NovelToon NovelToon
NICHAELA'S SECRET SLAVE

NICHAELA'S SECRET SLAVE

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dark Romance
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: msxeikapoison

Nichaela Rosabella adalah mahasiswi kaya raya yang dipuja karena kecantikannya, namun ia menyimpan rahasia kelam: di balik sikap manisnya di hadapan orang tua, ia adalah sosok yang manipulatif dan liar. Di balik kemewahannya, Nichaela memanfaatkan Braxton mahasiswa miskin penerima beasiswa yang juga pelayan pribadinya sebagai tempat pelampiasan amarah sekaligus kekasih rahasianya di malam hari.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika obsesi Nichaela pada pria idamannya, Bredth, kandas setelah pria itu justru memilih Micheala, anak pembantu yang polos dan sangat disayangi oleh orang tua Nichaela. Ketika cemburu buta dan tekanan emosional menghancurkan kendali Nichaela, Braxton terjebak dalam pusaran amuk sang nona, memicu konflik rahasia yang mengancam kehancuran mereka semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon msxeikapoison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tahta Di Atas Puing Kehancuran

Braxton terkekeh rendah, mendaratkan ciuman dalam yang sarat akan rasa memiliki di bibir ranum Nichaela.

Sementara itu di luar kamar, kedua pelayan senior yang tadi mengintip perlahan berbalik dan melangkah pergi tanpa suara. Di wajah mereka tersirat senyuman tipis penuh kepuasan. Mereka berjanji dalam hati untuk menjaga kerahasiaan ini seutuhnya dan memastikan tidak ada satu orang pun dari pihak keluarga Bredth yang mencurigai apa yang terjadi di dalam penthouse.

Tak lama kemudian, suara langkah kaki terburu-buru terdengar dari arah lorong depan. Bredth baru saja pulang dari kantornya, tampak lelah namun wajahnya dipenuhi rasa percaya diri yang tinggi.

"Di mana Nichaela?" tanyanya tegas pada salah satu pelayan di ruang tengah.

Pelayan senior itu menundukkan kepala dengan sangat sopan, memasang topeng patuh yang sempurna. "Nyonya Nichaela sedang beristirahat di kamar utama, Tuan. Beliau tadi bilang agak lelah setelah menyusui Tuan Muda Bradlee."

"Baguslah," jawab Bredth sombong, merapikan kerah jas mewahnya. "Oh ya, panggilkan Braxton jika dia ada di sekitar sini. Aku butuh dia untuk membawakan beberapa berkas laporan keuangan anak perusahaan ke ruang kerjaku."

"Baik, Tuan. Saya akan sampaikan pada Tuan Braxton."

Di dalam kamar, Nichaela dan Braxton yang mendengar suara derak pintu utama dari kejauhan langsung menghentikan momen intim mereka. Dengan tenang dan tanpa rasa panik sedikit pun, Nichaela tersenyum licik. Ia mengusap pipi Braxton lalu mengecup singkat bibirnya.

"Suami 'palsu'-ku sudah pulang, Honey," bisik Nichaela dengan kilatan kejam namun manja di matanya. "Saatnya kau kembali berakting menjadi manajer kepercayaannya."

Braxton menyeringai dingin. Ia bangkit dari ranjang, merapikan pakaian kemeja mewahnya dengan sangat rapi dan berwibawa. Sebelum melangkah keluar, ia menatap Nichaela yang sedang berselimut di atas ranjang.

"Biarkan dia merasa menjadi raja malam ini, Baby..." bisik Braxton tegas. "...karena pada akhirnya, seluruh istana, kekayaan, dan ratunya sudah berada di bawah kekuasaanku."

Nichaela tertawa renyah nan puas, menyaksikan pria sejati pemilik rahim dan hatinya melangkah keluar kamar untuk melanjutkan permainan catur kemenangan mereka.

Braxton melangkah keluar dari kamar utama dengan tatanan kemeja yang sudah kembali rapi dan berwibawa. Tidak ada sedikit pun raut panik atau canggung di wajahnya. Langkah kakinya tenang dan penuh kepastian saat menyusuri lorong menuju ruang kerja pribadi Bredth di ujung penthouse.

Sementara itu, di dalam kamar, para pelayan senior dengan sigap dan cekatan masuk membawa wewangian terapi serta pakaian malam yang baru untuk Nichaela. Tanpa perlu banyak kata, mereka merapikan sisa-sisa jejak keintiman di atas ranjang dengan senyuman penuh dukungan.

"Terima kasih," bisik Nichaela lembut seraya memoles bibir ranumnya di depan cermin rias.

"Sudah kewajiban kami, Nyonya," jawab pelayan senior itu tulus. "Kami akan memastikan Tuan Bredth tidak akan pernah mencurigai apa pun."

Di ruang kerja yang megah, Bredth duduk di balik meja kayu jati berukir dengan segelas whisky di tangannya. Begitu Braxton masuk dan menunduk sopan, Bredth tersenyum jumawa sebuah senyuman khas pria kaya yang merasa telah menaklukkan dunia.

"Ah, Braxton! Masuklah," sapa Bredth dengan nada penuh keangkuhan yang dibungkus keramahan formal. "Bagaimana laporan perkembangan saham anak perusahaan Mercy minggu ini? Aku dengar kinerjamu sangat memuaskan."

"Semuanya berjalan sesuai rencana, Tuan Bredth," jawab Braxton tenang, menyerahkan map dokumen tebal ke atas meja. Suaranya terdengar berat dan tegas. "Aset dan pengalihan dividen untuk Tuan Muda Bradlee sudah dialokasikan seratus persen ke dalam rekening investasi utama."

1
𝕯𝖚𝖈𝖍𝖊𝐬𝐬 𝕻𝖆𝖝𝖑𝖊𝖞
alurnya sangat mudah difahami dan ngak kaku
renjana biru
pusing ama si nicha" ini
seikαα 𝖻𝖾𝗅𝗅𝗂𝗇𝗀𝗁α𝗆: pusing kenapa tuhh /Chuckle/
total 1 replies
renjana biru
pedess bgt omongan cwenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!