NovelToon NovelToon
Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Status: tamat
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Action / Anime / Sci-Fi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:171
Nilai: 5
Nama Author: rexxy_

​"Apakah kamu pernah merindukan seseorang yang bahkan wajahnya saja tidak pernah kamu lihat?"
​Alexian hanyalah seorang perantau yang terjebak dalam rutinitas membosankan sebagai resepsionis Love Hotel di Tokyo. Baginya, cinta sudah lama mati sejak pengkhianatan di masa lalu membuatnya menjadi pria yang tumpul rasa.
​Namun, sebuah mimpi aneh mengubah segalanya. Seorang wanita, jembatan taman, dan guguran sakura yang terasa begitu nyata.
​Mona menyebutnya Yume no Kakehashi.
Jembatan Impian yang Mengambang. Sebuah mitos Jepang tentang dua jiwa yang saling mencari. Alexian menemukan seutas pita berwarna jingga di pagar jembatan itu. Kini, Alexian harus memilih tetap hidup dalam realitasnya yang aman namun sepi, atau mengejar bayangan senja di mata seorang wanita yang mungkin hanya ada dalam mimpinya.
Apakah Alexian bakal bertemu dengan wanita itu atau semua hanya kebetulan dalam mimpi?
Apa arti dari pita yang ia dapat di celah pagar jembatan itu?
Simak kelanjutannya ya! :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rexxy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Pelarian di Bawah Hujan Shinjuku

Tangga yang licin pun mulai dibasahi rintik hujan.

Suara sepatu bot pria tadi yang menghantam pintu masih terngiang di telingaku, suara gedorannya terasa lebih keras terdengar yang buat jantungku hampir copot.

Untungnya aku sudah menahan pintu itu dengan bangku, sehingga waktu bisa sedikit lebih banyak untuk Aku dan miyuki menuruni tangga darurat dengan aman.

"Cepat, Miyuki! Jangan menoleh!"

teriakku di tengah deru angin.

Tiba-tiba saat ingin buru-buru turun dari tangga itu, Miyuki tak sengaja tergelincir yang hampir merenggut nyawanya.

"Aahh.... Alexian, tolong aku" teriaknya.

"Miyuki!, bertahanlah. Pegang tanganku kuat."

Untungnya Miyuki memegang tanganku erat, sehingga aku bisa menariknya kembali ke anak tangga.

Tak lama kami menuruni anak tangga itu

Akhirnya kaki kami menyentuh aspal gang sempit di samping hotel, tapi aku tidak berhenti. Aku menariknya berlari menuju kerumunan orang di jalan utama Shinjuku.

Di sana, di antara lautan payung dan lampu neon yang menyilaukan, kami berharap bisa menghilang.

"Di sana! Mereka di sana!" sebuah teriakan parau terdengar dari belakang.

Aku menoleh sekilas. Bukan hanya satu pria, sekarang ada dua orang pria berjaket gelap yang mengejar kami.

Mereka bergerak sangat gesit, menerobos kerumunan orang tanpa peduli.

"Alexian, aku sudah nggak kuat..." Miyuki terengah-engah, langkahnya mulai tidak stabil.

"Sedikit lagi! Kita harus sampai ke stasiun!"

Kami berbelok ke sebuah gang sempit yang dipenuhi kedai-kedai kecil Omoide Yokocho. Bau panggangan yakitori dan uap panas dari kedai ramen menyerbu indra penciumanku.

Aku membawa Miyuki bersembunyi di balik tumpukan peti kayu di sudut sebuah gang buntu yang gelap.

Aku menekan tubuhku ke dinding, menarik Miyuki agar merapat ke dadaku. Aku membekap mulutku sendiri dan mulut Miyuki agar suara napasku dan nafasnya yang memburu tidak terdengar.

Suara langkah kaki yang berat perlahan mendekat.

Tap. Tap. Tap.

Langkah itu berhenti tepat di depan gang kami. Jantungku berdegup sangat kencang hingga aku takut mereka bisa mendengarnya.

Aku melirik ke pergelangan tanganku; pita jingga itu seolah bersinar redup di kegelapan, seakan bereaksi terhadap bahaya yang mendekat.

"Ke mana mereka pergi?" suara pria itu terdengar hanya beberapa meter dari tempat kami bersembunyi.

"Cari di lorong sebelah! Aku ingin Wanita itu tertangkap sekarang juga! .

Suara langkah kaki itu menjauh. Aku mengembuskan napas panjang yang sedari tadi kutahan. Miyuki menyandarkan kepalanya di bahuku, tubuhnya masih gemetar hebat.

"Alexian..." bisiknya lirih.

"Kenapa kau membantuku? Padahal kau tahu aku sudah membohongimu."

Aku menatap pita jingga yang melingkar di tanganku, lalu menatap matanya yang basah karena air mata dan hujan.

"Karena wanita di mimpiku tidak akan membiarkanmu terluka. Dan entah bagaimana, aku merasa jika aku kehilanganmu, aku juga akan kehilangan dia selamanya."

Aku merogoh hapeku dengan tangan gemetar, mencari satu nama yang bisa kupercaya di kota yang luas ini. Ken. Hanya dia yang bisa menolong kami sekarang.

Aku merogoh saku dengan tangan yang masih basah oleh air hujan. Ponselku bergetar pelan saat aku mencari nama Ken. Di sudut gang yang gelap ini, cahaya layar ponsel terasa begitu menyilaukan.

Panggilan tersambung. Suara Ken terdengar ceria di ujung sana, sangat kontras dengan situasi hidup dan mati yang sedang kualami.

"Halo, Lex? Tumben telepon jam segini. Mau ramen lagi? Kali ini aku yang bayar deh, tapi"

"Ken, dengarkan aku," potongku dengan suara rendah dan mendesak.

"Aku dalam masalah besar. Aku sedang bersama seorang wanita dan ada orang-orang yang mengejar kami. Aku tidak bisa pulang ke Apartemen. Mereka pasti sudah menunggu di sana."

Keheningan sesaat terjadi di seberang telepon. Aku bisa mendengar suara Ken yang berubah serius.

"Apa kamu bercanda? Lex, ini bukan plot novelmu, kan?"

"Aku serius, Ken! Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan. Aku butuh tempat yang aman. Tempat yang tidak ada hubungannya dengan hotel atau tempat tinggalku."

Ken terdiam sejenak, lalu terdengar suara kunci diputar.

"Oke, oke. Lex, dengar. Jangan ke stasiun besar, terlalu banyak kamera. Kamu tahu gedung tua di belakang taman Shinjuku Gyoen? Yang di bawahnya ada bengkel motor tua?"

"Ya, Aku tahu tempat itu." ucapku dengan nafas terengah engah.

"Pergilah ke sana. Aku akan menunggumu di pintu belakang. Jangan lewat jalan utama, masuklah lewat gang kecil di samping minimarket. Dan Lex... pastikan tidak ada yang membuntutimu."

Aku mematikan telepon. Aku menoleh ke arah Miyuki yang masih tampak syok. Rambutnya lepek terkena hujan, dan mantel cokelatnya yang indah kini kotor terkena debu gang.

"Kita harus bergerak lagi," bisikku sambil membantunya berdiri.

"Temanku sudah menyiapkan tempat. Kita akan aman di sana."

Kami mulai berlari lagi, namun kali ini lebih waspada. Kami mengambil jalan memutar, menyelinap di antara gedung-gedung tua yang tersembunyi di balik kemegahan gedung pencakar langit Tokyo.

Setiap kali melihat lampu mobil yang lewat, kami langsung bersembunyi di balik bayangan gelap gang sempit.

Akhirnya, kami sampai di sebuah gedung tua yang dibawahnya ada bengkel yang tampak kusam dengan papan nama "Ichidai Motors" yang lampunya sudah mati.

Ken sudah berdiri di sana, mengenakan jaket hoodie hitam, wajahnya terlihat sangat cemas.

"Masuk, cepat!"

Ken menarik kami masuk dan langsung mengunci pintu besi itu rapat-rapat.

Ruangan itu berbau oli dan bensin. Ken menyalakan lampu kecil yang temaram, lalu matanya beralih ke Miyuki, kemudian ke pergelangan tanganku yang masih melingkar pita jingga.

"Lex... jadi ini benar-benar terjadi?" Ken bertanya dengan suara gemetar, menunjuk ke arah Miyuki.

"Wanita di fotomu... dia keluar dari layar?"

Aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungku.

"Panjang ceritanya, Ken. Tapi dia bukan wanita yang ada di foto itu. Dia... dia adalah umpan."

Ken menelan ludah, menatap Miyuki yang terduduk lemas di atas kursi plastik tua.

"Umpan? Gawat!!!...Kalau dia umpan, berarti pemancingnya masih ada di luar sana. Dan Lex, pemancing itu baru saja kehilangan umpannya. Mereka tidak akan berhenti sampai menemukan kalian."

Aku melihat ke arah jendela yang tertutup tirai rapat. Di luar sana, Tokyo yang indah kini terasa seperti jebakan yang siap untuk menjebakku.

1
rexxy_
Terima Kasih banyak kak, Saya selaku Author sangat senang atas pujian kakak.
Pantengin terus ya kak... heheh🙏😍
𝓗ᥲᥱᥣִᥱᥲꤪꤨꤪᥒᥲ.𝜗𝜚
karyanya bagus btw mampir yah di novelku 🤭
Roulina Damanik
1. Check-in : Melaporkan kehadiran di suatu tempat (hotel/ bandara).

2. Check-out : Meninggalkan (hotel/ bandara) setelah membayar dan mengembalikan kunci.
rexxy_: Terima kasih atas Saran anda.
Saya selaku penulis meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan penulisan saya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!