NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Brak.

Tubuh Lin Xiao terlempar keras menghantam dinding batu.

Darah segar langsung menyembur dari mulutnya.

Bruk.

Dia jatuh tersungkur ke atas tanah berdebu dengan sangat keras.

Rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh tulang rusuknya.

"Hanya segini kemampuanmu, dasar sampah?"

Suara tawa yang sangat merendahkan terdengar menggema di halaman belakang kediaman Klan Lin.

Lin Jian berdiri dengan angkuh sambil memandang rendah ke arahnya.

"Bangun, Lin Xiao!" teriak Lin Jian sambil menunjuk ke arahnya. "Kau membuat klan kita terlihat sangat menyedihkan!"

Lin Xiao mengertakkan giginya menahan rasa sakit yang menusuk.

Dia berusaha menopang tubuhnya dengan kedua tangan yang gemetar.

Tap.

Sebuah kaki menginjak punggung Lin Xiao dengan keras.

Wajah Lin Xiao kembali terhempas ke tanah kotor.

"Tuan Muda Jian menyuruhmu bangun sampah, bukan merangkak seperti anjing!" ejek seorang penjaga yang ikut menendangnya.

"Benar, kau sungguh tidak tahu diri!" sahut penjaga lainnya sambil tertawa keras.

Lin Xiao mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai buku jarinya memutih.

Napasnya tersengal-sengal mencari udara.

'Aku tidak boleh mati di sini.'

'Ayah masih sakit keras, aku harus membelikan obat untuknya.'

Lin Xiao memutar kepalanya sedikit untuk melihat Lin Jian.

Tatapan matanya penuh dengan kebencian dan amarah yang tak tertahankan.

"Oh, kau berani menatapku seperti itu?" ucap Lin Jian dengan nada mengejek.

"Apa kau pikir ini masihlah masa kejayaan ayahmu seperti dulu?"

Lin Jian berjongkok lalu menjambak rambut Lin Xiao dengan kasar.

Dia menarik kepala Lin Xiao hingga pemuda itu meringis kesakitan.

"Dengar baik-baik, sampah." bisik Lin Jian tepat di depan wajah Lin Xiao.

"Kota Jade River ini berada di wilayah Central Heavenly Plains yang sangat kejam."

"Di sini, yang kuatlah yang berkuasa." tambah Lin Jian sambil tersenyum sinis.

"Dan kau hanya memiliki roh berupa makam hancur yang bahkan tidak bisa menyerap energi spiritual sedikit pun."

Cuih.

Lin Jian meludah tepat di sebelah wajah Lin Xiao.

Dia lalu menghempaskan kepala Lin Xiao ke tanah lagi.

"Kau pikir Nona Su Yuxin masih sudi bertunangan denganmu?" kata Lin Jian sambil berdiri.

"Dia sudah mengirim surat untuk membatalkan pertunangan kalian besok."

Mata Lin Xiao membelalak mendengar kabar itu.

Rasa sesak di dadanya kini lebih sakit daripada luka fisiknya.

"Bohong." ucap Lin Xiao dengan suara serak dan pelan.

"Yuxin tidak mungkin akan melakukan itu."

"Hahaha, kau masih bermimpi rupanya!" tawa Lin Jian meledak keras.

"Nona Su Yuxin sekarang adalah seorang murid jenius, sedangkan kau hanyalah aib bagi semua orang!"

Plak.

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Lin Xiao.

Salah satu penjaga memukulnya karena berani membantah ucapan Lin Jian.

"Tutup mulutmu saat Tuan Muda Jian berbicara!" bentak penjaga itu.

"Kau seharusnya bersyukur Tuan Muda Jian masih mau repot-repot memberimu pelajaran bela diri."

Lin Xiao terbatuk-batuk mengeluarkan lebih banyak darah.

Penglihatannya mulai kabur, tapi dia menolak untuk memejamkan mata.

'Semua orang mengkhianatiku.'

'Klan ini, orang-orang ini, mereka semua menjilat kepada yang kuat dan menindas yang lemah.'

"Hajar dia lagi sampai dia memohon ampun." perintah Lin Jian sambil berbalik badan.

"Aku bosan melihat wajah sampah ini."

Bugh.

Tendangan keras mendarat di perut Lin Xiao.

Bugh.

Pukulan bertubi-tubi menghantam punggung dan kepalanya.

Srak.

Baju Lin Xiao robek ditarik secara paksa oleh para penjaga itu.

Tubuhnya kini dipenuhi luka lebam dan darah yang terus mengalir.

"Ampun Tuan Muda, saya mohon ampun!"

Suara tangisan itu bukan berasal dari Lin Xiao.

Tapi dari seorang pelayan tua yang tiba-tiba berlari dan bersujud di depan Lin Jian.

"Pa-Paman Zhou..." gumam Lin Xiao dengan susah payah.

"Jangan... jangan memohon pada mereka."

"Tuan Muda Jian, tolong hentikan, Tuan Muda Lin Xiao bisa mati!" teriak Paman Zhou sambil menangis tersedu-sedu.

"Tuan Lin Tianhai akan sangat sedih jika melihat putranya seperti ini."

Mendengar nama Lin Tianhai disebut, wajah Lin Jian berubah menjadi semakin dingin.

Dia menendang Paman Zhou hingga pria tua itu terguling ke belakang.

"Jangan sebut nama orang cacat itu di depanku!" bentak Lin Jian penuh amarah.

"Lin Tianhai sudah kehilangan kultivasinya, dia bukan lagi tetua agung dari klan kita!"

Lin Xiao merasakan darahnya mendidih mendengar ayahnya dihina.

Dia mencoba bangkit namun tubuhnya sudah tidak memiliki tenaga lagi.

"Kalian boleh menghinaku." ucap Lin Xiao dengan napas putus-putus.

"Tapi jangan berani-berani menghina ayahku!"

"Lalu kau mau apa, sampah?" tantang Lin Jian sambil berjalan kembali mendekati Lin Xiao.

"Kau mau memukulku dengan tubuh lemahmu itu?"

Lin Jian mengangkat kaki kanannya tinggi-tinggi.

Energi spiritual berwarna biru pucat mulai berkumpul di ujung kakinya.

"Mati saja kau dan susul ibumu ke neraka!" teriak Lin Jian dengan kejam.

Wush.

Kaki Lin Jian meluncur deras ke arah kepala Lin Xiao.

Angin berhembus kencang karena tekanan energi spiritual itu.

Duarr.

Tanah di sekitar kepala Lin Xiao hancur berantakan.

Debu tebal mengepul ke udara menutupi pandangan semua orang.

"Itu pelajaran agar kau tahu tempatmu." kata Lin Jian sambil mengibaskan debu dari bajunya.

"Ayo kita pergi dari sini, darahnya membuat sepatuku kotor."

Lin Jian dan para penjaganya pergi meninggalkan halaman belakang itu sambil tertawa-tawa.

Mereka sama sekali tidak peduli apakah Lin Xiao masih hidup atau sudah mati.

Paman Zhou merangkak mendekati kepulan debu itu dengan air mata berlinang.

"Tuan Muda Lin Xiao! Tuan Muda!"

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!