seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
saling pandang
Suara dering alarm ponsel masih terus berbunyi hingga bram mematikan nya,bram melihat jam yang ada di ponsel milik nya tampak kini sudah pukul lima pagi,dan bram pun mulai bersiap-siap seperti biasa,bram berdiri dari kursi lantas pergi berjalan menaiki tangga menuju kamar miliknya,sambil menggenggam ponsel milik nya,sesampai nya ia di atas,ia tampak meletakan ponsel milik nya di atas meja yang ada di kamar,ia berjalan lalu mengintip keluar jendela,tampak matahari sudah memancarkan sinarnya dari ufuk timur,tak lama setelah itu ia memasuki kamar mandi yang ada di dalam kamar milik nya.
Sementara itu di lantai bawah,diatas sofa masih terbalut selimut wanita tersebut masih juga belum bangun.
Beberapa menit berlalu bram akhirnya selesai membasuh diri,kini wajah tampan dan postur tubuhnya yang atletis pun memancarkan kesegaran,aura positif memancar kuat dari tubuh bram,dengan rambut basah berantakan ia berjalan menghadap cermin besar yang ada di kamar,bram menatap dirinya yang hanya berbalut handuk,
" apa yang kamu lakukan bram,kamu membawa seorang wanita yang tak kamu kenal masuk kedalam rumah ini,rumah yang belum pernah di datangi oleh seorang wanita,setelah ini ,cepat bereskan masalah ini" ujar bram lirih di depan cermin seakan berbicara dengan diri nya sendiri,tak lama setelah itu bram membuka almari lalu mengambil pakaian,bram memakai kaos polo putih di padukan dengan celana kain hitam,yang membuat nya tampak simple namun enak di pandang,meski sebenarnya bram akan tetap terlihat menarik ,apapun pakaian yang ia kenakan,karena dasarnya ia memang pria yang tampan dan berpostur atletis,tak hanya itu ia juga memiliki hati yang baik pula,setelah mengenakan pakaian ia menyisir rambut tak lupa sebelum itu ia menyemprotkan minyak rambut,dan untuk sentuhan terakhir ia memakai parfum kesukaan nya.
Selesai dengan itu semua bram mengambil ponsel milik nya lalu keluar dari kamar,perlahan ia berjalan menuruni tangga,sesampainya ia di bawah,ia melihat ke arah sofa,tampak wanita tersebut belum juga bangun,
"cepatlah bangun,agar aku bisa segera mengantar mu pulang" gumam bram dalam batin,bram pun meneruskan langkah kaki nya menuju dapur,ia mulai memasak air untuk membuat kopi,dan saat ia baru saja menyalakan kompor,ia baru saja teringat bahwa semalam ia membeli kopi untuk pak satpam tapi tak menyerahkannya karena ia membawa wanita di dalam mobil,
" astagaaa,,,semalam aku membeli kopi,dan kini kopi tersebut masih ada di mobil,sial bagaimana aku bisa lupa" celetuk dalam benak bram,setelah kompor menyala ia mengambil sebuah gelas lalu memasukan bubuk kopi dan gula ke dalam nya,selesai dengan itu, kini ia mulai mengambil beberapa sayuran dan bumbu yang ada di kulkas lalu menaruhnya di atas meja,tak lupa ia juga memasak nasi,tak lama kemudian,air di dalam panci yang sedang ia masak akhirnya mendidih,segera bram mematikan kompor lalu memasukan air mendidih tersebut ke dalam gelas,
kini segelas kopi pun siap dinikmati di pagi hari,bram menyeduhnya lalu menyeruput kopi tersebut,
"stsssstttt,,,,ahhhh,,,,,,nikmatnya,andai kalian disini,menikmati kopi bersamaku,mungkin rasa kopi ini akan bertambah nikmat ibu ayah," gumam bram dalam batin nya sambil menikmati kopi milik nya,kini bram mulai mengolah semua sayur dan bumbu yang telah ia siap kan sebelumnya untuk di jadikan sebagai santapan di pagi ini.
Sementara itu sekar arum yang sedang terbaring di sofa akhirnya mulai tersadar,perlahan matanya mulai terbuka,
" hah,,,,dimana aku sekarang, apa yang terjadi padaku semalam,?" gumam dalam batin,wanita tersebut masih setengah sadar,
wanita tersebut pun bangun dan duduk diatas sofa,matanya melihat sekitar,ia merasa bingung,
" di mana ini?" gumam sekar arum,tak lama matanya mulai tertuju pada bram yang sedang sibuk memasak,namun sekar arum tak dapat melihat wajah bram karena posisi bram yang membelakangi sekar arum,
" siapa dia?" dalam batin ia bertanya- tanya,perlahan ia mengambil tas selempang milik nya,ia melihat ponsel milik nya,namun ponsel tersebut mati akibat lowbat.
Kembali ke sisi bram,kini bram hampir selesai dengan masakan nya,bahkan nasi nya pun sudah matang,bram membalikan badannya untuk menyeruput kopi,dan ia mendapati bahwa wanita yang telah ia bawa ternyata sudah terbangun,
" akhirnya bangun juga" gumam bram sambil melirik sekar arum,sambil menyeruput kopi bram mengamati gerak -gerik yang di lakukan wanita tersebut,
sementara itu sekar arum pun sadar kalau dirinya sedang diamati ,seketika sekar melihat ke arah bram,dan akhirnya mata mereka saling bertatapan,sekar arum pun terkejut,ternyata pria tersebut adalah pria yang ia temui semalam di kedai kopi,
" dia kan,pria semalam,mengapa aku bisa disini bersama nya?" gumam sekara arum penuh rasa penasaran,ia mencoba berdiri dari sofa namun saat ia sedang berusaha berdiri tiba- tiba ia merasakan sakit di bagian paha kanan nya,
"aaww,,,"rintih sekar saat merasakan sakit di pahanya,seketika ia kembali terjatuh ke sofa,bram pun bergegas menghampirinya
" apakah kamu tidak papa?" tanya bram kepada sekar arum,dengan posisi sedikit berjongkok sambil menatap wajah sekar arum yang tampak kesakitan,
" paha ku terasa sakit," balas sekar kepada bram,
" berbaringlah,dan jangan terlalu banyak bergerak dulu" ujar bram dengan nada suara yang lembut kepada sekar,hal itu membuat sekar terpaku sambil menatap wajah bram,tanpa banyak kata sekar pun menuruti perkataan bram,ia kembali berbaring di atas sofa,
"apa yang sebenarnya terjadi?" tanya sekar kepada bram,bram pun berdiri lalu berkata;
" nanti kuceritakan,sekarang kamu istirahat dulu ,sekarang aku mau menyelesaikan masakan ku",balas bram, dan bram pun berbalik lalu kembali ke dapur,
" apa yang telah terjadi,apakah kamu baik baik saja nak?" ujar sekar sambil mengelus perut nya,setelah beberapa menit berlalu , bram akhirnya selesai dengan masakan nya,bram pun segera menyiapkan dua porsi makanan untuk dirinya dan sekar,bram pun membawa kan sepiring makanan dan segelas susu hangat untuk sekar,dengan langkah hati-hati ia mendekat ke arah sekar,dan setelah sampai di tempat sekar berada,bram pun berkata,
" apakah kamu bisa duduk?" tanya bram kepada sekar,sambil meletakan piring dan gelas tersebut di atas meja yang terletak di depan sofa,
" aku rasa aku bisa" balas sekar pada bram,lalu sekar pun bangun dari posisi nya,kini posisi sekar duduk terlentang diatas sofa,
" biarkan kaki mu lurus terlentang seperti itu" ucap bram kepada sekar sambil mengambilkan makanan sekar yang ia letakan di atas meja,sekar tak menjawab dan hanya mengamati bram,
" ini,makan lah dahulu,aku sudah membuatkan sarapan untuk mu" terang bram kepada sekar,sekar yang melihat kebaikan bram kepadanya pun heran,lantas ia pun bertanya kepada bram,
"siapa kamu,mengapa kamu begitu baik padaku,lalu apa yang telah terjadi padaku,dan sekarang aku dimana?" tanya sekar kepada bram,penuh rasa penasaran,
bram dengan santai menjawab sambil menyerahkan sepiring makanan untuk sekar,
"tenangkan dirimu,aku akan ceritakan semuanya,namun sebelum itu,habiskan dulu makanan mu,aku juga akan makan dulu,setelah selesai aku akan kembali kesini" terang bram kepada sekar,sekar pun terdiam dan menuruti perkataan bram,melihat itu bram pun melangkah pergi menuju ke meja makan yang tak jauh dari dapur,sesampainya di meja makan,bram pun menyantap makanan miliknya,sama seperti itu,sekar pun menyantap makanan miliknya.
"Nikmat sekali makanan ini,siapapun dia,dia adalah pria yang pandai memasak" gumam sekar dalam batin sambil memandangi bram yang sedang makan di meja makan.
Disisi lain,Bram yang sedang makan tampak nya juga memikirkan sesuatu;
" apakah dia benar-benar tidak mengingat apa yang terjadi semalam?" gumam bram dalam batin.
Beberapa saat kemudian ,bram akhirnya selesai dengan makanan nya,ia pun meminum segelas air putih,setelah itu bram beranjak dari kursi lalu membawa piring dan gelas bekas makannya untuk di cuci,setelah mencuci piring dan gelas bram meletakan keduanya di rak,lalu melangkah pergi untuk menghampiri sekar yang belum selesai makan.