NovelToon NovelToon
My Shaneen

My Shaneen

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di mata dunia, Shaneen von Asturia hanyalah putri bangsawan lulusan Oxford yang cantik dan tenang. Namun di balik layar, dia adalah "Nin", penulis lagu jenius yang menguasai industri musik global. Sebagai seorang Virgo yang perfeksionis dan mandiri, Shaneen tidak butuh pangeran, apalagi sebuah pernikahan kaku.

Namun, ketenangannya terusik saat Duke Matthias von Falkenhayn, sang Jenderal berdarah dingin yang terobsesi pada aturan, mulai mengejarnya. Matthias menginginkan Shaneen yang tangguh dan bermulut tajam, sementara Shaneen hanya ingin bebas.

Bagi Matthias, ini adalah misi penaklukan. Bagi Shaneen, ini adalah gangguan yang harus disingkirkan dengan cara elegan. Ketika si Jenderal kolot bertemu si Dewi Modern yang bermulut pedas, siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Pembuat Onar dan Dansa Tak Terduga

Setelah meninggalkan Lady Clarissa yang masih mematung karena dihina secara halus, Shaneen berniat mencari sudut tenang untuk mencicipi hidangan penutup. Namun, sebuah suara cempreng nan ceria tiba-tiba membelah kerumunan.

"NININ! DEMI TUHAN! APA ITU BENAR KAU?!"

Shaneen memutar bola matanya seketika. Dia mengenal suara itu. Suara yang berasal dari masa lalunya yang penuh dengan gangguan mental. Munculah Baron Julian von Valerius, teman masa kecil Shaneen sekaligus satu-satunya pria yang memiliki nyali setebal baja.

Julian berlari kecil menghampiri Shaneen, wajahnya penuh dengan senyum receh yang menyebalkan. "Wah, kau makin cantik saja! Dulu saat kita tujuh belas tahun dan aku menembakmu di kandang kuda, kau masih terlihat seperti anak kucing galak. Tapi sekarang? Kau sudah jadi Dewi yang siap menerkam!"

"Julian, kalau kau tidak tutup mulut dalam tiga detik, aku akan memastikan lidahmu menjadi hidangan pembuka di pesta ini," desis Shaneen tajam. Matanya yang sleepy eyes kini memancarkan aura membunuh yang nyata.

Julian tertawa terpingkal-pingkal, sama sekali tidak takut. "Aduh, sumpah serapahmu masih semanis madu ya! Aku merindukan tatapan pisau ini! Tusuk aku lagi, Ninin! Tusuk aku dengan kata-katamu!"

Shaneen tidak tahan lagi. Kebodohan Julian selalu berhasil meruntuhkan dinding esnya. Dia tertawa kecil—tawa yang benar-benar tulus—dan secara spontan memukul bahu Julian dengan cukup keras. "Kau benar-benar tidak ada kapoknya ya? Sudah kubilang jangan panggil aku Ninin di tempat umum!"

Pemandangan itu... Shaneen yang tertawa lepas, Shaneen yang menyentuh bahu seorang pria, dan Shaneen yang tampak sangat santai... benar-benar membakar mata seseorang di seberang ruangan.

Matthias, yang sejak tadi mengamati dari jauh, merasakan gelas sampanyenya hampir retak di tangannya. Tidak ada yang boleh membuat Shaneen tertawa seperti itu selain bersamanya. Tapi dengan pria "Baron Receh" itu, Shaneen terlihat seperti gadis dua puluh empat tahun pada umumnya.

‘Siapa dia? Dan kenapa dia berani menyentuh apa yang menjadi milikku?’ batin Matthias gelap.

Tanpa mempedulikan protokol, Matthias melangkah membelah kerumunan dengan langkah militer yang dominan. Auranya begitu mengintimidasi hingga orang-orang di sekitarnya mundur secara otomatis.

Tepat saat alunan musik waltz dimulai, sebuah tangan besar dengan sarung tangan hitam yang rapi terulur di depan Shaneen.

"Lady Shaneen von Asturia," suara Matthias terdengar rendah, bergetar karena rasa cemburu yang berusaha ia tekan. "Bolehkah aku mendapatkan kehormatan untuk dansa pertama malam ini?"

Shaneen berhenti tertawa. Dia menoleh dan mendapati Matthias berdiri di sana dengan tatapan yang sangat intens—tatapan yang seolah ingin menelan siapa pun yang berani mendekatinya.

Julian menaikkan alisnya, menatap Matthias. "Oh, Jenderal Falken? Kau ingin berdansa dengan 'Macan Oxford' ini? Hati-hati, Jenderal, dia bisa menginjak kakimu sampai patah."

"Julian, pergi atau kupatahkan kakimu sekarang," ancam Shaneen dengan senyum manis yang mengerikan.

Shaneen kembali menatap Matthias. Sebenarnya dia ingin menolak, tapi melihat betapa posesifnya tatapan Matthias, sisi "nakal" Shaneen malah tertantang. Dia ingin menunjukkan pada pria kaku ini bahwa dia bukan hanya mahir memegang senjata atau membuat lagu, tapi dia juga seorang putri bangsawan yang sempurna.

"Baiklah, Tuan Falken. Tapi jangan salahkan aku jika kau tidak bisa mengikuti iramaku," ujar Shaneen sambil meletakkan tangannya di telapak tangan Matthias.

Begitu mereka sampai di tengah lantai dansa, semua orang berhenti bergerak hanya untuk menonton.

Matthias meletakkan tangannya di pinggang ramping Shaneen dengan protektif, menariknya sedikit lebih dekat dari yang seharusnya diizinkan oleh etika. Shaneen sedikit terkejut, tapi dia segera menyesuaikan diri.

Saat musik dimulai, Shaneen bergerak dengan sangat anggun. Gerakannya halus, telaten, dan sangat presisi—layaknya seorang putri kerajaan yang sudah berlatih ribuan jam. Setiap langkahnya sinkron dengan irama, gaun sutranya berputar membentuk lingkaran yang indah.

Matthias terpesona. Dia pikir Shaneen hanya akan bergerak kaku karena dia seorang "pemberontak", tapi ternyata Shaneen adalah penari yang sangat mahir.

"Kau penuh dengan bakat yang tersembunyi, Lady Shaneen," bisik Matthias, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Shaneen. "Tertawa dengan pria lain, tapi berdansa begitu indah denganku. Apa kau sedang mencoba mempermainkan jantungku?"

Shaneen menatap mata ice blue Matthias, memberikan senyum tipis yang penuh kemenangan. "Aku hanya menunjukkan padamu, Tuan Falken, bahwa apa pun yang kulakukan, aku akan melakukannya dengan sempurna. Termasuk... membuatmu merasa tidak tenang sepanjang malam ini."

Matthias menarik pinggang Shaneen lebih erat, memutar tubuh mereka dengan gerakan yang sangat sinkron dan memukau seluruh tamu. Malam itu, semua orang sadar: Jenderal kaku itu telah benar-benar takluk pada pesona sang Dewi Oxford yang berlidah tajam.

1
Vivi
👍😍
Hana Nisa Nisa
sampai tahan.nafas bacanya
Mamanya Raja
Thor cerita mu keren loh
Bae •: terimakasih ya^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!