NovelToon NovelToon
The Last Horizon: Zero To Heroes

The Last Horizon: Zero To Heroes

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:250
Nilai: 5
Nama Author: Lamunan Malam

Siapa aku, seorang pecundang?

Mengikuti kisah Lyan Clament, seorang penyihir tingkat Saint. Walaupun masih remaja, ia mengejutkan banyak orang dengan kemampuannya. Tapi kekuatan sihir bukanlah penentu utama.

Di dunia ini, Benua Ostland menjadi tempat Kekaisaran melakukan invasi tanpa henti. Tidak ada yang murni baik atau buruk; semua orang memiliki alasan masing-masing untuk bertahan hidup.

Tingkat Saint? Hah...

Gelar itu tidak membuat Lyan spesial di antara puluhan penyihir lainnya. Meski hanya satu dari seratus orang yang bisa menggunakan sihir, untuk apa kemampuan tersebut jika dihadapkan dengan kekuatan Kekaisaran?

Lyan baru saja kehilangan kedua orang tuanya, dan tetap bernapas sampai sekarang adalah sebuah keajaiban. Dendam di dalam hati sempat membutakannya untuk membalas kematian orang tuanya. Namun, semua itu perlahan berubah ketika ia bertemu dengan Steven dan Sandra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lamunan Malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Pemandangan yang Indah

Waktu berlalu dari pagi hingga sore hari. Beberapa penjaga yang mengenakan lingkaran besi berlambang naga tampak melangkah turun dari pos pemeriksaan. Kami akhirnya tiba di wilayah perbatasan, titik di mana lanskap tandus Istarloth berbatasan langsung dengan lebatnya Hutan Greenwood.

"... Ada apa ini, Pak?" tanya sang kusir heran.

Tanpa menjawab, salah seorang penjaga langsung menerobos masuk ke dalam karavan tanpa izin dan mulai menggeledah isi kabin. Setelah tidak menemukan hal yang mencurigakan, prajurit lain dengan pangkat lebih tinggi baru angkat bicara untuk memberikan penjelasan.

"Kami menjalankan perintah untuk mengantisipasi adanya infiltrasi," tegasnya.

"Infiltrasi?" ulangku memastikan.

"Benar," sahut prajurit itu seraya merogoh tas pinggangnya dan memperlihatkan selembar dokumen. "Berdasarkan surat kabar ini, kelompok pemberontak mulai menyuarakan aksi perlawanan terbuka terhadap Kaisar. Mereka mengklaim bahwa Kekaisaran telah kehilangan legitimasinya untuk memerintah."

Prajurit yang menggeledah tadi akhirnya memberi isyarat aman. "Baiklah, kalian dipersilakan lewat!" serunya sambil mengisyaratkan anak buahnya untuk mengangkat palang penghalang jalan.

Sebelum kereta kami sempat bergerak melintas, prajurit berpangkat tinggi itu kembali menahan laju kami. "Satu hal lagi, Pak! Berhati-hatilah jika kalian mengambil rute Kingsman. Jembatan utama di sana dilaporkan terputus, jadi kalian harus mengambil jalan memutar yang lebih dalam menembus hutan."

Sang kusir mengangguk paham, lalu kembali memacu kuda-kudanya.

"Wah!"

Sandra berulang kali berteriak di sepanjang jalan, tangannya antusias menunjuk ke segala arah. Berbagai satwa endemik penghuni hutan tampak bebas berkeliaran—mulai dari singa, harimau, gajah, hingga orangutan sangat mudah dijumpai di balik rimbunnya pepohonan.

Rasa kagum yang terpancar dari wajah Sandra dan Steven terasa amat alami. Bagaimanapun juga, ini adalah perjalanan terjauh yang pernah kami tempuh. Pemandangan hijau dan hewan liar seperti ini jelas menjadi hal langka bagi kami yang hidup di Landmine, tempat di mana sejauh mata memandang hanya ada rawa tambang dan teriakan kasar para mandor.

"Ohoi!" seru Sandra menepuk bahuku. "Kenapa kau sama sekali tidak antusias melihat semua ini? Lihat burung itu, indah sekali, kan?!" tunjuknya ke arah seekor merpati yang hinggap di dahan.

"Mungkin dia sedang merindukan suasana tambang di Landmine, hahaha!" sahut sang kusir terkekeh dari kursi depan.

"Ah, coba lihat yang sebelah sana!" sambung kusir itu lagi seraya menunjuk sebuah pohon raksasa yang menjulang megah. "Kalian harus tahu, itu adalah pohon tertua di Ostland. Usianya sudah mencapai dua milenium! Pohon itu bahkan menjadi saksi bisu sejarah saat Alfred yang Agung menyatukan seluruh peradaban manusia."

"Apa?! Dua ribu tahun?!" teriak kami bertiga hampir bersamaan.

"Benar, kalian tidak salah dengar!" balas sang kusir bangga.

Kami bertiga serentak mendongak lewat jendela kereta yang terbuka, menatap takjub pada batangnya yang kukuh sebelum akhirnya pohon purba itu perlahan menghilang di balik tikungan jalan.

"... Bagaimana, Sandra?" dengusku meliriknya. "Apakah pemandangan ini mulai mengubah pikiranmu?"

"Tidak sama sekali!" sergahnya cepat. "Pemandangannya memang indah, tapi tetap saja membosankan!"

"Maksudmu membosankan bagaimana?"

"Kita butuh pertempuran! Sudah lama sekali kita tidak bertarung melawan Goblin atau monster sejenisnya!"

"Pertarungan terakhir kita itu baru seminggu yang lalu, Dasar Bodoh!" balasku menepuk jidat. "Bagaimana bisa kau sebut itu sudah lama?!"

Beberapa saat kemudian, pendar cahaya fajar sepenuhnya menghilang, digantikan oleh pekatnya malam serta sahut-sahutan lolongan serigala di kejauhan. Sang kusir tua menjelaskan bahwa perjalanan menembus hutan menuju kota terdekat masih sangat jauh, tetapi ia enggan menghentikan laju kuda-kudanya di tengah kegelapan. Ia sempat menawarkan diri untuk menjaga keamanan selama malam, tapi rencana itu langsung kami tolak karena kami sama sekali tidak yakin dengan kemampuan bertarungnya.

Tak lama setelah percakapan itu, kerlip pendar api unggun mendadak terlihat dari balik undakan bukit di depan sana. Sang kusir tanpa ragu langsung memacu kuda-kudanya lebih kencang.

Di tengah lebatnya hutan seperti ini, munculnya titik cahaya menandakan keberadaan permukiman atau desa kecil—tempat yang setidaknya jauh lebih aman bagi kami untuk menumpang beristirahat. Meskipun harapan untuk menemukan cabangnya Guild di desa terpencil seperti ini terbilang kecil—sangat berbeda dengan Qianlo yang memang berdiri di lokasi strategis—kami tetap bersyukur menemukan tempat bernaung.

Bersambung...

1
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
ka mau masuk grup aku gak tempat berbagi cerita . dan saling support
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!