Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.
Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Lantai dasar gedung PT Graha Megatama tampak sangat sibuk pagi itu.
Lalu-lalang karyawan berjas rapi memenuhi area lobi utama yang berlapis marmer hitam mengkilap.
Bayu melangkah masuk dengan tenang melewati pintu kaca otomatis.
Kehadirannya langsung mencuri perhatian beberapa resepsionis wanita yang berjaga di meja informasi.
Setelan jas hitam berkelas yang melekat di tubuh Bayu memancarkan aura wibawa yang sangat kuat.
Selamat pagi, Tuan, ada yang bisa kami bantu? sapa seorang resepsionis dengan senyum ramah.
Saya ingin menuju lantai sepuluh, jawab Bayu singkat.
Resepsionis itu sedikit mengerutkan keningnya, merasa asing dengan wajah Bayu.
Apakah Anda sudah membuat janji temu dengan direksi atau bagian administrasi? tanya resepsionis itu sopan namun berhati-hati.
Bayu mengeluarkan sebuah kartu hitam eksklusif dari saku jasnya dan meletakkannya di atas meja marmer.
Kartu itu berlapis logam khusus dengan lambang korporat tertinggi yang langsung membuat mata resepsionis tersebut membelalak lebar.
[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Kartu Akses Korporat Utama diaktifkan.]
Seluruh sistem keamanan gedung mendeteksi kehadiran pemilik mutlak saham pengendali.
Resepsionis itu mendadak gemetar hebat saat membaca chip digital yang tertera pada kartu hitam tersebut.
B-Bapak... Tuan besar... suara resepsionis itu terbata-bata hampir tidak bisa keluar.
Jangan katakan pada siapa pun kalau aku ada di sini, potong Bayu dengan nada suara dingin.
Baik, Tuan! Laksanakan! jawab resepsionis itu sambil membungkuk sembilan puluh derajat penuh ketakutan.
Bayu mengambil kembali kartunya dan melangkah menuju lift VIP khusus.
Di waktu yang sama, dari arah koridor samping, Rama berjalan tergesa-gesa bersama sekretaris pribadinya.
Langkah kaki Rama bergegas menuju lift umum karena ia sudah hampir terlambat menghadiri rapat darurat lantai sepuluh.
Kepala Rama dipenuhi rasa cemas memikirkan laporan keuangan perusahaan yang berantakan.
Ia sama sekali tidak menyangka bahwa hari ini takdir akan mempertemukannya kembali dengan orang yang paling ingin ia hindari.
Saat Rama mendongak untuk melihat angka lantai di atas pintu lift, matanya tidak sengaja menangkap sosok familiar yang berdiri di dekat lift VIP.
Bayu.
Langkah kaki Rama mendadak terhenti seketika.
Jantungnya seolah berhenti berdetak selama beberapa detik.
Bayu? Batin Rama berteriak histeris di dalam kepalanya.
Bagaimana mungkin pria miskin itu bisa berada di dalam gedung perusahaan tempatnya bekerja?
Apa dia datang untuk membuat keributan setelah diusir dari showroom kemarin?
Rama mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
Rasa amarah dan gengsi langsung mendominasi pikiran Rama saat itu juga.
Hei, pengemis! Suara Rama memecah keheningan lobi, sengaja dikeraskan agar didengar orang banyak.
Semua karyawan yang berlalu-lalang langsung menoleh serentak ke arah sumber suara.
Rama melangkah mendekati Bayu dengan tatapan penuh kebencian dan kemarahan yang meluap-luap.
Bagaimana bisa kamu berani menginjakan kaki di gedung perkantoran mewah ini, hah? tanya Rama dengan nada menghina.
Bayu menoleh perlahan.
Tatapan mata Bayu sangat dingin, seperti sedang melihat seekor serangga yang tidak penting.
Kenapa? Tempat ini milik nenek moyangmu memangnya? tanya Bayu balik dengan nada santai.
Rama mendengus sinis, merasa di atas angin karena berada di lingkungan kantor tempat ia memiliki jabatan tinggi.
Jangan sombong kau di sini, Bayu! hardik Rama dengan suara tinggi.
Ini adalah kantor pusat PT Graha Megatama, tempat aku bekerja sebagai manajer operasional!
Beberapa karyawan yang menonton mulai berbisik-bisik di belakang Rama.
Mereka mengira Bayu adalah sales asuransi atau pengacau yang nyasar masuk ke dalam gedung.
Orang-orang itu menatap Bayu dengan pandangan meremehkan.
Sebaiknya kamu segera keluar dari sini sebelum aku panggilkan petugas keamanan untuk menyeretmu keluar seperti di showroom kemarin, ancam Rama dengan senyum kemenangan.
Bayu tidak menunjukkan ekspresi takut sama sekali.
Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat bulu kuduk Rama meremang tanpa alasan jelas.
Menyeretku? tanya Bayu pelan. Coba saja panggil mereka kalau kamu berani.
Tepat setelah kalimat itu meluncur dari bibir Bayu, pintu lift VIP di samping mereka terbuka lebar.
Beberapa direksi perusahaan yang baru saja turun dari lantai atas tampak keluar dengan wajah pucat pasi.
Mereka membawa map laporan darurat untuk segera diserahkan kepada pemegang saham mayoritas baru yang identitasnya dirahasiakan oleh kantor pusat.
Begitu melihat sosok Bayu berdiri di depan lift VIP, para direksi itu terperanjat kaget luar biasa.
Direktur Utama PT Graha Megatama, Pak Hartono, langsung berlari tergopoh-gopoh menghampiri Bayu.
Wajah Pak Hartono basah oleh keringat dingin.
T-Tuan Bayu! sapa Pak Hartono dengan suara bergetar keras, membungkuk hormat sedalam sembilan puluh derajat di hadapan Bayu.
Semua karyawan di lobi langsung terperanjat kaget melihat aksi Direktur Utama mereka.
Rama yang berdiri di sebelah Bayu mendadak mematung kaku seperti tersambar petir di siang bolong.
Apa? Panggil apa tadi? Batin Rama menjerit histeris.
Direktur Utama membungkuk pada Bayu?
Bayu melirik Rama sekilas dengan sudut matanya.
Sepertinya ada pegawai di perusahaanmu yang ingin menyeretku keluar, Pak Hartono, ucap Bayu dengan suara dingin yang menggema ke seluruh lobi.
Pak Hartono menegakkan tubuhnya, lalu menoleh perlahan ke arah Rama dengan tatapan mata yang mematikan.
Wajah Pak Hartono memerah karena amarah yang luar biasa.
Siapa yang berani berbuat kurang ajar kepada Tuan Besar pemilik saham mayoritas kita?! bentak Pak Hartono menggelegar ke seluruh penjuru ruangan.
Rama merasakan lututnya lemas seketika.
Dunia di sekitarnya terasa runtuh dalam satu detik.
Pemilik saham mayoritas?
Bayu?
Tidak mungkin!
Pak Hartono melangkah mendekati Rama yang kini berdiri mematung bagaikan arca batu.
Sekretaris pribadi Rama yang berdiri di belakangnya sudah menjatuhkan map di tangannya ke lantai.
Wajah Rama sepucat mayat hidup tanpa sisa warna merah sedikit pun.
Keringat dingin bercucuran deras dari pelipis Rama membasahi kerah jas kerjanya.
Kamu... kamu manajer operasional di divisi mana? tanya Pak Hartono dengan suara bergetar penuh kemarahan.
P-Pak Direktur... saya... Rama terbata-bata, lidahnya kelu tidak bisa merangkai kata-kata penolakan.
Mulai detik ini, kamu resmi dipecat dari perusahaan ini! teriak Pak Hartono tanpa butuh waktu lama untuk berpikir.
Dan seret dia keluar dari gedung sekarang juga! perintah Pak Hartono kepada petugas keamanan lobi.
Dua petugas keamanan bertubuh tegap langsung melangkah maju tanpa ragu-ragu.
Mereka mencengkeram kedua lengan Rama dengan sangat kuat.
Lepaskan aku! teriak Rama histeris, meronta-ronta di hadapan ratusan karyawan yang menonton.
Pak Direktur, ini pasti ada kesalahpahaman! Mohon beri saya kesempatan! rintih Rama dengan air mata nyaris tumpah di pipinya.
Pak Hartono sama sekali tidak menggubris ratapan tersebut.
Beliau kembali membungkuk hormat ke arah Bayu dengan penuh rasa bersalah.
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, Tuan Bayu, ucap Pak Hartono memohon permakluman.
Perusahaan ini sepenuhnya berada di tangan Anda sekarang.
Bayu mengangguk kecil dengan ekspresi datar tanpa belas kasihan.
Bagus, Pak Hartono, balas Bayu tenang.
Mari kita lanjutkan rapat di lantai atas untuk membahas restrukturisasi manajemen.
Baik, Tuan! Silakan lewat jalur khusus, jawab Pak Hartono sigap mempersilakan.
Bayu melangkah masuk ke dalam lift VIP meninggalkan kerumunan karyawan yang terpana hebat.
Di luar lift, Rama diseret paksa melewati lantai lobi menuju pintu keluar di bawah tatapan sinis dan bisikan tajam dari rekan-rekan kerjanya sendiri.
Kejayaan palsu yang selama ini dibanggakan oleh Rama hancur berkeping-keping hanya dalam waktu kurang dari lima menit.
[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Misi Korporat Tahap Kedua berhasil diselesaikan dengan sempurna.]
[Mendapatkan Kartu Perjalanan Hidup Level 2: Akses Kendali Saham Mayoritas dan Bonus Tunai Rp20.000.000.000.]
Bayu menatap lurus ke depan saat pintu lift tertutup rapat.
Ini baru permulaan dari seluruh pelajaran hidup yang harus mereka bayar mahal.
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰