Di dunia ini, semua gedung tinggi secara hukum tidak boleh memiliki lantai 13 atau 4. Namun, seorang pemuda bernama Genta , seorang tukang servis lift yang punya insting tajam, menemukan bahwa lantai-lantai yang "hilang" itu sebenarnya ada secara fisik, tapi hanya bisa diakses dengan kode lift tertentu.
Lantai-lantai tersembunyi ini (Lantai 4.1, 4.2, dst.) adalah kantor pusat "Konsorsium Semesta "organisasi yang mengatur segala hal "kebetulan" di dunia. Mulai dari kenapa sandal jepit selalu hilang sebelah, sampai kenapa harga cabai naik tiba-tiba. Genta tidak sengaja terjebak di Lantai 4.5 dan membawa kabur sebuah "Remote Pengatur Sial".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perjanjian
Suasana di dalam Laboratorium Reparasi Sistem itu terasa begitu menyesakkan. Cahaya lampu dari sirkuit di dinding berpendar redup, memberikan nuansa biru yang dingin pada wajah Kenji yang tampak sangat tenang. Di tengah ruangan, sebuah tabung inkubasi data tingkat tinggi berdiri kosong, siap untuk menerima fragmen kode apa pun untuk disatukan kembali. Itulah satu-satunya alat yang bisa menyelamatkan Aki.
"Jangan mendekat, Kenji!" Genta menghunuskan obeng cahayanya, meskipun tangannya terasa berat. Di sampingnya, Sarah sudah bersiaga dengan pisau energinya, namun ia tahu bahwa di dalam Menara Nexus ini, Kenji adalah penguasa mutlak.
Kenji tertawa kecil, suara tawanya menggema di ruangan yang steril itu. "Genta, Genta... kamu selalu melihat segala sesuatu sebagai hitam dan putih. Kamu pikir aku adalah monster yang ingin menghancurkan manusia? Tidak. Aku hanya ingin memberikan mereka keteraturan. Dan lihat dirimu sekarang, membawa serpihan kode seorang lelaki tua yang sudah hancur. Apakah itu yang kamu sebut pahlawan?"
"Aki bukan sekadar kode! Dia adalah guru saya, dan dia punya nyawa yang lebih nyata daripada sistemmu ini!" teriak Genta.
Kenji berdiri dari kursi kristalnya, berjalan perlahan mendekati tabung inkubasi. "Aku bisa menghidupkannya sekarang juga, Genta. Aku punya Terminal Reparasi Utama. Aku bisa menyatukan kembali serpihan emas itu menjadi Aki yang utuh, bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Dia bisa kembali bercanda denganmu, membimbingmu, dan hidup selamanya di dalam Neo-Jakarta ini."
Genta terdiam. Ia meraba bola cahaya emas di balik sakunya yang terasa semakin meredup. "Apa maumu, Kenji? Saya tahu kamu tidak akan memberikan ini secara gratis."
Kenji tersenyum licik, sebuah senyum yang membuat bulu kuduk Genta berdiri. "Sederhana saja. Berikan aku 'Kunci Root' yang tertanam di dalam kesadaranmu. Kamu adalah satu-satunya user yang memiliki akses organik ke sistem dasar dunia ini. Jika aku memilikinya, aku bisa menstabilkan The Nexus selamanya. Tidak akan ada lagi sampah data, tidak ada lagi kemiskinan digital, tidak ada lagi error. Semua orang akan bahagia dalam simulasi yang sempurna."
"Genta, jangan dengarkan dia!" Sarah memperingatkan dengan suara keras. "Jika kamu memberikan Kunci Root itu, Kenji akan memiliki kontrol penuh atas kehendak bebas setiap manusia. Kita akan menjadi boneka selamanya!"
"Tapi jika tidak, Aki akan musnah dalam hitungan menit, Sarah!" Genta berteriak frustrasi. Ia melihat ke arah tangannya yang mulai mengalami 'glitch' ringan. Waktu mereka hampir habis. "Sinyal Aki sudah sangat lemah. Dia tidak akan bertahan sampai kita menemukan terminal lain."
Kenji mengulurkan tangannya. "Pilihlah, Genta. Guru yang kamu cintai, atau kebebasan abstrak yang bahkan manusia sendiri tidak tahu cara menggunakannya. Kamu adalah seorang teknisi, kan? Bukankah tugasmu adalah membuat mesin ini berjalan dengan mulus?"
Genta menatap bola cahaya emas itu. Di dalamnya, ia seolah melihat kilasan memori saat Aki pertama kali mengajarinya cara memegang kunci inggris. Aki selalu bilang bahwa alat hanyalah perpanjangan tangan, tapi hati adalah yang menggerakkannya.
"Aki tidak akan mau hidup jika harganya adalah perbudakan semua orang," bisik Genta pelan.
"Oh, benarkah?" Kenji menjentikkan jarinya. Seketika, sebuah layar raksasa muncul di hadapan Genta, menampilkan ribuan orang di Neo-Jakarta yang sedang menderita karena sistem yang tidak stabil. Anak-anak yang menangis karena data memori mereka korup, dan orang tua yang tersesat di labirin kode. "Lihat mereka, Genta. Kamu egois jika hanya memikirkan prinsipmu sementara mereka menderita. Berikan kuncinya, dan aku akan memperbaiki semuanya. Termasuk Aki."
Genta melangkah maju, mendekati tabung inkubasi. Kenji tampak menang, ia sudah bersiap untuk menerima akses Root dari Genta. Sarah menahan napas, matanya membelalak tidak percaya.
Namun, tepat saat Genta berada di depan konsol inkubasi, ia tidak menyerahkan tangannya kepada Kenji. Ia justru memasukkan bola cahaya Aki ke dalam slot inkubasi secara paksa dan menghantamkan obeng cahayanya ke panel pelindung sistem tersebut.
"Akses Root: Forced Restoration!" teriak Genta.
"Apa yang kamu lakukan?! Kamu akan menghancurkan terminalnya!" Kenji berteriak panik dan mencoba menyerang Genta dengan gelombang energi hitam.
Genta tidak menghindar. Ia membiarkan energi itu menghantam punggungnya hingga ia memuntahkan darah digital berwarna perak. Sambil menahan sakit yang luar biasa, ia terus menekan kode enkripsi ke dalam terminal.
"Saya tidak akan memberikan kunci ini padamu, Kenji! Tapi saya juga tidak akan membiarkan Aki mati!" Genta menoleh ke arah Sarah. "Sarah! Lakukan sekarang! Gunakan virus pengalih yang kita buat di Sektor Terlarang!"
Sarah langsung mengerti. Ia melemparkan sebuah alat ke pusat server ruangan tersebut. Seketika, alarm berbunyi kencang dan sistem keamanan Menara Nexus mengalami 'Freeze' sesaat.
Di dalam tabung inkubasi, cahaya emas Aki mulai bersinar terang, menyerap energi dari terminal milik Kenji secara paksa. Proses restorasi terjadi, namun bukan sebagai budak Kenji. Aki mulai terbentuk kembali, tapi dengan wujud yang berbeda ia kini tampak seperti ksatria cahaya yang terbuat dari barisan kode emas yang solid.
"Kalian... anak-anak nakal," suara Aki terdengar menggema di seluruh ruangan, jauh lebih kuat dan berwibawa dari sebelumnya.
Kenji mundur dengan wajah penuh amarah. "Kalian telah merusak terminal suci ini! Kalian tidak tahu apa yang telah kalian lepaskan!"
Aki melangkah keluar dari tabung, memegang tongkatnya yang kini bersinar terang. Ia menatap Genta dengan bangga. "Terima kasih, Genta. Kamu memilih cara yang paling sulit, cara seorang teknisi sejati."
tiba tiba suasana berubah menjadi tegang ,karena Genta terluka parah, Aki kembali dengan kekuatan penuh, dan Kenji yang kini benar-benar murka telah memanggil seluruh pasukan penjaganya untuk mengepung laboratorium tersebut. Pertarungan besar di Menara Nexus baru saja akan meledak.