NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Runtuhnya Penginapan Bunga Mekar dan Lembah Siluman

Setelah berhasil mengambil alih menara elang hitam, Xuan masuk kedalamnya. Memeriksa semua ruangan hingga ruangan bawah tanah, kemudian mengaktifkan jurus pemakan jiwa yang di padukan dengan elemen kegelapan. Dalam beberapa menit semua ruangan di dalam gedung itu kembali bersih. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Setelah itu, dia berjalan keluar dari dalam menara itu dan mengarahkan energi dari ujung jarinya. Mengganti tulisan di papan nama menjadi elang merah.

Setelah di rasa cukup, Xuan kembali ke penginapan bunga mekar. Resepsionis penginapan itu seperti menunggu kedatangannya.

"Apakah anda baik-baik saja, Tuan Muda?" Resepsionis itu langsung bertanya dengan dengan khawatir. Apalagi dia menyaksikan Xuan keluar dengan ketua menara elang hitam. Namun dia heran kemana orang-orang yang berada di lantai atas, dia sudah berulang kali memeriksa kamar itu.

"Aku baik baik saja Nona. Tidak perlu khawatir." jawab Xuan singkat. Lalu menyuruh wanita itu mengantarnya ke kamar Yang Shen. Mereka langsung menuju lantai dua penginapan.

"Tuan, apakah anda sudah tidur? Tuan Muda Xuan datang mencari mu." sambil mengetuk pintu beberapa kali.

"Tunggu sebentar." sahut dari dalam.Tidak beberapa lama pintu terbuka.

" Nona, bawakan kami makanan paling enak di tempat ini dan teh tujuh warna." Xuan memesan beberapa menu makanan dan minuman.

"Baik, Tuan Muda. Kalau begitu saya pamit undur diri." sambil berlalu.

Setelah kepergian wanita itu. Xuan melihat penampilan Yang Shen yang begitu mengenaskan. Sepertinya ada beberapa bagian anggota tubuhnya yang mengalami patah tulang. Perban sudah menghiasi anggota tubuh pemuda itu. Sambil menggelengkan kepala, Xuan langsung masuk ke dalam kamar.

"Tuan, eh. Saudara Xuan, maafkan saya karena tidak berguna." Yang Shen menundukkan kepalanya seperti ingin menangis.

"Itu benar. Kau memang tidak berguna, apa yang bisa di lakukan oleh kultivator tingkat prajurit tahap awal?" Sambil menatap tajam pemuda itu. Xuan menggelengkan kepalanya berulang kali. melihat mental anggota klan Yang, benar-benar telah hancur.

"Maafkan saya saudara Xuan, saya akan berlatih lebih giat lagi agar tidak mengecewakan anda." Yang Shen tidak mengharapkan seperti ini. Dia berpikir mendapatkan sedikit pembelaan dari Xuan. Bahkan tidak bertanya tentang apa yang terjadi dengannya.

"Sebelum pesanan tiba, sebaiknya ceritakan informasi yang kamu ketahui tentang kekaisaran selatan ini. Di mulai dari sepuluh tahun yang lalu."

"Baik Saudara Xuan." Menghela nafas panjang berkali-kali. Ketika bertemu kembali dengan Xuan, perasaan akrab selalu menghantuinya. Seperti dia merasa pernah bertemu Xuan di masa lalu namun dia lupa dimana mereka pernah bertemu.

'Tapi kenapa namanya mirip dengan saudara Xuan dari klan ku! Apa hanya perasaanku saja?' Batin pemuda itu dan bertanya tanya dalam hatinya?

Dia terus menatap Xuan berkali-kali, sebelum menjelaskan informasi tentang wilayah selatan.

"Aku memang tampan saudara Shen, tidak seharusnya kamu menatapku berkali-kali." celetuk Xuan sambil menyeringai. Sepertinya Xuan tau apa yang dipikirkan Yang Shen.

"Eh, Ia, baik Saudara Xuan. Saya akan menjelaskan sekarang." Yang Shen langsung salah tingkah. Buru-buru memperbaiki posisi duduknya.

Wilayah selatan ini tidak pernah damai, setiap tahun selalu ada puluhan ribu korban jiwa akibat serangan hewan buas dan siluman, anak-anak dan lansia yang paling banyak menjadi korban.

Dalam dua tahun terakhir sudah ada dua kota menjadi kota mati. Ada kabar mengatakan siluman dan hewan buas ini di kendalikan oleh sekte sesat, mereka bermukim di lembah siluman yang berbatasan dengan lembah misterius, tempat sekte angin selatan bermukim.

Menurut informasi yang aku ketahui. Sekte angin selatan bermukim di lembah misterius untuk menyelidiki kasus tentang sekte sesat ini, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Kaisar Zhong Kun sudah pusing memikirkan masalah ini, masalah sekte sesat ini seolah-olah lubang yang dalam. Setiap kali kaisar Zhong Kun dan aliansi pahlawan mengirimkan kultivator ke sekte sesat tersebut untuk menyelidikinya, mereka tidak ada yang kembali. Hingga kaisar Zhong Kun bersama aliansinya menghentikan penyelidikan dan fokus menghadapi serangan siluman dan hewan buas ini setiap tahun.

Serangan siluman dan hewan buas selalu merepotkan setiap tahun. Tiba-tiba muncul lagi kelompok yang sangat brutal, mereka menyebut kelompoknya tengkorak hitam. Siapapun yang tidak mau beraliansi dengan tengkorak hitam ini, maka di pastikan kelompok itu akan menjadi reruntuhan. Lima sekte besar aliran putih, puluhan sekte menengah aliran putih, empat klan tersembunyi termasuk Klan ku sudah menjadi reruntuhan.

"Tuan....!"

Yang Shen memperhatikan wajah Xuan atas informasi yang dia ceritakan, namun wajah Xuan tidak berubah sedikit pun. Dia hanya mendengarkan tanpa pertanyaan, karena tidak ada yang menarik selain Lembah siluman.

"Lanjutkan."

Saat Xuan ingin mendengarkan kisah selanjutnya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.

"Masuk." ucap Xuan singkat dan menyuruh meletakkan hidangan diatas meja.

"Silahkan di nikmati Tuan, jika masih ada yang perlu mohon di pesan sekarang. Ini pesanan terakhir yang kami sajikan karena sudah tengah malam." Resepsionis penginapan itu meletakkan hidangan diatas meja dengan hati-hati.

"Tidak ada lagi, terimakasih. Sebaiknya Nona beristirahat." sambil memberikan 5 koin emas untuk resepsionis itu dan menyuruhnya pergi.

Resepsionis itu pergi dengan wajah ceria. Sudah lima tahun lebih dia bekerja di penginapan tersebut, baru kali ini dia mendapatkan tips yang lumayan banyak.

"Lanjutkan ceritanya, sekalian kita nikmatin hidangan ini." Xuan masih tertarik informasi informasi lainnya. Dia langsung tertarik dengan lembah siluman dan sekte sesat. Mungkin masih ada informasi yang belum dia ketahui.

"Baik saudara Xuan. Saya akan melanjutkannya. Siapa tau anda tertarik dengan salah satunya." Yang Shen sudah mulai faham maksud dari Xuan meminta informasi darinya.

Setelah kemunculan kelompok tengkorak hitam dan meruntuhkan pilar kekaisaran selatan ini. Kaisar Zhong Kun yang paling banyak menderita. Kaisar Zhong Kun selalu menjadi kambing hitam atas semua ulah kelompok tersebut, hingga dia di benci oleh warganya sendiri.

Orang-orang menduga, Kehancuran sekte-sekte aliran putih bersama klan tersembunyi adalah ulah dari kaisar Zhong Kun. Karena Klan Zong dan Jendral kekaisaran ikut terlibat dalam meruntuhkan pilar kekaisaran ini.

Namun belakangan ini, orang-orang mulai sadar bahwa kelompok tengkorak hitam ada di balik layar, dari semua rentetan peristiwa yang terjadi. Kelompok ini juga sudah muncul jauh sebelumnya, sekitar dua puluh tahun yang lalu. Orang-orang juga mulai sadar bahwa rentetan peristiwa sepuluh tahun terakhir adalah konspirasi.

Kematian salah satu Jendral besar kekaisaran selatan ini sangat menggemparkan. Bahkan beberapa bulan menjadi cerita yang selalu menarik perhatian. Namun jasad Jendral Yang Bai belum ditemukan hingga saat ini. Klan Yang, asal dari Jendral besar Yang Bai, di paksa membuat makam palsu agar orang-orang datang berkunjung.

"Tau kah anda saudara Xuan. Jendral besar Yang Bai masih hidup. Klan kami berhasil menyelidikinya." ucap Yang Shen tiba-tiba.

"Apa....!"

Seolah-olah tersambar petir. Xuan langsung menarik kerah baju Yang Shen hingga pemuda itu terangkat. Aura spritual yang merembes dari tubuhnya. Penginapan itu bergetar hebat, tidak lama kemudian penginapan itu benar-benar runtuh.

Xuan langsung tersadar ketika penginapan itu benar-benar sudah runtuh dan menyisakan mereka berdua diatas langit. Yang Shen yang ada di hadapannya sudah tidak sadarkan diri, pemuda itu bahkan sudah terluka parah dan sekarat. Xuan langsung memasukkan pil kedalam mulut Yang Shen secara paksa dan mengalirkan energi dari telapak tangannya lalu membawanya turun.

Setelah bertemu dengan pemilik penginapan Yang Shen memberikan lima ribu koin emas sebagai ganti rugi. Dia mengatakan kepada pemiliknya agar membangun ulang penginapan yang lebih bagus lagi karena dirinya akan sering mampir kesana nantinya. Dia juga mengatakan kepada pemilik penginapan untuk menyampaikan informasi agar Zhong Quan merekrut ratusan kultivator untuk menjadi anggota menara elang hitam.

Setelah semuanya di rasa cukup, Xuan langsung membawa Yang Shen keluar dari kota beiping. Setelah memastikan tidak ada orang, dia mengeluarkan elang merah dan memberi perintah untuk membawa mereka kearah timur wilayah selatan menuju lembah siluman.

_______

Lembah siluman

________

Ketika matahari mengintip di ufuk timur, cahayanya memberikan kehangatan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Daun-daun tumbuhan juga seakan-akan menyambut pagi hari yang cerah. Tapi tidak dengan sebuah lembah. Lembah itu tidak pernah terkena sinar matahari, seolah-olah ada yang menutupinya.

Lembah yang indah itu seperti lanskap yang menenangkan jika kita memperhatikannya dengan teliti, namun di balik indahnya lembah itu ada cerita dari mulut ke mulut bahwa lembah itu sangat mengerikan.

Tolong..... tolong..... ! Suara teriakan melengking ke udara memenuhi lembah yang luas itu. Xuan yang baru saja memanggang seekor hewan buas tersentak kaget, begitu juga dengan Yang Shen.

Awalnya pemuda itu masih terbaring di dekat batang pohon, karena baru siuman dari pingsannya. Setelah mendengar teriakan. Dia reflek berdiri dan mengeluarkan senjata dari cincin penyimpanannya. Namun dia terlonjak kaget setelah menyadari sesuatu.

Dia baru sadar apa yang terjadi, dia berdiri mematung beberapa saat kemudian bibirnya tersenyum seperti baru menerima hadiah yang mengagumkan.

Semenjak bangun dari pingsannya. Tubuhnya benar-benar telah pulih, kultivasinya telah meningkat menjadi tingkat master tahap akhir. Dia tidak tau apa yang di lakukan Xuan padanya! namun dia tidak memikirkannya, karena terlalu bahagia. Dia terus tersenyum dan tanpa sadar, Xuan telah datang menggendong seorang wanita yang terluka parah.

"Apa kamu sudah gila." Xuan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Yang Shen. Sambil membaringkan tubuh wanita itu di atas dedaunan di dekat batang pohon .

"Eh... tidak, Eh... Saudara Xuan. Apa yang terjadi dengannya?" Yang Shen buru-buru mendekat. " Eh... Dia dari sekte angin selatan. Dia juga putri dari patriark Bai Qin." Yang Shen memperhatikan wanita yang tidak sadarkan diri itu dengan wajah muram. Tubuh wanita itu tercabik cabik hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Dia langsung memeriksa nadi wanita itu dan masih berdetak.

Dia memperhatikan Xuan yang masih santai memanggang hewan buas seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Hal itu membuatnya heran, mulutnya terbuka lebar, seperti ingin mengatakan sesuatu.

"Apakah dia masih bisa di selamatkan saudara Xuan? Sepertinya dia mencari herbal di wilayah ini." Ucap Yang Shen sambil memanggang hewan buas. Akhirnya dia bisa menyusun kata-kata yang pas di ucapkan.

"Tentu masih bisa. Aku sudah memberikan pil untuknya. Jika tidak, dia sudah mati. Bahkan lukamu jauh lebih parah darinya." jawab Xuan singkat, sambil memakan daging panggang yang ada di hadapannya.

"Apa ... !" Yang Shen tidak ada habisnya-habis nya di buat kaget. Melihat tubuh wanita itu terluka parah, dia tidak bisa membayangkan separah apa tubuhnya terkena aura dari Xuan. Dia bergidik ngeri membayangkannya.

"Tutup mulutmu, kunyah makanan yang ada di mulutmu. Setelah ini, kita akan latihan di lembah ini. Kita akan menghabisi semua siluman dan hewan buas yang ada disini sebelum mereka menyerang Kekaisaran ini."

Xuan merasa jauh lebih baik setelah tiba di lembah itu, ini menjadi tempat latihan yang sangat bagus menurutnya. Apalagi untuk melatih Yang Shen. Melatih insting melawan siluman jauh lebih baik dari pada melawan manusia sebagai latih tanding.

"Apa.....!" Mulut Yang Shen kembali terbuka lebar, bahkan hampir lupa menutup mulutnya." Tuan... tempat ini sangat mengerikan. Apakah tidak ada tempat lain untuk berlatih?"

Membayangkan ratusan ribu siluman yang menyerang seluruh Kekaisaran selatan datang dari lembah tersebut, membuat bulu kuduknya tiba-tiba berdiri. Dia tiba-tiba memegang tengkuk lehernya dan menatap lembah siluman itu dengan ngeri.

Saat mereka berdua fokus memakan daging panggang, tiba-tiba wanita itu meringis kesakitan dan terbatuk batuk lalu memuntahkan darah hitam dari mulutnya.

"Bantu wanita itu duduk bersila, berikan pil ini padanya." perintah Xuan.

"Baik Saudara Xuan."

Xuan berjalan kebelakang wanita itu lalu duduk bersila. Dia menotok beberapa bagian di tubuh wanita itu, lalu mengalirkan energi ke punggung wanita itu. Setelah beberapa saat, wanita itu terbatuk-batuk sambil memuntahkan darah hitam yang begitu banyak.

"Terimakasih saudara Shen, kamu telah menolongku." Tiba-tiba wanita itu berbicara dengan nada lemah.

"Lin Lin, bukan aku yang menolong mu tapi saudaraku Xuan." Sambil menunjuk Xuan yang ada di belakang wanita itu.

"Terimakasih Tuan telah menolongku. Aku berhutang nyawa padamu." Sambil memperhatikan pemuda itu dengan teliti. Tapi sepertinya dia tidak mengenalnya.

"Telan pil ini, aku akan menyembuhkan semua luka dalam dan luka luar di tubuh mu." Xuan tidak menjawab perkataan Lin Lin. dia hanya menyodorkan sebutir Pil berwarna hitam keemasan.

"Baik Tuan, terimakasih." jawab Lin Lin singkat sambil menelan pil tersebut.

Xuan kembali mengalirkan energi dari telapak tangannya, untuk membantu wanita itu agar proses penyerapan pil lebih cepat. Hanya dalam hitungan menit, semua luka yang ada di tubuh wanita itu telah pulih. Kultivasinya bahkan naik satu tingkat, dari tingkat master tahap menengah menjadi tingkat mater tahap akhir.

"Luar biasa." Gumam Lin Lin tanpa sadar. Begitu juga dengan Yang Shen. Seolah-olah kejutan tidak ada habisnya. Sepertinya dia telah lupa kemaren bahwa dia masih ragu mengikuti Xuan.

"Persiapkan diri kalian. Sebelum memasuki lembah siluman ini, sebaiknya kalian berdua latih tanding dulu untuk menghiburku." Perintah Xuan sambil mengeluarkan arak dan memanggang kembali daging hewan buas.

1
Yusub Gultom
Ayo teman-teman bantu dong penulis serampangan ini, ini kontrak pertamaku, aku ingin masukan dari teman teman, 🙏🙏🙏, bantu like, komen, subscribe, agar aku lebih semangat update tiap malam, tanpa di like pun aku semangat apa lagi ada support dari kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!