NovelToon NovelToon
SANG PENGUKIR JIWA

SANG PENGUKIR JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:475
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Ji Ming, murid luar Sekte Puncak Elang Hitam yang dianggap sampah karena "Meridian Kosong" — kondisi langka yang membuatnya tak bisa merasakan qi seperti kultivator normal — ditugaskan menjaga Makam Terlarang di pinggiran sekte: tempat relik-relik Perang Boneka Jiwa, bencana ratusan tahun lalu yang nyaris menghancurkan seluruh dunia kultivasi, disegel selamanya.
Saat Hari Peringatan Perang Boneka, segel melemah. Ji Ming menemukan ruang tersembunyi berisi fragmen kesadaran terakhir seorang Grandmaster Pengukir Jiwa — bukan reinkarnasi, hanya sisa tekad yang nyaris punah, cukup untuk mewariskan Manual Sang Pengukir Pertama sebelum lenyap selamanya. Meridian Kosong yang selama ini dihina ternyata justru syarat paling langka untuk jalur ini: kekuatan dari jiwa, bukan qi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Rumah Old Bo

Hujan sudah lama reda ketika rombongan kecil itu akhirnya tiba di sebuah desa kecil di kaki pegunungan pada sore hari kelima, tempat asap tipis mengepul damai dari cerobong-cerobong rumah kayu, dan suara ketukan palu pada kayu terdengar samar dari salah satu bengkel di ujung jalan.

"Itu bengkelnya," Su Mei berkata, menunjuk sebuah bangunan sederhana dengan papan nama kayu bertuliskan "Kerajinan Boneka Bo" yang sudah pudar dimakan cuaca. "Belum berubah sejak terakhir kali Yun Xia bercerita padaku tentangnya."

Di dalam bengkel, seorang pria paruh baya bertubuh gempal dengan tangan penuh serpihan kayu sedang mengasah sebilah pahat kecil, terlalu fokus hingga tak menyadari kedatangan mereka sampai Yun Xia berdeham di ambang pintu.

"Yun Xia?" Old Bo mendongak, wajahnya langsung cerah. "Sudah berapa lama, dua tahun? Tiga? Kupikir kau sudah lupa jalan ke sini—" Matanya kemudian berpindah ke sosok-sosok lain di belakangnya, dan seketika ekspresinya berubah, terutama saat pandangannya jatuh pada Su Mei.

Ia berdiri diam beberapa saat, pahat kecil di tangannya terjatuh tanpa ia sadari.

"Kau..." suaranya bergetar. "Kau terlihat seperti seseorang yang pernah kulihat di lukisan lama guruku. Adiknya, katanya, yang menghilang bersama seluruh sektenya."

"Aku Su Mei," wanita tua itu berkata pelan, matanya berkaca-kaca menatap bengkel yang penuh boneka kayu setengah jadi di sekelilingnya. "Dan kau pasti murid dari kakakku, Su Han."

Nama itu membuat Old Bo terduduk lemas di bangku terdekat, tangannya menutup mulut yang gemetar. "Guru Su Han. Aku tidak pernah tahu nama keluarganya yang sebenarnya. Ia hanya memperkenalkan diri sebagai 'Guru Han' padaku, dulu, saat menemukanku sebagai anak yatim piatu yang bahkan tak bisa memegang pahat dengan benar."

"Di mana dia sekarang?" Su Mei bertanya, suaranya penuh harap yang rapuh.

Old Bo menggeleng pelan, dan wajah Su Mei langsung meredup sebelum kata-kata itu keluar. "Ia meninggal, lima belas tahun lalu. Sakit tua biasa, bukan sesuatu yang mencurigakan—setidaknya, itu yang kupercaya. Tapi sebelum ia meninggal, ia meninggalkan sebuah peti untukku, dengan pesan untuk hanya membukanya jika suatu hari seseorang datang membawa boneka kayu berjiwa yang benar-benar hidup." Matanya tertuju pada Xiao Mu yang berdiri tenang di samping Ji Ming. "Aku pikir itu hanya pesan orang tua yang sudah pikun. Sampai sekarang."

Peti kayu tua yang disimpan Old Bo selama lima belas tahun ternyata berisi lebih dari sekadar kenangan pribadi—sebuah jurnal tebal berisi catatan tangan Su Han, dan beberapa lembar peta yang lebih detail dibanding milik Su Mei, menandai bukan hanya lokasi reruntuhan sekte lama, tapi juga tanda-tanda peringatan di sepanjang jalur menuju ke sana.

"Kakakku selalu lebih berhati-hati daripada aku," Su Mei berkata, matanya menyusuri tulisan tangan yang familiar meski sudah puluhan tahun tak ia lihat. "Ia menandai beberapa titik di sini sebagai 'terpantau'—tempat-tempat yang menurutnya masih diawasi seseorang, bahkan bertahun-tahun setelah pemusnahan."

Ji Ming teringat sesuatu. "Seperti gagak yang mengikuti kami."

Old Bo, yang sejak tadi mendengarkan dengan saksama, tiba-tiba menegang. "Gagak dengan mata yang terlalu cerdas? Berkilau aneh, seperti ada sesuatu di baliknya yang bukan sekadar burung biasa?"

"Kau pernah melihatnya juga?"

"Guru Han pernah cerita, sekali, sebelum ia meninggal—tentang sesuatu yang ia sebut 'Mata Bayangan', konstruksi pengintai yang dibuat bukan dengan seni pengukiran jiwa biasa, tapi dengan teknik yang lebih gelap, lebih tua." Old Bo menatap mereka satu per satu, wajahnya pucat. "Ia bilang, teknik semacam itu hanya dikuasai oleh faksi Mo Yan dulu—dan kalau ada yang masih menggunakannya sekarang, itu berarti seseorang mewarisi lebih dari sekadar ingatan tentang Mo Yan. Mereka mewarisi tekniknya juga."

Ruangan itu hening sejenak, hanya suara detak jam kayu tua di sudut bengkel yang terdengar jelas.

"Jadi bukan hanya sisa tekad Mo Yan yang mungkin masih ada," Yun Xia berkata pelan, menyimpulkan ketakutan yang sama dirasakan semua orang di ruangan itu. "Tapi mungkin ada seseorang yang benar-benar mewarisi jalannya—murid, atau pengikut, yang selama ini bersembunyi sama seperti kalian bersembunyi."

Su Mei menutup jurnal kakaknya perlahan, wajahnya kini dipenuhi ketegasan yang bercampur kekhawatiran mendalam. "Kalau begitu, perjalanan kita ke reruntuhan bukan lagi sekadar mencari arsip lama. Kita mungkin akan menemukan sesuatu yang masih hidup, menunggu di sana—atau lebih buruk, sesuatu yang sudah lama tahu kita akan datang."

Malam itu, Old Bo bersikeras mereka menginap di bengkelnya, memberikan kamar-kamar sederhana namun hangat, sementara ia sendiri duduk hingga larut malam mempelajari kembali catatan gurunya dengan mata yang tak lagi bisa terpejam tenang.

Ji Ming, sebelum tidur, duduk sejenak menatap Xiao Mu dan Xiao Yu yang beristirahat berdampingan di sudut kamar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!