NovelToon NovelToon
Cinta Gadis Jathayu

Cinta Gadis Jathayu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Cinta Terlarang / Romansa / Kekasih misterius / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.

Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."

Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."

Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6. "Kado Terindah Dari Ayah"

Mata kuliah sejarah sastra Indonesia dimulai dengan Pak Apriantoni yang langsung masuk ke dalam materi.

"Baik, hari ini kita akan membahas tentang perkembangan sastra Indonesia pada era 1950-an. Siapa yang bisa menjelaskan tentang Angkatan '45?" tanya Pak Apriantoni.

Bintang, Shanaya, dan beberapa mahasiswa lainnya langsung mengangkat tangan.

"Saya, Pak!" seru Bintang.

Pak Apriantoni menunjuk Bintang, "Baik, Bintang. Silakan..."

Bintang mulai menjelaskan, "Angkatan '45 adalah gerakan sastra yang muncul setelah kemerdekaan Indonesia, Pak. Mereka ingin menciptakan karya sastra yang lebih realistis dan mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia saat itu..."

Pak Apriantoni mengangguk, "Benar. Shanaya, apa yang kamu ketahui tentang tokoh-tokoh Angkatan '45?"

Shanaya tersenyum, "Wikrama, Pramoedya Ananta Toer, dan Chairil Anwar, Pak..."

Pak Apriantoni tersenyum, "Sangat baik. Felix, apa yang kamu ketahui tentang karya-karya Chairil Anwar?"

Felix yang sedang aspek, langsung tersentak, "Ehm... Chairil Anwar...dia menulis 'Aku' dan 'Krawang-Bekasi', Pak..."

Pak Apriantoni mengangguk, "Benar. Nathaniel, apa yang kamu ketahui tentang peran sastra dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia?"

Nathaniel mulai menjelaskan dengan tenang, "Sastra digunakan sebagai alat propaganda dan untuk membangkitkan semangat perjuangan, Pak..."

Kelas menjadi semakin antusias dengan diskusi yang hangat.

Pak Apriantoni terus melemparkan pertanyaan, dan mahasiswa-mahasiswa lainnya juga ikut aktif menjawab. Joe menjelaskan tentang pengaruh Barat pada sastra Indonesia, sementara Thalia membahas tentang peran perempuan dalam sastra Indonesia.

Diskusi menjadi semakin seru, dengan mahasiswa-mahasiswa yang saling berargumen dan berbagi pendapat. Pak Apriantoni hanya tersenyum, memandu diskusi dan memberikan komentar-komentar yang membangun.

Setelah beberapa jam, Pak Apriantoni menutup mata kuliah, "Baik, waktu kita sudah habis. Terima kasih atas diskusi yang hangat hari ini..."

Mahasiswa-mahasiswa mulai membereskan barang-barang mereka, masih membicarakan tentang sastra Indonesia. Dikarenakan tak ada jam mata kuliah lagi mereka pun kembali pada habitatnya masing-masing.

Mereka berenam, Bintang, Shanaya, Joe, Felix, Thalia, dan Nathaniel, berjalan menuju lapangan basket untuk latihan.

"Gue masih penasaran tentang diskusi tadi, apa pendapat kalian tentang peran sastra dalam perjuangan kemerdekaan?" tanya Bintang.

Shanaya menjawab, "Gue ngerasa sastra itu sangat penting, karena bisa membangkitkan semangat perjuangan dan menyuarakan aspirasi masyarakat..."

Mereka terus berdiskusi sambil berjalan, sampai akhirnya tiba di lapangan basket.

"Oke, kita latihan dulu, ya..." seru Joe

Mereka semua mulai berlatih basket, dengan Felix yang menjadi kapten tim. Latihan basket mereka berlangsung dengan seru, Felix yang memimpin tim dengan strategi yang baik. Shanaya dan Thalia bermain dengan baik, sementara Bintang dan Joe saling berkompetisi untuk menjadi top scorer.

Nathaniel yang biasanya tidak terlalu aktif, tiba-tiba membuat gerakan yang cemerlang dan mencetak skor dari jarak jauh.

"WOIY, NATHANIEL!" seru Felix.

Mereka semua tertawa dan memberikan tepuk tangan untuk Nathaniel. Latihan basket mereka berakhir dengan gembira, dan mereka semua memutuskan untuk pergi makan bersama setelah ini.

Mereka semua memutuskan untuk pergi ke kafe dekat kampus, yang terkenal dengan burger dan milkshakenya.

"Gue mau pesan burger besar!" ucap Felix dengan antusias

Shanaya tersenyum, "Gue mau milkshake strawberry, please..."

Bintang menambahkan, "Gue mau burger dengan keju extra, dan jangan lupa friesnya..."

Di kafe, mereka semua tertawa dan bercanda, membicarakan tentang pertandingan basket tadi. Nathaniel yang biasanya pendiam, tiba-tiba menjadi pusat perhatian karena golnya yang cemerlang.

Mereka semua memesan makanan dan minuman, lalu duduk di meja yang luas. "Kalian tahu, gue ngerasa Nathaniel hari ini bersinar banget..." ucap Joe dengan senyum bangga sembari menepuk bahu Nathaniel

Thalia tertawa, "Iya, golnya itu keren banget. Loe harus lebih sering main basket, Nat..."

Nathaniel tersenyum sembari fokus pada permainan game onlinenya, "Gue cuma kebetulan, guys..."

Mereka semua tertawa lagi, dan makanan mereka tiba.

"Wah, burger gue udah datang!" seru Felix

Mereka semua mulai menikmati makanan mereka, dengan Felix yang langsung menggambil burger besarnya dan mengambil gigitan besar.

"Mmm...ini enak banget..." ucapnya dengan mulut penuh

Shanaya tersenyum, "Gue suka milkshake strawberry ini, rasanya pas banget..."

Bintang menambahkan, "Burger gue juga enak, keju extranya bikin tambah nikmat..."

Mereka semua terus makan dan bercanda, menikmati waktu bersama.

Bintang dan sahabat satu gengnya memang merupakan putra konglomerat namun mereka tak pernah membeda-bedakan satu sama lain mengenai yang kecil dan yang tinggi.

Siapa yang menduga hari ini Nathaniel sedang berbunga-bunga hatinya, pasalnya crushnya baru saja menerima cintanya yang artinya Nathaniel tidak akan lagi menyandang status jomblo berkarat lagi.

Bintang menawarkan untuk mengantarkan Shanaya pulang ke kosnya.

"Gue antar kamu pulang, ya?" tanya Bintang.

Shanaya tersenyum, "Gak perlu, Bin. Gue bisa pulang sendiri..."

Bintang insist, "Gak apa-apa, gue mau antar. Lagipula, masih sore..."

Shanaya akhirnya setuju, dan mereka berdua berjalan menuju kos Shanaya, meninggalkan yang lain yang melanjutkan perjalanan pulang masing-masing.

Shanaya memang belum diberikan fasilitas transportasi pribadi oleh ayahnya dikarenakan ingin melihat kemandirian putri semata wayangnya itu.

Walaupun Shanaya bukan juga berasal dari keluarga yang kekurangan dari segi finansial namun ayahnya selalu mengajarkan tentang kesederhanaan hidup padanya sejak kecil.

Malam ini, Shanaya menelepon ayahnya, Pak Tirta, dan menceritakan tentang pengalamannya di kampus beberapa hari ini.

"Halo, Ayah," ucap Shanaya dengan nada ceria

"Halo, Sayang. Apa kabar? Bagaimana kuliah hari ini?" tanya Pak Tirta

"Baik, Ayah. Hari ini kami diskusi tentang sastra Indonesia, dan aku dapat nilai bagus," jawab Shanaya.

"Wah, bagus sekali! Ayah bangga padamu, Shan," ucap Pak Tirta dengan bangga

"Ayah, aku mau minta sesuatu," ucap Shanaya dengan nada sedikit menggombal

"Apa itu, Sayang? Minta apa saja, Ayah akan kasih," jawab Pak Tirta

"Ayah, kan, besok hari ulang tahunku...Aku minta dibelikan mobil atau motor, gak papa, Ayah. Aku ingin lebih mudah pergi ke kampus," ucap Shanaya dengan nada manis

Pak Tirta tertawa, "Haha, kamu memang pintar, ya? Baiklah, Ayah akan belikan motor untukmu. Tapi, kamu harus jaga diri dan jangan lupa belajar, oke? Anggap saja ini hadiah ulang tahun sekaligus juga apresiasi atas prestasimu di semester pertama dua ini..."

Shanaya berteriak dengan gembira, "Wah, terima kasih, Ayah. Aku janji bakal terus banggain ayah..."

Mereka berdua terus berbincang, Shanaya yang sangat bahagia.

...****************...

Keesokan harinya, Shanaya masih terbangun dengan senyum lebar, memikirkan tentang motor baru yang akan diterimanya. Namun, ketika dia sedang sarapan, Pak Tirta datang ke kosnya dengan kunci mobil dan tersenyum.

"Good morning, happy birthday my princess Shanaya!" ucap Pak Tirta, memberikan kejutan berupa kunci mobil kepada Shanaya

Shanaya yang masih bingung, melihat kunci mobil dan bertanya, "Ayah, ini...?"

Pak Tirta tersenyum, "Ayah berubah pikiran, Shan. Ayah belikan mobil untukmu, bukan motor. Ini Honda Brio merah, spesial untukmu, supaya princess ayah ini gak kehujanan dan juga gak kepanasan..."

Shanaya berteriak dengan gembira, "WAH, MOBIL?TERIMA KASIH, AYAH..." ucapnya sembari mengecup pipi kanan ayahnya

Shanaya berlari keluar dari kamar kosnya, diikuti oleh Pak Tirta yang tersenyum melihat kegembiraan putrinya. Mereka berdua menuju ke halaman kos Shanaya, di mana mobil Honda Brio merah sudah terparkir dengan rapi.

Shanaya berhenti sejenak, memandang mobil barunya dengan mata berkilau.

"Wah, cantik banget, Ayah..." ucapnya dengan nada yang hampir tidak percaya

Pak Tirta tersenyum, "Ayah senang kamu suka, Shan. Ayah ingin kamu merasa nyaman dan aman saat pergi ke kampus..."

Shanaya memeluk ayahnya, "Terima kasih, Ayah. Aku suka banget..."

Bintang datang untuk menjemput Shanaya, dan ketika dia tiba di halaman kos, dia terkejut melihat mobil Honda Brio merah yang terparkir di sana. Dia bahkan lebih terkejut ketika melihat Shanaya sedang memeluk seorang pria paruh baya, yang ternyata adalah Pak Tirta, ayah Shanaya.

Bintang turun dari motornya dan mendekati mereka, "Shan...?" dia bertanya dengan nada yang tidak percaya.

Shanaya yang masih bersemangat, berbalik dan melihat Bintang, "Bin...Ayah beliin gue mobil..." ucapnya sambil menunjuk mobil merah itu

Bintang membuka mulutnya, "Wah... mobil... itu punya kamu?" dia masih terkejut

Lanjut Shanaya menjelaskan bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya, dan ayahnya memberinya kado mobil. Bintang akhirnya berkenalan dengan Pak Tirta.

"Happy birthday, Shan..." ucap Bintang dengan senyum

"Gue gak tahu kalau hari ini hari ultah loe..." imbuhnya

Shanaya tersenyum, "Iya, Bin...makasih ya..."

Pak Tirta maju dan mengulurkan tangan, "Halo, kamu teman atau pacarnya Shanaya? Saya Tirta, ayah Shanaya..."

Bintang menjabat tangan Pak Tirta, "Halo, om. Senang berkenalan dengan om, saya Bintang sahabat Shanaya..."

Mereka berdua berbincang sejenak, sementara Shanaya sibuk ingin segera mencoba mobil barunya itu.

Pak Tirta pamit kepada Shanaya dan Bintang, "Ayah harus balik ke Surabaya sekarang, ada pekerjaan mendadak. Jaga diri, Shan, dan hati-hati mengemudi. Sekali lagi selamat ulang tahun princess ayah..."

Shanaya memeluk ayahnya, "Oke, Ayah. Terima kasih sekali lagi untuk mobilnya. Shanaya sayang sama ayah..."

Bintang menambahkan, "Selamat jalan, Om. Terima kasih atas jamuannya..."

Pak Tirta tersenyum sembari membelai lembut punggung pemuda itu, "Ya terimakasih banyak, om titip Shanaya ya jaga dia dengan baik, ok om pamit dulu..."

Setelah Pak Tirta pergi, Shanaya dan Bintang naik ke mobil baru Shanaya.

"Wah, mobilnya keren banget, Shan..." ucap Bintang berbinar

Shanaya tersenyum, "Iya, kan? Aku seneng banget. Yuk, kita ke kampus pake mobil gue aja motor loe biar disini, aman kok ada Pak Parman penjaga kosan..." ucapnya sembari mengedipkan matanya sesekali

Shanaya dan Bintang menuju kampus dengan mobil honda Brio berwarna merah yang baru saja diberikan oleh pak Tirta pada Shanaya. Semua pandangan mata para mahasiswa mahasiswi sastra tampak dibuat terpukau dengan mobil baru yang masih mengkilap tentunya.

Mereka tak sabar ingin segera mengetahui siapa sang empunya mobil itu. dikarenakan mobil itu dikendarai oleh Bintang maka banyak yang mengira bahwa mobil itu milik Bintang dan Shanaya hanya memanfaatkan kebaikan hati pemuda itu.

Bersambooo dulu... 🙏🤭🌷🌹

1
gina altira
Zaneta knp nih anak, kurang se ons kali otaknya 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk...kurang kerjaan dia pnasan tapi tetep ngikutin shanaya mulu gak mau tersaingi 😆🤭
total 1 replies
Desti31
Lanjut Nyi🤣
Mutiara Wilis 🌹: Ok nyi 😆🙃🤭🌹
total 1 replies
Selly Susilawaty
lanjut thor, makin hari makin seru aja nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak, terimakasih sudah selalu hadir 🙏🤭🌹
total 1 replies
Anonymous
lanjut terus ya thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak lagi mikir episode berikutnya ini hehehe... 🙏🙃🌹
total 1 replies
Anonymous
widih makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Hai kak, makasih ya hadirnya 🙏😍🌹
total 1 replies
Anonymous
seru banget ceritanya, kalian wajib baca💙😍
Anonymous
semangat ya thor, aku mulai suka sama kisahnya Shanay💙
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih banyak readers ku sudah selalu hadir dan menyukai kisah Shanaya... 🙏😅🌹
total 1 replies
Anonymous
wah makin seru aja nih thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak tapi kehilangan ide ini sudahan 🙏😅🙃
total 1 replies
Destianita
Hadir💐😍
Mutiara Wilis 🌹: Selalu hadir nyai destiny 😍👌😆
total 1 replies
Anonymous
semangat thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak terimakasih hadirnya... 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut terus Nyi😍 aku sawer bunga🤗
Mutiara Wilis 🌹: Makasih sawerannya 😍👌😆🙃
total 1 replies
Anonymous
lanjut thor👍
Mutiara Wilis 🌹: Ok masih ngumpulin ide 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Semangat terus Thor💐
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor dirimu juga semangat
total 1 replies
Destianita
Cihuy, makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya idemu berguna juga 🤣🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut Nyai Thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Woke nyai queen horor 🤣👌😍
total 1 replies
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai welang 😆
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai, aduh kok hadiroh kan ngeri 🤣🙃
Mutiara Wilis 🌹
apaan lekong?
Selly Susilawaty
lnjut tros thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor, besok paling saya lanjut ini lagi perjalanan jauh mungkin hilang sinyal 🙏😅
total 1 replies
Destianita
Bening semua itu lekongnya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!