NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6 seni membangun kembali

​Keheningan yang menyusul kematian Tetua Ma di Puncak Qingyun terasa lebih berat daripada badai salju manapun. Aroma darah yang memuai di atas salju perlahan tertutup oleh serpihan es baru yang turun dari langit, seolah alam sendiri ingin membantu Su Lang menghapus jejak kekejaman yang baru saja terjadi.

​Su Lang duduk bersila di atas lantai kayu Aula Utama. Di depannya, sebuah antarmuka transparan yang baru saja terbuka berpendar biru lembut, kontras dengan kegelapan ruangan yang hanya diterangi sisa-sisa bara Kayu Besi.

​[Fitur Terbuka: Manajemen Sekte Dasar]

​Nama Sekte: Aliran Abadi (Peringkat: Terlupakan)

​Wilayah: Puncak Qingyun (Status: Terbengkalai - 12% Layak Huni)

​Populasi: 1 Ketua, 2 Murid (Kapasitas: 3/5)

​Fasilitas: * Aula Utama (Rusak Berat - Efek Meditasi: +0% Qi)

​Dapur (Fungsional - Kualitas Makanan: Rendah)

​Gudang Alat (Hampir Runtuh)

​Bangunan Tersedia untuk Dibangun: Pondok Murid Kayu (Biaya: 5 Poin Dedikasi, 10 Kayu Besi).

​Su Lang menghela napas panjang. "Dua belas persen layak huni... Itu pun mungkin karena aku sudah menambal atap kemarin."

​Pandangannya beralih ke jari telunjuk kanannya. Berkat Ramuan Pemulih Sumsum dari sistem, warna hitam akibat luka beku (frostbite) mulai memudar, namun rasa kebasnya masih ada. Itu adalah peringatan keras bahwa tubuhnya saat ini hanyalah wadah rapuh yang mencoba menampung kekuatan yang terlalu besar.

​"Guru?"

​Suara kecil memecah lamunannya. Li Yun berdiri di ambang pintu yang rusak, memegang sapu lidi tua yang sikatnya sudah jarang. Di belakangnya, Xiao Me mengintip dengan mata besar yang penuh kekaguman dan sedikit rasa takut.

​"Halaman sudah bersih, Guru. Darahnya... sudah saya tutup dengan salju bersih dan tanah," lapor Li Yun. Suaranya bergetar bukan karena dingin, melainkan karena emosi yang meluap. Dia baru saja melihat gurunya membunuh seorang tetua sekte lain. Baginya, Su Lang sekarang adalah sosok legendaris.

​Su Lang menatap muridnya. Anak itu kurus, tapi matanya menyala. "Duduklah, Li Yun. Xiao Me, kemarilah."

​Kedua anak itu mendekat dan duduk bersimpuh di atas lantai dingin. Su Lang bisa melihat mereka menggigil.

​"Sekte kita tidak punya apa-apa saat ini," kata Su Lang datar. "Tapi aku tidak akan membiarkan kalian mati kedinginan. Hari ini, kita akan membangun tempat tinggal kalian."

​Su Lang berdiri, mengabaikan rasa nyeri di dadanya. Dia membuka antarmuka Manajemen Sekte dan memilih opsi [Pondok Murid Kayu].

​[Peringatan: Poin Dedikasi akan dipotong (5 Poin). Sumber daya 'Kayu Besi' akan dikonsumsi.]

​Tiba-tiba, tumpukan Kayu Besi yang ada di pojok dapur menghilang dalam sekejap, berubah menjadi partikel cahaya keemasan yang terbang menuju sebidang tanah kosong di samping Aula Utama. Li Yun dan Xiao Me terbelalak, mulut mereka menganga lebar. Bagi mereka, ini adalah sihir tingkat tinggi, sebuah keajaiban dewa.

​Dalam hitungan menit, sebuah bangunan kayu kecil yang sederhana namun kokoh berdiri tegak. Kayunya berwarna gelap mengkilap, dengan atap jerami tebal yang dirancang untuk menahan beban salju. Pintu pondok itu tertutup rapat, menjanjikan kehangatan yang tak pernah mereka bayangkan selama menjadi pengungsi.

​[Pondok Murid Kayu Selesai.]

​Efek: Meningkatkan pemulihan energi murid sebesar 10%. Memberikan perlindungan dari cuaca ekstrem.

​"Mulai malam ini, kalian tidur di sana," perintah Su Lang. "Li Yun, besok pagi, latihanmu dimulai."

​Li Yun bersujud hingga dahinya menyentuh lantai. "Terima kasih, Guru! Saya akan bekerja sepuluh kali lebih keras!"

​Su Lang mengangguk, lalu dia memberikan tugas pertamanya melalui sistem kepada Li Yun.

​[Tugas Murid: Mengumpulkan Air dan Membersihkan Dapur]

​Hadiah untuk Murid: 1 Porsi Tambahan Nasi Merah.

​Hadiah untuk Ketua: 0.5 Poin Dedikasi.

​Su Lang menyadari bahwa sistem ini bukan hanya tentang dirinya. Semakin aktif murid-muridnya, semakin banyak poin yang bisa dia kumpulkan secara pasif. Ini adalah kunci sesungguhnya untuk membangkitkan sekte.

​Malam itu, setelah kedua muridnya tertidur lelap di pondok baru mereka, Su Lang tidak beristirahat. Dia mengeluarkan manual [Langkah Bayangan Awan]. Meskipun dia sudah mencapai tingkat Menengah (45/100) berkat poin dedikasi, dia merasa perlu memahami esensi teknik itu secara manual agar pondasi kultivasinya tidak goyah.

​Dia mulai bergerak di dalam aula yang gelap. Langkahnya kini tidak lagi menimbulkan suara tak-tak di kayu, melainkan suara srak halus seperti angin yang menyapu daun.

​"Qi mengalir ke meridian kaki, meledak di tumit, lalu ditarik kembali sebelum menyentuh tanah..." gumamnya.

​Setiap gerakan membuat Qi di Dantian-nya berputar lebih cepat. Dia bisa merasakan kabut putih di perutnya mulai memadat, perlahan berubah menjadi bentuk cair yang sangat tipis. Ini adalah tanda-tanda dia mendekati Puncak Qi Condensation Tingkat 1.

​Namun, di tengah latihannya, Su Lang berhenti. Dia menoleh ke arah jendela yang pecah.

​Di bawah sana, jauh di kaki Gunung Qingyun, dia bisa melihat kelap-kelip cahaya obor. Jauh lebih banyak daripada biasanya. Sekte Besi Hitam mungkin sedang berduka, tapi mereka juga sedang memobilisasi massa.

​"Berita tentang kematian Tetua Ma pasti sudah sampai ke telinga Ketua Sekte mereka," Su Lang membatin.

​Ketua Sekte Besi Hitam, Ma Zhen, dikabarkan berada di Qi Condensation Tingkat 5 atau bahkan 6. Itu adalah tingkat di mana seseorang bisa memanipulasi Qi untuk melapisi senjata mereka, memberikan daya hancur yang bisa membelah batu besar.

​Su Lang menatap telapak tangannya. "Tingkat 1 tidak akan cukup. Aku butuh terobosan. Dan aku butuh senjata sejati."

​Dia kembali membuka sistem. Ada satu fitur yang belum dia sentuh: [Pertukaran Reputasi]. Karena dia baru saja membunuh Tetua Ma, reputasi "Aliran Abadi" yang tadinya nol kini merangkak naik menjadi 15 (Sekte yang Berbahaya).

​Poin reputasi ini bisa ditukar dengan "Cetak Biru" atau "Item Tersegel".

​Su Lang menelusuri daftar itu dengan teliti hingga matanya terpaku pada satu item.

​[Cetak Biru: Formasi Kabut Penyaring Qi (Peringkat Dasar)]

​Biaya: 10 Poin Reputasi.

​Efek: Menciptakan lapisan kabut di sekitar gerbang sekte yang membuat orang asing kehilangan arah dan menyerap sedikit Qi mereka untuk memperkuat pertahanan sekte.

​"Ini yang aku butuhkan," Su Lang segera menukarnya.

​Sebuah gulungan kuno muncul di tangannya. Saat dia membukanya, diagram rumit tentang aliran energi gunung muncul. Untuk mengaktifkannya, dia butuh "Batu Roh"—sesuatu yang tidak dia miliki sama sekali.

​"Sistem, di mana aku bisa menemukan Batu Roh di gunung ini?"

​[Menjawab: Terdeteksi urat nadi batu roh kecil yang tertimbun di Gua Belakang Gunung. Peringatan: Area tersebut dihuni oleh Beruang Salju tingkat rendah.]

​Su Lang tersenyum pahit. Tidak ada yang mudah di dunia ini. Ingin aman? Harus bertarung. Ingin kuat? Harus bertaruh nyawa.

​Dia mengambil busur tuanya yang sudah diperkuat Qi dan sebuah belati cadangan. Dia menoleh ke arah pondok murid yang tenang, lalu melompat keluar melalui jendela, menghilang ke dalam kegelapan hutan di belakang aula.

​Perjalanan menuju gua belakang gunung itu curam. Su Lang menggunakan Langkah Bayangan Awan untuk memanjat tebing es. Tubuhnya kini lebih lincah, indranya lebih tajam. Dia bisa mencium bau lumut beku dan aura dingin dari gua yang dituju.

​Saat dia sampai di depan mulut gua, bau anyir binatang buas menyengat hidungnya. Di dalam kegelapan, dua mata kuning besar menyala.

​Seekor Beruang Salju setinggi tiga meter keluar dengan perlahan. Bulunya putih bersih, namun cakarnya berwarna hitam metalik—tanda bahwa hewan ini telah menyerap Qi secara alami selama bertahun-tahun. Ini adalah hewan buas tingkat 1, setara dengan kultivator Qi Condensation Tingkat 2.

​Beruang itu menggeram, suaranya membuat salju di pohon-pohon sekitar rontok.

​Su Lang tidak gemetar. Dia menarik napas panjang, membiarkan Qi-nya mengalir ke ujung jari kanannya yang masih sedikit mati rasa.

​"Maaf, kawan," bisik Su Lang. "Aku sedang membangun rumah, dan aku butuh pondasinya sekarang."

​Pertempuran di gua belakang gunung pun pecah. Su Lang tidak menyerang secara brutal. Dia menggunakan kegelapan dan kelincahannya. Dia menembakkan anak panah berujung Qi untuk memancing kemarahan beruang itu, membuatnya menabrak pilar-pilar es di dalam gua.

​Langkah Bayangan Awan!

​Setiap kali beruang itu mengayunkan cakar raksasanya, Su Lang hanya menyisakan bayangan tipis. Namun, stamina Su Lang terbatas. Dia harus mengakhiri ini dengan satu serangan fatal.

​Dia melihat celah saat beruang itu berdiri dengan dua kaki belakangnya untuk mengaum. Di bagian bawah lehernya, ada area kecil di mana bulunya lebih tipis.

​Su Lang meledakkan seluruh Qi-nya ke kakinya, meluncur di antara kaki beruang itu, berbalik dengan cepat, dan melompat ke punggungnya. Belati di tangannya berpendar putih terang.

​Jleb!

​Belati itu tertanam hingga ke gagangnya di pangkal tengkorak beruang.

​Beruang itu meraung kesakitan, meronta liar sebelum akhirnya ambruk menabrak dinding gua, menimbulkan getaran kecil yang meruntuhkan beberapa bongkah batu.

​Su Lang jatuh terduduk, napasnya memburu. Dia melihat tubuh hewan itu perlahan mendingin. Di bawah reruntuhan batu yang dijatuhkan beruang tadi, sebuah cahaya biru redup muncul.

​Batu Roh.

​Su Lang mendekat dan menggali tumpukan itu. Dia menemukan lima butir batu kecil yang jernih, memancarkan energi yang sangat murni.

​[Misi Tersembunyi Selesai: Penjelajahan Gua Belakang.]

​Hadiah: 5 Poin Dedikasi, 1 Esensi Darah Beruang Salju (Material Terobosan).

​Su Lang menggenggam esensi darah yang berbentuk kristal merah kecil itu. Matanya berbinar. Dengan ini, dia punya peluang untuk menembus ke Tingkat 2 malam ini juga.

​Dia tidak segera kembali. Di dalam gua yang sunyi itu, di samping mayat beruang salju, Su Lang duduk bermeditasi. Dia menelan Esensi Darah Beruang Salju tersebut.

​Rasanya seperti menelan bara api yang meledak. Energi liar dari hewan buas itu menghantam meridiannya. Su Lang mengerang, pembuluh darah di dahinya menonjol. Dia memandu energi panas itu untuk bertabrakan dengan kabut Qi-nya yang sudah jenuh.

​Boom!

​Sebuah getaran halus keluar dari tubuhnya, menyapu debu di sekitarnya.

​Kabut di Dantian-nya kini telah sepenuhnya berubah menjadi cairan jernih. Aliran energinya menjadi dua kali lebih kuat dan lebih stabil.

​[Selamat! Pengguna telah terobosan ke Qi Condensation Tingkat 2.]

[Status Kekuatan meningkat signifikan.]

​Su Lang membuka mata. Dia merasa seolah dunia menjadi lebih lambat. Dia bisa mendengar detak jantung tikus di balik dinding gua.

​Dia mengambil lima Batu Roh itu dan segera kembali ke gerbang depan sekte. Dengan gerakan tangan yang cepat, dia menanamkan batu-batu itu di titik-titik strategis sesuai cetak biru formasi.

​"Aktifkan: Formasi Kabut Penyaring Qi!"

​Wuuush.

​Uap putih tipis mulai keluar dari tanah, menyelimuti area sekitar gerbang dan perlahan naik menutupi seluruh kompleks sekte. Dari luar, Puncak Qingyun kini tampak seperti puncak gunung biasa yang tertutup kabut tebal, menyembunyikan bangunan sekte di dalamnya.

​Su Lang berdiri di depan gerbang, menatap kabut yang melindungi "rumahnya".

​"Sekarang, biarkan mereka datang," gumam Su Lang.

​Dia kembali ke Aula Utama. Fajar mulai menyingsing. Dia melihat Li Yun sudah bangun dan sedang menimba air dengan penuh semangat. Anak itu tidak tahu bahwa dalam satu malam, gurunya telah membunuh monster dan memasang perlindungan dewa.

​Su Lang tersenyum tipis. Dia masuk ke aula, duduk di depan altar leluhur, dan mulai menulis sesuatu di atas secarik kertas tua.

​Itu adalah aturan sekte.

​Jangan pernah menundukkan kepala pada ketidakadilan.

​Satu tetes keringat untuk satu langkah keabadian.

​Siapapun yang menyentuh saudaramu, hapus namanya dari dunia.

​Dia meletakkan kertas itu di tengah altar. Sekte Aliran Abadi bukan lagi sekadar tempat bertahan hidup. Mulai hari ini, ini adalah awal dari sebuah kekaisaran kultivasi.

​Dan jauh di kaki gunung, Ma Zhen, Ketua Sekte Besi Hitam, berdiri di depan pasukannya yang berjumlah lima puluh orang. Matanya merah karena marah melihat mayat adiknya, Tetua Ma.

​"Hancurkan Puncak Qingyun!" teriak Ma Zhen. "Jangan biarkan satu tikus pun hidup!"

​Pasukan itu mulai mendaki. Namun, mereka tidak tahu bahwa mereka tidak lagi mendaki gunung yang rapuh, melainkan sedang menuju ke dalam perangkap seekor naga yang baru saja terbangun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!