Seorang murid sekte luar yang dianggap tidak berguna karena memiliki "Akar Spiritual Terkutuk" tanpa sengaja membangkitkan jiwa seorang jenius dari era kuno yang terperangkap dalam artefak misterius. Bersama, mereka merintis teknik kultivasi kuno yang membutuhkan perpaduan dua elemen yang saling bertentangan, menuntut mereka untuk menyatukan kekuatan dan hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Darah di Atas Obsidian dan Murka Sang Tetua
Pedang Gerhana meluncur turun, membelah udara dengan dengungan mematikan yang membekukan aliran waktu di Arena Keadilan.
"Berhenti!!" raungan Tetua Utama meledak, diiringi tekanan spiritual tahap Bina Pondasi yang menyapu alun-alun bak badai topan. Angin berdesir kasar, memaksa ribuan murid di tribun jatuh berlutut sambil memegangi dada mereka yang sesak.
Namun, Li Jian tidak menghentikan ayunannya. Matanya setajam dan sedingin gletser abadi.
CRAAAASSS!
Bilah tumpul yang luar biasa berat itu menghantam dada Zhao Tian. Tidak ada jeritan terakhir. Hawa Yin absolut meledak dari titik benturan, merasuk ke dalam tubuh Zhao Tian, membekukan darah, tulang, dan organ dalamnya dalam sepersekian detik sebelum bobot Gerhana menghancurkannya menjadi serpihan es berwarna merah kehitaman yang berhamburan di atas lantai obsidian.
Sang jenius Sekte Dalam, kebanggaan Fraksi Zhao, telah musnah. Tidak menyisakan mayat, hanya debu es yang berkilau di bawah sinar matahari.
Keheningan yang menyusul terasa lebih memekakkan telinga daripada ledakan mana pun. Ribuan pasang mata menatap serpihan es itu dengan kengerian yang membuat jiwa mereka bergetar.
"BOCAH KURANG AJAR!"
Langit di atas arena mendadak menggelap. Tetua Utama melesat dari kursi kehormatannya, wajahnya berkerut oleh amarah yang tak terbendung. Sebagai pemimpin para tetua, diabaikan oleh seorang murid Tingkat Lima di depan seluruh sekte adalah penghinaan terbesar. Terlebih lagi, Zhao Tian adalah salah satu bibit unggul yang telah menghabiskan banyak sumber daya sekte.
Sebuah telapak tangan raksasa yang terbuat dari Qi emas pekat terbentuk di udara, meluncur turun untuk meremukkan Li Jian. Ini bukan lagi ujian atau teguran; ini adalah eksekusi mati dari seorang ahli Bina Pondasi!
Di dalam lautan kesadaran Li Jian, proyeksi Yueyin berdiri dengan anggun. Matanya yang sebiru laut es memancarkan kilatan ejekan yang luar biasa tajam.
"Tikus tua yang baru menyentuh ambang batas Bina Pondasi berani bertingkah seperti dewa di hadapanku?" cibir Yueyin, suaranya kini beresonansi dengan kekuatan jiwa yang telah ia pulihkan berkat Batu Karang Netherworld. "Bocah, pinjamkan tubuhmu. Biar kutunjukkan padanya apa itu keputusasaan yang sesungguhnya."
Li Jian tidak ragu sedetik pun. Ia melepaskan kendali atas meridian utamanya. Seketika, aura pemuda itu berubah drastis. Posturnya menjadi lebih tegak, memancarkan keanggunan seorang kaisar yang memandang rendah dunia fana. Matanya yang hitam pekat kini diselimuti oleh kabut perak kebiruan.
Telapak tangan emas raksasa itu berjarak kurang dari tiga meter di atas kepalanya. Angin tekanannya telah meretakkan lantai obsidian arena menjadi jaring laba-laba.
Li Jian—atau lebih tepatnya, Yueyin yang mengalirkan kekuatannya melalui tubuh Li Jian—hanya mendengus pelan. Ia mengangkat tangan kirinya yang kosong, dan menjentikkan jarinya ke arah langit.
"Beku."
Satu kata yang diucapkan dengan sangat pelan, namun menggema di jiwa setiap orang yang mendengarnya.
KRAAAAK!
Sebuah pilar es berwarna biru pekat yang menyilaukan meledak dari ujung jari Li Jian, melesat ke atas dan langsung menusuk telapak tangan emas raksasa tersebut. Dalam sekejap mata, Qi emas murni milik Tetua Utama berhenti di udara, terbungkus oleh es abadi, lalu hancur berkeping-keping menjadi hujan serpihan cahaya beku yang menghujani arena.
"Apa?!" Tetua Utama memuntahkan seteguk darah, terhuyung mundur di udara. Keterkejutan di wajahnya tak bisa disembunyikan. Serangan penuh dari seorang Bina Pondasi dipatahkan hanya dengan satu jentikan jari oleh murid Tingkat Lima?!
"Ilmu hitam! Anak ini telah dirasuki oleh iblis sesat!" teriak salah satu tetua lain dari tribun, mencabut pedangnya dengan tangan gemetar.
Di atas arena, Li Jian menurunkan tangannya. Cairan perak di Dantian-nya bergejolak ganas, nyaris mengoyak meridiannya sendiri karena menahan output kekuatan jiwa Yueyin yang terlalu besar. Darah segar menetes dari sudut bibir Li Jian, namun senyum sinis yang terlukis di wajahnya tidak memudar sedikit pun.
Ia mengambil Gerhana yang menancap di lantai, menyarungkannya kembali ke punggung.
"Iblis sesat?" suara Li Jian menggema, namun nadanya memiliki campuran keangkuhan Yueyin dan ketajamannya sendiri. "Sekte ini membiarkan muridnya saling merampok, saling membunuh dalam bayang-bayang, dan ketika salah satu dari kalian yang mati di Arena Keadilan yang suci ini, kalian melanggar aturan kalian sendiri untuk menyelamatkannya."
Li Jian meludahkan darah di mulutnya ke lantai obsidian. "Sekte Pedang Awan hanyalah tempat sampah yang dihiasi emas. Mulai hari ini, aku, Li Jian, memutus semua takdirku dengan tempat busuk ini!"
Pernyataan itu meledak seperti guntur. Membelot dari sekte adalah kejahatan terbesar yang hukumannya adalah pemusnahan jiwa!
"Kau tidak akan bisa melangkah keluar dari gunung ini hidup-hidup, Pengkhianat!" raung Tetua Utama, menyeka darah di dagunya. "Aktifkan Formasi Pengunci Langit! Semua Tetua, serang dia bersama-sama!"
Rune-rune bercahaya merah mulai menyala di seluruh penjuru Puncak Awan Berkabut. Tiga sosok kuat dengan aura Bina Pondasi awal melesat dari tribun, mengepung Li Jian di udara dengan senjata spiritual yang berkilat haus darah. Ribuan murid di tribun panik dan mulai melarikan diri mencari perlindungan.
"Tiga ahli Bina Pondasi dan satu formasi pengunci tingkat menengah," gumam Yueyin di kepala Li Jian. "Tubuhmu tidak akan kuat menahan kekuatanku lagi tanpa meledak. Kita harus menembus formasi itu dengan satu serangan mematikan dan pergi."
"Pimpin jalannya, Senior," batin Li Jian, matanya memancarkan tekad membara. "Hari ini kita tinggalkan sekte ini, esok kita akan membuat seluruh benua mengingat nama kita."
novel silat dari author yg kereen kapan nyambung nya
ayo ... semangat doong thor
semangat & lanjuuuut thor
pinginnya dihancurin pusat meridiannya kyk suruhannya biar jd sampah selama hidupnya
nanya bukan protes loo.. 🤭🙏