jantungnya tidak aman.

"Nyebelin apa ngangenin, Sha? Gak mau gitu tanya kabar aku?" Mario mengikutinya dari belakang.

"Dengan tampang tengil kamu, aku pastikan bahwa kamu baik-baik saja."

"Tapi aku tidak baik-baik saja."

"Emang nanya?"

"Ya enggak sih, siapa tahu kamu mau ngobati gitu."

"Aku tidak peduli dan tidak akan mau peduli."

"Tapi aku peduli sama kamu."

"Itu bukan urusanku!"

"Tapi kamu bakal jadi urusan aku, Sha."

"Emang rada gila nih orang, sinting, miring."

"Gila karena kamu sih gak apalah."

"Otak gak waras. Siti, tolong kamu tanya dia mau beli apa dan suruh nih orang segera keluar dari toko ini!" Shakira memanggil yang lain.

"Lah, kok jadi orang lain sih, Sha? aku maunya kamu yang layani."

Shakira menghentikan langkahnya, menghela kesal dan berbalik badan menatap Mario kesal.

"Aku yang ogah!" Shakira melengos pergi menaiki tangga ke lantai ke dua. Ya, toko itu memiliki dua lantai dan di lantai atas juga sama-sama toko, cuman di lantai dua khusus baju dan aneka tas wanita maupun pria, lantai satu khusus sepatu, sendal, dan di lantai 3 khusus jualan mainan anak-anak dan aneka keperluan sekolah seperti buku dan lainnya.

"Shakira aku tunggu jandamu!" ujar Mario sedikit meninggikan suaranya.

"Dasar gila! Pergi sana ke RSJ!" pekik Shakira kesal.

"Yaelah, galak amat tuh orang."

"Hahaha, baru kali ini gue lihat cewek galak sama elo, Mar. Di tolak sama bini orang nih ceritanya," ledek Vaughan entah dari kapan ada disampingnya.

"Malah ketawa, lagi usaha nih." Mario mendengus kesal, melengos dari sana mencari barang-barang.

"Usaha naklukin hati bini orang," sambung Mario lagi.

1
Erus Miati
kereenn ka
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!