NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:618.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Sakti memutar posisi duduknya, menatap lekat wajah Rahma yang berada tepat di sampingnya. Pandangannya tertuju pada hidung dan pipi gadis itu yang memerah padam, lengkap dengan bibir yang sedikit membengkak akibat amukan cabai mercon.

Salma yang menyaksikan pemandangan itu secara langsung dari seberang meja tidak bisa lagi menahan tawa. Ia tertawa geli melihat kecanggungan luar biasa yang tercipta di antara abangnya dan sahabatnya sendiri.

"Hadeuh... pasangan bucin baru ini benar-benar bikin aku iri saja," seloroh Salma sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ia kemudian mulai merapikan tasnya dan bangkit berdiri. "Ya sudah ah, aku mau balik ke kosan dulu. Hari ini aku sudah rela membolos gak masuk kuliah demi bantuin kamu, Ma. Besok kamu masuk kampus, kan?"

"Iya, Sal. Besok ada jam kelas dari pagi sampai sore," ujar Rahma dengan suara sengau. Tepat setelah menyelesaikan kalimatnya, ia kembali menarik napas kuat-kuat untuk menahan ingusnya yang lagi-lagi memaksa ingin keluar dari hidung.

Sreeet!

"Ya sudah, aku pulang duluan ya. Dadah Kak Sakti, dadah calon kakak ipar Rahma... Puas-puasin deh mesra-mesraan nya di sini," pamit Salma tanpa dosa, sengaja menekankan kata mesra-mesraan dengan volume suara yang cukup jelas.

Mendengar godaan adiknya yang semakin melantur, Sakti langsung menepuk jidatnya sendiri dengan gusar. Adik perempuannya itu benar-benar sudah salah paham tingkat tinggi.

"Sal, kamu mau ke mana? Kok main pergi begitu saja sih?!" protes Rahma setengah panik, mencoba menahan Salma agar tidak meninggalkannya berdua saja dengan sang Komandan.

Namun, sepertinya Salma sama sekali tidak menghiraukan protes sahabatnya. Gadis itu tetap melangkah pergi meninggalkan warung bakso, sengaja melambaikan tangannya ke belakang tanpa berbalik, lengkap dengan ekspresi wajah jahil yang tampak sangat puas karena berhasil menjebak mereka dalam kecanggungan ini.

Rahma hanya bisa menghembuskan napas panjang dan pasrah, menatap kepergian Salma dengan perasaan campur aduk, sementara atmosfir di meja makan itu mendadak berubah menjadi jauh lebih intens dan menegangkan.

'Salma, kamu tega sekali meninggalkan aku...kau kan tahu kalau aku sekarang tidak begitu akrab dengan kak Sakti, mana kondisi ku seperti ini lagi, duh nih ingus kenapa meler terus sih!' gerutunya dalam hati.

Setelah kepergian Salma yang meninggalkan atmosfir canggung, Sakti berdehem pelan untuk mencairkan suasana. Pria itu menunjuk tas jinjing yang diletakkan Rahma di kursi sebelah.

"Bagaimana? Berkas yang aku minta semalam sudah lengkap?" tanya Sakti, kembali ke mode seriusnya sebagai seorang perwira.

"Eh, iya Kak. Sudah semua, kok. Tadi dibantu Salma juga mengeceknya," jawab Rahma cepat. Ia segera membuka tas dan mengeluarkan map berisi dokumen-dokumen penting yang diperlukan, lalu menyerahkannya kepada Sakti.

Sakti menerima map tersebut dan memeriksanya sekilas. Seulas senyum tipis terbit di wajah tegasnya yang semula kaku. "Bagus. Oh iya, helm Hello Kitty mu semalam tertinggal di motorku," ucap Sakti teringat benda pink mencolok yang sukses membuat dua anak buahnya dihukum pagi ini.

"Ya ampun, aku baru ingat, Kak! Maaf ya sudah merepotkan sampai dibawa ke markas," ucap Rahma panik seketika sambil menundukkan kepalanya, merasa tidak enak hati karena kecerobohannya.

Setelah itu, keduanya kembali terdiam. Suasana canggung yang pekat kembali menyelimuti meja warung bakso tersebut selama beberapa saat. Rahma sibuk meremas tisu untuk menyeka sisa keringat di pelipisnya, sementara Sakti mengetuk-ngetuk jarinya di atas map.

Beberapa detik kemudian, Sakti kembali berdehem berat. "Oh iya... siang ini kau sudah tidak ada kesibukan lagi, kan? Kebetulan Kolonel Yusuf ingin bertemu langsung denganmu. Kau... bisa ikut denganku ke markas sekarang?" tanya Sakti. Ada sedikit nada cemas dalam suaranya, takut jika gadis di hadapannya ini akan menolak.

Rahma sontak mendongak, matanya membelalak kecil. Ia sama sekali tidak menyangka akan diajak pergi ke Markas Siliwangi secepat ini, apalagi untuk menghadap atasannya Sakti. Namun, mengingat ini adalah bagian dari prosedur, Rahma akhirnya mengangguk. "Baiklah, Kak. Aku ikut Kakak ke markas."

Mendengar jawaban itu, Sakti tersenyum lebar. Kelegaannya terpancar jelas. Pria itu bangkit berdiri, lalu tanpa sadar meraih dan menggenggam erat tangan Rahma untuk mengajaknya keluar dari warung.

Apa yang dilakukan Sakti sebenarnya adalah sebuah refleks kebiasaan masa lalu. Dulu, setiap kali berjalan bersama, Sakti selalu menggenggam tangan kecil Rahma dan Salma karena ia ingin selalu melindungi kedua gadis kecil yang sangat disayanginya itu. Berbeda dengan Syila adik pertamanya sekaligus kakaknya Salma yang sejak dulu selalu bersikap mandiri, dewasa, dan tidak cengeng, Salma dan Rahma baginya adalah tanggung jawab yang harus selalu dijaga.

Untuk kedua kalinya, Rahma harus menaiki motor sport hitam besar milik Sakti. Saat tubuhnya sudah aman di jok belakang, dadanya kembali berdegup kencang. Rasa gugup yang luar biasa menjalar ke sekujur tubuhnya, apalagi kini ia sudah mengenakan helm Hello Kitty kesayangannya kembali.

"Jangan lupa pegangan yang erat, Ma... Nanti kamu jatuh," perintah Sakti sambil menoleh sedikit ke belakang. Pria itu sendiri sudah mengenakan helm sangarnya.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Rahma mengulurkan tangan, hanya menyentuh ujung seragam loreng di bagian pinggang Sakti. Ia tidak berani melingkarkan tangannya dengan erat seperti semalam.

Namun, baru saja motor hendak melaju, tangan kiri Sakti melepas stang. Ia bergerak ke belakang, meraih tangan Rahma dan menariknya tegas agar memeluk pinggangnya dengan erat.

"Kaya gini pegangan yang betul! Kau ini kenapa jadi aneh dan kaku seperti ini sih? Dulu waktu kecil bukannya kau yang paling semangat kalau di dekatku?" tiba-tiba Sakti melontarkan kalimat yang menggoda Rahma.

Deg!

Rahma benar-benar tidak bisa menyembunyikan rona merah yang kini membakar seluruh pipinya. Jantungnya berdentum gila-gilaan di dalam dada.

'Ini seriusan Kak Sakti sedang mode menggodaku? Apa... apa dia sudah mau mencoba membuka hatinya untukku?' batin Rahma menjerit ingin tahu, menahan desiran hangat yang membuncah di hatinya.

Sementara itu, di balik kaca helm gelapnya, Sakti diam-diam menggerutu dalam hati sembari menarik gas motornya perlahan.

'Ish, dasar bocil. Kau itu sedari kecil sampai sekarang, lucunya gak pernah hilang. Dasar anak bau kencur,' ucapnya membatin, menahan senyum tipis yang mengembang di bibirnya saat merasakan pelukan erat dari gadis yang sebentar lagi akan menjadi tanggung jawab penuh dalam hidupnya.

Bersambung...

1
Jumi Eko
Bagus
Rahma Inaya
mampus km dinda raskan keangkuhan mu lenyap dlm seketika
Rahma Inaya
sptnya umpan sdh masuk perangkap
Rahma Inaya
rahma jgn mudh lemah dikit2 melow.km hrs cr tau dl kebenarnya tny lng ke sakti dan kirm foto juga chat dr orang misterius or mkn dinda .rumah tangga mu sedang di uji km hrs kuat mental
Rahma Inaya
untung adnan tepat dtg bs menolong dr sandriwa murahan pelakor
Rahma Inaya
mentg2 br bukq puasa maunya gaspol trs bknnya smlm sdh 3 kli untg2 km bs jebol gawang mash rejeki walau pginya rahma lngs dtg buln gmn klu pas mau jebol gawang rahma sdh keduluan dtg bulan tmbh pusing tu kpla bwah mu🤭🤭
Neng Tuti
lawan Rahma jangan kalah dari ulat bulu gateel itu
Neng Tuti
mulai datang si ulat bulu gateeel😡
Neng Tuti
gaskeun Pak Kapten biar cepet jadi Sakti atau Rahma junior😍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap akak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Neng Tuti
tah mulai pasea pak komandan mah timuruan iiiih🤭
Rahma Inaya
so sweet pak kapten rela menurunkn ego nya demi meluluh kn dan mendptkan cnt sang istri bocilnya
Rahma Inaya
sakti kena jebakan adiknya sendiri
Rahma Inaya
mode semburi pak komandan padhl rahma kenal krn dokter yg periksa sakti adlah gebetan doseb rahma di kampus .blm apa2 sdh cemburu
Rahma Inaya
lambat laun tp pastu sakti mulai terpesona dgn rahma ..
Rahma Inaya
walau bau kencur nntnya bisa buat ank utk keturunan mu pak komandan dan ada nnt km bakal bucin
Rahma Inaya
lama2 pak komandan jatuh cinta pd ormg nya juga
Rahma Inaya
knp rahma yg di tuduh .kan km sdh tau klu ayah mu sifat nya keras
Rahma Inaya
nysek rasanya hati rahma
Asmawati Wati
rahma hamidun positif++😍😍 apa yg ditakutkan kan rahma akhirnya berhasil sakti wujudkan😄😄😄
Asmawati Wati
serasi👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!