“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”
“Dia hanya pelangganku.”
“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”
“Pelanggan juga.”
Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.
Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.
“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”
“Aku juga! Jangan lupakan aku!”
Su Yang hanya tersenyum.
“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”
Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.
🙏🙏🙏❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 — Harga Menuju Surga
Lima pelanggan telah keluar dari kamar Su Yang.
Kelima-limanya mengatakan hal yang sama: pijatannya jauh lebih menakjubkan daripada cerita yang mereka dengar.
“Benarkah hanya dengan sepuluh menit?”
“Aku merasa seperti melayang di antara bintang-bintang.”
“Kalau begitu, cepatlah! Aku sudah menunggu terlalu lama!”
Antrean di tempat tinggal Su Yang semakin gaduh.
Para wanita yang semula datang untuk membuktikan kebohongannya kini justru tidak sabar menunggu giliran. Setiap pelanggan yang keluar menjadi bukti baru bahwa kemampuan pemuda itu bukan sekadar rumor.
Su Yang terus bekerja tanpa banyak bicara.
Ia menggunakan teknik pijat untuk memperbaiki aliran energi, melepaskan ketegangan tubuh, dan membuat pelanggan merasakan kenyamanan yang sulit mereka peroleh melalui latihan biasa.
Sementara itu, namanya menyebar semakin jauh.
Bukan hanya tiga puluh wanita yang dibawanya dari tempat latihan. Murid-murid lain mulai berdatangan setelah mendengar cerita teman mereka.
Ketika Su Yang keluar untuk memanggil pelanggan berikutnya, ia mendapati antrean di depan rumah justru bertambah panjang.
“Dari mana mereka semua datang?”
Ia menghela napas, lalu memasang papan baru di atas pintu.
PIJAT SU YANG — JALAN SEJATI MENUJU SURGA. SEPULUH POIN PRESTASI.
Selama beberapa hari berikutnya, rumah kecil itu berubah seperti tempat usaha yang tak pernah sepi.
Murid-murid perempuan dewasa datang silih berganti. Ada yang ingin meredakan kelelahan setelah berkultivasi, ada yang penasaran pada teknik Su Yang, dan ada pula yang kembali membicarakan pengalamannya dengan wajah memerah.
Sebagian pelanggan yang sudah memiliki pasangan bahkan mulai membandingkan ketepatan teknik pijat Su Yang dengan kemampuan pasangan mereka dalam mengatur aliran energi.
Akibatnya, sejumlah murid laki-laki mulai kesal.
“Sejak mengenal Su Yang, pasanganku terus membicarakan dia!”
“Bukankah dia hanya murid pelataran luar?”
Beberapa orang mencoba mendatangi rumahnya untuk membuat keributan, tetapi para pelanggan yang sedang mengantre lebih dahulu mengusir mereka.
Kabar itu akhirnya sampai ke telinga para tetua.
“Su Yang yang dahulu dianggap tidak berguna itu?”
“Murid-muridku terus membicarakannya.”
“Kalau dibiarkan, kegiatan pelataran luar bisa terganggu.”
Salah seorang tetua mengusulkan agar layanannya dihentikan.
Namun, tetua lain segera menolak.
“Dengan pelanggan sebanyak itu, menutupnya secara paksa justru akan menimbulkan masalah baru.”
Mereka akhirnya sepakat mengawasi Su Yang terlebih dahulu.
Pada hari keempat, Su Yang duduk di tepi ranjang sambil memandangi keping giok Poin Prestasinya.
5.514 poin.
Ia telah memperoleh lebih banyak poin dalam empat hari daripada yang mampu dikumpulkan pemilik tubuh sebelumnya selama hampir setahun.
Namun, jarinya mulai mati rasa.
Lengannya pegal, dan tubuh fananya belum cukup kuat untuk menggunakan teknik sepanjang hari tanpa istirahat.
Di luar jendela, masih ada puluhan pelanggan menunggu.
“Kalau diteruskan seperti ini, aku bisa kelelahan sebelum mendapatkan Bunga Yang Murni.”
Su Yang keluar menemui antrean.
“Mulai besok, harga layanan menjadi seratus Poin Prestasi. Aku juga hanya menerima dua puluh lima pelanggan setiap hari.”
Kerumunan langsung gaduh.
“Seratus?!”
“Naik sepuluh kali lipat?”
“Aku sudah menunggu lebih dari satu jam!”
Su Yang membiarkan mereka menyampaikan keberatan sebelum melanjutkan.
“Waktu perawatan akan bertambah menjadi tiga puluh menit. Selain itu, aku menjamin peningkatan kualitas energi Yin bagi pelanggan yang sesuai dengan metodeku.”
Keributan mendadak berhenti.
“Meningkatkan kualitas energi Yin?”
“Bukankah itu hanya bisa dilakukan dengan pil atau harta langka?”
Su Yang tersenyum.
“Kalian boleh menilainya sendiri setelah mencoba.”
Namun, sebagian besar murid tetap tidak percaya. Banyak yang pergi sambil mengeluh bahwa ia sudah terlalu sombong.
Su Yang tidak mengejar mereka.
Ia menutup pintu dan akhirnya beristirahat.
Keesokan harinya, antrean panjang itu lenyap.
Hanya sedikit orang yang masih mempertimbangkan harga barunya.
Su Yang sudah memperkirakan hal tersebut. Ia tetap menunggu dengan tenang, memanfaatkan waktu untuk memulihkan tenaga dan melatih energi dalam tubuhnya.
Menjelang senja, seorang wanita berambut hitam panjang mendatangi rumahnya.
Aroma herbal samar mengiringi langkahnya.
“Salam, Tetua Lan.”
“Jangan tersenyum seperti itu.”
Tetua Lan masuk dengan wajah kesal.
“Aku sudah bersusah payah memperkenalkan layananmu. Mengapa kau malah menaikkan harga sampai sepuluh kali lipat?”
“Karena layanan yang kutawarkan juga berubah.”
“Sekalipun tiga puluh menit, seratus poin terlalu mahal bagi murid pelataran luar.”
Su Yang mempersilakannya duduk.
“Kalau seseorang dapat meningkatkan kualitas energi Yin milikmu, berapa banyak yang bersedia kau bayar?”
Tetua Lan terdiam.
“Pil Yin Mendalam kualitas rendah saja bernilai tiga ribu poin,” lanjut Su Yang. “Aku menawarkan manfaat serupa dengan seratus poin.”
“Apa?”
Tetua Lan menatapnya tajam.
“Kau benar-benar bisa meningkatkan kualitas energi Yin?”
“Bisa.”
“Dengan cara apa?”
“Dengan tanganku.”
Tetua Lan memijat pelipis.
“Su Yang, kau ini sungguh....”
Ia menghentikan kalimatnya, lalu menatap pemuda itu dengan serius.
“Kalau kemampuanmu benar-benar seperti yang kau katakan, kau tahu bahayanya? Sekte bisa saja menahanmu dan memaksamu menggunakan teknik itu terus-menerus.”
Su Yang tidak terlihat terkejut.
Sebaliknya, ia tersenyum.
“Mengapa kau belum melakukannya?”
Tetua Lan membeku.
“Apa?”
“Kau sudah mengetahui kemampuanku lebih dulu daripada orang lain. Namun, kau datang untuk memperingatkanku, bukan menangkapku.”
Wajah Tetua Lan sedikit memerah.
“Aku tidak memperlakukan murid sebagai alat.”
Su Yang memandangnya sejenak.
Jawaban itu mengingatkannya pada seseorang dari masa lalu.
Tetua Lan mengalihkan pandangan.
“Lagi pula, apa sebenarnya tujuanmu melakukan semua ini? Kau sudah membuat seluruh pelataran luar membicarakanmu.”
“Aku membutuhkan Poin Prestasi untuk membeli sumber daya kultivasi. Dan aku ingin memperbaiki reputasiku.”
“Hanya itu?”
“Untuk sekarang.”
“Apa yang ingin kau beli?”
“Bunga Yang Murni.”
Tetua Lan langsung berdiri.
“Bunga Yang Murni?! Kau ingin mati?”
Tanaman itu juga dikenal sebagai Bunga Iblis Merah. Energi Yang di dalamnya begitu ganas hingga ahli Alam Roh Bumi pun dapat mengalami bahaya besar jika salah menggunakannya.
Sementara Su Yang baru berada di Alam Roh Dasar.
“Kau bahkan belum cukup kuat untuk menyerapnya!”
“Aku punya metode sendiri.”
Tetua Lan memandangnya lama.
Setiap kali ia merasa mulai memahami Su Yang, pemuda itu selalu memperlihatkan rahasia baru.
“Hmph. Kalau kau memang berniat mempertaruhkan nyawa, setidaknya tunggu sampai pengobatanku selesai.”
Ia berjalan menuju pintu.
“Aku akan kembali dua hari lagi.”
Su Yang tersenyum.
“Kalau begitu, bersiaplah. Perawatan berikutnya akan lebih mendalam.”
Langkah Tetua Lan tersendat.
Ingatan tentang pertemuan sebelumnya kembali muncul, membuat wajahnya memerah sampai ke telinga.
“Dasar pemuda kurang ajar!”
Ia mempercepat langkah tanpa menoleh.
Su Yang tertawa pelan setelah pintu tertutup.
Namun, ketika kembali melihat keping giok miliknya, ekspresinya menjadi serius.
Masih ada ribuan poin yang harus dikumpulkan sebelum ia bisa memperoleh Bunga Yang Murni.
Dan kini, bukan hanya para pelanggan yang memperhatikannya.
Para tetua sekte juga mulai menyadari bahwa murid pelataran luar bernama Su Yang menyimpan kemampuan yang jauh melampaui tingkat kultivasinya.
......................
Bersambung...
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat