NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Cintapertama
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah

Dira sudah menceritakan semua ke Raka, tentang Ethan yang sudah mengetahui keberadaan Arel, dan tentang dirinya yang akan menikah dengan pria itu dalam waktu dekat ini.

Awalnya Raka menolak. Dia masih marah pada Ethan. Ya, siapa yang tidak marah coba kalau kakaknya di sakiti seperti itu, meski ia tahu kakaknya turut andil dalam kesalahan masa lalu hubungan mereka.

Namun akhirnya Raka akhirnya menghargai keputusan kakaknya, karena ia tahu semua yang di lakukan sang kakak adalah yang terbaik untuk Arel. Arel butuh ayah, butuh orangtua yang lengkap. Dan keadaan finansial mereka juga pas-pasan sekali. Tapi Raka bilang dia tidak akan tinggal di rumah Ethan. Setelah sembuh nanti, ia akan tetap tinggal di apartemen mereka. Meski awalnya Dira keberatan, namun tetap setuju juga.

Seluruh keluarga Ethan pun sudah tahu. Dan akhirnya, hari ini tiba waktunya. Hari pernikahan Dira dan Ethan. Resepsi di adakan di rumah Ethan. Rumah pria itu memang besar sekali dan sudah di fasilitasi dengan banyak fasilitas lengkap.

Halaman depannya luas, sudah di dekor sedemikian rupa. Halaman depannya luas, ditata elegan tanpa tenda. Ethan memang ingin konsep terbuka. Rumput hijau dirapikan sempurna, deretan kursi kayu putih disusun menghadap pelaminan minimalis yang berdiri di bawah pohon besar di tengah taman.

Lampu-lampu gantung kecil dililitkan di dahan, siap menyala kalau hari mulai gelap. Rangkaian bunga putih dan baby’s breath menghiasi lorong masuk, sederhana tapi berkelas.

Langit cerah. Angin sore berembus pelan.

Di kamar utama rumah itu, Dira duduk diam di depan meja rias. Gaun putihnya menjuntai lembut tanpa banyak payet, hanya potongan simpel yang mengikuti lekuk tubuhnya. Rambutnya disanggul rendah, veil tipis terpasang rapi. Ia menatap pantulannya lama.

Ia sempat menatap kamar ini lama. Karena kamar ini adalah kamar yang memiliki kenangan dirinya dan Ethan. Dia sempat tinggal berbulan-bulan di rumah ini, dan kamar ini adalah kamar Ethan, juga tempat dia tidur dulu. Bahkan menghabiskan hampir setiap malam dengan laki-laki. Dira cepat-cepat membuang kenangan itu dari pikirannya.

Hari ini.

Hari di mana ia benar-benar melangkah ke hidup baru. Menjadi istri Ethan, meski mereka menikah hanya karena anak. Ketukan terdengar pelan.

"Masuk," ucapnya. Arel muncul lebih dulu, mengenakan setelan kecil warna krem senada dengan jas Ethan. Wajahnya berseri-seri.

"Mama cantik banget," katanya polos.

Hati Dira langsung mencair. Ia berlutut sedikit, memeluk putranya erat.

"Arel ganteng banget juga."

Tak lama, Raka masuk. Jas hitamnya pas di tubuhnya, meski wajahnya masih menyimpan sisa lebam yang belum hilang sepenuhnya. Ia sudah bisa berjalan meski masih kaku jalannya. Dokter sudah mengijinkan dia rawat jalan di rumah tapi seminggu dua kali harus tetap ke rumah sakit buat kontrol.

"Kakak siap?" tanyanya singkat.

Dira tersenyum tipis.

"Mm."

Raka terdiam sejenak, lalu mendekat.

"Kalau dia nyakitin kakak lagi,"

"Raka," Dira langsung menggelengkan kepalanya melarang Raka untuk meneruskan kata-katanya. Apalagi di sini ada si kecil Arel.

Kemudian Kara masuk. Sendirian.

Ini pertama kalinya Dira bertemu perempuan itu setelah dia ditemukan lagi. Suasana hening, ada kecanggungan yang kentara sekali antara mereka.

"Kak Dira,"

Raka yang seperti mengerti, meraih tangan Arel keluar dari kamar. Pintu tertutup pelan. Kini hanya tinggal Dira dan Kara di dalam kamar yang dulu menyimpan terlalu banyak cerita. Kara berdiri beberapa langkah dari ambang pintu. Gaun bridesmaid warna sage yang ia kenakan terlihat sederhana, rambutnya digerai rapi. Tangannya saling menggenggam, seolah menahan gugup. Lalu ia maju.

"Aku ... Aku mau minta maaf sama kakak. Enam tahun yang lalu, semua karena aku. Aku yang terlalu sensitif."

Dira tersenyum, lalu menggeleng ringan.

"Kamu gak salah apa-apa Kara. Terimakasih tetap bertahan hidup bertahun-tahun ini." ucapnya. Kara ikut tersenyum. Ia melangkah lebih dekat lagi dan memeluk Dira.

"Aku masih nggak nyangka ternyata uncle Ethan dan kak Dira sudah punya anak. Semua keluarga ikutan syok mendengarnya. Tapi kami senang. Arel sangat lucu."

Dira tersenyum lagi.

Kara melepaskan pelukannya, menatap wajah Dira dengan sorot yang lebih lembut dari yang pernah ada di antara mereka dulu.

"Uncle Ethan nggak pernah benar-benar lupa," katanya lirih.

"Dia cuma terlalu keras kepala buat ngaku. Aku harap kalian akan bahagia setelah pernikahan ini."

Dira terdiam sesaat. Dia juga ingin seperti itu. Sayangnya dia terlalu takut berharap. Ia hanya tersenyum tipis sampai salah satu EO masuk dan mengatakan acara pernikahan sebentar lagi di mulai.

Dira mengangguk pelan. Kara menggenggam tangannya sekali lagi sebelum melangkah keluar lebih dulu. Pintu kembali terbuka, dan dua orang dari tim EO masuk dengan senyum profesional.

"Bu Dira, lima menit lagi kita mulai. Pengantin pria sudah berdiri di posisi," ujar salah satu dari mereka lembut. Jantung Dira berdetak lebih cepat.

Lima menit.

Sesingkat itu jarak antara masa lalunya dan masa depannya. Ia berdiri perlahan. Gaunnya jatuh sempurna mengikuti langkahnya. Salah satu staf membantu merapikan veil di belakang kepalanya, memastikan tidak ada yang terlipat. Dira menatap dirinya sekali lagi di cermin.

Perempuan yang enam tahun lalu pergi dengan hati yang hancur… kini berdiri di kamar yang sama sebagai calon istri sang pemilik kamar.

Hidup memang aneh.

Pintu terbuka lagi. Raka masuk bersama Arel. Bocah itu langsung berlari kecil mendekati Dira.

"Mama!" Dira tersenyum dan mengusap rambut anaknya.

Raka berdiri beberapa langkah di belakang mereka. Tatapannya melembut melihat pemandangan itu.

"Ayo kak," katanya.

Arel menggenggam tangan Dira di satu sisi, Raka di sisi lainnya. Mereka berjalan keluar kamar. Saat mereka sampai di pintu menuju taman, suara musik terdengar lebih jelas. Lembut dan hangat. Musik itu mengalun mengikuti hembusan angin sore.

Seorang pelayan membuka pintu perlahan.

Cahaya matahari sore menyambut mereka. Para tamu sudah duduk rapi. Tidak begitu banyak, seperti kata Ethan. Keluarga pria itu berada di barisan depan. Beberapa kepala menoleh bersamaan ketika Dira muncul.

Di depan sana, Ethan berdiri tegap di bawah pohon besar. Jas putih tulangnya kontras dengan rumput hijau di sekitarnya. Tatapannya langsung terkunci pada Dira. Dan untuk beberapa detik, Dira harus berusaha menetralkan nafasnya.

Ia melihat Damian dan istrinya  Hazel dan serta suaminya, ada Matt juga yang duduk di sisi Kara  dan beberapa wajah familiar lainnya. Mereka semua adalah sahabat-sahabat Ethan. Tamunya hanya mbak Ella. Karena dia bahkan tidak punya sahabat apalagi keluarga lain untuk di undang.

Raka menggenggam tangan Dira sedikit lebih erat sebelum melepaskannya pelan saat mereka sampai di depan pelaminan, iya menyerahkan kakaknya ke pria itu. Tatapannya tajam. Ethan meraih Dira. Bohong kalau dia tidak gugup. Tapi hanya dia yang tahu kalau dirinya sedang gugup sekali sekarang.

1
Maria Maria
tinggal kn aja si bocil Ama bapaknya km hidup ama adik km berdua biyar tau rasa 🙄
dewi tio
lanjut
maya ummu ihsan
Dira kok apes terus
mamaqe
knp jd dira yg salah bgt ya😅
Siti Nurjanah
kok kasian ya jadi dira...
maya ummu ihsan
normalnya ya..anjing galak itu di kurung
Norlehaarsad95 Norlehalela
yg selingkuh siapa dira kan
Tri Lestari Endah
ethan egois ya, bukannya menyelesaikan kesalapahaman dira dan anaknya , malah seakan akan memojokkan dira didepan anaknya
lebih bakk buat dira kecelakaan dN koma thor ketika melaihat raka agar ethan dN anaknya sadar 🙏
gregetan lihat Dira disalahkan terus
Zafir Nadin
Sebenarnya problem ethan dan dira ini balance,si ethan suka ngungkit dan si dira suka ga mikir² kalau mau lakuin sesuatu,jadi aku kesel dan jengkel sama dira dan ethan,dira pun udahlah tau ethan begono eh suka banget cari perkara dan si raka biang kerok buat masalah aja
Dwi Retno
buat dira kecelakaan terus amnesia dan oergi ketempat yang jauh untuk memulai hidup baru...dira juga berhak bahagia...kenapa semua org menyakitinya?
Chusnul Chotimah
pasti nyesek x di posisi Dira saat ini,,bnyk yg hrs difikirkan.
@Tie
brasa hbs manis sepah dibuang sm ank sendiri
arel dasyar bocil tau papanya bnyk duit milih papa yaa gk inget sm yg gendong nyuapin pas bayik
Citra Mekar sari
kenapa Dira terus yg disalahkan, kenapa Ethan egois sekali, bikin Dira kenapa gitu kak supa Ethan nyesel dan berdamai sama masa lalu
Cristella Tella
yg pling mnderita sebenarnya dira... wlaupun dlu dia memang slah... kyaknya dira hrus ngalami koma dlu... bru ethan dn arel tau... bertapa berharganya dira
bee isabella
yaaa allah... lama lama gemes juga sama Ethan.jika selalu ingat masa lalu ya gak bisa maju...dira memang bersalah..sebagai suaminya kau harus mengarahkan nya..... kerjaan nya kok erosi mulu... intropeksi diri itu penting... jangan mementingkan ego masing-masing.... lama lama ku cubit juga kau Ethan 🤭🤭🤭🙏
Sulastri Lastri
ksian Dira Ethan sok suci
Maharani Rani
lsnjutt😭😭😭
Wirdan Khasbi
ini gk adil buat dira thoooor😏
za za
semangat aoutor
za za
buat ethan menyesal..kasian dura
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!