NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 : Saat Takdir Memilihku

Devan serta Malea dan syafir melewati sebuah portal seperti kabut, menuju ke alam moana. Sementara Yunsi serta Ayumi dan Meylin menunggu kediaman dan menjaga Ibu nya Devan. Sebuah kabut ghoib yang di lewati Devan serta Malea dan Syafir, membawa mereka berpindah alam.

Sebuah alam beraura magis, dengan cahaya temaram menyinari tempat itu, tak ada matahari sama sekali, hanya sebuah cahaya yang entah dari mana asal nya.

"Tempat ini sangat menyeramkan" gumam Devan.

"Tempat ini di kelilingi pagar ghoib tuan, sehingga cahaya matahari tak mampu menembus nya" jelas Malea.

Pantas saja hanya cahaya temaram yang menyinari tempat itu, Devan berjalan menyusuri jalan setapak yang di hiasi rumput ilalang di sepanjang jalan, serta sekelilingnya di penuhi dengan hutan lebat. Terlihat di langit sosok seperti naga berterbangan menghiasi langit itu, dan banyak sekali mahluk-mahluk aneh yang Devan lihat disana.

Mahluk-mahluk itu memandang aneh kepada Devan serta Malea dan syafir. Karena mereka asing di tempat ini.

"Kenapa manusia bisa datang ketempat ini" ucap sosok mahluk berbadan besar dengan perut nya yang buncit serta memiliki taring panjang, dan membawa sebuah tongkat besar berduri.

"Mungkin karena dia bersama dua dayang itu Tuan" timpal mahluk badan kurus di samping nya, yang memiliki telinga runcing serta mata bulat menyeramkan.

Namun mengapa tak ada yang berani mendekati Devan serta Malea dan syafir? Hingga Devan pun bertanya. "Kenapa mereka tak ada yang mendekati kita, bahkan cenderung menjauh?" tanya Devan.

"Mungkin karena cincin pusaka batu merah itu tuan" jawab Syafir.

Devan kemudian memandangi cincin nya itu, yang dia dapat saat melawan sosok bayangan hitam di alam manusia. "Ini sangat menakjubkan!" ucap Devan.

Malea serta syafir hanya mengulas senyum melihat tuan nya itu. Namun mereka di kejutkan dengan kedatangan sosok tinggi hitam, memiliki kuku panjang serta taring di mulut nya, dan dia memiliki ekor serta tanduk dan mata merah menyala.

"Heiii manusia! Kenapa kau berada di alam kami!" ucap Mahluk itu, tanpa ada nya provokasi.

"Aku hanya mencari istana Rakhasa!" jawab Devan.

Mendengar sebutan istana Rakhasa, mata mahluk itu Membulat, itu adalah istana tempat dimana para sesepuh berkumpul, seperti ki Amar. "Siapa yang mengirim mu!" tanya mahluk itu.

"Ki Amar!" jawab Devan.

Mendengar nama ki Amar mahluk itu kembali terkejut, apa hubungan manusia ini dengan ki amar. "Hubungan mu dengan nya apa?" tanya mahluk itu kembali.

"Aku adalah pewaris nya" jawab Devan.

Mendengar itu, Mahluk hitam itu segera memberi hormat dan berlutut. "Salam tuan, nama ku Manjo! Maaf aku tak mengenali mu! Kami sudah menunggu mu" ucap mahluk yang ternyata memiliki nama Manjo itu. "Mari ku antar tuan!" sambung nya lagi.

Devan tertegun melihat itu, dia melihat ke arah Malea seakan meminta jawaban, karena selama di alam nyata dia tak mendengar penjelasan yang detail dari Malea.

"Nanti kau akan tau semua nya tuan" ucap Malea.

Namun Devan masih berpikir dengan segala pertanyaan nya yang ada di kepala. Devan pun segera tersadar dan segera mengekor mengikuti Manjo, dia ingin tau kenapa dia di tunggu di alam moana ini. Sepanjang jalan Devan di suguhi pemandangan yang indah, namun sayang hanya cahaya temaram yang menyinari tempat itu.

Sungai yang mengalir dengan tenang, serta pengunungan yang mengelilingi tempat itu, dan sebuah danau dengan air nya yang berwarna biru terang.

"Tempat macam apa ini, seperti di dalam mimpi saja" batin Devan.

Tak lama perjalanan mereka, kini terlihat sebuah istana yang megah di mata Devan, dengan dinding tinggi yang mengelilingi nya serta hewan-hewan aneh di sekitar halaman nya.

"kita sudah sampai tuan" ucap Manjo saat sudah berada di sebuah gerbang yang menjulang tinggi.

Manjo pun membaca sebuah mantra hingga gerbang itu pun terbuka. Saat tiba di halaman utama Devan sudah di sambut oleh Puluhan dayang, seperti Malea dan Syafir. Di tengah nya terdapat lima orang pria tua, dan salah satu nya sangat Devan kenali.

"Ki Amar!" gumam Devan. Devan memberi salam kepada lima sesepuh di hadapan nya itu.

"Hahahaha anak muda, ternyata kau sangat tampan sekali, benar seperti yang Amar bilang, kau memang pantas menjadi pewaris istana Rakhasa!" ucap salah satu pria tua di samping ki Amar.

Devan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, diri nya kebingungan karena dia tak menyangka sekali akan datang ke tempat seperti ini.

"Sudahlah, kalian masuklah kami sudah menunggu kalian" timpal Ki amar.

Devan pun mengekor di belakang lima sesepuh di hadapan nya itu. Namun rasa penasaran Devan melihat puluhan wanita di belakang nya, membuat nya bertanya kepada Malea. "Siapa para wanita itu?" tanya Devan.

"Mareka termasuk yang akan menjadi milik mu tuan, beberapa dari mereka adalah sisa dari kami, aku serta syafir dan tiga yang kau tau adalah yang terkuat, dan karena tuan sudah mencapai kekuatan yang memenuhi syarat, maka inilah saat nya mereka mengabdikan diri kepadamu!" jelas Malea.

Devan terkejut menyadari keadaan yang ada di hadapannya. Wanita-wanita yang kini akan menjadi bagian dari hidupnya begitu banyak, dan semuanya memiliki kecantikan layaknya seorang bidadari. Devan hanya berkutat dengan pikiran nya, yang di penuhi tanda tanya, perjalanan nya menuntun dirinya kesebuah takdir yang sangat tak terduga.

Sepanjang lorong Devan memerhatikan, ornamen-ornamen yang menghiasi lorong tersebut, sangat megah terlihat sangat clasic namun elegant. Semua ornament hampir di lapisi dengan emas serta perak. Membuat Devan terkagum memandangi seisi ruangan itu.

Kini mereka sudah sampai di ruang aula, di tengah-tengah nya terdapat meja bundar serta kursi yang mengelilingi nya. Lima sesepuh itu duduk di ikuti Devan, namun Malea serta Syafir berdiri mengelilingi meja itu bersama yang lain nya.

"cucuku! sekarang lah waktu nya kau mengemban amanah yang lebih besar" ucap Ki Amar.

"Maksud Ki Amar apa?" jawab Devan yang masih bingung dengan semua ini.

"Kau adalah cucuku nak! Aku adalah ayah dari ayah mu" jawab Ki Amar.

Deug!

Devan semakin di buat bingung, pantas saja ayah nya tak pernah bercerita tentang kakek nya "Berarti..." ucap Devan terpotong karena ki Amar segera menimpalinya.

"Yaa..aku adalah kakek mu, dan kau adalah pewaris sah ku setelah ayah mu menolak menerima semua ini, dan lebih memilih hidup dengan ibu mu" jelas Ki Amar.

Kini semakin jelas segala pertanyaan yang selalu ingin dia cari jawaban nya sejak dia kecil, karena sang ayah selalu terkesan menutupi identitas sang kake dan keluarga aslinya. Kini Devan akan menjalani hidup sebagai seorang raja alam moana, dan memiliki tahta kekuatan yang luar biasa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!