seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 6
Akibat video itu Nadila dan keluarganya jadi bahan gunjingan masyarakat. Di tambah lagi ibu Dian sengaja menghasut Masyarakat agar segera mengusir mereka semua.
Keributan pun terjadi. Keluarga Restu dan juga ibu Dian akhirnya di pertemukan di balai desa untuk di sidang.
Di sini lah mereka . Seluruh warga desa berkumpul , untuk menyelesaikan masalah kehamilan Nadila .
" Alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, oke semua telah tau bahwa Nadila Hamil tanpa tau siapa ayahnya , dan apa penyebabnya. Jadi tugas saya disini sebagai kepala desa mengumpulkan kalian untuk penyelesaian masalah ini. Harap kita bersikap adil dan untuk Nadila juga harus jujur , apa yang terjadi sebenarnya. " Ucap pak Abidin selaku kepala desa kampung
" Alaikum salam pak. Ijinkan saya memberi saran . Karena Nadila hamil tanpa suami maka dia harus pergi dari kampung kita sampai sepuluh tahun kedepan tidak boleh menginjakkan kaki disini. Kecuali keluarga yang akan menjenguknya. " Ucap pak Diman salah satu tetua kampung
" Tidak ,mereka semua harus pergi dari kampung ini. Tak terkecuali Restu dan anak anak nya. Bukan hanya Nadila yang diusir tapi semuanya. " Celetuk ibu Dian dengan menggebu-gebu , berharap masyarakat sependapat dengannya.
" Yah tidak bisa begitu Bu Dian. Yang hamil kan Nadila Bu. Masa semua ikut terusir. Itu tidak adil dong Bu. " Ucap ibu ibu .
" Tenang semua. Tenang . Kita sekarang tanya pada Nadila dulu apa yang terjadi sebenarnya. Jika Nadila berzina atas kesadaran tanpa paksaan . Mereka suka sama suka , maka Nadila harus pergi dari sini ,sebagai mana yang diucapkan pak Diman tadi. Tapi jika Nadila hamil bukan keinginan nya atau di perko"" a maka dia harus kita lindungi karena kehamilan Nadila itu karena kecelakaan . " Ucap pak Abidin.
Semua warga bisik bisik sambil memandang Nadila sinis. Tapi ada juga yang merasa iba padanya. Apalagi ibu Dian sangat ingin Nadila terusir dari dari kampung.
" Jadi bagaimana Nadila. Coba cerita apa sebenarnya yang terjadi. " Pak Abidin mengatakan dengan sedikit penekanan.
" Baik pak . Sebenarnya saya di perko""a pak. Dan saya tidak tau siapa pria itu. " Dan Nadila pun menceritakan apa yang terjadi. Sambil menangis dalam pelukan bibi Santy.
Semuanya pun diam ,hening larut dalam kesedihan Nadila . Kecuali ibu Dian. Dia begitu geram , menurut nya Nadila berbohong. Supaya tidak terusir.
" Dia pasti bohong pak. Dia sengaja berbohong supaya tidak disuruh dari sini. " Ucap ibu Dian sangat marah karena masyarakat begitu iba dengan kisah Nadila
" Begini saja pak . Saya tetap akan pergi dari kampung ini sesuai peraturan. Dalam kurun waktu 10 tahun baru saya akan kembali. Tapi jangan usir paman dan bibi . Biar Nadila saja yang pergi . Nadila tau , Nadila salah dan tidak boleh ada disini . Jadi biarkan Nadila salah yang pergi asal paman dan bibi serta adik adikku tetap disini " ucap Nadila panjang lebar sambil terus terisak
" Baik demi kesepakatan bersama maka dengan ini Nadila akan pergi dari kampung kita. Nadila tidak boleh kembali sebelum cukup sepuluh tahun . Tapi jika keluarganya akan menjenguk ke tempat Nadila di ungsikan maka boleh. Dan warga Disni juga akan memberikan sedikit bantuan untuk mengurangi beban Nadila ketika di tempat barunya nanti. Keputusan sudah tidak bisa di ubah lagi. Bagaimana? " Ucap pak Abidin tegas .
" Baik pak. Kami sepakat. . " ucap warga serentak. Tapi tidak ibu Dian . Dia masih belum puas dengan keputusan pak lurah.
" Huuuuuu tidak adil " sentakannya lalu pergi tanpa pamit.
" Huuuuuuuu " seru warga kampung. Mereka jengah dengan ibu Dian. Karena dia mereka jadi ikutan membenci Nadila.
" Baik. Karena keputusan sudah diambil maka besok pagi-pagi Nadila harus bersiap untuk pergi. Dan kalian para warga , bisa memberi bantuan seadanya karena Nadila perlu bekal untuk melanjutkan kehidupannya nanti apalagi sekarang dia tengah hamil"
ucap pak Abidin lagi. " Oh iya Nadila, rencananya akan kemana nanti ? " Tanya pak lurah lagi.
" Hmmmmm Nadila masih bingung pak. Selama ini Nadila tidak perna keluar dari kampung ini. Mungkin Nadila akan ke kampung almarhumah ibu saya. " Jawab Nadila dengan nada sedih.
" Oh iya baiklah kalau begitu. Ketika nanti akan berangkat bapak yang akan mengantarkan Nadila. Di kota S , bagaiman pak Restu ?" Tanya pak Abidin
" Tidak usah repot-repot pak. Nanti saya yang akan mengantarkan keponakan saya." Ucap paman Restu.
" Baiklah kalau begitu . Kesepakatan sudah diambil jadi lebih baik sekarang kalian pulang dan bersiap untuk berangkat besok pagi. " Ucap pak Abidin
" Baik pak. " Ucap mereka kompak.
" Paman , bibi dan untuk semua warga disini , Nadila minta maaf. Karena Nadila kampung kita jadi terlibat masalah . Mohon maafkan Nadila yah. Ini diluar kehendak Nadila. " Ucap Nadila sambil menangis .
Bibi Santy pun memeluk Nadila tanpa mengatakan apapun.
Dan beberapa warga pun mendekat kearah Nadila memberika sesuatu padanya.
" Hmmm Nadila. Ini ada sedikit dari kamu mohon di terima , maafkan kami yah Nadila . Kami tidak tau kejadian sebenarnya. Jadi kami hanya bisa memberikan ini. Semoga bisa membantu. " Ucap ibu Anis.
" Tidak usah repot-repot bu tidak apa apa Bu. Semua sudah terjadi. " Ucap Nadila sungkan.
" Iya Nadila terima yah . Hanya ini yang bisa kami bantu. Semoga bisa membantu Nadila dan bayi kecil nanti. " Ucap ibu di samping ibu Anis.
" Baik Bu saya terima yah. Terimakasih. " Ucap bibi Santi. Karena dia yang menerima pemberian ibu ibu disana.
" Baiklah ayo Nadila , kita pulang . Nadila harus siap siap agar besok berangkat nya tidak terlalu repot. Ayok nak.
" Ucap paman Restu sambil memapah Nadila berjalan perlahan-lahan
Nadila begitu sedih dan syok atas apa yang terjadi. Namun demi bayi dalam kandungan nya dia harus kuat. Agar nanti anaknya bisa lahir dengan selamat.
***#*###
Esok harinya.
" Nadila yakin mau ke kota M nak. ? Tanya bibi ketika mereka sedang mengepak barang Nadila.
" Iya bi. Tapi Nadila tidak akan ketempat Tante Inggrit dan Oma Yasmin , Nadila akan hidup mandiri bi. Nadila juga akan cari kerja apa saja demi anakku bi. " Ucap Nadila sambil mengelus perutnya yang masih rata.
" Baiklah nak. Semoga kalian Baik-baik saja. Dan cucu bibi bisa lahir dengan lancar. Sampai disana hubungi bibi yah . Ingat jaga kesehatan. " Nasehat bibi pada Nadila.
************#
Di kota M
" Bagaimana kabar gadis itu Jhon ? " Tanya pria itu.
" Dia di usir dari kampung halaman nya . Karena hamil tanpa suami." Ucap jhon sang anak buah.
" Lalu dia kemana ,? " Tanyanya lagi.
" Dia kan ke kota ini bos , kalau tidak salah besok sudah sampai disini. "
" Baik. Lindungi dia secara diam-diam. Jangan sampai dia celaka. "
" Baik bos. "
" Oh iya satu lagi , bagaimana dengan tua Bangka itu. Apa reaksinya ketika tau saya mengurung anak kesayangan nya. "
" Dia tidak bereaksi apapun bos. "
" Hmmmmm , ternyata dia tidak peduli dengan anak manja itu CK CK CK , tua Bangka licik. Pasti dia akan menukarkan anaknya dengan hal lain. " Ucapnya sambil berdecih sinis
" Baik. Terus awasi gadis itu . Apapun kegiatan nya laporkan padaku. Sepertinya dia belum mencairkan cek yang saya berikan waktu itu. "
**********